Minggu, 13 September 2009

Para Pencari Kerja di Facebook


Sebuah riset yang dilakukan oleh Periset CareerBuilder baru-baru ini
terhadap 2.600 Manajer HRD tentang dampak penggunaan Jejaring Sosial
Internet seperti Facebook, LinkedIn dan Twitter terhadap kemungkinan
seseorang diterima atau tidak, telah menghasilkan kesimpulan-kesimpul an
sebagai berikut:

1. Persentasi penelitian yang dilakukan oleh Manajer HRD:

* 45% dari mereka melakukan penelitian Pelamar di Jejearing Sosial
Internet
* 63% data pelamar pekerjaan Teknologi Informasi yang diriset
* 53% data pelamar pekerjaan Professional dan Bisnis yang diriset

2. Dampak keputusan yang diambil oleh Manajer HRD:

* 35% pelamar gagal karena mem-posting konten yang negatif atau
mengganggu, pornografi, dll
* 53% Manajer HRD mempertimbangkan kembali keputusannya setelah
meneliti data pelamar di Jejaring Sosial
* 44% pelamar gagal karena tercatat suka minum alkohol dan
mengkonsumsi narkoba
* 35% pelamar gagal karena suka menjelek-jelekkan atasan atau
perusahaan yang sebelumnya
* 14% pelamar gagal karena suka pakai simbol emoticon ketika
berkorespondensi

3. Dampak positif bagi pelamar yang sering pakai Jejaring Sosial
Internet:

* 14% pelamar yang diterima karena mem-posting hal-hal yang baik
dan positif
* 50% pelamar yang diterima karena positingnya cocok dengan
pekerjaan yang dilamarnya
* 39% pelamar yang diterima postingnya mendukung kualifikasi
professionalnya
* 38% pelamar yang diterima postingnya dianggap kreatif

Sabtu, 12 September 2009

Gempa Tasik Diklaim Malaysia (9-9-09)

Gempa Diklaim Malaysia

Persis tanggal 9 bulan 9 tahun 2009, Malaysia kembali berulah. Kali ini ia mengklaim gempa di Tasik dengan kekuatan 7,3 skala richter bersumbu di wilayah Malaysia. Negeri jiran itu mengaku lempeng yang patah di kedalaman laut Tasik itu berasal dari dasar laut di sekitar Sabang. "Patahannya ada di sana," kata Jupri, warga Malaysia.

Lalu bagaimana dengan korban orang Tasik, Cianjur, Sukabumi, dan pesisir selatan Laut Jawa, Jupri hanya geleng kepala. "Lho, kalau korban itu jelas WNI. Itu bukan warga Malaysia. Tak mungkin lah Mak Cik mengakui itu punya Malaysia. TKI saja kita usir. Masa orang meninggal, terkubur longsoran kita akui milik Malaysia. Tak mungkin lah itu," kata Jupri bersungut.

Menteri Energi dan Sumber Daya Gempa Purmono Jus Sirsak justeru berang. Dia mengaku gempa itu milik Indonesia. "Jelas episentrumnya di laut Tasik kok diklaim Malaysia. Kita harus perjuangkan. Gempa itu milik kita," katanya berapi-api dalam demonstrasi di Kedubes Malaysia, di Jalan HR Rasuna Said Jakarta.

Sang menteri pun mengirim utusan ke Malaysia, menyampaikan nota protes melalui Kedutaan Besar di Malaysia. Dubes Dangi Bahtera menemui Menteri Komunikasi dan Kebudayaan Malaysia Datuk Sri Bengawan Gempa. Dalam pembicaraan dengan Datuk Sri, Dangi Bahtera mengaku gempa merupakan karya bangsa Indonesia dan bukan milik Malaysia. "Gempa itu dibuat oleh orang asli Indonesia bahkan sudah dipatenkan. Tidak bisa Malaysia mengklaim gempa itu," jelas Dangi Bahtera.

Datuk Sri Bengawan Gempa juga tak mau kalah. "Gempa itu berada di sini Mak Cik. Kalaulah gempa itu dibuat orang asli Indonesia, tapi kan orangnya bekerja di sini. Jadi, gempa itu milik kita," Datuk Sri Bengawan tak mau kalah.

Akibat klaim gempa ini, sejumlah ormas Islam melakukan sweeping orang Malaysia. Setiap orang Malaysia yang kepergok mereka langsug ditangkap dan digeledah. "Kamu harus pergi dari Jakarta kalau tidak mengakui gempa itu dibuat orang asli Indonesia," gertak ketua ormas. Karena ketakutan, orang Malaysia pun mengakui gempa itu memang akibat ulah orang-orang Indonesia sendiri.

"Ya, gempa itu dibuat oleh orang asli Indonesia kok. Makanya korbannya juga orang Indonesia. Yang mati juga orang Indonesia. Yang rugi juga orang Indonesia. Yang nista, kelaparan, tidur kedinginan di pengungsian juga orang Indonesia. Yang menjadi pengemis juga orang Indonesia. Memang semua itu dibuat sendiri oleh orang Indonesia. Orang Malaysia tidak pernah membuat karya yang membuat rakyatnya jadi pengemis, gelandangan, mati ketimbun tanah longsor, tewas tertimpa bebatuan dari atas bukit, terhina oleh alamnya, mati kebanyakan menghirum asap karena lahan dibakar. Semua memang asli orang Indonesia yang melakukannya. "

Si ketua ormas Islam itu menata sarungnya yang tiba-tiba mlorot!!!! (si ragil)

Undangan Terbuka Forum Film Indonesia 2009

Kepada Yth.
Rekan-rekan Mahasiswa Indonesia
Di tempat


Dengan hormat,
Melalui surat ini kami mengundang rekan-rekan mahasiswa Indonesia untuk datang dan berpartisipasi aktif dalam Festival Film Mahasiswa Indonesia pada tanggal 6-8 Oktober 2009

(http://filmpelajar.com/berita/festival-film-mahasiswa-2009). Salah satu kegiatan penting yang akan dilaksanakan dalam festival ini adalah Forum Film Mahasiswa Indonesia. Forum ini bertujuan untuk membangun jejaring antarmahasiswa/ kampus yang memiliki kepedulian terhadap dunia perfilman Indonesia.

Forum Film Mahasiswa Indonesia akan diselenggarakan pada;
Hari : Kamis, 8 Oktober 2009
Pukul : 09.00 WIB – selesai
Tempat : Kampus Fakultas Film dan Televisi Institut Kesenian Jakarta
Jl. Cikini Raya No. 73 Jakarta Pusat.

Undangan ini bersifat terbuka. Akan tetapi untuk membantu panitia agar dapat menyiapkan acara dengan baik, khususnya terkait persiapan tempat, kami mohon rekan-rekan mengkonfirmasikan kehadirannya. Kami mengharapkan bagi organisasi mahasiswa intra/ekstra kampus mengirimkan perwakilannya maksimal 2 (dua) orang.

Demikian undangan ini kami sampaikan. Term of reference kegiatan Forum Film Mahasiswa Indonesia kami lampirkan dalam surat ini. Terima kasih atas perhatian dan dukungan rekan-rekan untuk menyukseskan kegiatan ini.


Jakarta, 11 September 2009

a/n Panitia

Tomy Widiyatno Taslim
tomytaslim [at] yahoo [dot] com
0818 465 787

Terbit Buku Bermain Membaca


Bapak dan Ibu Moderator yang baik dan dihormati, serta teman-teman milis yang juga sangat baik dan dihormati, boleh saya menumpang pemberitahuan ....

Sudah terbit buku "Bermain Membaca Bahasa Inggris dengan metode Fonik Easy Reader, mulai usia 3 tahun;

Buku full color yang didisain menarik baik untuk pengajar dan
anak ini, seperti sebuah kotak hadiah yang akan membawa anak-anak
tercinta pada belajar membaca bahasa Inggris dengan cara bermain yang
menyenangkan.
Terdiri atas panduan lengkap untuk orang tua: dasar-dasar
metode membaca dengan sistem fonik, cara-cara mengajar membaca, teknik
pengajaran membaca juga materi mengajarkan membaca untuk anak.
Disertakan juga 52 buah flashcard dan VCD lengkap bunyi-bunyi fonik
Easy Reader dan langkah-langkah mengajarkannya. Dapat diajarkan mulai
usia 3 tahun, dan sudah terbukti efektif. Bisa didapat ditoko-toko buku
terdekat, atau pesan langsung.

Easy Reader, Metode Cepat dan Mudah Belajar Membaca Bahasa Inggris
Price per Unit (piece): Rp49.500 (harga yang berlaku di Pulau Jawa), termasuk 52 kartu dan VCD.
Penulis: Herlina Mustikasari Mohammad
Ukuran: 26 cm
Lebar: vi + 60 hlm

Penerbit: KawanPustaka
ISBN: 979-757-376- 1
Harga: Rp49.500,-

" Saran Tersopan dalam Beremail "


Bagi sebagian besar orang, email tampaknya menjadi rahmat sekaligus bencana. Email dapat menghemat biaya komunikasi,
terutama pada orang-orang yg jarang berhubungan dengan kita. Namun, dapat membuat kita menderita dengan menerima banjir
"spam email". Tidak banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menghadapi para "spammers" ini kecuali terus-menerus
melaporkannya pd "network administratur" kita. Bagaimanapun, dalam melakukan korespondensi pribadi, kita seyogyanya tetap
bersopan-santun untuk menjaga hubungan baik.

Berikut 10 saran bersopan-santun dalam ber-email ria :

1. Benahi susunan email "forwards" anda.
Bila anda ingin memforward sebagian atau seluruh pesan pada pihak lain, maka luangkan sedikit waktu anda untuk menghapus
tanda yang biasanya muncul. Seperti tanda ">" dsb.

2. Gantilah "Subject" atau Judul email bila topik pembicaraan
anda berubah.
Seringkali setelah saling bertukar email beberapa kali, topik pembicaraan berubah dari aslinya, namun "subject" atau judul
email belum juga diganti. Akan jauh lebih mudah untuk melacak email yang masuk bila "subject" disesuaikan dan dapat
mencerminkan isi email yang sedang anda tulis.

3. Hapuslah pesan reply yang tidak perlu.
Beberapa program email secara otomatis memunculkan isi email yang terdahulu bila anda sedang membalas/mereplynya . Ada
baiknya anda menghapus pesan tersebut dan hanya tinggalkan pesan yang benar-benar anda anggap perlu.

4. Jangan teruskan surat berantai.
Anda tentu merasa terganggu dan jengkel bila seseorang mengirimi anda sebuah email tentang humor atau cerita-cerita,
kemudian meminta anda untuk meneruskannya dengan segera pada 10 teman anda yang lain, atau bila tidak maka anda akan ketiban
sial. Mengapa anda juga bermaksud mengganggu dan membuat orang lain jengkel bila anda meneruskan email semacam ini? Hapus
saja dengan menekan tombol "delete".

5. Hormati privacy orang lain.
Ini termasuk juga alamat email mereka. Bila anda sedang mengirim email ke sejumlah orang yang mungkin satu-sama- lain tidak
saling mengenal, gunakan "bcc" atau "blind carbon copy " agar alamat-alamat email mereka tidak saling diketahui.
Bila anda mudah mengirim email ke banyak alamat sekaligus tanpa mempertimbang - kan saran ini, maka bersiap-siaplah untuk
dikomplain karena mereka menerima spam.

6. Jangan melakukan spam.
Mungkin saja anda tidak sengaja melakukannya, tetapi banyak orang tidak menyadari jika mereka menggunakan alamat-alamat
email yang mereka dapat dari "forwarded email", kemudian menggunakannya tanpa permisi, ini termasuk bentuk spam.

7. Jangan berteriak-teriak.
Menulis dengan mengaktifkan huruf besar (tombol "Caps Lock") dapat diartikan sebagai pertanda kemarahan. Orang mungkin
menganggap anda sebagai pengguna internet yang tidak baik, atau tidak sopan sama sekali.

8. Jangan mudah "terbakar", over-reaksi, atau terburu-buru menghapus suatu email tanpa berusaha memikirkannya dgn baik.
Dalam bahasa tulis, kita memiliki waktu untuk memikirkan bagaimana kita merespon atas sesuatu email yang membuat kita
marah. Begitu juga dengan beremail ria. Bila anda merasa dipenuhi dengan emosi yang kuat, kemudian menulis balasan dengan
emosional pula, maka sebaiknya jangan keburu anda
kirim email tersebut. Simpanlah dulu dalam "draft folder" selama beberapa hari untuk dibaca ulang.
Banyak persahabatan yang hancur gara-gara terburu-buru menanggapi suatu email tanpa berusaha memikirkannya dengan
bijaksana.

9. Bersabarlah dalam menunggu "reply".
Ketahuilah, orang tidak hanya hidup dengan internet.
Mereka mungkin tidak membalas email anda dengan segera.
Masih banyak orang yg men-cek email mereka seminggu sekali.

10. Akuilah bahwa tidak semua orang senang menerima segala yang anda anggap lucu.
Jangan terus-menerus mengirimkan sesuatu pada mereka yang tidak pernah membalasnya, meskipun dengan ucapan terima kasih.

Jangan lupa: Luangkan waktu juga untuk memikirkan apa yang kita forward kan dan kepada siapa kita mem-forwardkan suatu
email. Tidak semua orang setuju atau suka dengan materi yang kita forwardkan.
Untuk orang-orang tertentu, subyek-subyek tertentu (yang kita anggap lucu dan menarik atau ringan) bisa jadi sangat
sensitif dan serius!!

(diadaptasi dari The Top 10 E-mail Courtesy Suggestions,
Zoran Todorovich) On Eagle's Wings

Kerugian akibat Kemacetan di Jakarta Rp 28 Triliun Setahun


Kamis, 10 September 2009 | 14:59 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Tingkat kemacetan yang sudah dalam taraf memprihatinkan di wilayah Jakarta diperkirakan juga mengakibatkan kerugian yang diderita seluruh warga Ibu Kota. Jumlahnya mencapai sekitar Rp 28 triliun per tahun.

"Estimasi total kerugian karena dampak kemacetan di Jakarta mencapai Rp 28,1 triliun," kata pakar lingkungan Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Dr Firdaus Ali, MSc, dalam diskusi di Jakarta, Kamis (10/9).

Firdaus memaparkan, total kerugian tersebut dapat dibagi menjadi beberapa sektor, seperti kerugian akibat bahan bakar, kerugian waktu produktif warga, kerugian pemilik angkutan umum, dan kerugian kesehatan.

Jumlah kerugian yang paling besar adalah pada sektor kerugian bahan bakar yang bisa menghabiskan hingga Rp 10,7 triliun per tahun. Kerugian bahan bakar dihitung dari banyaknya BBM yang terbuang karena kendaraan terjebak kemacetan.

Adapun jumlah kerugian terbesar kedua adalah kerugian waktu produktif warga negara yang diperkirakan mencapai Rp 9,7 triliun per tahun.

Namun, yang paling dicemaskan adalah kerugian di sektor kesehatan, yaitu sebanyak Rp 5,8 triliun per tahun. Kerugian kesehatan antara lain karena stres atau faktor polutan asap yang keluar saat kemacetan dan terhirup oleh warga Ibu Kota lainnya yang sedang melintas.

Sementara itu, kerugian yang diderita pemilik angkutan umum bisa mencapai Rp 1,9 triliun per tahun karena berkurangnya jumlah rit yang bisa ditempuh angkutan umum akibat macet.

Hal tersebut, ujar Firdaus, juga merupakan ironi karena angkutan umum merupakan salah satu faktor utama yang menjadi penyebab kemacetan di Ibu Kota.

Angkutan umum menjadi penyebab macet antara lain karena perilaku sopir yang suka ngetem atau menunggu lama di suatu titik jalan untuk mengangkut penumpang. Padahal, hal itu malah mengakibatkan tersendatnya arus lalu lintas.

Sementara itu, pembicara lainnya, Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat UI Prof Dr Umar Fahmi Achmadi, MPH, PhD, mengemukakan, bidang transportasi memberikan kontribusi sekitar 80 persen dari pencemaran udara.

Umar juga memaparkan, beberapa jenis bahan pencemar polusi udara dapat berdampak antara lain pada organ paru-paru (asma, bronkitis, dan pneunomia), kardiovaskular, sistem saraf, serta liver-ginjal.

8 Pemuda Luar Biasa Yang Mengubah Dunia

1. Mark Zuckerberg (kini 25 tahun/asal AS)
Ketika menciptakan situs jejaring sosial Facebook, Mark Zuckerberg baru berusia 19 tahun. Ia membuat Facebook untuk membantu membangun jaringan sosial bagi remaja di kampusnya saat itu, Universitas Harvard, Amerika Serikat.

Kini, Facebook merupakan situs jejaring sosial terbesar kedua setelah MySpace. Di bawah pimpinan Sang Penemu, situs ini terus tumbuh hari demi hari. Jutaan pengguna baru terus mendaftar setiap bulan!

2. Steve Shih Chen (31 tahun/Taiwan- AS), Jawed Karim (30 tahun/Jerman- AS), Chad Hurley (32 tahun/AS)
Keduanya adalah pencipta dari situs "berbagi video online", YouTube. Mereka mendirikan YouTube pada 2005. Ketika itu, Chad berusia 28 tahun dan Steve 27 tahun.

Pada Oktober 2006, YouTube diakuisisi (diambil alih kepemilikannya) oleh Google. Nilainya: 1,65 miliar dollar AS (Rp16,9 triliun).

3. Jerry Yang (40 Tahun/Taiwan- AS) dan David Filo (42 tahun/AS)
Pada tahun 1995, kedua orang ini menemukan Yahoo!, situs mesin pencari kedua terbesar setelah Google. Saat itu, Jerry berusia 26 tahun dan Filo 28 tahun.

Tahun lalu, perusahaan raksasa Microsoft sempat ingin membeli Yahoo!. Nilai tawaran yang dibicarakan: 44,6 miliar dollar AS (Rp458,8 triliun). Rencana ini memang batal. Setelah itu, Microsoft dan Yahoo! tidak menampik mengenai kemungkinan kerja sama di masa mendatang.

4. Matt Mullenweg (25 tahun/AS)
Matt Mullenweg adalah pencipta situs penyedia blog gratisan: WordPress. Ia mulai baru berusia 19 tahun ketika mulai menciptakan cikal bakalnya.

WordPress menjadi tenar dalam waktu singkat. Alasannya, situs ini mudah dipakai dan selalu diperbarui. Hingga tahun 2008, tercatat ada 230 juta pengakses tetap dengan 6,5 miliar halaman WordPress yang bisa dilihat. Lalu, ada 35 juta posting baru dengan tambahan rata-rata empat juta posting setiap bulan.
Matt, yang pernah datang ke Jakarta pada Januari 2009 ini mengatakan, ia tidak akan menjual WordPress ke perusahaan besar dengan harga' selangit'. Ia juga bilang, tidak mencari keuntungan dari WordPress. Keuntungan sudah ia dapatkan dari beberapa perusahaan, yang dimilikinya.

5. Tom Anderson (38 tahun/Amerika Serikat)
Tom Anderson merilis MySpace pada bulan Agustus 2003. Ada kesimpang siuran data mengenai usianya saat itu, namun berbagai sumber menyebut Tom berusia kurang dari 30 tahun ketika menciptakan MySpace.

Saat ini, MySpace adalah salah satu situs jejaring sosial paling besar di dunia, yang bersaing ketat dengan Facebook. MySpace telah digunakan lebih dari 100 juta orang, dengan pengguna terbesar berasal dari kawasan Amerika Serikat.

Kelebihan MySpace terletak pada bidang musik. Ketika fasilitas musik terbaru (yaitu "audio streaming" gratis) diluncurkan pada 25 September 2008, hanya dalam beberapa hari saja, ada miliaran lagu yang didengarkan oleh para penggunanya. Kelebihan ini membuat banyak orang memperkirakan bahwa MySpace bisa mempengaruhi industri musik di internet.

6. Blake Aaron Ross (23 tahun/AS)
Blake Ross adalah pemuda jenius yang menciptakan Mozilla, fasilitas penjelajah internet. Mozilla diluncurkan untuk umum pada November 2004. Saat itu, usia Blake baru 19 tahun!

Mozilla kemudian digabungkan dengan Firefox, program yang diciptakannya bersama Dave Hyatt. Maka, setelah itu, namanya menjadi Mozilla Firefox.

Dengan cepat, Mozilla Firefox diterima para pengguna internet di dunia. Ia, antara lain, dinilai lebih aman dan mudah dipakai (dibandingkan dengan para kompetitornya) . Ia juga dinilai mampu merebut sebagian pasar fasilitas penjelajah internet, yang selama ini dikuasai oleh Microsoft Internet Explorer.

Banyak orang memuji kesuksesan Blake Ross. Direktur engineering Yayasan Mozilla, Chris Hoffman, mengatakan, "Dalam dunia € ’±Open Source', posisi seseorang tergantung pada keahliannya. Dan Blake Ross memiliki semua keahlian yang dibutuhkan."

7. Pierre Omidyar (41 tahun/Perancis- AS)
Pierre Omidyar merilis eBay pada 4 September 1995. Saat itu, usianya 28 tahun.

eBay adalah situs lelang online. Awalnya, Pierre membuat eBay untuk menolong seorang teman dekat yang ingin menjual sebuah produk. Namun, tak lama kemudian, eBay berkembang pesat menjadi lahan bisnis yang amat prospektif. Kini, eBay adalah situs lelang online terbesar di dunia.

Menurut Pierre, dalam sebuah wawancara, kesuksesan eBay tidak lepas dari dua hal. Pertama, kuatnya komunitas penjual dan pembeli, yang jumlahnya mencapai ratusan juta orang. Kedua, nilai-nilai baik yang dianutnya. Dalam bisnis, eBay percaya bahwa pada dasarnya setiap manusia itu baik dan setiap orang memiliki suatu keunggulan yang bisa diberikan kepada orang lain. Selain itu, eBay percaya bahwa kejujuran dan keterbukaan bisa membawa kebaikan pada diri manusia. Maka, aturan "emas" eBay adalah mengakui dan menghormati setiap orang sebagai individu yang unik. eBay pun berharap para anggotanya bisa mengikuti contoh yang diberikan.

8. Larry Page (36 tahun/AS) dan Sergey Brin (35 tahun/AS)
Keduanya merilis Google pada 4 September 1998. Saat itu, mereka baru berusia 25 tahun dan 24 tahun. "Kantor" pertama mereka adalah garasi.

Google, mesin pencari yang bisa menampilkan segala jenis informasi ini, disukai banyak orang - terutama para mahasiswa. Maka, hanya dalam tempo waktu beberapa tahun saja, Google bisa berkembang amat pesat dan meraup keuntungan miliaran dollar AS. Kini, Google bisa disebut sebagai mesin pencari nomor satu di dunia.

Kisah sukses Larry Page dan Sergey Brin dalam menciptakan dan mengembangkan Google telah menjadi inspirasi bagi banyak orang muda di dunia ini, khususnya para penggemar teknologi informasi. Mereka berharap bisa membuat program baru yang berguna bagi masyarakat dunia dan menguntungkan dari segi finansial.

Selasa, 08 September 2009

" Karikatur Pemilihan Software "



Di dalam kartun di atas menceritakan tentang suatu kontes yang di ikuti oleh berbagai source, tapi terbagi menjadi dua disinimengenai source yang open serta source yang bajakan.

Disini juga kita disuruh untuk memilih antara dua source, yaitu yang open atau yang bajakan. Dan semua orang memilih yang open Source yang userfriendly dan gratis pula.

Mengomentari sedikit tentang open source serta bajakan, dari segi kerugian masih banyak orang yang menggunakan software bajakan, serta beranggapan bahwa software open source itu pasti tak user friendly. Ini kisah nyata, masih banyak sekali programmer (ngak cuman programmer) di solo ini yang masih menggunakan software bajakan.

Padahal dengan software bajakan itu mereka mendapatkan hinaan secara tidak langsung dan cemoohan dari banyak orang. Tapi dari segi keuntungan mereka lebih suka karena asik digunakan dan menghasilkan banyak uang, serta mereka sudah merasa dekat dengan software bajakan itu.

Ada satu tangan yang menunjuk ke software bajakan, yang menandakan masih banyak orang Indonesia yang masih suka menggunakan software bajakan dan mungkin tidak mau pindah ke software Open source. Maka dari itu dia menunjuk software bajakan sebagai pilihan nya.

Mereka sembunyi-sembunyi memakai software bajakan dan memanfaatkan nya dengan sangat tidak baik. Dan mereka takut akan ketahuan menggunakan software bajakan jadi penulis memberikan nya pada bagian pojok dan tersembunyi.

Kenapa pula penulis memberikan warna hijau pada di penunjuk software bajakan, karena penulis memberitahukan bahwa orang yang menggunakan software bajakan, cover nya saja dia memilih software open souce tapi kenyataan nya dia malah milih software bajakan.


Tulisan ini dibuat untuk menyukseskan Lomba Blog Open Source P2I-LIPI dan Seminar Open Source P2I-LIPI 2009


Semoga IGOS dapat terus berkembang di Indonesia, dan insya allah negara kita akan menjadi negara pintu gerbang open source di asia, atau bahkan di dunia. Amin

Mengimpor Blog dari WordPress ke Blogger

Tidak perlu capek2 copy paste. Ikuti langkah-langkah berikut:

1. Login ke WordPress dan masuk ke Dashboard.
2. Klik tab Manage di bawah nama Blog.
3. Klik link Export di bawah tab Manage
4. Download file eksport WordPress WXR dengan mengklik Download Export File

5. Simpan file ke harddisk
6. Buka http://wordpress2blogger.appspot.com/ Pada no. 6 masuk ke form, browse dan pilih dokumen WXR disimpan tadi kemudian klik Convert. Simpan file konversi ini ke harddisk. File ini berisi post/komentar pada WordPress.
7. Masuk ke Dashboard Blogger. Atau buat blog baru dengan mengklik Create a Blog
8. Setelah Login klik Setting-klik import pada Import Blog Tool. Ikuti instruksi selanjutnya. Upload file hasil konversi tadi saat diminta.
9. Setelah selesai langkah-langkah mengimpor, kini Anda memiliki post-post yang diimpor dari WordPress Anda. Anda dapat langsung mempublikasikannya ke Blogger.

Catatan: aplikasi wordpress2blogger ini hanya mengizinkan file eksport dibatasi tidak lebih dari 1 Mb.


Minggu, 06 September 2009

Ikuti Kontes SEO ini dan manangkan hadiah nya


Selamat berlomba dengan jujur dan menjunjung sportivitas. Pastikan anda membaca peraturan yang ditetapkan dan terus mengikuti berita terbaru seputar kontes ini.

Kontes SEO Cinta Pandeglang "Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang"

Cintapandeglang.com sebagai visualisasi kecintaan kami (Urang Pandeglang) akan Pandeglang, mencoba menggebrak dunia maya, menggemparkan blogger se Indonesia dengan menyelenggarakan kontes SEO Cinta Pandeglang "Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang" berhadiah total puluhan juta.

Pandeglang adalah tempat yang indah dengan keanekaragaman objek wisata dan budayanya.Dan ini yang harus diexpose kepada dunia.

Hadiah puluhan juta menanti anda!!!
Berikut rincian hadiahnya :

1.Juara pertama mendapatkan Note Book ACER Aspire 4736Z-421G25Mn
2.Juara kedua mendapatkan Blackbery Javelin 8900
3.Juara ketiga mendapatkan uang tunai Rp. 1.000.000,-
4.Juara ke-4 sampai ke-6 mendapatkan uang tunai Rp. 500.000,-
5.Juara ke-7 sampai ke-10 mendapatkan uang tunai Rp. 250.000,-

Waktu perlombaan :
Dimulai pada tanggal 17 Agustus 2009 pukul 00.00 WIB sampai dengan 17 November pukul 24.00 WIB

Kata Kunci/ Keyword yang dilombakan:
Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang

Syarat dan Ketentuan yang harus diperhatikan:

1.Peserta harus melakukan registrasi di cintapandeglang.com
2.Peserta harus memposting/menulis artikel dengan tema keindahan objek wisata di pandeglang di blog atau webnya masing masing.
3.Panjang artikel minimal 400 kata dan harus me- linkback ke cintapandeglang.com.
4.Peserta harus mencantumkan alamat url postingannya bukan nama domain web atau blognya pada saat melakukan registrasi di cintapandeglang.com.
5.Blog ataupun Artikel tidak boleh menyinggung SARA,berbau pornografi dan melanggar undang undang yang berlaku.
6.Pemenang kontes adalah peserta yang blog atau situs webnya (url postingan dan bukan nama domainnya saja) tercantum di Google.co.id pada 17 Nopember 2009 pukul 24.00 WIB, pada “telusuri web”, bukan “halaman dari Indonesia” di urutan 1-10.
7.Postingan yang semata mata berita kontes tidak akan dimasukan dalam perhitungan. Jadi andaikan pada akhir batas perlombaan terdapat artikel berita kontes yang masuk dalam 10 besar, itu tidak termasuk pemenangnya. Dan akan diganti pada urutan berikutnya. Maka dari itu, anda harus segera edit jika artikel yang anda lombakan seperti itu.Tetapi jika postingan anda ditulis sesuai dengan tema yang diharuskan, namun juga menambahkan sedikit informasi soal berita kontes, maka itu dianggap sah dan dimasukkan sebagai artikel peserta. Paling tidak materi harus didominasi oleh tulisan tentang objek wisata di pandeglang. Infomasi kontes boleh dicantumkan sedikit/belakangan atau di postingan lain.
8.Panitia berhak meninjau ulang peraturan seperti menambah, mengurangi peraturan menyesuaikan dengan perkembangan kompetisi lomba.Termasuk hadiah yang ditawarkan dengan nilai yang lebih tinggi. Untuk hal yang ini tidak bisa diganggu gugat.
9.Peserta wajib memasang banner kontes seo cintapandeglang.com di blognya.

Kenali Dan Kunjungi Objek Wisata Di Pandeglang

10.Domain blog atau web tidak boleh menggunakan kata kunci/keyword yang diperlombakan

Sumber klik Disini

Selasa, 01 September 2009

" Sarjana & Kerja "

Senin, 31 Agustus 2009 | 11:37 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengusaha Ciputra mengatakan, akar musabab kemiskinan di Indonesia bukan semata akibat akses pendidikan, karena hal itu hanya sebagian, melainkan karena negara tidak menumbuhkembangkan entrepreneurship dan jiwa entrepreneur dengan baik pada masyarakatnya.

