Jumat, 30 Juli 2010

Meletupkan citra diri lewat arloji

Sejak lama, arloji menjadi bagian dari fesyen. Fungsinya tak lagi sekadar penunjuk waktu, tetapi juga sarana meletupkan citra diri. Seperti yang diungkap David Chaney dalam karyanya Lifestile: Sebuah Pengantar Komprehensif, “Penampakan luar menjadi salah satu situs gaya hidup. Gaya dan desain lebih penting ketimbang fungsi. Kamu bergaya maka kamu ada.”

Teori lookism dalam buku Science of Beauty juga menyebutkan, “Semakin baik penampilan seseorang maka ia akan lebih sukses dalam kehidupan. Dan, keberadaan jam tangan dipercaya menjadi salah satu elemen mempercantik penampilan.”

Itulah sebabnya, banyak orang rela merogoh kocek dalam-dalam demi mendapatkan jam tangan rancangan baru sesuai tren mutakhir. Demi tetap tampil prestisius dan aduhai.

Perburuan jam tangan hingga melintas kota menjadi hal biasa. Bahkan tak jarang jam tangan didapatkan setelah seseorang titip membeli lewat para pelaut atau pramugari yang kerap melanglang buana.

Melihat gelagat tersebut, sejumlah toko jam tangan di Kota Solo pun kini memberikan alternatif pilihan jam tangan bagi mereka yang bercita rasa tinggi. Sebut saja gerai Watch Club di lantai dasar Solo Square.

Di sana, jam-jam dari sejumlah produsen merk arloji ternama seperti Alexander Christy, Tissot, Guess, Christ Vierra, Fossil, DKNY, Seiko, Levi’s, Casio lengkap tersedia dengan beragam model. Baik itu jam tangan elektronik maupun mekanik.

“Harganya secara umum mulai dari Rp 300.000-an sampai Rp 18 jutaan,” ungkap Kepala Toko Watch Club Solo Square, Vita, saat dijumpai Espos Minggu (20/6).

Kuning tembaga
Menurut Vita, jika dilihat warna, jam tangan dengan rantai berwarna kuning tembaga kini yang paling banyak diminati oleh kaum perempuan. Sedangkan jam tangan dengan rantai berwarna hitam dengan sentuhan sedikit warna kuning tembaga menjadi favorit kaum lelaki.

Salah satunya adalah arloji Alexander Christie limited edition. Paduan warna hitam dan kuning emas tembaga memang menyuguhkan eksotisme tersendiri. Dipadu dengan empat butir berlian mungil yang tampak berkilat-kilat saat tersapu sinar, semakin membuat jam itu tampil istimewa.

“Harganya Rp 8 jutaan. Garansi mesin satu tahun, garansi baterai tiga tahun. Di sini juga bisa pesan jam dari beberapa merk jika model yang diinginkan di toko tidak tersedia,” ungkap Vita.

Sementara itu, lanjut Vita, di kalangan anak muda jam tangan yang masih digandrungi, yakni jam tangan model sporty berbahan karet berukuran besar dengan harga rata-rata Rp 1 jutaan. Merk seperti G-Shock dan Levi’s yang kerap jadi andalan.

“Kalau di kalangan anak SMP memang banyaknya memakai jam-jam sporty gitu. Lebih gaya,” ujar Fairuz Nazdmi siswa Kelas IX SMP Al Azhar menegaskan.

Pengaruh artis
Nita Prasetyawati dari gerai jam Casio di Solo Square juga sependapat. Jam tangan digital dengan rantai warna kuning tembaga paling banyak diburu. “Modelnya sih biasa tapi karena banyak artis yang memakai dan dilengkapi dengan momori penyimpan data, makanya jadi tren,” ungkap Nita.

Menurut Nita, jam Casio model lainnya juga tak kalah menarik. “Seperti model futuristis ini. Fasilitasnya juga komplet,” tuturnya sambil menunjukkan jam dengan model mirip kalkulator itu.

Tak hanya dari tingkah lakunya, apa yang dipakai para artis memang menjadi contoh bagi khalayak ramai. Jam tangan pun tak luput dari perhatian.

Namun, Yap Herminto dari Toko Jam Sanjaya Jl Yos Sudarso 30 Solo sedikit berbeda pendapat. Menurutnya, tak hanya soal tren belaka, masalah dana relatif masih menjadi pertimbangan serius. “Masyarakat Solo belum bisa sekelas orang Jakarta atau Bandung yang benar-benar gila fesyen,” ujarnya.

Terbukti, lanjut Yap, meskipun di tokonya juga lengkap menyuguhkan jam tangan yang fashionable sampai dengan harga Rp 10-an juta, tetapi jam tangan dengan harga mulai dari Rp 200.000-an hingga Rp 1 jutaan yang lebih banyak dicari.

Sementara jam-jam dengan harga di atas Rp 3 jutaan masih dibeli segmen tertentu. Itu pun, tambah Yap relatif lebih memilih jam tangan yang tidak terlalu fashionable. “Karena jam-jam yang terlalu fesyen kurang fleksibel dipakai,” pungkasnya.
Oleh: Fetty Permatasari


Sumber
Solopos.com

Mau dapat uang Gratis, dapat kan di http://roabaca.com/forum/index.php/topic,87.0.html

Tidak ada komentar: