Senin, 15 Juni 2009

" Kecewa, Dua Pelajar Gantung Diri "

Senin, 15 Juni 2009 ]
Kecewa, Dua Pelajar Gantung Diri

*Seorang karena Tidak Naik Kelas, yang Lain Tak Dibelikan Ponsel *

*SAROLANGUN* - Ini peringatan untuk para orang tua agar bijaksana
menyikapi putra-putri mereka yang kurang berhasil dalam pendidikan.
Jangan sampai terjadi hal yang dialami Riko Heriyanto, pelajar kelas X
SMA Pulau Pandan, Kecamatan Limun, Sarolangun, Provinsi Jambi, ini.
Pelajar berusia 18 tahun itu nekat gantung diri setelah dimarahi orang
tuanya karena tidak naik kelas. Tubuh Riko ditemukan menggantung di
pintu kamarnya Sabtu lalu (13/6), sekitar pukul 16.30.

Hendri, sang adik, yang mengetahui hal tersebut langsung berteriak minta
tolong. Mengetahui nadi Riko masih berdenyut, keluarganya langsung
melarikannya ke rumah sakit. Namun, nyawa Riko tidak tertolong. Dia
tewas dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Kapolsek Limun Iptu Apriansyah yang mewakili Kapolres Sarolangun AKBP
Irawan David Syah membenarkan adanya laporan atas kejadian tersebut.
''Menurut informasi, korban nekat gantung diri setelah dimarahi orang
tuanya karena tidak naik kelas,'' papar Apriansyah.

*Tak Dibelikan Ponsel, Bunuh Diri*

Di Medan, seorang pemuda berusia 19 tahun, Cakra Sasmita, gantung diri
karena permintaan untuk dibelikan telepon seluler tidak dipenuhi orang
tuanya. Tubuh pemuda yang tinggal di Jalan M. Yakub, Pasarbelakang,
Medan Perjuangan, tersebut ditemukan menggantung di kamar tidurnya
kemarin sekitar pukul 13.30. Lehernya dijerat kain seprai.

Berdasar hasil pemeriksaan sementara, dia menggantung selama dua jam
sampai ditemukan oleh ibunya, Nur Ainun. Perempuan tersebut mendatangi
kamar itu karena sejak pagi anaknya tersebut tidak juga keluar.

Menduga korban mengantuk karena sudah begadang semalaman, sang ibu
membiarkan saja. Tapi, karena sampai waktu makan siang Cakra tidak juga
keluar dari kamar, dia menyusul. "Saya mau /bangunin/ dia karena sudah
jadwal makan siang. /Eh/, tapi dia sudah tergantung," tuturnya sembari
meneteskan air mata.

Nur menduga, aksi nekat anak bungsunya itu buntut tidak dikabulkannya
permintaan tersebut. Dia menjelaskan, beberapa hari lalu Cakra minta
dibelikan telepon seluler.

Namun, karena kondisi keuangan orang tua yang cekak, permintaan tersebut
tak dikabulkan. Kondisi itulah yang membuat korban sakit hati dan mogok
bicara. "Dia merajuk. Mungkin sakit hati, dia langsung bunuh diri,"
bebernya.

Menurut dia, korban memang mudah putus asa. Sebelumnya, korban pernah
dua kali dipergoki hendak bunuh diri. Namun, keluarga mampu
menyelamatkan korban sehingga luput dari maut. "Pertama, dia kami dapati
sekarat dengan kondisi tangan tersilet di bagian nadi. Terus, dia pernah
minum racun serangga. Total sama sekarang, sudah tiga kali dia berusaha
bunuh diri," jelasnya.

Tidak ada komentar: