Sabtu, 26 Desember 2009

Pencipta Minyak Wangi Pertama Kali



Hampir 6000 tahun sebelum masehi, bangsa Mesir berhasil menemukan dan menggunakan minyak wangi. Untuk kali pertama, mereka menggunakan wewangian dari tumbuh-tumbuhan dan bunga yang dilestarikan dan di tanam di tanah Yaman.

Awalnya, mereka meramu munyak wewangian untuk acara keagamaan, akan tetapi dalam perkembangannya telah berubah. Minyak wangi dari bunga telah menjadi barang dagangan yang laku keras saat itu dan diekspor ke seluruh penjuru dunia.

Minyak wangi yang dibuat di Mesir diambil dari berbagai bunga dan tanaman himolia. Harga minyak wangi tersebut sebanding dengan harga emas.

Yunani juga menjadi salah satu pusat pembuatan minyak wangi. Perkembangan dan kemajuan oang-orang Yunani dalam bidang ini cukup pesat. Orang-orang Yunani-lah yang mengajarkan kepada orang-orang Italia cara meramu dan menggunakan minyak wangi.

Perang Salib telah menyebabkan orang-orang Perancis mengetahui cara meramu minyak wangi. Para wanita pun mulai menggunakan minyak wangi dalam berias.

Jumat, 25 Desember 2009

Bahaya Memakan Makanan Panas

Tahukah Anda, bahaya apakah yang muncul dari memakan makanan yang masih panas?

Rosulullah SAW bersabda bahwa setiap orang yang memakan makanan yang panas, akan datang kepadanya 7 bahaya. Yaitu:

1. Pelupa.

2. Keringnya lidah.

3. Hilangnya kekuatan dari tubuh.

4. Berkurangnya pendengaran.

5. Berkurangnya cahaya mata.

6. Memucatkan wajah.

7. Hilangnya berjah dari makanan.

Hal yang perlu dihindari dari Facebook

Jutaan orang menggunakan situs jejaring sosial semacam Facebook dan Twitter untuk berhubungan dengan teman dan keluarga. Namun pakar keamanan mengingatkan banyak user yang terlalu mengumbar informasi di Facebook sehingga berpotensi bahaya.

Situs jejaring sosial membuat orang mudah berhubungan dengan yang lain. Namun pakar keamanan mengingatkan untuk berhati-hati menyangkut data yang dipublikasikan.

“Jangan menceritakan segalanya. Berfikirlah sebelum menulis di Facebook. Hapuslah semua informasi diri segera mungkin,” kata pakar internet David Gewirtz.

Ia mengingatkan agar user tidak menulis alamat, nomor telepon, tempat tanggal lahir serta nama ibu kandung di Facebook. Hal itu bisa digunakan oleh pejahat untuk menebak informasi rekening bank.

“Ada penjahat terorganisir di beberapa negara yang secara konstan mencari informasi seperti itu di Twitter dan Facebook untuk mendapatkan akses ke rekening bank,” ingat Gewirtz.

Ia menambahkan jika user memposting nomor telepon, setidaknya akan mendapat telepon promosi yang tidak diinginkan. Sementara jika memberikaan alamat, bisa mendapat tamu tidak diundang.

“Teman yang ditemui di Facebook belum tentu teman sejati. Mereka hanya orang kebetulan ditemui. Namun karena dipanggil sebagai teman, mereka berperilaku layaknya teman padahal bukan,” kata Gewirtz.

Jadi bagaimana cara untuk melindungi diri agar aman di situs jejaring sosial? “Jika menggunakan Facebook, aturlah setting dengan mematikan semua yang menyangkut informasi yang bisa diakses oleh publik. Sebab dengan semakin banyak informasi yang bisa diakses maka akan semakin banyak yang menganggap sebagai korban potensial,” kata Gewirtz.



Sumber
inilah

Kecantikan Ternyata dari Raut Muka

Peneliti berhasil menemukan rahasia kecantikan wanita. Jarak antara kedua mata dan antara mata dengan mulut adalah faktor kunci rasio emas yang membentuk kecantikan.

Kedua faktor itu menentukan bagaimana penampilan terlihat, menurut para peneliti dari Universitas California, Universitas San Diego dan Universitas Toronto.

Pamela Pallet dan Stephen Link dari Universitas San Diego dan Kang Lee dari Universitas Toronto mengetes eksistensi aturan fitur ideal sebuah wajah. Mereka mengidentifikasi hubungan yang optimal antara mata, mulut dan bidang wajah untuk kecantikan individual.

Dalam empat eksperimen terpisah, mereka menanyakan mahasiswa untuk membuat perbandingan dari tingkat keindahan antara wajah seorang wanita dengan fitur wajah yang identik, namun berbeda jarak mulutnya dan antara kedua matanya.

“Kami telah mengetahui bahwa fitur wajah yang berbedalah yang membuat tingkat keindahan wanita menjadi berbeda, yakni mata yang besar atau bibir yang penuh,” ujar Profesor Universitas Toronto Lee.

“Penemuan kami juga menjelaskan mengapa terkadang seorang yang cantik dapat terlihat tidak menarik setelah potong rambut, karena aktivitas potong rambut mengubah rasionya.”

Wajah wanita dinilai lebih cantik ketika ruang vertikal antara mata dan mulutnya sekitar 36% dari panjang keseluruhan wajah, dan ruang horizontal antara kedua matanya sekitar 46% dari keseluruhan lebar wajah. Menariknya, proporsi ini sangat kuat hasilnya dengan wajah yang dinilai rata-rata.

“Beberapa bahkan menyarankan agar Leonardo Da Vinci menggunakan rasio emas pada waktu menggambar monalisa,”

“Selain phi, kami menunjukkan bahwa jarak rata-rata antara kedua mata, mulut dan kontur wajah dibentuk dari rasio emas,” kesimpulan Pallet.

Peneliti juga memberikan catatan bahwa hanya wanita Kaukasia yang dipelajari. Studi lebih lanjut dibutuhkan untuk mengetahui apakah ada perbedaan rasio emas yang terjadi di antara wajah wanita dengan pria, dengan wajah dari ras lain atau wajah anak-anak.

Hubungan Banteng dengan Warna Merah

Orang sering kali diingatkan untuk hati-hati jika berdekatan dengan banteng jika mengenakan baju berwarna merah. Apakah warna merah memang membuat banteng marah?.
Faktanya, banteng tidak dapat melihat dengan sempurna, karena buta parsial. Apa yang menyebabkan seekor banteng terganggu adalah, karena seseorang melambaikan kain tepat di depan wajahnya.

Pandangan terhadap warna adalah subyek yang menipu. Di dalam pandangan manusia memiliki batang mata yang sensitif terhadap cahaya, tetapi tidak menyediakan informasi mengenai warna.

Tetapi banteng punya, dan bekerja baik dalam cahaya redup atau gelap. Seperti saat melihat di malam hari, persepsi warna menjadi buram karena gelap.

Batang mata manusia dilengkapi dengan tiga jenis sel kerucut, masing-masing sensitif terhadap panjang gelombang cahaya yang berbeda, gelombang merah, hijau, dan biru.
Setiap warna yang kita tahu, dapat direpresentasikan sebagai kombinasi dari warna dasar tersebut. Ketika sesuatu yang tidak beres dengan aspek pandangan dasar ini, maka menghasilkan kebutaan warna, yang biasanya berupa ketidakmampuan yang tidak lengkap untuk membedakan warna, daripada mempersempit rentang warna yang dapat dirasakan.

Manusia memiliki pandangan warna umum seperti dalam ikan, reptil, amfibi, dan burung. Beberapa binatang melihat lebih banyak warna dari yang kita dapat, misalnya lebah.



Sumber
inilah.com

Cara Bebek Betina Menolak Jantan untuk Pembuahan

Ilmuwan menemukan bebek betina memiliki sistem reproduksi yang mampu menyeleksi jantan yang diinginkan. Kemampuan ini hasil dari evolusi alamiah akibat kawin paksa.
Para ilmuwan menemukan ketika datang masa untuk berhubungan seksual, beberapa bebek betina bisa mengatakan “tidak”. Mereka mengalami evolusi vagina dengan membentuk spiral searah jarum jam yang terus berputar, untuk mengeluarkan penis bebek jantan yang tidak diinginkan.

Ketika bebek betina tersebut ingin berhubungan seks atau “ya,” maka dia memiliki beberapa trik yang membuatnya lebih mudah baginya untuk memberikan jalan bagi pasangannya menyelipkan penis yang berbentuk seperti pembuka botol agar mudah masuk dan terjadi fertilisasi.
“Pada spesies di mana perkawinan paksa dilakukan secara umum, jantan telah berevolusi dengan penis yang lebih panjang, tetapi betina memiliki vagina dengan bentuk berbelit kantung buntu dan spiral dalam arah yang berlawanan dari penis laki-laki,” kata pemimpin peneliti Patricia Brennan Yale University .
“Koevolusi ini dihasilkan dari konflik antara kedua jenis kelamin tentang siapa yang akan mengendalikan pembuahan.”
Hasilnya, dalam pertempuran terus-menerus antara kedua jenis kelamin tentang siapa yang bertanggung jawab, betina menang di antara jenis spesies bebek (Cairina moschata). Temuan-itu dijelaskan secara rinci dalam jurnal proseding Royal Society B edisi 23 Desember 2009.
Di tahun 2007, tim Brennan menggambarkan morfologi aneh organ seksual bebek. Kebanyakan burung jantan bukan di phalluses dan malah berhubungan seks di saluran yang disebut kloaka (membuka daerah tersebut sebagai saluran reproduksi) agar jantan dapat mentransfer sperma ke betina.
Tidak hanya memiliki penis, C. moschata relatif besar dan fleksibel (bahkan ketika ereksi) membentang hingga ke hampir 20 cm. (Sebagai perbandingan, rata-rata penis ereksi manusia hanya 15 cm.
Ketika kawin, jantan yang penisnya ereksi juga berguna untuk memperpanjang vagina betina.
Selama ini proses reproduksi lebih menguntungkan jantan, tanpa persetujuan betina atau dipaksa kawin. Tapi hipotesis Brennan bahwa betina dengan alat kelamin yang kompleks bisa membalikkan keadaan dan membuat persetubuhan sulit bagi jantan kuat sekalipun.
Pertama kali tim menggunakan video berkecepatan tinggi untuk melihat bagaimana organ-organ yang aneh tersebut mampu bekerja, menemukan proses eversi yang mengejutkan – berlangsung sekitar setengah detik. Hasil tersebut berasal dari bebek di sebuah peternakan komersial di mana binatang itu dilatih untuk memberikan semen untuk inseminasi buatan.
Mereka meneliti bagaimana eversi penis bebek bekerja di satu set tabung kaca dengan berbagai bentuk - lurus, satu dengan spiral berlawanan arah jarum jam (untuk meniru penis jantan), dan yang lain dengan spiral searah jarum jam (yang cocok dengan betina).
Tabung dengan spiral searah jarum jam ternyata benar-benar bisa menghentikan penis memperpanjang diri sepanjang jalan masuk vagina. Itu bukan kasus tabung yang lurus atau yang berlawanan arah jarum jam, yang tidak menghambat eversi.
Hasil menunjukkan bentuk vagina betina dapat menghambat senggama dengan jantan.
“Bebek betina adalah sasaran yang dipaksa senggama oleh jantan yang tidak diinginkan dan biasanya mereka tidak dapat melarikan diri,” kata Brennan kepada LiveScience. “Perubahan morfologi kelamin memungkinkan mereka untuk mendapatkan kembali kontrol reproduksi dengan membuat sulit bagi jantan yang tidak diinginkan untuk mencapai fertilisasi.”
Jadi, bagaimana unggas bebek ini berkembang biak?
Bagi jantan yang melakukan pra-ritual senggama dan mendapat lampu hijau dari calon pasangan, betina akan menganggap sikap reseptif. Para peneliti menemukan dalam posisi ini, pembukaan vaginanya mengangkat dan bergetar seakan-akan meletakkan telur.
“Oviduk betina sangat elastis,” kata Brennan, “dan kita berpikir bahwa kombinasi berdenyut dan sikap reseptif ini membantu mengendurkan saluran telur pada sanggama betina dengan pasangannya sehingga memungkinkan jantan penisnya eversi sepenuhnya.



Sumber
inilah.com

Bukti Pertama Pantulan Cahaya dari Cairan di Luar Bumi


Wahana ruang angkasa Cassini yang tengah melayang di sekitar Planet Saturnus merekam cahaya dari permukaan Titan, salah satu bulannya planet tersebut. Cahaya tersebut kemungkinan besar sebagai pantulan cahaya Matahari di atas permukaan cairan salah satu danau raksasa di permukaan Titan.

Dari hasil pengamatan selama ini, Titan memang diyakini memiliki danau-danau raksasa berisi cairan meski tak dapat terlihat langsung karena tertutup atmosfernya yang tebal. Meski demikian, kamera inframerah dapat menangkap pantulan berkas cahaya Matahari yang sampai ke permukaan danau tersebut. Foto yang dibuat Cassini merupakan rekaman pertama pantulan cairan di luar Bumi itu.

“Gambar ini merupakan salah satu foto ikonik Cassini,” ujar Bob Pappalardo, ilmuwan di Laboratorium Propulsi Jet NASA di Pasadena, California, yang tergabung dalam riset Cassini. Ia mengatakan, Titan semakin mirip Bumi tidak hanya punya atmosfer, tetapi juga danau berisi cairan dan sifat-sifat lainnya.

Cahaya yang direkam Cassini merupakan pantulan cairan di bagian selatan danau raksasa yang disebut Kraken Mare. Danau tersebut seluas 400.000 km persegi atau lebih besar daripada Laut Kaspia, danau terbesar di Bumi saat ini.

Titan merupakan satu-satunya obyek di tata surya, selain Bumi, yang sejauh ini diketahui mengandung cairan. Namun, cairan yang menggenangi danau-danau di Titan bukanlah air seperti di Bumi, melainkan metana dan etana, cairan hidrokarbon yang terbentuk dari molekul-molekul karbon dan atom-atom hidrogen.

Teori adanya cairan di Titan sudah dikemukakan sejak 20 tahun lalu dan terus dilakukan penelitian untuk membuktikannya. Pada tahun 2008, kamera inframerah yang dibawa wahana Cassini yang sudah menjelajah kawasan tersebut sejak tahun 2004 memastikan kandungan cairan di Ontario Lacus, danau terbesar di belahan selatan Titan. Belahan utara malah memiliki danau-danau lebih besar dan banyak belum bisa dipastikan apakah mengandung cairan atau tidak.

Kandungan cairan hidrokarbon di Titan menarik perhatian para ilmuwan karena zat kimia tersebut berpotensi mendukung kehidupan. Siapa tahu masih ada kehidupan di sana atau suatu saat manusia menginjakkan kakinya di permukaan Titan.

Lima Benda Purbakala Ditemukan di Desa Tanjungsari



Sebanyak lima benda purbakala ditemukan di Desa Tanjungsari, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Rabu (16/12/2009). Diantara kelima benda tersebut, terdapat dua kepala arca Buddha yang diduga merupakan bagian dari bangunan Candi Borobudur yang berdiri sekarang.

Kepala Tata Usaha Balai Konservasi Peninggalan Borobudur Wiwid Kasiyati mengatakan, dua kepala arca Buddha itu memiliki lubang baut yang menjadi ciri khas arca-arca Candi Borobudur pada masa pemugaran tahun 1907-1911 oleh Pemerintah Hindia Belanda di bawah pimpinan Van Erp. “Namun, untuk memastikannya, dua arca tersebut akan kami teliti terlebih dahulu,” ujarnya, Rabu (16/12).

Balai Konservasi Peninggalan Borobudur juga akan meneliti tiga benda purbakala lainnya yang terdiri dari sebuah batu bersegi empat, satu potongan arca setengah badan , dan batu lonjong sejenis munthu, alat yang digunakan untuk menghaluskan cabai menjadi sambal.

Benda purbakala yang merupakan bagian dari bangunan Candi Borobudur akan disimpan oleh Balai Konservasi Peninggalan Borobudur, sedangkan yang lainnya akan diserahkan kepada Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Prambanan, Yogyakarta.

Benda-benda purbakala ini semuanya terbuat dari batu kuno asli, berabad-abad silam. Ini adalah temuan arca pertama yang dilaporkan ke Balai Peninggalan Borobudur. “Sebelumnya, di desa-desa di sekitar candi hanya ditemukan batu-batu polos, yang kemudian dimanfaatkan warga sebagai tangga atau batu penyangga tiang rumah,” ujarnya.

Lima benda purbakala ini ditemukan warga Desa Tanjungsari saat bergotong royong membangun fondasi rumah milik Kasri (50) di Dusun Tanjungsari RT 01 RW 01, sekitar 0,5 kilometer dari kompleks Taman Wisata Candi Borobudur . Benda-benda ini ditemukan setelah dilakukan penggalian dengan kedalaman sekitar 30 meter. Menyadari benda-benda tersebut adalah barang berharga, maka warga melaporkan temuan ini kepada Balai Konservasi Peninggalan Borobudur.

Kepala Desa Tanjungsari Darto mengatakan, ini adalah benda purbakala kedua yang ditemukan di Desa Tanjungsari. Temuan arca pertama sebelumnya terjadi sekitar tahun 1992.

Temuan benda-benda purbakala ini lumrah terjadi karena Desa Tanjungsari hanya berjarak sekitar satu kilometer dari Candi Borobudur, ujarnya. Kepada warganya, Darto menuturkan, dia sudah mengimbau agar setiap temuan benda purbakala segera dilaporkan ke kantor desa atau langsung Balai Konservasi Peninggalan Borobudur.

PERSOALAN YANG MEMBAWA KITA MENJADI TERUS BERUSAHA

Setiap manusia memiliki persoalan sendiri-sendiri yang selalu menganggu dan yang harus kita selesaikan dan jangan sampai menumpuk yang nantinya akan menyusahkan kita sendiri.

Cara yang paling efektif buat kita agar dapat menyelesaikan suatu permasalahan dengan mengatur pola hidup kita yang ngak terlalu membosenin dan jangan lupa untuk menjalankan segala aturan yang telah ada dalam keyakinan kita masing-masing.Selalu membiasakan diri untuk meluangkan waktu sebentar untuk olah raga dan santai sejenak serta jangan lupa untuk bergabung sama teman-teman kita.Orang yang selalu mengutamakan kesehatan kita akan menjadi manusia yang mampu menyelesaikan persoalan yang akan kita hadapi,Kondisi tubuh yang prima akan mebuat kita jadi tambah semangat.Cara yanga sangat membantu untuk menyelesaikan itu semua akan kita uraikan,yaitu dengan cara:

1. Jangan mengangap mudah setiap persoalan yang kita hadapi,karena biarpun mudah harus kita tindak lanjuti yang memerlukan waktu untuk menyelesaikannya dan perlu tenaga untuk menghasilkannya.
2. Jangan selalu menunda setiap ada persoalan yang muncul.Dengan bertambah dan menumpuknya persoalan akan menjadikan tambah rancunya persoalan itu dan akan menyulitkan kita juga nantinya.
3. Saran yang datang dari luar jangan kita abaikan dan jangan kita anggap ngak penting.Masukan yang kita dapat bida kita jadikan pertimbangan.
4. Teruslah untuk belajar dari hal-hal yang kecil.Gunakan hal yang kecil itu sebagai bahan pertimbangan.
5. Berbagilah dengan orang yang dapat/pantas untuk menyelesaikan pesoalan anda,dengan begitu kita akan selalu bisa terarah dan akan selalu mampu menyelesaikan.

Dengan begitu kita selalu bisa menjalankan peran kita yang selalu dapat menyelesaiakan persoalan kita,Dengan memiliki suatu persoalan kita akan terus selalu berusaha dan memiliki rasa tanggung jawab yang akan membuat kita menuju puncak kesuksesan.Dengan begitu kita akan selalu memiliki suatu kebiasaan yang positip dan hal-hal yang kurang baik secara tidak langsung akan menghindar dari kita.salam.



Sumber
wasyoko.dagdigdug

Kriptografi Pengertian dan Sejarah



Sejarah dan Pengertian Kriptografi, Berasal dari akar kata Yunani kryptos dan gráphō, yang mempunyai arti "tulisan tersembunyi", telah ada hampir sepanjang kata-kata tertulis. Sepanjang masa, keuntungan dalam pertempuran antara ahli kriptologi (pembuat kode) dan cryptanalysts (pemecah kode) telah berpindah tangan berkali-kali. Peristiwa berikut ini adalah beberapa yang paling penting dalam sejarah perkembangan kriptografi.

Sejarah dan Pengertian KriptografiAbad ke-5 SM - Digunakannya kriptografi oleh Jendral Spartan untuk bertukar pesan rahasia menggunakan pita sempit membungkus perkamen sekitar staf silinder dikenal sebagai scytale, kemudian menyalin pesan mereka pada papirus. Pesan hanya dapat dibaca saat papirus adalah ulang luka di sekitar scytale ketebalan yang sama. Ini adalah penggunaan yang tercatat paling awal apa yang sekarang dikenal sebagai cipher transposisi.

Abad ke-2 SM - Sejarawan Polybius Yunani mengembangkan salah satu yang paling awal tercatat yaitu cipher substitusi dengan mengganti huruf-huruf alfabet, disusun dalam Polybius persegi, dengan angka.

Abad ke-1 SM - jenderal Romawi menggunakan cipher pergeseran sederhana, di mana setiap huruf dari pesan plaintext akan bergeser jumlah tetap huruf dalam alfabet untuk menghasilkan ciphertext. Sandi kemudian dikenal sebagai sandi Caesar setelah Julius Caesar, yang konon lebih suka pergeseran dari tiga huruf.

Abad ke-9 - matematikawan Islam Yaqūb bin Yusuf Abu Ishaq al-Kindi menerbitkan buku teks pertama memecahkan kode, A Manuscript on Deciphering Cryptographic Messages. Al-Kindi memperkenalkan buku klasifikasi cipher, polyalphabetic sandi, dan analisis frekuensi, teknik penting yang digunakan dalam memecahkan cipher substitusi. Analisis frekuensi menggunakan frekuensi relatif simbol dalam pesan berkode untuk mengungkapkan apa huruf alfabet.


Menjaplak dari blog nya mas
de-kill.blogspot

Selasa, 22 Desember 2009

Tahapan-tahapan dalam Mendidik Anak

Berikut ini ada kisah yang menarik dan perlu kita renungi sebagai bahan introspeksi diri terkait dengan pola pendidikan anak-anak yang dilakukan oleh orangtua dan pendidik selama ini.

Ibnu Khaldun menceritakan, ketika Al-Rasyid menyerahkan anaknya, Al-Amin, kepada seorang guru, ia mengatakan, “Wahai Ahmar, sesungguhnya Amirul Mukminin telah menyerahkan kepadamu belahan jiwa dan buah hatinya. Maka, bukalah tanganmu lebar-lebar dan ketaatanmu kepadanya adalah kewajiban. Tetaplah kamu bersamanya sebagaimana kamu kepada Amirul Mukminin. Bacakanlah kepadanya Al-Qur’an dan ajarkanlah kepadanya hadits-hadits. Riwayatkanlah kepadanya syair-syair dan ajarkanlah kepadanya sunnah. Perlihatkanlah kepadanya fenomena-fenomena dan dasar-dasar ilmu kalam. Laranglah dirinya tertawa bukan pada waktunya. Janganlah ia bertemu denganmu sesaat saja kecuali kamu menyampaikan kepadanya pelajaran-pelajaran yang dapat diambilnya, dengan tidak menyembunyikannya, sehingga pikirannya menjadi mati. Janganlah kamu biarkan dirinya berleha-leha, sehingga ia suka nganggur dan bersenang-senang. Luruskanlah dirinya sesuai kemampuanmu dengan pendekatan yang lembut. Jika ia menolaknya, maka lakukanlah dengan kekerasan.”

Keterangan di atas, merupakan pelajaran bagi orangtua dan pendidik dalam proses pendidikan anak-anak mereka. Sesungguhnya anak kecil itu merupakan amanat bagi setiap orangtuanya. Hatinya masih suci, bersih, dan kosong. Jika dibiasakan dan diajari kebajikan, ia akan tumbuh pada kebajikan dan berbahagia di dunia maupun di akhirat. Nabi SAW bersabda, “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, hingga lisannya fasih. Kedua orangtuanyalah yang membuatnya beragama Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” (HR. Al-Baihaqi, Ath-Thabarani).

Kesuksesan dalam mendidik anak, paling tidak akan ditentukan oleh tiga kekuatan, yaitu orangtua, pendidik di sekolah, dan tatanan lingkungan masyarakatnya. Di sini, kelihatannya peran yang menentukan dan strategis dalam periode awal kehidupan seorang anak ialah pola didik dan asuhan dari kedua orangtuanya (baca : ibu dan bapak) di rumah.

Dalam mendidik anak sesuai moral Islam, menurut Syaikh M. Jamaluddin Mahfuzh (2003), ada beberapa unsur yang perlu diperhatikan. Pertama, menanamkan aqidah yang sehat. Bersumber dari Rafi RA, ia berkata, “Aku melihat Rasulullah SAW menyerukan adzan shalat ke telinga Hasan bin Ali RA, ketika ia baru saja dilahirkan oleh Fatimah.” (HR. At-Tirmidzi).

Kedua, latihan ibadah dan beri hukuman. Bersumber dari Abdullah bin Umar RA, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, “Perintahkanlah anak-anakmu untuk shalat ketika mereka telah berusia tujuh tahun. Dan pukullah mereka, karena meninggalkan shalat ketika mereka telah berusia dua belas tahun. Dan pisahkanlah mereka pada tempat tidur.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Al-Hakim).

Ketiga, mengajarkan kepada anak sesuatu yang halal dan haram. Bersumber dari Abdullah bin Zaid RA, ia berkata; Kami sedang berada di dekat Abdullah bin Masud RA, ketika mendadak seorang puteranya datang menghampirinya dengan mengenakan baju dari sutera. Abdullah bin Masud bertanya, “Siapa yang memakaikan pakaian ini kepadamu?” Anak itu menjawab, “Ibuku.” Abdullah bin Masud lalu menanggalkannya seraya berkata, “Katakan pada ibumu supaya ia memakai pakaian yang selain ini.”

Keempat, membangun aktivitas belajar. Rasulullah SAW bersabda, “Hak anak atas ayahnya ialah diajari menulis, berenang, dan memberinya rezeki dari yang halal saja.” (HR. Al-Baihaqi).

Kelima, membangun persahabatan orangtua terhadap anak. Rasulullah SAW bersabda, “Perhatikanlah anak-anakmu, dan didiklah mereka dengan baik.” (HR. Ibnu Majah). Hadits ini mengajarkan agar orangtua selalu bersahabat dengan anak, mengawasi, memperhatikan, dan mendidik mereka sebaik mungkin. Rasulullah memberi petunjuk dalam sabdanya, “Barangsiapa punya anak kecil, hendaklah ia perlakukan secara proposional.” (HR. Ibnu Askair).

Keenam, membiasakan meminta izin. Ishak Al-Ghazari berkata, “Aku pernah bertanya kepada Al-Auza’i, apa batasan anak kecil yang diharuskan minta izin terlebih dahulu?” Ia menjawab, “Kalau ia sudah berumur empat tahun. Pada usia ini, ia tidak boleh menemui wanita tanpa izin terlebih dahulu.” Dan menurut Az-Zuhri, “Seseorang yang menemui ibunya harus minta izin terlebih dahulu.”

Dalam bahasa lain, menurut Dr. Abdullah Nashih Ulwan, secara hirarkis pokok-pokok dalam mendidik anak secara Islam itu meliputi tujuh tahapan tanggung jawab yang harus dilakukan orangtua dan pendidik, yaitu :

Pertama, tanggung jawab pendidikan iman. Di dalamnya menyangkut tentang membuka kehidupan anak dengan kalimat Laa Ilaaha Illallaah; mengenalkan hukum halal dan haram kepada anak sejak dini; menyuruh anak untuk beribadah ketika telah memasuki usia tujuh tahun; dan mendidik anak untuk mencintai Rasul, keluarganya, serta membaca Al-Qur’an.

Kedua, tanggung jawab pendidikan moral. Jika sejak masa kanak-kanak, ia tumbuh dan berkembang dengan berpijak pada landasan iman kepada Allah dan terdidik untuk selalu takut, ingat, pasrah, meminta pertolongan, dan berserah diri kepadaNya, ia akan memiliki kemampuan dan bekal pengetahuan di dalam menerima setiap keutamaan dan kemuliaan, di samping terbiasa dengan akhlak mulia. Sehingga dari sini, anak akan terhindar dari jeratan perilaku suka berbohong, suka mencuri, suka mencela dan mencemooh, serta terhindar dari kenakalan dan penyimpangan yang dilarang agama.

Ketiga, tanggung jawab pendidikan fisik. Tanggung jawab ini dimaksudkan agar anak-anak tumbuh dewasa dengan kondisi fisik yang kuat, sehat, bergairah, dan bersemangat. Amanat ini di dalamnya berisi tentang tanggung jawab memberi nafkah kepada keluarga dan anak; mengikuti aturan kesehatan dalam makan, minum, dan tidur; melindungi diri dari penyakit menular; merealisasikan prinsip tidak boleh menyakiti diri sendiri dan orang lain; membiasakan anak berolah raga; membiasakan anak untuk zuhud dan tidak larut dalam kenikmatan; membiasakan anak bersikap tegas dan menjauhkan diri dari penggangguran, penyimpangan, serta kenakalan.

Keempat, tanggung jawab pendidikan rasio (akal). Orangtua dan pendidik hendaknya mampu membentuk pola pikir anak dengan segala sesuatu yang bermanfaat, seperti ilmu agama, kebudayaan, dan peradaban. Di sini, anak diusahakan untuk selalu belajar, menumbuhkan kesadaran berpikir, dan kejernihan berpikir (baca : kesehatan berpikir).

Kelima, tanggung jawab pendidikan kejiwaan. Pendidikan ini dimaksudkan untuk mendidik anak berani bersikap terbuka, mandiri, suka menolong, bisa mengendalikan amarah, dan senang kepada seluruh bentuk keutamaan jiwa dan moral secara mutlak. Salah satu bentuknya adalah bagaimana mendidik anak untuk tidak bersifat minder, penakut, kurang percaya diri, dengki, dan pemarah.

Keenam, tanggung jawab pendidikan sosial. Yakni mendidik anak sejak kecil agar terbiasa menjalankan perilaku sosial yang utama. Di antaranya berupa penanaman prinsip dasar kejiwaan yang mulia didasari pada aqidah Islamiah yang kekal dan kesadaran iman yang mendalam. Sehingga si anak di tengah-tengah masyarakat nantinya mampu bergaul dan berperilaku sosial dengan baik, memiliki keseimbangan akal yang matang, dan tindakan yang bijaksana.

Ketujuh, tanggung jawab pendidikan seksual. Di sini, orangtua dan pendidik hendaknya mampu mendidik tentang masalah-masalah seksual kepada anak, sejak ia mengenal masalah-masalah yang berkenaan dengan naluri seks dan perkawinan. Sehingga ketika anak telah tumbuh menjadi seorang pemuda dan dapat memahami urusan-urusan kehidupan, ia telah mengetahui apa saja yang diharamkan dan apa saja yang dihalalkan. Lebih jauh lagi, ia diharapkan mampu menerapkan tingkah laku Islami sebagai akhlak dan kebiasaan hidup, serta tidak diperbudak syahwat dan tenggelam dalam gaya hidup hedonis.

Wallahu a’lam.



Sumber
Kotasantri.com

Efek Negatif Televisi Bagi Kecerdasan Anak

Cara yang paling mudah mengasuh anak bagi para pengasuh atau para ibu agar anaknya dapat duduk tenang adalah menyalakan televisi. Dengan begitu, semua pekerjaan rumah dapat dikerjakan. Itulah sedikit gambaran mengenai pengasuhan anak yang terjadi. Mungkin secara sadar maupun tidak sadar kita pernah melakukan hal tersebut dalam pengasuhan anak-anak kita. Wallahu a’lam…

Banyak sekali pekerjaan yang harus dilakukan oleh para ibu, mungkin tanpa sadar anak-anak kita menonton sepanjang hari. Tahukah bahwa membiarkan anak menonton tv sepanjang hari, selain bahaya sinar biru, taruhannya adalah KECERDASAN anak-anak kita. Bahaya sangat mengintai terutama untuk anak di bawah usia 5 tahun.

Menurut dr. Hardiono D. Pusponegoro SpA (K), dokter spesialis anak konsultan neurology dari RSCM, beliau mengatakan, “Televisi memiliki dampak positif dan negatif bagi anak. Tetapi membiarkan anak menonton televisi sepanjang hari, pastinya akan menurunkan tingkat kecerdasan anak.”

Beliau menjelaskan, dengan hanya menonton televisi, otak kehilangan kesempatan mendapat stimulasi dan kesempatan untuk berpartisipasi aktif dalam hubungan sosial dengan orang lain, bermain kreatif, dan memecahkan masalah. Selain itu, televisi bersifat satu arah, sehingga membuat anak kurang mengeksplorasi dunia tiga dimensi dan kehilangan peluang mencapai tahapan perkembangan yang baik.

“Sebuah penelitian di Amerika menunjukkan anak usia di bawah lima tahun yang rata-rata menonton televisi 2 jam sehari, setelah usianya beranjak 6-7 tahun diketahui mengalami penurunan kemampuan membaca dan daya ingat,” ucapnya.

Hal senada juga dikemukakan Elly Risman, kata beliau, banyak orangtua yang “membayar kekurangan waktu bersama” dengan anaknya dengan memberi berbagai permainan elektronik seperti play station (PS), video game, handphone, dan lainnya.

Sementara, bagi orangtua yang kurang mampu, memberi uang kepada anaknya untuk bermain video game di warnet atau ke rental PS. Anak bermain video game selama berjam-jam.

“Setelah sampai rumah, anak kembali berhadapan dengan televisi. Menonton tayangan televisi sepanjang hari. Televisi telah menjadi baby sitter bagi anak kita. Bahkan sebuah harian Jakarta pernah melakukan penelitian bahwa anak Indonesia menonton televisi rata-rata 3-6 jam per hari. Itu berarti 2 kali lipat dibandingkan anak Australia, 3 kali lipat dibandingkan anak Amerika, dan 5 kali lipat dibandingkan dengan anak Kanada,” tutur Elly Risman.

Ia menambahkan, sambungan-sambungan antar synaps (jaringan dalam otak yang membuat cerdas seorang anak) sangat ditentukan oleh gerakan tubuh. Bila anggota tubuh bergerak, maka otak akan membuat jaringan tentang aktifitas itu terus menerus sehingga menjadi kebiasaan. Otak akan mengabadikannya. Synap tidak berkembang dengan baik.

“Karena itu, para ahli neuroscience sepakat, yang dkutip dari situsnya www.tvturnoff.com bahwa menggunakan mata menonton televisi terlalu banyak akan membuat anak kesulitan membaca,” tuturnya.



Sumber
Kotasantri.com

Datavis Sempurnakan PDF Viewer di iPhone

Dataviz, Perusahaan pembuat aplikasi Document To Go, aplikasi office pada ponsel pintar, memperkenalkan versi terbaru Document To Go 2.1 khusus iPhone. Pada versi terbarunya, Dataviz perbaiki tampilan dan fitur pada PDF Viewer.
Perbedaan mendasar pada PDF versi 2.1 terletak pada fitur pasword-protected PDF. Dengan fitur ini, anda bisa melindungi data pribadi atau perusahaan dari pihak yang tidak bertanggung jawab. Pasalnya, perlindungan data terutama data office belumlah digarap secara maksimal pada ponsel pintar.


Perbedaan lain juga terdapat pada catatan pembukaan file dan kemampuan untuk memperbesar tampilan data. Dan, yang tak kalah penting adalah keberadaan fitur-fitur thumbnail, fit to screen, fit to width, actual size dan kontrol navigasi. Fitur-fitur tersebut diklaim Dataviz mempercepat proses pembukaan data dari versi PDF viewer sebelumnya.

Penyempurnaan juga terjadi pada kemampuan edit Microsoft Excel Spreadheets. Fitur yang ditunggu-tunggu pengguna Document to Go semenjak diperkenalkan sebagai bagian dari aplikasi unggulan iPhone.

Versi 2.1 Document to Go merupakan penyempurnaan versi 2.0–dirilis Oktober lalu–yang terbagi menjadi dua versi berdasarkan harga.

Untuk banderol $10 (Rp100 ribuan), anda bisa mendapatkan paket Document to Go yang meliput word edit and view, file Excel yang bisa dibaca oleh aplikasi Adobe PDF, Microsoft PowerPoint, Apple iWork dan file lain.

Khusus versi berharga $15 (Rp150 ribuan), pengguna mendapatkan paket Document to Go yang meliputi fitur yang sama namun diberikan tambahan fitur klien Microsoft Exchange ActiveSync untuk menerima dan mengirim pertukaran surat elektronik bersama attachment.

Versi 2.1 Document to Go merupakan penyempurnaan pada versi 2.0 yang dirilis Oktober lalu. Documents to Go version 2.1 sekarang bisa diperoleh di Appstore

Mengconventer word ke PDF secara online


Ketika pertama kali diperkenalkan pada tahun 1993, tingkat penggunaan dokumen berformat PDF relatif rendah. PDF atau Portable Document Format adalah format berkas yang dibuat oleh Adobe System pada tahun 1993 untuk keperluan pertukaran dokumen digital.

Format PDF digunakan untuk merepresentasikan dokumen dua dimensi yang meliputi teks, huruf, citra dan grafik vektor dua dimensi. Dahulu Bisa dibilang, intalasi aplikasi macam Adobe Acrobat (aplikasi pembuat file PDF) hanya menambah beban hard disk.

Lain dulu lain sekarang, penggunaan aplikasi PDF kian marak digunakan. Alasannyan cukup logis, berkas PDF mampu menjamin tingkat proteksi lewat pembatasan akses terhadap pembaca agar hanya membaca tanpa membuat hardcopy dari dokumen sehingga tindak pembajakan dalam sebuah karya bisa dihindarkan

Dalam perkembangannya, penggunaan aplikasi PDF tidak lagi harus menginstall dalam PC atau netbook. Bagi anda penjelajah dunia maya, konverter PDF sudah dapat dinikmati langsung secara gratis.

Caranya pun cukup mudah, anda tinggal daftar melalui langsung dan pemrosesan konversi segera bisa dilakukan.

Satu dari sekian banyaknya situs yang menawarkan layanan ini adalah FreePDFConvert.com. Sama halnya aplikasi konverter lain, aplikasi online garapan Baltsoft Software ini adalah aplikasi online untuk mengubah file menjadi bentuk format PDF.

Lewat situs ini, konversi berbagai macam file mulai Microsoft Office, Open Office, Lotus, images, web pages dan format lainnya ke dalam bentuk PDF dapat dilakukan secara mudah.

Sayangnya, sebelum menikmati layanan situs ini, anda diberikan dua pilihan layanan yakni opsi gratis dan berbayar. Khusus pilihan gratis, sudah tentu tidak semua layanan diberikan pada konsumen.

Ada beberapa hal yang tidak bisa dinikmati seperti File PDF baru akan dikirim dalam waktu 30 menit, Jumlah lembar maksimum untuk file Word dan Excel hanya 2 lembar dan anda bisa menikmati layanan ini terbatas pada 15 file. Meski begitu, keberadaan layanan macam itu sudah cukup memuaskan.

Tapi ada hal yang perlu digaris bawahi ketika berniat menggunakan layanan gratis ini. Anda perlu memastikan apakah situs terbilang aman untuk file atau gambar yang sangat rahasia.

Bila meragukan, sebaiknya anda menghindarkan diri untuk menggunakan aplikasi PDF online


Sumber
banana.dagdigdug.com

Jumat, 18 Desember 2009

Mencurangi (hampir) Semua Jenis Billing Warnet Dengan Zhider

Bagi para pemula yang lagi bokok tapi pengen online silahkan di baca. Buat mas-mas dan om-om yang merasa udah merasa pinter ato sudah tau caranya sangat disarankan untuk tidak usah membaca artikel ini karena hanya membuang-buang waktu anda yang sangat berharga.


Cara ini saya dapatkan pas kantong lagi kempes tapi nafsu online lagi tinggi :)

Setelah muter2 otak sebentar sambil tidur, akhirnya saya temukan cara buat ngakalin billing warnetnya buat ngirit ongkos online. Kalau cara yang ada di X-Code Magz vol4 itu cuma bisa untuk Billing Explorer (memang bisa, saya sudah membuktikannya).

Cara ini berlaku untuk segala versi billing explorer dan kebanyakan aplikasi billing lainnya. Dan merupakan kelemahan semua billing warnet yang berbasis windows!!!

Penasaran mau tau caranya ? Baca aja sampai habis !

Sekali lagi saya ingatkan buat anda yang merasa udah pinter diharapap tidak usah baca, kecuali pengen mati kebosanan.

Ini dia caranya …

Saat kita mulai menyalakan komputer di warnet yang pertama muncul saat windows dimulai adalah login screen client billing yang menutupi seluruh area windows. Fungsi Alt+Tab dan Ctrl+Alt+Del biasanya ikut-ikutan di-disable untuk memaksa kita login melalui program billing itu.

Sebenarnya saat kita menghadapi login screen itu komputer sudah siap dijalankan. Hanya terhalang oleh screen login yang menyebalkan itu. Naah… sudah tau apa yang bakal saya jelakan? Kalo sudah tau, berhenti aja bacanya. Daripada mati kebosanan :)

Yess.. betul sekali. Yang perlu kita lakukan hanyalah menyembunyikan jendela login itu tanpa perlu login. Ada banyak program buat nyembunyiin window, salah satunya ZHider. Saya hanya akan menjelaskan penggunaan ZHider. Bagi yang menggunakan program lain silakan baca manualnya, tapi yang perlu diperhatikan adalah program yang anda gunakan harus bisa show/hide window pake hotkey soalnya windows kita kan ditutupi sama login screen sialan itu.

Yang harus disiapkan:

1. Program ZHider. Cari sendiri pake om google. Ukurannya kecil kok, tidak sampe setengah isi disket, apalagi flashdisk.
2. Muka bego
3. Mental yang kuat

Langkah-langkahnya:

1. Masuk warnet dan pasang muka bego biar tidak dicurigai operator
2. Pastikan selain box/bilik yang kita tempati masih ada box lain yang kosong. Biar tidak dicurigai juga sih.
3. Usahakan cari tempat yang jauh dan operator, supaya tidak ketahuan box kamu kosong apa tidak.
4. Nyalakan komputer dihadapan kamu bila masih dalam keadaan mati.
5. Saat masuk login screen, login aja seperti biasa.
6. Jalankan ZHider yang sudah disiapkan di disket/flashdisk. Kalo belom ada, cari aja pake google.
7. Setelah ZHider dijalankan langsung aja logout.
8. Naah, di login screen ini kita mulai aksi mendebarkan kita. Tekan Ctrl+Alt+Z.. Jreeeng, login screen telah menghilang !!!
9. Browsinglah sepuasnya, tapi tetap pastikan ada box lain yang kosong. Kan aneh kalau ada yang masuk warnet, dia lihat udah penuh. Padahal di billing server kelihatan masih ada yang belum login.
10. Kalo sudah puass tekan Ctrl+Alt+x untuk memunculkan kembali login screen yang menghilang entah kemana:)
11. Login seperti biasa dan browsing beberapa menit sampai penunjuk tarif sampai ke angka yang kita kehendaki. Ini supaya tidak dicurigai.
12. Logout. Slapkan muka bego, lalu bayar tarif.

Cara ini lebih mudah dilalukan bila si operator ga terlalu kenal sama kamu. Apalagi bila si operator sering keluyuran.

Ini beberapa hotkey ZHider yang bisa digunakan, untuk hotkey lainnya silakan baca file readme yang disertakan bersama zhider

1. CTRL+ALT+Z : Menyembunyikan jendela aktif
2. CTRL+ALT+X : Menampilkan kembali semua jendela yang disembunyikan
3. CTRL+ALT+L : Menampilkan dialog zhider
4. CTRL+ALT+M : Menampilkan kembali semua jendela yang disembunyikan, dan juga menutup zhider.

Kalo cara di atas tidak bisa dilakukan, hentikanlah usahamu. Sesungguhnya perbuatan jahatmu itu tidak diridhoi Tuhan :)

Kalo ketahuan langsung pertebal “muka bego”-mu. Misalnya bilang “Eh, kok jadi gini ya? Kemaren ga gini kok.” Ato kata-kata lain, tergantung kreatifitas anda.

Penulis tidak bertanggung jawab atas kerugian yang ditimbulkan atas penggunaan artikel ini (Use at Your Own Risk).

Sumber

trikkomputer.dagdigdug.com

Inilah Penyebab Luna Maya Memaki infotainment


Ngak kusangka ini to alur cerita dari berita hot tentang Luna maya. langsung aja nih artikel yang aku sadur, silahkan di baca :

Presenter Dahsyat Luna Maya mengaku memaki infotainment di twitter, disebabkan mereka dinilai pacar Ariel ‘Peterpan’ ini sudah tidak bertindak secara manusiawi lagi.

Hal tersebut diungkapkan manajer Luna Maya, Vitalia Ramona saat berbincang dengan okezone di Jakarta, Rabu (16/12/2009).

Wanita yang akrab disapa Vita ini menceritakan, saat itu Luna Maya baru saja usai menonton premiere Sang Pemimpi dengan anak semata wayang dan ayah Ariel, di FX, Jakarta.

Keluar menonton film yang dibintangi pacarnya itu, Luna menggendong Alleia yang sedang mengantuk dan membawa ayah Ariel, yang sebelumnya datang dari Bandung.

Dalam kondisi seperti itu, Luna langsung dikerubungi wartawan infotainment yang hendak minta wawancara. Menyadari hal itu, Luna pun meminta waktu kepada sejumlah infotainment untuk menidurkan anak Ariel dan Sarah Amalia itu di mobil.

Namun menurut Vita, saat itu sejumlah wartawan infotainment tidak sabar dan terus mengerubungi Luna, Alleia, dan ayah Ariel. Saat itu lah, tiba-tiba kepala Alleia terbentur kamera salah satu wartawan infotainment hingga kesakitan.

Luna pun langsung marah dan meninggalkan sejumlah wartawan yang tengah mengerubunginya itu. Dalam kekesalannya tersebut, Luna pun mencurahkan isi hatinya ke dalam twitter dan menulis “Infotemnt derajatnya lebh HINA dr pd PELACUR, PEMBUNUH!!!! may ur soul burn in hell!!“.

Namun menyadari apa yang dibuatnya bisa menimbulkan kemarahan bagi orang lain, Luna pun meminta maaf di dalam twitter yang sama, hingga kemudian akunnya disuspend oleh pengelola twitter.

sumber: http://celebrity,okezone.com

Stres Akulturasi

Di dalam ilmu sosial dipahami bahwa akulturasi merupakan proses pertemuan unsur-unsur kebudayaan yang berbeda yang diikuti dengan percampuran unsur-unsur tersebut namun perbedan diantara unsur-unsur asing dengan yang asli masih tampak. Menurut Herskovitz, Linton, Redfield (dalam Berry, 1999) akulturasi dipahami sebagai fenomena yang akan terjadi tatkala kelompok-kelompok individu yang memiliki budaya berbeda terlibat dalam kontak yang berlangsung secara tangan pertama (langsung) yang selanjutnya berpindah kepada orang lain sejalan dengan pola budaya asal dari kelompok tersebut. Secara psikologis, dampak dari akulturasi adalah stress pada individu-individu yang berinteraksi dalam pertemuan-pertemuan kultur tersebut.

Pada dasarnya stres terjadi ketika individu menafsirkan yang salah terhadap keterlibatannya dalam lingkungan sosialya, sehingga berdampak dalam fisik, psikologis, maupun sosialnya. Stres dapat terjadi pada setiap kehidupan baik dalam lingkungan yang lama maupun lingkungan baru, baik dalam lingkungan yang sama budayanya maupun yang berbeda budaya. Stres yang terjadi karena adanya proses pertemuan budaya yang berbeda disebut Stres Akulturasi. Stres akulturasi sebagai gejala yang dialami individu ketika stesor-stresor yang berasal dari perbedaan antara kebudayan baru yang tidak sesuai dengan pribadi mereka dan tidak sesuai dengan kebudayan yang dianut sebelumnya. Furnham dan Bochner (dalam Berry, 1999) menggunakan istilah kejutan budaya (Culture Shock) untuk mendifisinikan hal tersebut.

Stres akulturasi merupakan tekanan yang muncul dari suatu lingkungan, hal itu disebabkan karena adanya ketegangan selama melakukan adaptasi dengan lingkungan baru, rasa kehilangan, kebingungan tentang perannya, kecemasan yang berlebihan, dan hal tersebut bisa mengakibatkan depresi yang berakibat individu akan menarik diri dari lingkungan sosialnya. Apabila individu bisa melampaui hal tersebut dengan baik maka individu tersebut akan dapat berakulturasi, sehingga proses adaptasi dengan lingkungan baru akan berhasil, sedangkan yang tidak dapat melampauinya akan berakibat stres akulturasi.

Sehubungan dengan hal tersebut karaktristik yang penting dalam stres akulturasi yang perlu ditekankan dalam definisi adalah stres dapat bersifat positif (eustres) maupun negatif (distres) . Beberapa situasi interaksi sosial dengan lingkungan sosial baru dapat membawa tantangan positif dan menyenangkan bagi sebagian individu, sedangkan yang lainnya merasa bahwa hal tersebut akan menimbulkan dampak stres yang negatif dan stres tersebut membuat cemas dan terancam bagi individu.

Sumber psikologisosial.dagdigdug.com/

Minggu, 13 Desember 2009

Mengenal Daging Sapi


MESKIPUN kita mungkin sering makan daging sapi, namun pada waktu kita ingin membuat hidangan daging di rumah, seringkali bingung sendiri ketika belanja di pasar atau di swalayan. Babak pertama pemilihan daging sudah lolos ketika kita melihat bahwa daging masih terlihat segar, dengan warna merah yang bagus, tidak ada bau yang menyengat, dan potongan-potongan yang serupa terlihat rapih dan seragam. Pertanyaan yang seringkali muncul adalah, potongan mana yang paling cocok untuk resep yang akan kita pakai?

Pemotongan sapi di setiap negara agak berbeda dari negara yang lain karena tergantung dari pemakaian/permintaan di negara tersebut. Potongan utama, atau primal cuts, adalah potongan-potangan besar pada karkas sapi menjadi sampil, sandung lamur, lamusir depan, rusuk, has luar, samcan, shortloin, betak daging paha belakang, pinggul tebal, penutup serta betis depan dan belakang. Potongan utama kemudian dibagi menjadi sub-primal cuts dan terkadang sub-primal cuts dibagi lagi menjadi potongan ukuran porsi individual.

Yang penting diketahui oleh konsumen adalah potongan mana yang paling tepat untuk dipakai baik karena karakteristik potongan tersebut cocok untuk teknis memasak yang akan dipakai maupun dari segi budget.

Sampil
Sampil. dalam bahasa Inggris chuck, didapat dari daging paha atas, bahu dan punuk. Sampil merupakan daging yang kurang lunak namun penuh rasa karena kandungan kolagen yang cukup tinggi. Karena harganya yang lumayan bersahabat dibandingkan potongan prima seperti has dalam, sampil adalah salah satu potongan daging yang cocok untuk dipakai dalam hidangan sehari-hari.

Untuk mengatasi sifatnya yang kurang lunak, sampil sebaiknya dimasak dengan cara stewing (dimasak dalam cairan, seperti rendang, kari atau semur), atau diungkep (dimasak dengan sedikit cairan dengan panci tertutup rapat). Daging sampil juga bisa dipotong kecil-kecil untuk kemudian digunakan dalam sop atau dalam oseng-oseng, diolah menjadi bakso, abon atau empal. Jika Anda ingin membuat hamburger yang lezat dan ekonomis, maka sampil yang digiling sangatlah cocok untuk dibuat hamburger.

Sampil kecil, dalam bahasa Inggris blade tetapi juga disebut clod, oyster atau oyster blade, merupakan sampil bagian bahu atas dan bawah yang berbentuk segi empat. Sampil kecil merupakan potongan daging yang tebal namun empuk, bisa dimasak menjadi rendang, kari, steak, oseng-oseng.

Kijen atau chuck tender berbentuk kerucut yang terlapis kulis luar yang tipis. Potongan ini juga cukup empuk untuk dimasak sebagai steak, namun juga bisa dibuat rendang, sop dan oseng-oseng.

Sandung lamur
Sandung lamur, dalam bahasa Inggris brisket, adalah potongan dari bagian dada. Potongan ini agak berlemak, dan bisa dimasak dalam berbagai hidangan seperti soto atau pho, atau hidangan berkuah yang dimasak dengan api kecil hingga empuk seperti Asem-Asem Sandung Lamur atau Sandung Lamur Cabai Hijau. Di negara-negara Barat sandung lamur digunakan untuk membuat corned beef serta smoked brisket. Potongan sandung lamur lainnya adalah sandung lamur bagian pangkal (brisket naval end) dan sandung lamur bagian ujung (brisket point end)

Iga
Lamusir depan, atau cube roll, diambil dari bagian punggung, dipotong dari rusuk keempat hingga rusuk keduabelas. Lamusir termasuk daging yang lunak karena terdapa butir-butir lemak didalamnya. Cara meyiapkannya dengan dipanggang dalam oven, dibakar atau digrill.

Iga adalah potongan daging yang berasal sekitar tulang rusuk, yaitu dari rusuk keenam hingga keduabelas. Tulang iga, atau short ribs, bisa diolah menjadi sop seperti sop konro atau dimasak semur. Iga juga bisa dipanggang, dibarbecue, dan diungkep.
Rib-eye steak adalah potongan dalam bentuk steak, bisa dengan tulang (bone in) atau tanpa tulang (boneless).

Shortloin, has luar, sirloin
Shortloin dan has luar (striploin) adalah potongan daging bagian belakang sapi. Sirloin adalah bagian daging yang terletak persis di belakang shortloin dan di atasnya tenderloin atau has dalam. Di Indonesia sirloin juga disebut sebagai has luar. Potongan shortloin and has luar dipotong lagi menjadi steak seperti Porterhouse Steak, T-Bone steak, strip steak.

Otot dari bagian sapi ini masih bekerja cukup keras, namun beban pekerjaannya tidak seberat sampil, punuk dan betis depan sehingga dagingnya lumayan lunak. Meskipun jenis daging ini termasuk dalam kategori prima, harganya tidak semahal has dalam. Has luar bisa dimasak dengan berbagai cara yaitu sebagai steak, diiris tipis-tipis untuk keperluan sukiyaki, yakiniki atau shabu-shabu.

Has dalam
Has dalam, dalam bahasa Inggris tenderloin atau fillet, adalah potongan daging yang paling empuk dan kandungan lemaknya tidak besar. Lokasi potongan daging ini ditengah-tengah sirloin. Karena daging ini sangat lunak, cara memasaknya dengan cepak supaya tekstur daging tidak rusak.

Has dalam bisa dipotong untuk dipanggang dalam oven, atau bisa juga dipotong dalam bentuk steak (tenderloin steak, fillet mignon). Biasanya steak tartare dibuat dari has dalam. Harga jenis potongan ini adalah yang paling mahal dibandingkan dengan potongan yang lainnya.

Samcan
Samcan atau flank, adalah potongan dari bagian otot perut. Bentuknya panjang dan datar, dan kurang lunak. Di Prancis daging ini dinamakan bavette, dimasak secukupnya saja dan dimakan rare supaya daging tidak menjadi a lot karena dimasak terlalu lama.

Samcan yang diiris tipis-tipis seringkali dijual sebagai daging oseng-oseng. Samcan bisa didiamkan dalam marinade satu malam atau beberapa hari untuk membantu proses pelunakan dan setelah dimasak dipotong menjadi irisan tipis atau bisa juga dipukul-pukul sebelum dimasak.

Penutup, tanjung, kelapa, pendasar, gandik
Dari paha belakang sapi, atau rump, terdapat beberapa potongan yaitu rump (tanjung), kelapa (knuckle), penutup (inside, topside), silverside, gandik (eye of round), dan pendasar (outside).

Tanjung adalah bagian pinggang sapi yang dilapisi oleh lemak yang cukup tebal, bisa dipotong sebagai rump atau dipotong lagi menjadi rump steak. Daging tanjung termasuk jenis daging yang lunak. Tanjung bisa panggang, digrill atau dibroil, digoreng atau diungkep. Jika diiris tipis-tipis bisa juga dipakai untuk oseng.

Daging penutup, kelapa, gandik dan pendasar cocok untuk dibuat empal, dendeng, dan rendang karena sifat dagingnya yang padat.

Silverside terdapat di paha belakang bagian bawah. Dagingnya padat dan tidak banyak mengandung lemak. Cocok untuk dibuat dendeng, rendang, abon dan bisa juga direbus.

Sengkel
Sengkel, dari bahasa Belanda schenkel, dalam bahasa Inggris shank atau shin merupakan daging yang terdapat di bagian atas betis sapi. Potongan daging ini tidak lunak, dan bisa dibuat menjadi kari, sop, digiling untuk dijadijan daging cincang yang tidak begitu berlemak. (Poppy Barkah)

SUmber : Media Indonesia

Dinas Pendidikan Kontrol Siswa Nge-net


Bertempat di Balairung Telkom Divre V Jatim, Jl Ketintang 156, Sabtu (12/12) siang tadi, ratusan guru dan siswa mengikuti sosialisasi Implementasi program Internet Sehat dan Aman (INSAN) yang digagas Menteri Komunikasi dan Informatika RI pertengahan bulan lalu.

Menurut Eddy Kurnia, Vice President Public and Marketing Communication Telkom, keberadaan internet memang banyak memberikan menguntungkan dan kemudahan. Namun tidak dipungkiri pula bahwa kemajuan teknologi ini juga sarat pengaruh negatif. Terlebih, saat ini siswa SMA, SMP, hingga SD mulai mengenal dan kerap menggunakan internet.

“Ini yang membuat Telkom mewujudkan program Menkominfo melalui program Corporate Social Responsibility dengan nama DNS (Domain Name Server) Nawala serta bekerjasama dengan AWARI (Asosiasi Warnet Indonesia),” kata Eddy.

DNS Nawala, Eddy menyebutkan, digunakan secara gratis oleh pengguna internet di Indonesia. Secara spesifik, DNS Nawala akan mengurangi konten negatif yang tidak sesuai dengan peraturan perundangan, nilai agama, norma sosial, adat istiadat dan kesusuliaan bangsa Indonesia seperti pornografi dan perjudian. “DNS Nawala juga akan memblokir situs internet yang mengandung konten berbahaya seperti malware, situs phising (penipuan) dan sejenisnya,” ucap Eddy.

Sementara itu, menurut data yang dicatat oleh Gatot Indra, Senior Manager Marketing and Sales Telkom Divre V Jatim, pihaknya telah melakukan survei dan riset tentang siswa SMP, SMA yang memanfaatkan jasa internet. Dari survey, frekuensi pemakaian internet oleh siswa SMP setiap harinya 8 persen dan siswa SMA 9 persen.

“Ini menandakan setiap hari para siswa selalu membuka internet. Kalau tidak kita awasi dan kontrol, jelas akan menimbulkan kekhawatiran sendiri,” ucap Gatot.

Bahkan, lanjut Gatot, tercatat sebanyak 81 persen siswa menggunakan internet melalui rental atau warung internet. “Terlebih kalau malam. Sangat banyak yang datang ke warnet, mayoritas pemakaianya adalah pelajar,” ucapnya.

Lantas, bagaimana tanggapan Dinas Pendidikan? Sahudi, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya yang ditemui siang tadi mengatakan, terobosan dari Telkom dengan programnya dinilai sangat tepat dan sesuatu yang patut diapresiasi. “Tepat untuk mewujudkan program Internet Sehat dan Aman,” ucapnya.

Sahudi menyebutkan, pihaknya akan menindaklanjuti program ini. Tidak lama lagi, Dinas Pendidikan akan mengajak pimpinan sekolah dan menggandeng orang tua siswa untuk menindaklanjutinya.

“Tindaklanjutnya seperti apa, nanti akan dibicarakan dengan institusi sekolah serta pihak terkait lainnya. Yang jelas, program ini sangat membantu mengontrol siswa-siswa yang menyalahgunakan jasa internet,” jelas mantan Kepala SMAN 15 tersebut.

Sumber
Laporan: Fiqih Arfani | Surabaya Post

Facebook Perketat Privasi Pengguna


Seiring makin banyaknya pengguna yang kini telah menembus angka 350 juta, Facebook mulai fokus untuk memperketat privasi pengguna. Mulai Rabu ((9/12/2009), semua pengguna Facebook akan diminta untuk melakukan setting ulang untuk memastikan konten apa saja yang bisa diakses publik dan yang hanya bisa dilihat jaringan pertemanannya.

"Facebook sedang mengubah cara orang mengendalikan informasi di dunia online dengan mendorong mereka untuk memilah-milah setiap konten yang akan di-share kepada audiens yang berbeda-beda," ujar Elliot Schrage, wakil presiden komunikasi, kebijakan publik, dan marketing Facebook, seperti dilansir Telegraph.

Begitu melakukan login, setiap pengguna Facebook akan diarahkan ke fitur transisi yang akan memandu mereka untuk meninjau pengaturan privasinya dan melakukan setting ulang. Pengguna baru juga akan diarahkan untuk mempelajari aturan main kontrol privasi ini setelah proses registrasi selesai.

Dengan fitur ini, pengguna dapat menentukan siapa yang boleh melihat informasi di halaman proil, komentar, foto, dan video. Apakah akan diperbolehkan untuk dilihat teman saja, temannya teman Anda, atau bebas dilihat siapa saja termasuk yang tidak masuk jaringan pertemanannya. Khusus untuk pengguna yang berusia di bawah 18 tahun, sistem akan mengatur agar semua informasi yang ditampilkan hanya dapat dilihat teman, temannya teman, teman satu sekolah, atau teman satu organisasi saja.

Hal tersebut dilakukan Facebook setelah mendapat masukan dari para pengguna dan para pakar jejaring sosial. Pengaturan privasi yang ketat juga upaya untuk memastikan setiap informasi jatuh ke tangan yang benar sehingga menekan penyalahgunaan Facebook.


Sumber Kompas

Seni menulis


Menulis, jika sepakat dianggap sebagai seni, adalah seni yang bisa dilakukan oleh siapapun tanpa keterampilan khusus. Setiap yang bisa berkomunikasi, bisa menulis. Hebatnya orang buta hurufpun tetap bisa menulis. Ucapkan saja, catat oleh orang lain, dan jadilah tulisan. Begitulah indahnya tulis menulis.

Bidang yang bisa jadi tulisan? Semua. Apapun yang berkaitan langsung atau tidak langsung atau tidak berkaitan sama sekali bisa menjadi bidang tulisan. Bisa dituliskan. Terserah seperti apa pembagian (kriteria) “bidang” semua bisa menjadi bahan tulisan. Kebebasan luar biasa untuk berekspresi dengan tulisan. Semua bisa dituliskan.

Tidak demikian halnya dengan seni lain. Pernahkan mendengar lukisan “asin” atau “merdu”? Nah dengan menulis asin bisa dituliskan merdu juga dapat. Apa-apa yang bisa diindrai bisa ditulisakan. Bahkan tidak terbatas pada lima indra saja. Kita bisa menambah sampai jumlah banyak sekali ‘indra’ kita dan menuliskan kesan atau persepsi dari indra-indra tersebut. Buat tulisan mengenai aspal jalan saat hujan dengan indra ke-enam. Bukan hitam, bukan basah, bukan licinnya, tapi tentang asal aspal jalan itu (jangan-jangan hasil mendzolimi rakyat), manfaatnya buat orang banyak. Juga mudharat nya buat masyarakat.

Media menulis juga luar biasa banyak pilihan. Tinggal pilih yang dirasa paling sesuai. Familiar dengan internet? gunakan internet untuk menulis. Banyak juga pilihan media menulis di internet. Gratis, hampir gratis atau mahal, tinggal pilih saja yang cocok.

Nah sangat terbuka dan menarik bukan? Menurut para Guru dan Master menulis, mulai saja menulis. Jangan menyusun rencana dan harapan dulu. Malah nanti tidak jadi-jadi menulis. Jadi tunggu apa lagi? Mari menulis apa saja. Selama tidak melanggar aturan, gampang kok, hindari SARA, pornografi, fitnah dan hal-hal negatif lain. Dijamin aman. Atau gampangnya (kalo menulis di blog) lihat saja TOS dari layanan yang digunakan. Aman.

Sabtu, 12 Desember 2009

Asal Usul Rupiah


Asal usul kali ini akan membahas ulasan mengenai asal usul rupiah yang notabene menjadi nama mata uang Indonesia.

Perkataan “rupiah” berasal dari perkataan “Rupee”, satuan mata uang India. Indonesia telah menggunakan mata uang Gulden Belanda dari tahun 1610 hingga 1817. Setelah tahun 1817, dikenalkan mata uang Gulden Hindia Belanda.

Mata uang rupiah pertama kali diperkenalkan secara resmi pada waktu Pendudukan Jepang sewaktu Perang Dunia ke-2, dengan nama rupiah Hindia Belanda. Setelah berakhirnya perang, Bank Jawa (Javaans Bank, selanjutnya menjadi Bank Indonesia) memperkenalkan mata uang rupiah jawa sebagai pengganti.

Mata uang gulden NICA yang dibuat oleh Sekutu dan beberapa mata uang yang dicetak kumpulan gerilya juga berlaku pada masa itu.

Sejak 2 November 1949, empat tahun setelah merdeka, Indonesia menetapkan Rupiah sebagai mata uang kebangsaannya yang baru. Kepulauan Riau dan Irian Barat memiliki variasi rupiah mereka sendiri tetapi penggunaan mereka dibubarkan pada tahun 1964 di Riau dan 1974 di Irian Barat.

Krisis ekonomi Asia tahun 1998 menyebabkan nilai rupiah jatuh sebanyak 35% dan membawa kejatuhan pemerintahan Soeharto.

Rupiah merupakan mata uang yang boleh ditukar dengan bebas tetapi didagangkan dengan pinalti disebabkan kadar inflasi yang tinggi .

Satuan di bawah rupiah

Rupiah memiliki satuan di bawahnya. Pada masa awal kemerdekaan, rupiah disamakan nilainya dengan gulden Hindia Belanda, sehingga dipakai pula satuan-satuan yang lebih kecil yang berlaku di masa kolonial.

Berikut adalah satuan-satuan yang pernah dipakai namun tidak lagi dipakai karena penurunan nilai rupiah menyebabkan satuan itu tidak bernilai penting.

* sen, seperseratus rupiah (ada koin pecahan satu dan lima sen)
* cepeng, hepeng, seperempat sen, dari feng, dipakai di kalangan Tionghoa
* peser, setengah sen
* pincang, satu setengah sen
* gobang atau benggol, dua setengah sen
* ketip/kelip/stuiver (Bld.), lima sen (ada koin pecahannya)
* picis, sepuluh sen (ada koin pecahannya)
* tali, seperempat rupiah (25 sen, ada koin pecahan 25 dan 50 sen)

Terdapat pula satuan uang, yang nilainya adalah sepertiga tali.

Satuan di atas rupiah

Terdapat dua satuan di atas rupiah yang sekarang juga tidak dipakai lagi.
* ringgit, dua setengah rupiah (pernah ada koin pecahannya)
* kupang, setengah ringgit

Jumat, 11 Desember 2009

KATA-KATA BIJAK PARA FILOSOF YUNANI

KATA-KATA BIJAK PARA FILOSOF YUNANI

Phytagoras

• Phytagoras berkata,”jika engkau ingin hidup senang ,maka hendaklah engkau rela di anggap sebagai tidak berakal atau di anggap orang bodoh”.
• Pukulan dari sahabatmu lebih baik dari pada ciuman dari musuhmu.
• Phytagoras berkata,”jangan sekali-kali percaya pada kasih sayang yang datang tiba-tiba,karena dia akan meninggalkanmu dengan tiba-tiba pula”.
• Jangan membanggakan apa yang kamu lakukan hari ini, sebab engkau tidak akan tahu apa yang akan di berikan oleh hari esok.