"Kita banyak menciptakan sarjana pencari kerja, bukan pencipta lapangan kerja, itu membuat masyarakat kita terbiasa makan gaji sehingga tidak mandiri dan kreatif," ujar Ciputra di hadapan peserta seminar "Entrepreneurship Inspiring Our Journey" yang digelar di SMA Kolese Kanisius, Jakarta, Sabtu (29/8).

Entrepreneur atau wirausahawan, kata pria yang akrab disapa Pak Ci' ini, adalah seseorang yang mampu mengubah kotoran atau rongsokan menjadi emas. Dengan demikian, kata dia, negara selama ini hanya mencetak begitu banyak sarjana yang hanya mengandalkan kemampuan akademisnya, tetapi menjadikan mereka lulusan yang tidak kreatif.

"Malaysia punya lebih banyak wirausahawan daripada Indonesia, kini mereka lebih maju karena pendapatannya yang empat kali lebih besar dari Indonesia," ujar Pak Ci'.

Sarjana pencari kerja

Makin banyak entrepreneur, sejatinya semakin makmur suatu negara. Ilmuwan dari Amerika Serikat (AS) David McClelland pernah menjelaskan bahwa suatu negara disebut makmur jika minimal mempunyai jumlah wirausahawan minimal 2 persen dari jumlah penduduk di negara tersebut.

Menurut Ir Antonius Tanan, Direktur Human Resources Development (HRD) Ciputra Group yang juga menangani Ciputra Entrepreneurship School (CES), bahwa pada 2007 lalu AS memiliki 11,5 persen wirausahawan di negaranya.

Sementara itu, Singapura memunyai 4,24 juta wirausahawan pada 2001 atau sekitar 2,1 persen. Namun, empat tahun kemudian jumlah tersebut meningkat menjadi 7,2 persen, sedangkan Indonesia hanya memiliki 0,18 persen jumlah wirausahawan.

"Negara kita terlalu banyak memiliki perguruan tinggi dan terlalu banyak menghasilkan sarjana, tetapi sayangnya tidak diimbangi dengan banyaknya lapangan kerja," tandas Antonius.

"Akhirnya kita hanya banyak melahirkan pengangguran terdidik, tahun 2008 kita punya 1,1 juta penganggur yang merupakan lulusan perguruan tinggi," ujarnya.

Data tahun 2005/2006, misalnya, lanjut Antonius, terdapat 323.902 lulusan perguruan tinggi yang lulus. Kemudian dalam waktu 6 bulan dari Agustus 2006 sampai Februari 2007, jumlah penganggur terdidik naik sebesar 66.578 orang.

"Generasi muda kita tidak memiliki kecakapan menciptakan pekerjaan bagi dirinya sendiri karena mereka terbiasa berpikir untuk mencari kerja," ujar Antonius.

" Bisakah Kita Kayak Malaysia "

Ternyata saya mendapat info bahwa, perguruan Tinggi negeri (PTN) di Malaysia memang sedang tancap gas sejak lima tahun terakhir. Dari lima PTN terbesar, empat diantaranya mendapat status research university dan diganjar duit riset (saja) sekitar Rp 210 M per tahunnya; satu PTN malah dapat dana riset lebih 'gila' lagi dan ditargetkan masuk 100 world ranking university dalam waktu 10 tahun. Makanya mereka banyak perlu tenaga peneliti yang profesional [dimana lagi nyarinya yang mau dikasih beasiswa atau gaji dan fasilitas yang lebih besar yang biasa didapatkan di negara asalnya, he he he].



Urusan berikutnya adalah kualifikasi tenaga pengajar yang kudu S3, mereka pun tidak pandang bulu untuk urusan begini. Pensyarah/dosen yang belum S3 statusnya kerja kontrak, kalau dia gagal studi S3 maka langsung dipecat; berhubung tingkat kelulusan S3 memang tidak pernah tinggi (maksimal pun sekitar 60-70%), sasaran rekrutmen untuk memenuhi target ini balik lagi ke Indonesia lagi [konon target per tahunnya saja kudu dapat ratusan dari warga serumpun ini]. Nah mereka ini ditargetkan kudu publish dua paper di jurnal nginternasional yang punya impact factor per tahun, bila tidak siap-siap disisihkan juga.

Senin, 31 Agustus 2009

" Selamat Tinggal Lampu Bohlam "

Lampu pijar mulai ditanggalkan di Eropa karena sifatnya yang boros energi. Banyak orang tua memberontak.

*HAMBURG *-- Lampu listrik ciptaan Thomas Alfa Edison telah menemani peradaban manusia dan menerangi dunia selama 130 tahun. Kini, krisis energi dan laku perubahan iklim mengharuskan mereka segera pensiun.

Borosnya energi listrik yang digunakannya untuk memanaskan kawat wolfram hingga menghasilkan cahaya yang bisa kita lihat atau nikmati itu menjadi sumber kelemahan bola lampu Edison. Seperti dikatakan Dan Norris, Menteri Lingkungan Inggris, "Kita tidak bisa lebih lama lagi bergantung pada sebuah bohlam yang menyia-nyiakan 95 persen energinya terbuang
sebagai panas."

Kebijakan mengucapkan selamat tinggal kepada bola lampu dengan kawat pijar di dalamnya diinisiasi di Eropa. Mulai besok, per 1 September, bola-bola lampu pijar harus berhenti diproduksi di sana. Larangan--kalau dilanggar akan dikenai denda atau hukuman badan--dimulai dengan bohlam berdaya 100 watt yang dianggap sebagai yang paling boros.

Berturut-turut setelah itu, rak-rak toko akan disterilkan dari lampu-lampu halogen dan lampu fluoresens berefisiensi rendah. Target terakhir adalah bohlam 75 dan 60 watt yang tak boleh lagi berpijar per 2012.

Legislasi untuk mengganti bola-bola lampu pijar dengan lampu-lampu /compact fluorescent light/ (CFL) yang lebih hemat energi dan tahan lama disepakati negara-negara anggota Uni Eropa pada Desember lalu. Sponsor utamanya adalah Inggris yang sudah secara sukarela meregenerasi bola-bola lampu di negerinya sejak 2007.

Menurut Norris, penerapan legislasi itu adalah berita baik bagi setiap warga yang akan membayar hingga ratusan dollar lebih murah kebutuhan listriknya setiap tahun. "Ini bahkan berita yang lebih baik lagi bagi bumi karena akan terjadi pemangkasan emisi CO2 sampai sebesar satu ton per tahun per 2020 mendatang," katanya.

Dengan cuma 5 persen energinya yang bisa dikonversi menjadi terang--sisanya terbuang sebagai panas, kebijakan itu tentu saja didukung para pakar. Pihak industri pun bisa dibilang bereaksi positif karena lampu-lampu CFL bukanlah barang baru untuk mereka.

Seperti yang diungkap lewat hasil riset pasar yang dilakukan perusahaan Gfk, penjualan bohlam telah turun 35 persen di triwulan pertama 2009 di beberapa negara Eropa. "Tren besarnya memang efisiensi energi," begitu kata Martin Goetzeler, CEO Osram.

Resistensi justru muncul dari sebagian konsumen. Kebanyakan orang tua di Eropa ternyata masih ada yang tidak rela jika lampu pijar diganti. "Saya tidak suka dengan bola lampu yang baru (CFL) karena terangnya beda," kata Bronwen Jones, 67, dari Merthyr Tydfil, Inggris, yang memborong satu pak berisi 20 bohlam. "Ini mestinya bisa sampai beberapa tahun ke
depan," katanya.

Aksi memborong dan menimbun terutama terjadi di Jerman dan Austria yang justru menunjukkan angka penjualan bohlam yang meningkat dalam periode yang sama. Beberapa pelanggan lanjut usia di supermarket- supermarket di negeri itu seperti berlomba memenuhi kereta belanja mereka dengan bohlam 100 watt yang sudah tidak lama lagi akan "punah" itu.

"Luar biasa. Angka penjualan bohlam 100 watt di toko-toko kami di Hamburg melejit sampai 337 persen," kata Simone Naujoks, juru bicara jaringan toko Max Bahr, seperti dikutip dari harian /Die Welt/.

Di satu tokonya itu, misalnya, ada seorang pria berusia sekitar 50 tahun yang mengaku tak butuh lampu hemat energi. "Kemampuan mata saya tidak sebagus dulu. Lampu-lampu hemat energi itu sia-sia saja karena tidak bisa saya pakai membaca."

Di Jerman memang banyak konsumen mengkritik legislasi baru sebagai trik pabrikan yang ingin mengatrol keuntungan dengan cara mengganti lampu pijar yang murah dengan lampu lain yang lebih mahal. Mereka bahkan menilai CFL yang lebih hemat energi itu tidak cukup terang serta
cahayanya lebih dingin dan kurang nyaman.

Keluhan lain adalah lambat panas dan berkedip lebih sering sehingga menyebabkan sakit kepala. Belum lagi kemungkinan radiasi gas merkuri yang menjadi sumber cahaya lampu.

Khusus tentang kekhawatiran yang terakhir, Nigel Farage, politikus dari Partai Independen, Inggris, mengungkapkan bahwa perdebatannya sudah sampai pada tingkat kepala negara beberapa tahun lalu. "Lampu-lampu itu berisi penuh merkuri yang akan mendatangkan masalah ketika sudah waktunya ribuan dan jutaan dari mereka menjadi timbunan sampah," katanya.

Donnachadh McCarthy, pendiri National Carbon Footprint Day, menyangkal seluruh skenario buruk itu dengan menyatakan bahwa kualitas cahaya lampu CFL tidak berbeda dari bola lampu tradisional. Lampu-lampu baru bahkan bisa lebih hemat energi dan uang. "Hanya karena berbeda bentuk saja lampu-lampu ini tidak diterima dan dianggap sampah," katanya.

Bernward Janzing, kolumnis di Jerman, juga menuding penolakan lebih didasarkan sikap emosional. "Orang-orang yang menimbun bohlam merasa bahwa mereka sedang memberontak melawan otoritas, padahal mereka sedang menunjukkan ketidakmampuan diri menyesuaikan dengan perubahan (iklim)," demikian pernyataan dalam tulisannya. *wuragil/berbagai sumber.