Plato

• Orang yang ingin bergembira harus menyukai kelelahan akibat bekerja.
• Janganlah engkau berteman dengan orang jahat karena sifatmu akan mencuri sifatnya tanpa engkau sadari.
• Plato berkata ,”Orang yang berilmu mengetahui orang yang bodoh karena dia pernah bodoh,sedangkan orang yang bodoh tidak mengetahui orang yang berilmu karena dia tidak pernah berilmu”.
• Budi pekerti yang tinggi adalah rasa malu terhadap diri sendiri.
• Plato di Tanya ,”Bagaimana caranya agar seseorang biasa hidup dengan tenang?”. Dia menjawab ,” Jika orang itu tidak melakukan kejahatan dan tidak bersedih akan sesuatu yang di alaminya,maka dia tentu akan merasa tenang”.
• Kerendahan seseorang di ketahui melalui dua hal : banyak berbicara tentang hal-hal yang tidak berguna,dan bercerita padahal tidak di tanya.
• Jangan terlalu banyak mengenal orang .sebab, kalian lebih sering di sakiti oleh orang yang kalian kenal,sedangkan orang yang tidak kalian kenal nyaris tidak dapat menyakiti kalian.
• Cinta adalah gerak jiwa yang kosong tanpa pikiran.

Thales

• “orang yang bercita-cita tinggi adalah orang yang menganggap teguran teguran keras baginya lenbut daripada sanjungan merdu dari penjilat yang berlebih-lebihan”
• “apabila kamu menasihati orang yang bersalah maka berlemah lembutlah agar dia tidak merasa di telanjangi”
• “orang yang secara sembunyi-sembunyi melakukan suatu perbuatan yang tidak di lakukan secara terang-terangan,ia tidak berharga di hadapan dirinya”

Socrates

• Seseorang menampar pipi Socrates,lalu pada bekas tamparan itu Socrates menulis “Seseorang telah menamparku ini balasan dariku”.
• Socrates di cela karena makan terlalu sedikit, maka di menjawab,“aku makan untuk hidup, bukan hidup untuk makan”.
• Socrates di cela karena di tidak banyak bicara, dia menjawab,”Allah Taala telah menciptakan dua telinga dan satu lidah untukku agar aku banyak mendengar daripada berbicara,tetapi kalian lebih banyak bicara daripada mendengar”.
• Setelah berusia tua,Socrates,belajar musik. Lalu ada orang berkata padanya,” apakah engkau tidak malu belajar di usia tua?”. Dia menjawab,” Aku merasa lebih malu menjadi orang yang bodoh di usia tua”.
• Socrates berkata,”Cobalah dulu,baru cerita. Pahamilah dulu,baru menjawab. Pikirlah dulu,baru berkata.Dengarlah dulu,baru beri penilaian .Bekerjalah dulu,baru berharap.
• Socrates berkata ,” kesedihan membuat akal terpana dan tidak berdaya.jika anda tertimpa kesedihan, terimalah dia dengan keteguhan hati dan berdayakanlah akal untuk mencari jalan keluar”.
• Janganlah engaku menceritakan isi jiwamu kepada oarng lain,karena sungguh jelek orang yang menaruh hartanya di rumah dan memerkan isinya.
• Kesejahteraaan memberikan peringatan,sedangkan bencana memberi nasihat.
• Janagn mengomentari kesalahan orang lain, karena orang itu akan mengambil manfaat dari ilmumu lalu di menjadi musuhmu.


Sumber
Stephan’s Blog

CO2 Tidak Signifikan Pengaruhi Perubahan Temperatur


Konsentrasi gas CO2 (karbondioksida) di atmosfer tidak signifikan mempengaruhi perubahan temperatur udara karena banyak hal lain penyumbang pemanasan global yang perlu diteliti lebih lanjut, kata seorang peneliti.

Kesimpulan penelitan itu disampaikan peneliti Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Dr Ir Chunaeni Latief Msc, dalam orasi pengukuhannya sebagai profesor riset Indonesia di Jakarta, Rabu.

Ia menyebutkan radiasi inframerah yang diserap CO2 memiliki puncak spektrum 2,7 lalu 4,3 dan 15 um, yang bersumber dari radiasi panas 800,343 dan -80 derajat Celcius. Ketiga sumber temperatur tersebut sulit diperoleh dari sumber black body (sifat yang dimiliki CO2) di bumi.

Ketiga temperatur itu hanya bisa bersumber dari gunung berapi dan daerah stratosfer (lapisan atmosfer) ke atas, jadi bukan panas permukaan bumi. Dengan demikian black body di permukaan bumi sangat kecil pengaruhnya terhadap pemanasan global, kata Chunaeni.

Menanggapi tudingan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara penyumbang CO2 sebagai sumber pemanasan global, Chunaeni menyatakan itu tidak benar.

Berdasarkan penelitian yang ia lakukan di Bandung, Jawa Barat, kemudian di Watukosek, Jawa Timur, dan Pontianak, Kalimantan Barat, konsentrasi CO2 di daerah itu tidak berpengaruh signifikan pada kenaikan temperatur, khususnya di permukaan daerah tersebut.

Konsentrasi CO2 di tiga daerah tadi sekitar 400 ppm, jauh di bawah 714 ppm.

Ditanya mengenai hasil penelitiannya yang bertolak belakang dengan isu pemanasan global yang menyebut bahwa CO2 sebagai sumber utama peningkatan temperatur di bumi, Chunaeni menyatakan bahwa isu itu sengaja dilontarkan negara-negara maju untuk kepentingan bisnis dan politis.

Selama ini Chunaeni bersama Lapan telah membangun Instrumen Satklim-1A yang dimanfaatkan untuk meneliti gas rumah kaca (GRK) khususnya CO2 vertikal. Walaupun banyak kendala yang dihadapi, instrumentasi Satklim-1A telah diujicobakan pada 2006 untuk mengukur CO2 vertikal di Bandung dan Watukosek.

Sejalan dengan sistem pengamatan GRK vertikal, dikembangkan juga instrumentasi Sains Atmosfer dan Iklim Lapan untuk CO2 bawah atau permukaan (Satklim LPN-1B) yang digunakan untuk memonitor CO2 permukaan secara tetap.

Perjalanan pengembangan instrumentasi Satklim LPN-1A, menurut Chunaeni, dapat disimpulkan bahwa instumentasi itu dapat digunakan untuk penelitian CO2 vertikal dan dapat dikembangkan untuk penelitian horisontal jarak jauh termasuk parameter atmosfir lain dengan menggunakan wahana balon.

Kemudian hasil pengukuran konsentrasi CO2 vertikal fluktuatif tergantung pada bulan atau musim saat itu. Hasil analisis menunjukkan CO2 tidak signifikan mempengaruhi perubahan temperatur karena banyak hal lain yang perlu penelitian lebih lanju.

Penelitian CO2 membuka peluang penelitian fenomena konveksi, dinamika atmosfer, kemungkinan munculnya lapisan CO2 di atmosfer atas dengan fenomena pendingin, dan fenomena lain.


Sumber
Jakarta (ANTARA)


Perubahan Kromosom Dapat Mengakibatkan Kanker


Perubahan kromosom yang disebut "aneuploidy" dapat mengakibatkan kanker, sehingga mempertegas apa yang telah lama diduga oleh para ilmuwan, demikian temuan beberapa penelitian.

Pada hakekatnya semua kanker pada manusia memiliki sejumlah kromosom yang tidak normal, dan para ilmuwan telah lama menduga bahwa mutasi gen yang mendorong pemisahan kromosom secara keliru selama pembagian sel adalah penyebab berkembangnya tumor, kata para peneliti di Mayo Clinic, dalam satu pernyataan, yang disiarkan pada Senin (7/12)

"Dengan menggunakan gabungan model baru tikus bagi kanker manusia, kami dapat membuktikan bahwa aneuploidy mengakibatkan kanker dan membeberkan mekanisme terjadinya proses tersebut," kata ahli biologi kanker di Mayo Clinic dan penulis senior studi itu, Jan van Deursen, sebagaimana dilaporkan kantor berita Prancis, AFP.

Dalam uji-coba pada tikus, para peneliti tersebut mendapati bahwa satu sel kurang mampu untuk menekan tumor kalau ada mitosis atau pembelahan kromosom, yang mengasilkan misalignment atau misintegrasi, ketika satu sel adalah kromosom yang hilang.

"Sel tersebut kehilangan kemampuan untuk menekan tumor, yang menjadi bagian dari sistem kekebalan," kata jurubicara Mayo Clinic, Bob Nellis.

"Itu seperti hilangnya perangkat lunak anti-virus di komputer anda," kata jurubicara Mayo Clinic, Bob Nellis.

"Sel tersebut lebih cenderung mengatakan, `Datang dan tangkap saya` kepada kanker," katanya.

Apakah penyimpangan kromosom mengakibatkan kanker tergantung atas sejarah genetika atau keluarga orang yang bersangkutan serta pada jenis kanker, kata Nellis.

Di antara kanker yang ditemukan di dalam studi itu yang dipicu oleh "aneuploidy" adalah kanker usus besar dan kanker jaringan sistem getah bening.

Temuan itu, yang disiarkan di dalam jurnal "Cancer Cell terbitan saat ini, mengakhiri perdebatan yang berlangsung lama di bidang penelitian kanker mengenai apakah "aneuploidy" adalah penyebab kanker, atau disebabkan oleh itu.

"Karena kini kami memahami mekanisme yang memungkinkan aneuploidy berakibat kanker, itu akan lebih mudah bagi peneliti lain untuk membangun pengetahuan ini, dan mengincar obat baru yang sesuai," kata van Deursen, dalam satu pernyataan.

Di dalam studi lain, yang disiarkan di dalam "Journal of Cell Biology", Senin, para peneliti di National Cancer Institute (NCI) "meneliti kemungkinan bahwa pengaturan gen penyakit tertentu mungkin dimanfaatkan sebagai strategi diagnosis baru untuk membedakan jaringan ganas dengan yang normal".

Para peneliti itu mendapati beberapa gen di dalam jaringan kanker payudara ganas yang memiliki posisi berbeda di dalam inti sel dibandingkan dengan yang terjadi pada jaringan payudara normal.

Mereka juga mendapati bahwa posisi gen tunggal, HES5, memungkinkan mereka mengidentifikasi jaringan kanker payudara ganas "dengan ketepatan hampir 100 persen".

Temuan dalam studi tersebut membuka kemungkinan mengenai penggunaan posisi satu gen di dalam inti sel sebagai alat diagnosis baru, kendati para penulisnya mengakui bahwa studi yang lebih luas harus dilakukan lebih dulu.

Studi mereka mempelajari serangkaian 20 gen di dalam sel pada 11 payudara manusia normal dan 14 spesimen jaringan kanker payudara ganas.

"Jika disahkan di dalam jumlah yang lebih besar, kami meramalkan bahwa pendekatan ini mungkin adalah petunjuk molekular pertama yang bermanfaat mengenai kanker setelah mamogram ketidak-normalan," kata Tom Misteli dari "Center for Cancer Research" di NCI. Ia juga adalah penulis senior dalam studi itu.

Penggunaan posisi satu gen di dalam inti sel untuk mendeteksi tumor dapat "mengurangi kekeliruan manusia dalam membuat diagnosis karena metode tersebut memberi banyak catatan dan tidak dilandasi atas kriteris subjektif atau keahlian patologi perorangan yang melakukan penilaian dengan menggunakan mikroskop," kata studi itu.

Alat diagnosis baru tersebut takkan dibatasi pada kanker payudara, tapi dapat diterapkan pada setiap kanker --kondisi saat gen yang menyimpang dapat diidentifikasi, kata Misteli.

Facebook Resmikan Aturan Baru


Facebook akhirnya meresmikan aturan terbaru mereka seputar kontrol masalah privasi yang telah banyak menuai protes selama beberapa bulan terakhir.

Sebelum meresmikan aturan baru ini, pekan lalu, Mark Zuckerberg, pendiri Facebook mengirimkan surat terbuka pada seluruh 350 juta penggunanya. Ketika itu ia menjanjikan bahwa akan ada perubahan di Facebook.

Intinya, pilihan-pilihan baru yang disediakan akan memungkinkan pengguna mengustomisasi setiap status update ataupun apapun yang mereka post dan upload. Misalnya oleh konten tersebut bisa dilihat dan lain-lain.

“Facebook melakukan transformasi terhadap kemampuan dunia untuk mengontrol informasi secara online dengan mendorong lebih dari 350 juta orang untuk melakukan personalisasi siapa yang bisa melihat setiap konten apapun yang mereka pasang,” kata Elliot Scharge, Vice President of Communications, Public Policy and Marketing Facebook pada keterangan resminya, 10 Desember 2009.

Scharge menyebutkan, pihaknya mendesain Facebook agar orang bisa mengontrol informasi apa yang ingin bagikan pada siapa. “Itu alasan kami mengapa layanan kami menarik perhatian berbagai kelompok pengguna dari seluruh dunia,” kata Scharge. “Pengumuman yang kami lakukan hari ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pengguna,” ucapnya

Adapun perubahan yang paling signifikan yang dilakukan Facebook adalah opsi privacy yang kini tersedia untuk seluruh pengguna setiap kali mereka melakukan update status atau upload foto. Opsi yang ada kini memungkinkan pengguna mengubah konten tersebut apakah dapat dilihat oleh hanya teman, teman dari teman, semua orang, atau kustomisasi sendiri.

Fitur baru lainnya yang disediakan adalah kemampuan untuk membuat daftar teman dan mengelompokkan teman-teman berdasarkan apa yang ingin pengguna bagikan dengan mereka.

Opsi ini memungkinkan pengguna untuk berbagi foto hanya dengan keluarganya, atau membuat opini yang bisa dibaca oleh semua orang. Terakhir, Facebook juga menghapuskan regional network, fitur yang sudah usang untuk sebuah situs dengan 350 juta pengguna.