Sumber http://www.korantem po.com/korantemp o/koran/2009/ 08/31/Ilmu_ dan_Teknologi/ krn.20090831. 175345.id. html


" Satu Guru Satu Laptop, Bisakah ! "

SURABAYA (SI) – Seluruh guru di Jatim diharapkan memili satu unit laptop untuk meningkatkan kualitas belajar mengajar.Asosiasi Klub Guru Indonesia bahkan telah menjalin kerjasama dengan Telkom Divre 5 Jatim dan Intel untuk program Satu Guru Satu Laptop (Sagusala) di Jatim.

”Untuk program Sagusala ini,kami juga bekerjasama dengan Telkom Divre 5 Jawa Timur dan Intel.Sampai saat ini, laptop Sagusala ini sudah terpasang konten berbagai pelajaran hingga 40 Giga Bite,” ujar Ketua Asosiasi Klub Guru Indonesia Satria Dharma kemarin. Menurut dia, program Sagusala merupakan salah satu bentuk transformasi pendidikan yang memiliki dampak positif bagi proses belajar mengajar di sekolah.

Pasalnya, tidak dapat dipungkiri bahwa teknologi menjadi bagian penting bagi kehidupan sehari-hari. Program Sagusala, kata dia, sangat memungkinkan guru memiliki wawasan yang semakin luas saat melaksanakan tugasnya mengajar di sekolah. Sebab di dalam laptop tersebut sudah terpasang berbagai konten pengajaran sesuai dengan bidang pelajaran yang akan diajarkan, sekaligus sudah terkoneksi dengan internet .

Karena itu, pihaknya berharap agar pemerintah daerah dan pihak swasta turut mendukung program ini dengan memberikan berbagi kemudahan dan fasilitas agar para guru bisa mendapatkan laptop.Dia menambahkan, peningkatan kesejahteraan oleh pemerintah semestinya diiringi dengan upaya untuk meningkatkan kualitas para guru.

Salah satunya adalah dengan memanfaatkan teknologi informasi bagi pendidikan siswa. ”Para guru harus melek teknologi. Proses belajar dan mengajar di kelas juga harus didukung dengan berbagai informasi baru sehingga siswa akan semakin memiliki wawasan luas,”ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim Soewanto menyatakan akan mendukung program kepemilikan laptop bagi guru untuk menyukseskan program Sagusala. ”Kami sebelumnya telah menghubungi pihak perbankan untuk memberikan kredit dengan bunga ringan bagi guru yang ingin mendapatkan laptop.

Tetapi ini murni bisnis, bukan dalam bentuk subsidi,” paparnya. Meski program ini terus dikampanyekan, lanjut Soewanto,bukan berarti Pemprov atau Dindik Jatim mewajibkan tiap guru memiliki laptop. ”Program ini bukan untuk memaksa guru memiliki laptop.

Tetapi kami hanya memberikan masukan bahwa program Sagusala merupakan upaya meningkatkan kualitas dan wawasan guru,”tambahnya. Ketua Dewan Pendidikan Jatim Zainuddin Maliki menuturkan, program Sagusala yang diajukan ke Pemprov Jatim bukan kebutuhan utama bagi guru.Melihat kondisi yang ada di tiap sekolah, tidak semua guru memiliki kemampuan untuk mengoperasionalkan laptop.

Makanya, kebutuhan laptop bagi guru bukan sesuatu yang mendesak, sebab banyak kebutuhan lain untuk segera diperbaiki termasuk menambah sarana belajar di tiap sekolah. ”Jadi usulan pengadaan laptop untuk guru tidak harus dipenuhi,”ungkapnya. Zainuddin menjelaskan, guru yang ada di daerah pinggiran malah tidak tahu sama sekali tentang laptop.

Kondisi itu berbeda dengan guru yang ada di Surabaya. ”Makanya mendingan dipakai untuk perbaikan layanan pendidikan daripada memaksakan diri memberi laptop pada guru,” imbuhnya.

Sumber http://www.seputar- indonesia. com/edisicetak/ content/view/ 266502/
Diusulkan Satu Guru Satu Laptop
Sunday, 30 August 2009

" SISFOKOL (Sistem Infomasi Sekolah ) JANISSARI v1.0 "

SISFOKOL singkatan dari Sistem Informasi Sekolah, yang dikembangkan oleh : Agus Muhajir, S.Kom . Pengembangan SISFOKOL ini sejak akhir tahun 2005. Kini pada akhir 2008 ini, versi 2.0 baru bisa dikeluarkan.SISFOKOL ini bersifat OpenSource, FreeSoftware, Freedom, dengan lisensi GNU/GPL 2.0

SISFOKOL ini terdiri dari 4 paket, yakni untuk SD, SLTP, SLTA dan SMK. Bahasa yang digunakan adalah PHP, dengan database MySQL. Ditambah lagi dengan SISFOKOL_JANISSARI, untuk keperluan e-learning sekolah. Rilis sejak Kamis, 27 Agustus 2009.

Untuk mendapatkan versi Free Download, Anda harus menjadi member dahulu pada Milist SISFOKOL (http://tech. groups.yahoo. com/group/ sisfokol/). Kemudian bisa langsung mengambil file ˜ Buku_Pedoman_ SISFOKOL_ JANISSARI, dan file SISFOKOL_JANISSARI_ v1.0_FREEDO, pada menu file .

" Undip Tolak Mahasiswa Malaysia "


Metrotvnews. com, Semarang: Universitas Diponegoro (Undip) Semarang memutuskan tidak akan menerima mahasiswa baru asal Malaysia dalam tahun ajaran baru 2009-2010. Tindakan ini sebagai wujud nyata ekspresi rasa nasionalisme. Rektor Undip Susilo Wibowo menyatakan hal tersebut di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (25/8).

Susilo menilai Malaysia tidak menghargai harkat dan martabat bangsa Indonesia. Hal ini terlihat adanya pengakuan Negeri Jiran atas berbagai kebudayaan yang berasal dari Indonesia.



Namun demikian, kata Susilo, Undip akan tetap melakukan kerja sama dengan perguruan tinggi dari Malaysia. Kerja sama tersebut dimanfaatkan untuk menyerap ilmu dan teknologi.

Di kesempatan sama, Kepala Humas Undip Agus Naryoso mengatakan, mahasiswa asal Malaysia banyak yang belajar di Fakultas Kedokteran Undip. Mereka tetap diberi kesempatan untuk menyelesaikan pendidikan. Namun, tidak ada lagi penerimaan mahasiswa baru dari Malaysia pada tahun ini.(Ant/*** /DSY)

Undip Tolak Mahasiswa Malaysia
Sosbud / Selasa, 25 Agustus 2009 21:34 WIB

" Lima Puluh Tahun Terang Bulan Terbarai "

Ha ha ha.. Semuanya sedang terbarai. Retak, pecah akhirnya terbarai. Ketika saya menulis ini muzik latar yang mengiringi ketikan jari saya di laptop ialah putaran muzik Memula Moon versi paling terbaru. Ini versi rap rock parodi counter culture yang cool lagi menggiurkan. Tiga helai bulu ari dan tiga helai janggut untuk anak muda yang merekonstruksi Memula Moon.

Memula Moon a.k.a Terang Bulan a.k.a Negaraku a.k.a Negara Kuku kini menjadi top hit yang hampir mencecah satu juta pendengar dan puluhan ribu memberi komen. Angka-angka ini kelihatan terus melonjak. Ratusan ribu Mak Cik Felda dan Pak Cik Teksi , di seluruh negara - dari Perlis hingga ke Mersing yang tidak 'connected' sedang tertanya-tanya - Negara Kuku itu
apa?



Tiga helai lagi bulu ari untuk Namewee.

Saya telah lupa entah berapa kali saya telah menulis tentang lagu Terang Bulan ini. Semenjak saya di Universiti Malaya dalam tahun 70'an lagi saya telah menulis dan menerangkan apakah dia si Terang Bulan. Saya tidak akan lupa bagaimana Concorong Republik Indonesia Bung Karno telah memainkan lagu Terang Bulan ketika Konfrontasi (1963-64).

Terang Bulan dimainkan di concorong. Concorong? Apa jadahnya concorong ini? Untuk mereka yang lahir pada zaman Firaun concorong adalah perkataan Melayu untuk radio. Perkataan ini telah saya pelajari sebelum saya belajar sains dan maths dalam Bahasa Inggeris.

Bung Karno memainkan lagu Terang Bulan di Radio Republik Indonesia untuk memperlekehkan Tengku Abdul Rahman seorang budak suruhan Inggeris yang tidak berupaya membuat lagu kebangsaan sendiri. Memang tepat anggapan Bung Karno ini. Bagaimana sebuah negara yang mengelar diri mereka - merdeka - tetapi lagu kebangsaan pun di ciplak.

Ha ha ha. Selama 50 tahun penjiplakan ini telah disorok di bawah kopek United Malay National Organisations. Betapa besar pun kopek Rafidah dan kopek Sharizat, penjiplakan ini akhirnya diketahui umum. Memula Moon akhirnya tertonjol keluar apabila kopek-kopek United Malay National Organisations yang semakin mengecut.

Pada satu ketika dahulu lagu Terang Bulan opps. Negara-ku ini dimainkan di panggung wayang. Ini pun ketika saya belum belajar sains dan maths dalam Bahasa Inggeris. Awalnya Terang Bulan dimainkan sebelum filem bermula.

Kami kanak-kanak seperti biasa dibuli agar bangun berdiri - kunoon -sebagai contoh rakyat patriotik. Kemudian, entah apa berlaku Terang Bulan dimainkan apabila filem selesai diputar. Akhirnya hingga ke hari ini satu hampeh pun tidak ada lagi. Warga telah bosan dengan Terang Bulan.

Sebenarnya pada ketika itu dalam panggung wayang tidak sesiapa yang ambil pot apabila Terang Bulan berbunyi dan bendera Star and Stripes opps salah lagi. apabila bendera Tanah Melayu berkibar. Kami anak-anak sekolah sahaja yang berdiri kerana takut (sic) kalau-kalau cik gu ada sama di dalam panggung. Pak Cik, abang dan kakak langsung tidak ambil pot apabila Terang Bulan berbunyi.

Semua ini berlaku ketika beberapa tahun sesudah British meninggalkan Tanah Melayu. Ini di era Firaun belum menjadi Firaun. Ini di zaman surat beranak Mahathir masih di tulis son of Kutty. Ini sebelum Razak Hussein dapat berkenalan dengan Sarimah. Ini pada zaman ada joget lambat selepas perkahwinan anak wakil rakyat Pas.