Sumber
VIVAnews

Kamis, 10 Desember 2009

Apa Sih Kerjanya CPU Pada Komputer


Bagaimana program dijalankan CPU? Mari kita meneliti cara central processing unit, bekerjasama dengan memori, mengeksekusi program komputer. Kita akan melihat bagaimana hanya satu instruksi dalam program dijalankan.

Pada kenyataannya Cara Kerja CPU pada Sistem Komputer, kebanyakan komputeer saat ini hanya dapat mengeksekusi satu instruksi pada satu waktu, meskipun mereka jalankan dengan sangat cepat. Banyak komputer pribadi dapat mengeksekusi instruksi dalam waktu kurang dari satu juta detik, sedangkan kecepatan setan dikenal sebagai superkomputer dapat mengeksekusi instruksi dalam waktu kurang dari satu milyar detik.

Sebelum instruksi Cara Kerja Sistem Komputer dapat dilaksanakan, instruksi-instruksi program dan data harus ditempatkan ke dalam memori dari perangkat input atau perangkat penyimpanan sekunder (proses ini semakin rumit oleh fakta bahwa, sebagaimana kita catat sebelumnya, data yang mungkin akan membuat sementara berhenti di register).
Cara Kerja CPU Pada Komputer sebagai berikut:

1. Mengambil unit kontrol (mendapat) instruksi dari memori.

2. Decode unit kontrol instruksi (memutuskan apa artinya) dan mengarahkan bahwa data yang diperlukan akan dipindahkan dari memori ke aritmatika logic unit. Ini bersama-sama dua langkah pertama disebut waktu instruksi, atau saya-waktu.

3. Aritmetik unit logika mengeksekusi instruksi aritmetika atau logis. Artinya, ALU diberikan kontrol dan melakukan operasi yang sebenarnya pada data.

4. THC aritmatika logic unit menyimpan hasil dari operasi ini di memori atau register. Langkah 3 dan 4 bersama-sama disebut waktu eksekusi, atau E-time.

5. Unit kontrol akhirnya mengarahkan memori untuk melepaskan hasil untuk perangkat keluaran atau perangkat penyimpanan sekunder.

Analisis Virus Komputer


Pernahkah direpotkan oleh virus yang menyerang komputer Anda? Sementara update antivirus kita belum mampu mengenali program jahat yang mangacau tersebut. Mengapa tidak mencoba iseng-iseng menganalisis sendiri? Ini dia tahap sederhananya.

Adang Juhar Taufik, Senior Vaksinis Vaksincom dalam seminar Vaksincom bertempat di Ancol, Jumat (4/12/2009), memberi penjelasan betapa sederhananya tahapan analisis virus yang menyusup pada komputer bersistem operasi Windows, khususnya jika yang menyerang virus lokal.

“Untuk virus lokal sendiri sebenarnya mudah untuk menganalisisnya, karena pasti karakterisitknya sama,” ujarnya. Adang pun mengatakan bahwa pertama kita harus memiliki internet, untuk mencari tools-tools yang secara gratis bisa diunduh di beberapa situs.

Selain itu virus lokal juga bisa dilihat melalui list proses Windows melalui task manager, untuk melihat jenis file aneh yang running. Di samping itu kita juga bisa menganalisanya melalui registry tools (reg. edit).

“Untuk user yang lebih advanced ada 2 tools yang mungkin bisa digunakan yakni pack detection dan unpack program serta VB decompiler. Karena biasanya virus lokal berbasis VB,” tambahnya.

Adang pun menjelaskan setelah kita memiliki tools-tools tersebut, kita bisa mulai menganalisa dengan tahapan-tahapan yang sederhana:
1.Pahami dulu jenis virus yang menyerang: Icon apa yang disamarkan serta ukurannya.
2.Pahami karakteristik virus. Apakah membuat file duplikat, menyembunyikan file, menginjeksi file, atau menampilkan pesan tertentu.
3.Pahami cara kerja virus: Apa yang diubah virus, apakah registry, file induk yang dibuat, atau fungsi windows yang diblok.
4.Pahami penyebaran virus: Apakah melalui USB flash disk atau folder yang di share, karena biasanya virus lokal menyusup melalui 2 media tersebut.
5.Siapkan beberapa tools yang digunakan.

Hari HAM Ramaikan Monas

Sehari setelah Hari Antikorupsi Sedunia 9 Desember kemarin, masyarakat sipil kembali akan merayakan sebuah peringatan yang tak kalah pentingnya, yakni Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia yang jatuh hari ini, 10 Desember. Berbagai pagelaran budaya akan menyambut hari diproklamasikannya The Universal Declaration of Human Rights 60 tahun silam.

Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Usman Hamid, mengatakan acara pagelaran buadaya akan dilangsungkan di Silang Monas, Jakarta Pusat, Kamis (10/12/2009) pukul 11.00 WIB. Akan ditampilkan musik dari petani dari Megelang, Jawa Tengah dan juga dari beberapa musisi.

"Kita perkirakan akan ada ribuan petani, buruh yang akan ikut dala aksi ini. Kami ingin buktikan bahwa mereka betul-betul meminta perhatian dari pemerintah," kata Usman saat berbincang dengan detikcom via telepon.

Usman menjelaskan, peringatan Hari HAM Sedunia kali ini akan difokuskan pada tuntutan keadilan bagi rakyat kecil seperti petani, buruh, orang miskin, dan kaum minoritas.

"Kita memperingati HAM dengan mengarahkan pada tuntutan keadilan bagi rakyat kecil. Kasus pelanggaran HAM pada perempuan dalam beberapa tahun ini juga mengemuka," ujar Usman.

Di Indonesia, lanjut Usman, realitas hukum yang juga menjadi nafas bagi penegakan HAM yang sekarang yang terjadi, lebih condong dan dekat pada kekuasaan. Sehingga, kasus seperti Prita, Khoe Seng Seng, dan Nenek Minah bisa marak terjadi.

"Banyak lagi kasus yang menunjukkan keadilan tidak berpihak pada orang kecil. Karena hukum digunakan untuk orang besar dan punya dana yang besar untuk menyewa pengacara-pengacara," katanya.


Sumber
Id.yahoo.com

Fenomena 2012 Siklus 11 Tahunan


Seorang peneliti dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) menyatakan fenomena meningkatnya aktivitas matahari yang menurut ramalan suku Maya terjadi pada 2012 tidak perlu dikhawatirkan apalagi dihubungkan dengan hari kiamat.


Peneliti astronomi dan astrofisik Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) yang baru saja dikukuhkan sebagai profesor riset Indonesia Dr Thomas Djamaluddin Msc, Rabu, menyatakan tidak ada yang istimewa dari fenomena alam 2012 itu karena hanya siklus 11 tahunan meningkatnya aktivitas matahari.

"Fenomena 2012 yang menghebohkan masyarakat lebih banyak berawal dari ramalan suku Maya, bukan berasal dari alasan ilmiah. Kalau kemudian memang ada fenomena 2012 alasan ilmiahnya apa? Tapi yang lebih banyak diungkapkan justru bukan sainsnya," kata Thomas usai dikukuhkan sebagai profesor riset di kantor Lapan Jakarta.

Menurut Thomas, fenomena aktivitas puncak matahari sebelumnya diperkirakan terjadi pada 2011, namun titik minimumnya bergeser sehingga diperkirakan terjadi pada 2012. Namun, sekarang pun ada pergeseran lagi sehingga kemungkinan terjadi pada 2013.

Secara alamiah, tegas Thomas, tidak ada yang istimewa karena itu merupakan siklus 11 tahunan. "Terakhir terjadi pada 1989 kemudian pada 2000, dan nanti 2012 atau 2013 akan terjadi lagi."

Orang kemudian mengkhawatirkan terjadi badai matahari, padahal tidak akan ada badai matahari dahyat yang menimbulkan dampak parah.

Badai matahari pada dasarnya adalah fenomena bumi yang sering terjadi bukan saja saat aktivitas matahari mencapai puncak, tetapi saat aktivitas mulai naik hingga turun lagi tetap ada badai matahari.

Artinya memang frekuensi kejadiannya lebih banyak pada saat puncak. Tetapi, menurut Thomas, kekuatan terbesarnya belum tentu pada saat puncak. Sering kali yang paling kuat justru setelah puncak.

"Katakan puncak yang lalu terjadi di 2000, tetapi aktivitas matahari yang paling besar, yang paling kuat justru terjadi pada 2003," katanya.

Perbincangan fenomena aktivitas matahari ini juga berkembang, yang kemudian dikaitkan lagi dengan seolah-olah akan ada tumbukan komet.

"Itu juga secara astronomi tidak ada buktinya. Tidak ada informasi atau perkiraan akan ada komet besar yang menabrak bumi pada 2012. Kemudian ada lagi yang memperkirakan ada planet Nibiru, padahal planet Nibiru tidak dikenal dalam astronomi," jelas Thomas.

Berbagai perbincangan mengenai fenomena 2012, seperti seolah-olah berdasarkan teori astronomi ada asteroit besar yang akan menghantam bumi, sama sekali tidak punya dasar atau tidak ada alasan astronominya.

"Jadi pada dasarnya kekhawatiran 2012 lebih banyak terkait dengan penafsiran ramalan suku Maya, dan oleh ketua suku Maya sendiri sudah menyatakan bahwa 2012 bukan akhir dan itu hanyalah pergantian item kalender yang biasa," kata dia.

Menurut Thomas, dampak dari badai matahari yang ditimbulkan dari percikan partikel matahari dan menimbulkan medan magnit itu selama ini hanya berdampak pada keberadaan satelit di orbit dan terhadap transformer fasilitas jaringan listrik.

Badai matahari dapat menimbulkan induksi ke fasilitas jaringan listrik sehingga terjadi kelebihan beban dan bisa menyebabkan trafo meledak atau terbakar. Sampah Antariksa Dalam orasi ilmiahnya pada pengukuhannya sebagai profesor riset bersama Dr Ir Chunaeni Latief Msc, Thomas juga menyatakan bahwa wilayah Indonesia yang dilalui garis ekuator cukup panjang rentan menjadi tempat jatuhnya sampah antariksa yang sekarang kian banyak.

"Sampah antariksa semakin lama semakin banyak. Yang terpantau oleh sistem jaringan pemantau internasional ada sekitar 13 ribu lebih dan ancamannya bisa mengganggu satelit aktif. Dan salah satunya pernah, sampah antariksa bekas satelit Rusia menabrak satelit aktif karena semakin banyak satelit di antariksa kemungkinan bertabrakan semakin besar," katanya.

Indonesia yang berada di garis ekuator memiliki kemungkinan lebih besar untuk terkena risiko jatuhnya sampah antariksa dibanding kawasan lain. Oleh karena itu Indonesia harus selalu waspada karena berada pada wilayah yang sering dilalui orbit satelit.

Hal itu harus menjadi perhatian Lapan dalam memberikan pelayanan informasi potensi bahaya benda jatuh dari antariksa sehingga kemungkinan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dapat dinetraliskan, demikian Thomas Djamaluddin.

Bersama Thomas, peneliti Lapan Dr Ir Chunaeni Latief Msc juga dikukuhkan sebagai profesor riset dalam bidang Opto Elektronika dan Aplikasi Laser. Dalam orasinya ia lebih mencermati kandungan dan efek emisi gas rumah kaca (CO2) dan pemanfaatan instumensi Satklim LPN-1A untuk penelitiannya yang bermanfaat bagi dunia penerbangan, dan kajian pemanasan global.

Sumber
Jakarta (ANTARA)

Rabu, 09 Desember 2009

Hari Anti Korupsi

Mungkin sudah banyak tahu bahwa hari ini tepat nya 9 desember ini sebagai hari anti korupsi sedunia. Yang ternyata pada hari ini juga banyak sekali aksi laga para pejuang bangsa (mahasiswa dan ormas2) yang menyatakan perang dengan korupsi, dengan mengadakan orasi-orasi di jalan-jalan dan tempat-tempat umum.

Tapi sedikit yang aku pilukan yaitu pengertian bangsa Indonesia itu sendiri, kenapa masalah bangsa kita itu kok semakin tahun semakin banyak dan kayak nya juga ngak selesai-selesai. Mulai dari bencana alam sampai dengan kasus korupsi. Ahh sulit memang sulit untuk menghilangkan korupsi, karena itu sudah mendarah daging.

Tapi yang aku sukai dari aksi demo ini adalah rakyat Indonesia ini tidak mati, dan anda sebagai pemimpin rakyat yang hidup dan bukan rakyat yang mati. Itu lah mungkin salah satu inti dari orasi-orasi itu.

Mungkin pemimpin bukan cuman pemimpin tapi dari semua aspek masyarakat itu harus belajar apa yang sebaik nya dilakukan untuk menhilangkan korupsi ini. Tapi aku melihat sendiri bahwa sistem seperti korupsi itu secara tidak langsung diajarkan kepada masyarakat.

Cukup aja lah, karena pikiran juga banyak mampet jadi aku langsung aja sudahi. Maaf yang tidak perkenan dengan artikel ini, Dimohonkan untuk saya maaf yang sebesar-besar nya. Terima Kasih

Selasa, 08 Desember 2009

Aplikasi yang akan Menyaingi Google Maps


Ada infomasi terbaru dari blogging di blogger yaitu ada aplikasi yang dapat menyaingi aplikasi dari google maps, yaitu aplikasi Bing Maps. Apa itu Bing Maps yaitu aplikasi yang kegunaan nya sama dengan google maps yang dikembangkan oleh teknisi Microsoft. Sedikit info nih,


1. Bing Maps sementara ini sedang dikembangkan oleh para teknisi Microsoft.Dan saat ini Bing Maps terbaru sudah dalam bentuk Beta.

2. Walaupun masih tahap percobaan namun Bing Maps ini mampu menampilkan data lalu lintas yang berasal dari kamera CCTV atau Twitter Maps.