Zaman yang saya katakan ini ialah zaman sebelum kita semua boleh menggoogle. Zaman sebelum Mahazalim dan Mahafiraun menjadi santapan bacaan. Zaman sebelum blog wujud dan menyusahkan Utusan Malaysia dan RTM.

Kini kita telah memasuki zaman pasca moden. Semuanya boleh. Naratif induk tentang dunia ini di wujudkan oleh tuhan dalam masa tujuh hari telah dipersoalkan. Meta naratif tentang Adam dan Hawa hanya dilihat sebagai metafora.

Semua naratif boleh di persoalkan. Semua naratif telah berkecai dan terbarai. Tidak wujud lagi pemusatan hegemoni naratif yang menjadi ikutan umat manusia. Kita semua telah 'connected' - manusia pasca moden hanya perlu menggoogle untuk mengetahui apa sahaja maklumat dalam
dunia ini.

Kerana itu saya dapat mengetahui bahawa Terang Bulan, Negara-ku, Negara Kuku berasal dari lagu Memula Moon. Jika tidak percaya apa yang saya tulis sila google perkataan Memula Moon. Tidak percaya lagi? Sila google perkataan Negara-ku. Masih was was , sila lawati YouTube. Di sini dapat dilihat bukti-bukti sahih tentang asal usul Negara Kuku. Bukti ini boleh kita semua dapati tanpa perlu berhubung dengan Ghani Patail atau merasuah sesiapa untuk mendengar alunan gesekan biola Memula Moon.

Ha ha ha. Lima puluh tahun Projek Malaysia telah terbukti semakin gagal. Apa yang sedang kita semua lihat dan baca hari ini adalah manifestasi dari kegagalan Projek Malaysia. Projek Malaysia ini tidak bertiang, tidak berpaksi dengan kebenaran. Projek Malaysia tidak berdiri di atas fakta
sejarah. Projek Malaysia berdasarkan kong kali kong dan klentong demi klentong. Tutup lubang gali lubang.

BUKTI PERTAMA - Malaysia BUKAN 50 tahun. Hari Malaysia BUKAN 31 Ogos. Projek Malaysia bermula pada 16 September 1963. Sila google untuk kesahihan fakta ini. Jika TIDAK percaya sila pergi tanya Mat Sabah atau Minah Serawak. Dua wilayah ini memasuki Malaysia pada 16 September 1963 BUKAN 31 Ogos 1957.

BUKTI KEDUA - Tuntutan MERDEKA adalah projek dan tuntutan Persatuan Kebangsaan Melayu Malaya (PKMM). Merdeka BUKAN projek United Malay National Organisations. Projek United Malay Organisations ialah – HIDUP Melayu. (macamlah Tanah Melayu tak ada oksigen)

BUKTI KE TIGA - Kemerdekaan di capai tanpa tumpah darah. BOHONG. Penyokong dan anggota Parti Komunis Malaya, PKMM, Angakatan Pemuda Insaf (API), Angkatan Wanita Sedar ( AWAS), Hisbul Muslimin, Malayan Democratic Union adalah di antara ribuan anak bangsa yang telah mengangkat senjata melawan penjajah British.

BUKTI KE EMPAT - Lagu Negara-ku bukan lagu hasil ciptaan warga Tanah Melayu. Lagu ini adalah ciptaan penyair dan komposer Perancis yang bernama Pierre Jean Berager yang lahir pada kurun ke 19. Beliau yang menulis muzik lagu Memula Moon a.k.a Negara-ku.

BUKTI KE LIMA - Warna bendera Malaysia yang wujud hari ini tidak ada sangkut paut dengan budaya dan asas bumi ini. Bendera yang ada pada hari ini adalah ciplakkan dari bendera Amerika Syarikat. Bendera Langkasuka tamadun Melayu di Lembah Bujang ialah Merah Putih. Warna merah putih ini berkibar sebagai bendera negara Indonesia, Singapura dan di pakai oleh
United Malay National Organisations sendiri.

Ha ha ha. Semuanya terbarai kerana kita semua boleh menggoogle, membaca, menulis dan menonton laman-laman web tanpa disaring oleh hegemoni daulah. Terima kasih Ronald Reagan yang telah menghadiahkan internet kepada dunia. Tiga helai bulu ari untuk arwah Ronald Reagan.

Justeru jangan hairan kenapa bendera Malaysia hari ini tidak berkibar. Dirotan, dipaksa dan disaman pun orang ramai TIDAK ambil pot. Rakyat telah muak dengan pembohongan demi pembohongan. Projek Malaysia yang penuh dengan klentong telah kelihatan gagal. Naratif Malaysia kini sedang di cabar oleh maklumat- maklumat yang bergantang-gantang keluar dari
internet.

United Malay National Organisations yang terus bersikap esklusif dan possesive tentang Merdeka kelihatan terpencil bersendirian. Mereka memukul gendang maka mereka sahajalah yang berjongeng. Sikap dan perangai United Malay National Organisations yang eksklusif dan tidak demokratik ini pasti akhirnya akan membosankan rakyat Sabah dan Serawak.

Tidak menghairankan satu ketika nanti rakyat Sabah dan Serawak akan menghidupkan kembali cita-cita asal perjuangan mereka untuk menubuhkan negara merdeka Kalimantan Utara - penyatuan Sabah Serawak dan Brunai. Fakta Kalimantan Utara ini juga telah cuba disurukkan di bawah kopek. Tetapi dengan wujudnya internet semua fakta akan muncul dengan bantuan Pak
Cik saya yang bernama Lebai Google bin Mat Yahoo.

Bila rap Terang Bulan terus berputar di lap top saya tersenyum puas. Saman? Tangkap anak muda yang mengkonstruk Memula Moon? Rotan dia? Masukkan dalam penjara? Poorah. Hanya seorang sahaja yang berhak menyaman iaitu manusia yang bernama Pierre Jean Berager. aman dari kaum keluarga Jean Beranger wajib disampaikan kepada sesiapa sahaja rakyat Malaysia yang masih menganggap lagu Memula Moon ini sebagai lagu Negara-ku.

Apakah saya seorang pengkhianat bangsa kerana menulis perkara-perkara ini ? Apakah saya tidak patriotik? Sila google dan baca apa kata Mark Twain tentang patriotik. Pengkhianat bangsa? Dalam negara yang penuh dengan klentong, penipuan dan pembohongan bercakap benar adalah tindakan yang revolusioner.

Hisham Rais

" Ramos Horta Tolak Pembentukan Pengadilan HAM "

DILI - Rangkaian peringatan 10 tahun referendum Timor Leste, yang mengantarkan bekas provinsi ke-27 Indonesia tersebut menjadi negara merdeka, dimulai kemarin (29/8). Tapi, puncak peringatan dijadwalkan berlangsung hari ini (30/8).

Pemerintah Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) menggelar upacara penghormatan terhadap gerilyawan Falintil atau Forcas Armadas Libertacao Independente Timor Leste (Tentara Kemerdekaan Timor Leste) yang tewas saat melakukan perlawanan terhadap TNI pada 1975 sampai 1999.

Upacara penguburan kembali kerangka gerilyawan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Metinaro, 15 km timur pusat Kota Dili, berlangsung secara militer. Seluruh pejabat tinggi hadir,
seperti Presiden Ramos Horta, Perdana Menteri (PM) Xanana Gusmao, Ketua Parlemen Fernando Lasama, dan seluruh menteri kabinet. Uskup Dili Alberto Ricardo da Silva Pr memimpin misa requiem (misa arwah) bagi pejuang.

Suasanaharu terlihat begitu peti yang dibungkus bendera Timor Leste dipanggul tentara. Wanita dan anak-anak sesenggukan saat peti mulai dimasukkan ke liang lahat. Mereka menangis sambil memeluk pusara keluarga mereka yang tinggal kerangka.

Dalam khotbah misa, Uskup Ricardo mengajak semua rakyat Timor Leste senantiasa berpegang pada semangat pejuang Falintil. Dia mengajak rakyat memegang teguh semangat persatuan, perdamaian, dan saling mengasihi dalam membangun masa depan Timor Leste.

Presiden Ramos Horta mengatakan, pemerintah sejak 2002 sudah memberikan santunan kepada para pejuang dan keluarganya yang tewas di pertempuran. Tapi, pemerintah kesulitan mengidentifikasi jenazah, baik soal waktu dan bagaimana mereka tewas. Baik yang tewas tertembak maupun tewas dalam penjara. ''Belum semua dikuburkan di Taman Makam Pahlawan. Tapi, inilah penghormatan pemerintah kepada pejuang Timor Leste,'' kata Horta.

Dalam kesempatan itu, Horta menolak seruan Amnesty International (AI) untuk membentuk dan mendirikan pengadilan (tribunal) bagi para pelanggar HAM di negerinya.

Sebuah laporan AI yang dirilis Kamis lalu (27/8) menuding bahwa Timor Leste dan Indonesia sengaja mempromosikan impunitas dengan menolak mendakwa mereka yang berada di balik pelanggaran HAM. Pelanggaran ini, klaim AI, terjadi dalam 24 tahun pendudukan Indonesia atas negeri bekas koloni Portugal tersebut.

Kekerasan dan kerusuhan selama referendum di Timor Leste diperkirakan menewaskan 1.400 warga. Ratusan ribu yang lain kehilangan tempat tinggal. Sejak pendudukan Indonesia pada 1975 hingga 1999 (referendum), sekitar 100 ribu orang diperkirakan tewas di Timor Leste akibat perang, penyakit, dan kelaparan.


''Mengapa Timor Leste harus selalu dijadikan eksperimen untuk keadilan internasional? Saya terus menentang dan selamanya menolak pengadilan internasional bagi Timor Leste,'' kata Horta, seperti dikutip kantor berita AFP. ''Saya dipilih (pada 2007) oleh 70 persen suara rakyat. Jadi, rakyat negeri ini telah mengetahui sikap saya terkait isu tersebut sejak 1999,'' lanjutnya.

Horta mengaku telah mendengar laporan AI dari London yang mempersoalkan impunitas (pemberian pengampunan) di Timor Leste. ''Kalau setiap negara di dunia mengalami yang kami rasakan hendak mendirikan pengadilan internasional guna mendakwa kejahatan perang yang terjadi, mungkin kita mulai dengan AS dulu atas Vietnam,'' papar Horta.

Juru Bicara Deplu Indonesia Teuku Faizasyah juga mengkritik laporan AI yang mendesak pembentukan pengadilan HAM di Timor Leste. ''Memangnya Amnesty mewakili siapa? Kami mempertanyakan aspirasi yang disuarakan Amnesty. Sebab, aspirasi rakyat Timor Leste telah disalurkan lewat pemerintah dan parlemen,'' katanya.

Kemarin 12 kerangka dalam peti secara simbolis dikubur ulang. Sekitar 700 kerangka dikumpulkan pemerintah dari hutan untuk dikubur ulang. Soal jumlah kerangka ini masih simpang siur karena ada pihak keluarga yang tidak mau menyerahkan kepada pemerintah. Mereka melakukan prosesi penguburan ulang sendiri.

Puncak acara peringatan 10 tahun referendum itu dijadwalkan hari ini. Pemerintah Indonesia mengirimkan Menlu Nur Hassan Wirajuda untuk menghadiri acara tersebut atas undangan
pemimpin Timor Leste.

Selain upacara di Istana Kepresidenan pagi ini, nanti malam warga Dili dihibur diva pop Indonesia, Krisdayanti, yang berkolaborasi dengan Dian H.P. Dia diundang khusus untuk perayaan 10 tahun referendum. KD -panggilan Krisdayanti- kemarin terlihat semringah di tempatnya menginap. Beberapa kali dia berlatih vokal untuk menyanyikan lagu dalam bahasa Tetun (bahasa lokal) saat konser nanti.

" Sindroma Negara Pasca Kolonial "

Persengketaan masalah kebudayaan antara Malaysia dan Indonesia yang tengah berlangsung akhir akhir ini sesungguhnya dapat kita pahami sebagai fenomena “satu bangsa yang terbelah”. Hal ini perlu kita pahami dalam konteks Indonesia dan Malaysia adalah negara bangsa pascakolonial. Kolonialisme Belanda di Indonesia dan kolonialisme Inggris di Malaysia telah membelah imajinasi rumpun Melayu di kedua negara tersebut. Jika kita telusuri sejarah menuju kemerdekaan Indonesia, kita akan menemukan catatan sejarah bahwa ada utusan Malaya dalam sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang menyepakati terbentuknya "Indonesia Raya" termasuk di dalamnya wilayah Malaysia sekarang. Namun, dalam perkembangannya kemudian imaji kebangsaan mengalami perubahan sehingga Malaya menjadi bagian dari negara Malaysia, bukan termasuk dari Indonesia Raya seperti yang dibayangkan dalam sidang BPUPKI sebelumnya. Kenyataan sejarah itu harus kita hargai, meskipun di zaman itu kemudian menghasilkan konfrontasi dengan Malaysia karena Indonesia merasa dikhianati oleh kesepakatan utusan Malaya.



Gagalnya “Indonesia Raya”

Tampaknya, efek konfrontasi itu tidaklah berhenti begitu saja dan masih menyisakan sejumlah ketegangan hingga masa sekarang, baik politik, budaya, dan masalah Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Pengiriman tenaga kerja berpendidikan rendah ke Malaysia memang telah menyebabkan stereotype bahwa Indonesia adalah bangsa yang rendah di mata orang Malaysia yang memiliki jiwa feodal. Namun, tentu tidak semua orang Malaysia berkarakter demikian. Jauh lebih banyak lagi orang Malaysia yang tidak feodalis. Di era 1960—1970an, orang Malaysia melihat Indonesia sebagai bangsa yang terdidik karena mengirim guru untuk mengajar di Malaysia dan Malaysia mengirim pelajarnya ke sejumlah universitas di Indonesia, antara lain di Universitas Indonesia (UI), Institut Pertanian Bogor (ITB), dan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Alumni dari universitas-universitas tersebut sebagian menjadi tokoh dan negarawan maupun cikal-bakal dunia pendidikan di Malaysia. Dalam konteks sekarang, ini artinya bangsa Indonesia mengalami kemerosotan intelektual dan ekonomi, jika dibanding dengan Malaysia yang lebih berhasil secara ekonomi sehingga warganya lebih mampu menjangkau pendidikan yang lebih tinggi daripada warga Indonesia. Ini adalah kerugian simbolik dari pengiriman tenaga kerja berpendidikan rendah yang membangun citra negatif meskipun hal itu menghasilkan devisa yang menguntungkan.

Tenaga kerja Indonesia (TKI) yang pada umumnya menjadi pekerja rendahan di Malaysia menyebut diri mereka sebagai “orang Indon” yang kemudian dipakai oleh orang Malaysia untuk menyebut semua orang Indonesia sebagai “Indon”. Kata ini di Malaysia sesungguhnya tidak berkonotasi negatif, namun bagi orang Indonesia penyebutan itu bermakna negatif. Bahkan, orang Indonesia yang tidak paham akan menyangka bahwa istilah tersebut dipakai oleh orang Malaysia untuk merendahkan bangsa Indonesia, padahal sama sekali tidak karena mereka hanya mereproduksi istilah ‘Indon‘ yang digunakan oleh TKI di negeri jiran tersebut.

Situasi ini tampak seperti memperburuk relasi, namun pada dasarnya hal itu hanya ada di media massa. Dalam kehidupan sehari-hari, bagi orang Malaysia masalah itu adalah masalah kecil yang tidak menjadi berita besar. Dan mungkin karena itulah orang Indonesia melihat bahwa orang Malaysia “telinganya tebal”. Fenomena stereotype tersebut kemudian semakin parah ketika peristiwa Sipadan Ligitan yang oleh Mahkamah Internasional ditetapkan sebagai milik Malaysia, juga masalah Blok Ambalat. Ini adalah ekspresi kegagalan “Indonesia Raya” yang pernah dibicarakan dalam sidang BPUPKI.

Sindroma Negara Pascakolonial

Terbentuknya Indonesia dan Malaysia dalam perjalanan pascakemerdekaan ternyata tidak pernah menjadikan masing-masing negara itu menjadi “negara yang selesai”. Kedua negara tersebut masih mengalami “sindroma negara pascakolonial”, yaitu rapuhnya identitas masing-masing sebagai akibat dari satu suku bangsa yang kemudian terbelah karena kemerdekaan masing-masing. Indonesia yang merdeka melalui revolusi sosial yang berdarah-darah menjadikannya sangat heroik dengan perjuangan mencapai kemerdekaan sehingga kesadaran akan teritorial menjadi sangat kuat. Sementara itu, Malaysia yang merdeka "hanya" melalui penyerahan kedaulatan secara damai masih memiliki warisan kerajaan yang utuh sehingga dengan mudah meletakkan jati diri bangsa pada basis kerajaan karena warisan budaya yang masih utuh tersebut. Benar bahwa ada perlawanan anti kolonial di Malaysia, namun kekuatan tersebut dapat diredam dan ditransformasikan menjadi lebih politis yaitu negosiasi untuk merdeka. Sebaliknya di Indonesia, gerakan anti kolonial mampu memperoleh kemerdekaan melalui konflik dengan pemerintah kolonial dan juga dengan berbagai institusi kerajaan yang berkolaborasi dengan kekuatan kolonial. Hasilnya adalah runtuhnya kerajaan di masing-masing wilayah swapraja.

Meskipun ada perbedaan dalam perjuangan menuju merdeka, terdapat persamaan penting yang perlu kita kaji lebih lanjut, yaitu faktor Islam dalam proses kemerdekaan. Islam, baik di Malaysia maupun di Indonesia, sama-sama menjadi faktor perekat sosial. Faktor itu kemudian semakin diperkuat oleh lingua franca bahasa Melayu yang dipakai di Indonesia maupun di Malaysia. Islam dan bahasa Melayu di Malaysia mengalami penguatan yang signifikan dan bahkan menghomogenkan Malaysia menjadi negara Islam meskipun di dalamnya terdapat masyarakat yang beragama Hindu, Budha, Konfusianisme, Protestan, dan Katolik. Sedangkan di Indonesia, kemajemukan budaya dan agama masih bertahan hingga kini. Efek dari homogenisasi Islam di Malaysia, semua bentuk kebudayaan yang ada mengalami Islamisasi, praktek-praktek budaya yang bertentangan dengan Islam tidak akan memperoleh ruang untuk berkembang. Hanya yang bercorak Islam yang mendapatkan ruang untuk hidup. Akibatnya, masyarakat Malaysia yang pada dasarnya majemuk (ada yang berasal dari berbagai pulau di wilayah Indonesia), tidak lagi mengembangkan budaya asal mereka karena homogenisasi budaya menjadi Islam.

Banyak warga Malaysia yang berasal dari Ponorogo tidak lagi mengembangkan reog yang dianggap bertentangan dengan Islam, karena warok merupakan praktek homoseksual yang masih tersisa dari tradisi Tantrayana. Banyak pula orang-orang dari daerah yang memiliki tradisi membatik atau membuat wayang, seperti Pekalongan, Lasem, Rembang, dan Surakarta atau Yogyakarta, namun karena kemajuan ekonomi dan meningkatnya pendidikan, tradisi tersebut tidak terjaga lagi. Ini adalah akibat dari tenaga kerja telah terdidik tidak mau lagi bekerja untuk membatik yang dianggap pekerjaan dengan upah kecil. Akibatnya, banyak warga Malaysia yang mengimpor batik dari daerah Pantai Utara Jawa dan Surakarta. Kalau pun ada yang membatik, bisa dipastikan mereka adalah keturunan dari orang-orang Indonesia yang telah menjadi warga Malaysia. Sebaliknya, semua itu masih terjaga di Indonesia, bukan hanya karena bermaksud untuk menjaga tradisi, namun karena masih ada orang yang tidak mampu menjangkau pendidikan tinggi sehingga masih mau berkutat pada usaha batik yang upahnya rendah. Ketika produk budaya seperti reog, batik, dan Tari Pendet dari Bali, serta berbagai produk budaya Indonesia lainnya diakui sebagai milik Malaysia, orang Indonesia secara responsif mengkonfrontasi hal tersebut. Orang Indonesia hanya peduli pada produk budaya saja tetapi tidak peduli pada penghasilan dari produsen budaya yang tidak cukup untuk memperbaiki tingkat pendidikan mereka.

Kenyataan sejarah diaspora menunjukkan bahwa warga Malaysia pernah memiliki berbagai produk kebudayaan tersebut karena apa yang disebut dengan Malaysia dan Indonesia pada dasarnya adalah serumpun bangsa Melayu yang berbagi kebudayaan yang sama. Pada dasarnya mereka keturunan jawa, Sumatra, Banjar, Bugis, dan lain sebagainya yang secara administratif menjadi warga negara Malaysia. Padahal, secara budaya mereka adalah serumpun Melayu. Budaya asli mereka mengalami Islamisasi dan artinya terhomogenisasi. Praktik budaya Melayu yang masih mengamalkan tradisi asli dan berseberangan dengan ajaran Islam semakin lama semakin lenyap. Hal demikian tidak terjadi di Indonesia, semua bentuk budaya tersebut masih dipraktikkan.

Dalam konteks negara pascakolonial, baik Indonesia maupun Malaysia sama-sama mengalami sindroma, namun menghasilkan ekspresi yang berbeda. Indonesia dengan semangat heroiknya yang dilandasi gagasan nasionalistik negara pascakolonial merespon masalah konflik produk budaya secara konfrontatif, karena secara sadar mereka membangun batas teritori imajinatif yang tegas, yaitu Indonesia dan Malaysia berbeda. Sebaliknya, Malaysia yang telah terhomogonesisasi oleh Islam mengalami krisis kebudayaan ketika harus berhadapan dengan keharusan mengembangkan pariwisata. Budaya yang berakar pada masyarakat tradisional tidak lagi mereka temukan. Akibatnya, budaya yang dapat dijadikan komoditas untuk menarik wisatawan ke Malaysia di dalam bingkai "Malaysia Truly Asia" menjadi sangat minim. Oleh karena apa yang disebut sebagai "Truly Asia" itu telah hilang karena Islamisasi, maka Malaysia berupaya menggali akar budaya lama yang hilang tersebut untuk menjadi komoditi wisata. Misalnya, reog yang pernah berkembang pada komunitas Ponorogo di Malaysia dihidupkan kembali. Caranya adalah dengan mengimpor reog dari Ponorogo dan kemudian menghidupkan kembali komunitas Ponorogo yang ada di Malaysia. Tari Pendet juga dicoba dihidupkan kembali meskipun komunitas orang Bali di Malaysia telah terislamkan. Fenomena seperti inilah yang terjadi pula dengan angklung, wayang, dan batik. Kesadaran akan teritori negara pascakolonial hal itu telah menyinggung perasaan rakyat Indonesia.

Dari penjelasan di atas tampak bahwa Indonesia maupun Malaysia sama-sama mengalami sindroma negara pascakolonial. Indonesia memunculkan heroism syndrome sebagai negara pascakolonial yang membangun identitas bangsa dengan konfrontasi, sementara Malaysia juga mengalami sindroma negara pascakolonial dalam bentuk krisis kebudayaan karena Islamisasi yang pernah menjadi simbol perlawanan terhadap kolonialisme ternyata menghabisi kebudayaan lokal. Ini adalah wajah masyarakat rumpun Melayu yang terbelah oleh negara pascakolonial. Masing-masing mengembangkan gagasan yang pada dasarnya keluar dari bingkai kemelayuan dan justru masuk ke dalam konflik yang sebenarnya tidak perlu terjadi.

Melayu Online.com, Solusi Menyatukan Budaya Melayu

Fenomena berebut kebudayaan, dari batik hingga Tari Pendet, pada dasarnya merupakan efek dari cara berfikir negara pasca kolonial. Artinya, meskipun perjuangan menuju merdeka merupakan upaya untuk lepas dari kolonialisme, bukan berarti kerangka berpikir bangsa Indonesia dan Malaysia berhasil keluar dari bingkai bangsa yang terbelah karena kolonial itu sendiri. Untuk mengatasi sindroma negara pascakolonial, www.MelayuOnline.com yang dikelola oleh warga Indonesia telah menyediakan wadah untuk menuju kebersamaan sebagai rumpun Melayu. Hal ni penting, karena pada dasarnya Indonesia dan Malaysia adalah sama-sama bangsa Melayu yang berbagi kebudayaan yang sama.

Kehadiran negara pascakolonial telah membelah bangsa Melayu untuk membangun stereotype yang tidak kunjung menemui ujung pangkal. Oleh karena itu, kehadiran www.MelayuOnline.com yang bernaung di bawah Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu (BKPBM) dengan pusatnya di Yogyakarta, merupakan instrumen komunikasi modern yang mampu menjadi jaringan untuk menghimpun kembali puak-puak Melayu di seluruh dunia demi menggalang solidaritas bersama dan hidup berdampingan dengan berbagai macam bentuk kebudayaan di dunia yang juga harus kita hargai sebagai milik bersama.

Sabtu, 29 Agustus 2009

" Belajar dari Janda Penjual Penjual Susu "

Suatu malam, Aslam bersama Khalifah Umar bin al Khaththab bersandar di sebuah dinding bilik. Sayup-sayup didengarnya dialog antara seorang ibu penjual susu dan anak gadisnya.

"Anakku, campurlah air itu ke dalam susu!", perintah sang ibu, "Maaf bu, bukankah Khalifah melarangnya? ", jawab si gadis, anaknya. "Saat ini Khalifah tidak mungkin tahu", sahud sang ibu lagi."

"Ibu bukankan kita berkewajiban menaati khalifah disaat ramai dan di saat sepi?" Jawab sang anak.

Penggalan dialog ini di rekam oleh Sang Khalifah, Umar radliallahu anhu. Wahai Aslam tandailah rumah ini, dan besok engkau cari tahu siapa mereka!"

Pagi menjelah, tahulah Sang Khalifah, ternyata meraka adalah seorang janda dan anak gadisnya semata wayang.

Umar radliallahu anhu, mendatangi ketiga anaknya, Abdullah, Abdurrahman dan 'Ashim radliallahu anhum ajma'in.

"Wahai anakku, maukah engkau menikahi seorang gadis mulia, jika seandainya bapakmu ini masih ingin menikah lagi, niscaya aku akan mendahului kalian.

"Aku sudah menikah ayahanda", seru Abdullah.

"Akupun sudah menikah ayahanda", seru Abdurahman

"Nikahkanlah aku dengannya wahai ayahku!" pinta Ashim..

Mereka pun menikah, dari pernikahannya lahirlah seorang wanita, dan dari rahimnya kemudian lahir seorang khalifah yang terkenal keadilan, ketaqwaan dan kebijaksanaannya, Umar bin Abdul Aziz.

Sepenggal fragmen kehidupan Khalifah Umar bin Al Khaththab ini dinukil bahkan oleh Ibnu Qayyim Al Jauzi, juga di kitab Al Hilyah.

Sebuah kisah yang dapat kita ambil hikmahnya.

Pertama, Kebiksanaan Pemimpin

Betapa sehebat apapun pangkatnya, sebesar apapun kedudukannya, seorang pemimpin jika sudah menduduki tampuk kursinya, saat itu pula ia adalah pelayan rakyatnya. Dan itulah sesungguhnya tugas terbesar bagi seorang pemimpin, selain tugas utamanya kepada Rabbnya. Umar bin Khathathab adalah teladan terbaik setelah Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam dan Abu Bakr Ash Shiddiq radliallahu anhu.

Khalifah Umar selalu gelisah hatinya manakala melihat rakyatnya sengsara. Beliau seperti bapak ditengah keluarganya, ketika hak-hak rakyatnya terampas dialah yang memberikannya. Ketika rakyatnya ketakutan dirinyalah yang memberikan rasa keberanian dengan menyingkirkan kedhaliman yang melingkupinya. Beliau merasakan kehidupan yang dijalani rakyatnya. Maka tak ayal bersandar di sebuah dinding bilik ia lakoni karena istananya bukanlah gedung menjulang berhias emas.

Kedua, Kejujuran adalah permata

Kejujuran seorang gadis miskin, anak seorang janda tua penjual susu, bukanlan calon istri ideal bagi pria manapun. Karena ia sangat jauh dari type ideal, kaya, cantik, keturunan berada dan terhormat.

Tapi bagi Sang Khalifah kejujurannya mengalahkan atribut duniawi itu, ia tawarkan kepada anak-anaknya setelah ia sendiri mengakui bahwa seandainya ia masih ingin menikah lagi niscaya ia akan menikahi sebelum anak-anaknya. Dan benarlah ternyata kejururan itu berbuah ranum. Dari rahimnya, lahir seorang wanita shalihah yang melahirkan Khalifah besar setelahnya, Umar bin Abdul Aziz.

Ketiga, Ketaatan kepada pemimpin

Pemimpin dipilih atau diangkat untuk ditaati. Sebagai seorang muslim kita harus mentaati perintah pemimpin kita. Walau pimpinan itu seorang yang hitam legam, keriting sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits Nabi Shallahu alaihi wa sallam.

Namun sebagaimana yang dijelaskan buku-buku fikih para ulama terdahulu, ketika perintahnya melanggar perintah Allah subhanahu wata'ala maka kita hanyalah menaati yang bersesuaian dengan aturan Allah saja. Karena tidak ada ketaatan kepada Makhluq dalam kemaksiatan Al Khaliq.

Menaati pemimpin dalam kebaikan dan taqwa adalah manifestasi dari ibadah kepada Allah subhanahu wata'ala.. Athiullaha waathiur rasuul, waulul amri minkum. "Taatlah kepada Allah, dan taatlah kepada Rasul, serta kepada pemimpin-pemimpin dari kalian". Kata Taatlah diulang dua kali, kemudian dilanjutkan kepada pemimpin…

Keempat, Muraqabatullah

Manusia harus selalu sadar bahwa ia selalu diawasi dari detik-ke detik selama 24 jam sehari selama ia hidup didunia. Setiap hal yang ia lakoni walaupun sebesar atom, kelak ia akan menerima pahala atau dosa. Maka sungguh seorang yang bijaksana adalah orang yang selalu menghitung timbangan kebaikan dan keburukannya.

Semoga timbangan kebaikan kita lebih berat daripada timbangan kejelekan kita. Wallahu a'lam bishwab. Aminuddin, 7 Ramadlan 1430 H. Disampaikan di Masjid AtTauhid ARH, UI, Jakarta kamis,28-08- 2009

Sponsored by. www.madinastore. com