3. Mampu memperbesar gambar hingga 360 derajat.

4. Fitur lainnya yaitu bird eye (prespektif mata burung), tampilan resolusi tinggi, jaminan tampilan mumpuni, akurasi data lalu lintas dan tambahan gambar terbaru dari kondisi lalu lintas setempat, secara utuh.

Nampaknya Bing berusaha memberi kemanjaan bagi penggunanya.Jadi wajarlah kalau beberapa tahun belakangan ini para peneliti di Microsoft terus melakukan berusaha bagaimana menciptakan situasi dunia dalam sebuah peta online, yang diinginkan konsumen.Kita lihat saja nanti..

Aplikasi Bing maps dapat dikunjungi di Sini


Pecandu Internet Berisiko Besar Melukai Diri Sendiri


Remaja yang kecanduan internet punya kemungkinan lebih besar untuk melakukan perbuatan yang membahayakan diri mereka. Demikian hasil studi ilmuwan Australia-China.


Seperti dilaporkan Reuters, pekan lalu para peneliti mengkaji 1.618 remaja berusia 13 sampai 18 tahun dari Provinsi Guangdong di China mengenai perilaku memukul diri, menjambak, mencubit atau membakar diri. Para responden juga diberi tes guna mengukur tingkat kecanduan mereka terhadap internet.

Tes itu mendapati bahwa sebanyak 10 persen siswa yang disurvei kecanduan internet pada tingkat sedang, sementara kurang dari satu persen adalah pecandu berat internet. Kecanduan internet telah dikategorikan sebagai masalah kesehatan mental sejak pertengahan 1990-an dengan gejala yang serupa dengan kecanduan lain.

"Semua siswa yang dikategorikan sebagai kecanduan tingkat sedang terhadap internet, 2,4 kali lipat lebih besar kemungkinannya melukai diri sendiri, satu sampai lima kali dalam 6 bulan belakangan dibandingkan dengan siswa yang tidak kecanduan internet," kata Dr. Lawrence Lam dari University of Notre Dame, Australia dan rekannya dari Sun Yat-Sen University, Guangzhou dalam hasil risetnya.

Mereka mengatakan hasil itu menunjukkan hubungan "yang kuat dan mencolok" antara kecanduan internet dan tindakan melukai diri di kalangan remaja bahkan jika dihitung bersama variabel lain yang berkaitan dengan perilaku seperti depresi, ketidakpuasan pada keluarga, atau peristiwa hidup yang membuat stres. Para peneliti mengatakan hal itu menunjukkan bahwa kecanduan ialah satu faktor risiko terpisah bagi tindakan melukai diri.

Para ahli menafsirkan kecanduan internet antara lain jika ada perasaan depresi, gelisah, dan murung ketika tidak melakukan kegiatan internet. Semua itu baru bisa hilang ketika pecandunya kembali melakukan kegiatan online. Mengkhayal atau terlalu memikirkan kegiatan online adalah tanda lain mengenai kecanduan internet. Meski diakui soal kecanduan internet ini perlu diteliti lebih lanjut.


Sumber

JAKARTA, KOMPAS.com

Dicopot dari jabatan keseleo kalimat

Tri laksano mantan Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Indragiri Hulu mengaku khilaf saat menyebutkan Anggota Dewan menjadi “Anggota Hewan”. Kesalahan ini membuat Tri dicopot dari jabatannya.


Tri khilaf karena sebelum rapat sosialisasi UU Lalu Lintas di Kantor DPRD Indragiri Hulu, beliau sibuk melakukan kegiatan razia. Tri mengaku letih dan belum makan, karena kurang sehatnya badan makanya beliau keseleo dalam menyebutkan kalimat tersebut.

Awalnya 30 Anggota DPRD Inhu yang hadir pada rapat tersebut tidak mempermasalahkan tetapi kesalahan ini berulangkali, akhirnya rapat tersebut terhenti karena banyak anggota DPRD yang keluar ruangan. Akhirnya DPRD Riau melaporkan tindakan Tri Laksono ke Kapolda Riau, karena melakukan pelecehan terhadap institusi negara dan perbuatan tidak menyenangkan. Tri Laksono sudah meminta maaf, tetapi Tri tetap dicopot dari jabatannya. Sumber Tribun Pekanbaru 6/12/2009

Sumber beritariau

Jumat, 04 Desember 2009

LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN INVESTIGASI ATAS KASUS PT BANK CENTURY Tbk

LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN INVESTIGASI ATAS KASUS PT BANK CENTURY Tbk

Pendahuluan
Pemeriksaan Investigasi atas kasus PT Bank Century Tbk (BC) dilakukan berdasarkan Undang-undang (UU) No 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara dan UU No 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan, serta memperhatikan Surat Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) No PW/5487/DPRRI/ IX/2009 tanggal 1 September 2009 perihal Permintaan Audit Investigasi/ Pemeriksaan dengan Tujuan Tertentu terhadap Bank Century. Sesuai dengan surat DPR tersebut, pemeriksaan ini meliputi:


1. Dasar hukum, kriteria, dan proses pengambilan keputusan yang digunakan pemerintah dalam menetapkan status Bank Century yang berdampak sistemik;
2. Jumlah dan penggunaan Penyertaan Modal Sementara yang telah diberikan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk menyelamatkan Bank Century; dan
3. Status dan dasar hukum pengucuran dana setelah peraturan Pemerintahan Pengganti Undang-Undang No.4 Tahun 2008 tentang Jaring Pengaman Sistem Keuangan (JPSK) ditolak DPR.

Untuk memenuhi pemerintahan DPR tersebut di atas, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) merumuskan tujuan pemerikasaan investigasi atas kasus BC sebagai berikut (1) Menilai apakah pengawasan BC oleh Bank Indonesia (BI) telah dilakukan sesuai dengan ketentuan; (2) Menilai apakah pemberian Fasilitas pendanaan Jangka Pendek (FPJP) oleh BI kepada BC telah dilakukan sesuai dengan ketentuan; (3) Menilai apakah proses pengambilan keputusan penyalamatan BC telah sesuai dengan ketentuan dan didukung dengan data yang dapat diandalkan; (4) Menilai apakah penggunaan dana FPJP dan Penyertaan Modal Sementara (PMS) telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku; dan (5) Menilai apakah terdapat dugaan pelanggaran ketentuan dalam pengelolaan BC yang dapat merugikan bank.

Pemeriksaan dilakukan pada Bank Indonesia (BI), Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan Bank Century (BC), serta instansi terkait lainnya. Pemeriksaan lapangan berlangsung dari tanggal 2 September 2009 s.d. 17 November 2009.

Dalam pemeriksaan ini, BPK menggunakan Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN) yang ditetapkan oleh BPK tahun 2007.Sesuai SPKN, BPK telah meminta tanggapan atas hasil pemeriksaan BPK kepada entitas yang diperiksa.

Gambaran Umum
BC adalah hasil merger tiga bank yaitu Bank Pikko, Bank Danpac, dan Bank CIC pada bulan Desember tahun 2004. Berdasarkan hasil pemeriksaan BI, dalam kurun waktu tahun 2005 s.d. 2008, BC mengalami berbagai permasalahan terutama berkaitan dengan kepemilkan surat-surat berhaga (SSB) yang berkualitas rendah, dugaan pelanggaran Batas Maksimal Pemberitaan Kredit (BMPK) oleh pengurus bank, dan dugaan pelanggaran Posisi Devisa Neto (PDN).

Sejak tanggal 29 Desember 2005, BC dinyatakan berada "dalam pengawasan intensif oleh BI karena permasalahan terkait SSB dan perkreditan yang berpotensi menimbulkan kesulitan, serta membahayakan kelangsungan usaha bank. Kemudian pada tanggal 6 November 2008, BI menetapkan BC sebagai bank "dalam pengawasan khusus" dengan posisi rasio kewajiban penyediaan modal minimum atau Capital Adequacy Ratio (CAR) pada saat itu 2,35%.

Untuk mengatasi kesulitan likuiditas yang dihadapinya, pada tanggal 14,17, dan 18 November 2008, BC menerima Fasilitas Pendanaan Jngka Pendek (FPJP) dari BI dengan total sebesar Rp689 miliar.

Setelah menerima FPJP, kondisi BC terus memburuk yang ditandai dengan menurunnya CAR per 31 Oktober 2008 menjadi negatif 3,53%, sehingga dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) tanggal 20 November 2008, BI menetapkan BC sebagai Bank Gagal yang ditengarai berdampak sistemik. Keputusan tersebut disampaikan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dengan Surat BI No. 10/232/GBI/Rahasia tanggal 20 November 2008 tentang penetapan Status Bank Gagal PT Bank Century Tbk dan Penanganan Tindak Lanjutnya.

Selanjutnya, setelah melalui proses pembahasan, dalam Rapat KSSK tanggal 21 November 2008, dan dengan Keputusan NO.04/KSSK.03/ 2008, KSSK menetapkan:

1. PT Bank Century Tbk sebagai Bank Gagal yang Berdampak Sistemik sesuai dengan Surat Gubernur BI No. 10/232/GBI/Rahasia tanggal 20 November 2008; dan
2. Penanganan bank gagal sebagaimana dimaksud dalam diktum pertama kepada LPS untuk dilakukan penanganan sesuai dengan UU 24 Tahun 2004 tentang LPS. Sesuai Pasal 21 ayat (3) UU LPS, LPA melakukan penanganan bank gagal yang berdampak sistemik setelah Komite Koordinasi (KK) menyerahkan penanganannya kepada LPS.

Keputusan KSSK tersebut kemudian dijadikan pertimbangan oleh KK untuk mengeluarkan Keputusan KK No 01/KK.01/2008 tanggal 21 November 2008 yang menetapkan:

1) Menyerahkan penanganan PT Bank Century Tbk yang merupakan bank gagal yang berdampak sistemik kepada LPS; dan
2) Penanganan bank gagal sebagaimana yang dimaksud pada diktum pertama dilakukan sesuai dengan UU No 24 Tahun 2004 tentang LPS. Setelah penyerahan tersebut, dalam rangka penanganan LPS telah melakukan tindakan penanganan BC, antara lain, mengganti direksi dan komisaris, serta mengeluarkan dana untuk Penyertaan Modal Sementara (PMS) sebesar Rp6,76 triliun yang dikucurkan secara bertahap sejak tanggal 24 November 2008 s.d. 24 Juli 2009.

Temuan Pemeriksaan
Sebagaimana tujuan pemeriksaan yang telah diuraikan di atas, BPK mengelom-pokan temuan pemeriksaan menjadi lima kelompok yaitu (1) proses merger dan pengawasa BC oleh BI, (2) pemberian FPJP; (3) penetapan BC sebagai bank gagal berdampak sistemik dan penanganannya oleh LPS; (4) penggunaan dana FPJP dan PMS; dan (5) praktik-praktik tidak sehat dan pelanggaran ketentuan dalam pengelolaan BC yang merugikan BC.

Proses Merger dan Pengawasan BC oleh BI

1. BC adalah hasil merger tiga bank yaitu Bank Pikko, Bank Danpac, dan Bank CIC Merger ketiga bank tersebut didahului dengan adanya akuisisi Chinkara Capital Ltd (Chinkara) terhadap Bank Danpac dan Bank Pikko, serta kepemilikan saham Bank CIC Chinkara adalah sebuah perusahaan yang berdomisili di Kepulauan Bahama. Pemegang saham mayoritas Chinkara adalah RAR.

Persetujuan prinsip atas akuisisi diputuskan dalam RDG BI tanggal 27 November 2001. Persetujuan akuisisi diberikan oleh BI walaupun Chinkara tidak memenuhi persyaratan administratif berupa publikasi atas akuisisi oleh Chinkara, laporan keuangan Chinkara untuk tiga tahun terakhir, dan rekomendasi pihak berwenang di negara asal Chinkara. RDG BI juga mensyaratkan agar ketiga bank tersebut melakukan merger, memperbaiki kondisi bank, mencegah terulangnnya tindakan melawan hukum, serta mencapai dan mempertahankan CAR 8%.

Ijin akuisisi pada akhirnya diberikan pada tanggal 5 Juli 2002 walaupun dari hasil pemeriksaan BI terdapat indikasi adanya perbuatan melawan melawan hukum yang melibatkan Chinkara pada Bank CIC. BI tetap melanjutkan proses merger atas ketiga bank tersebut, walaupun berdasarkan hasil pemeriksaan BI periode tahun 2001 s.d 2003 ditemukan adanya pelanggaran signifikan oleh ketiga bank tersebut antara lain yaitu:

a. Pada CIC terdapat transaksi SSB fiktif senilai USS25 juta yang melibatkan Chinkara, dan terdapat beberapa SSB yang berisiko tinggi sehingga wajib membentuk Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif (PPAP) yang berakibat CAR menjadi negatif, serta pembayaran kewajiban General Sales Management (GSM 102) dan penarikan Dana Pihak Ketiga (DPK) dalam jumlah yang mengakibatkan bank mengalami kesulitan likuiditas serta pelanggaran PDN,

b. Pada Bank Pikko terdapat kredit kepada Texmaco yang dikategorikan macet dan selanjutnya ditukarkan dengan Medium Term Notes (MTN) Dresdner Bank yang tidak memilki notes rating sehingga bank wajib membentuk PPAP yang berakibat CAR menjadi negatif.

Proses akuisisi seharusnya dapat dibatalkan jika mengacu pada persyaratan dalam persetujuan akusisi tanggal 5 Juli 2002 dari BI. Persyaratan tersebut antara lain adalah apabila berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap Bank CIC terbukti bahwa Chinkara sebagai pemegang saham bank melakukan pelanggaran terhadap ketentuan perundang-undangan atau dinyatakan "tidak lulus" dalam penilaian fit and proper test, maka BI akan membatalkan persetujuan akuisisi pada Bank Pikko dan Bank Danpac.

Pada tanggal 6 Desember 2004, BI membenkan persetujuan merger atas ketiga bank tersebut. Pemberian persetujuan merger tersebut dipermudah berdasarkan Catatan Direktorat Pengawasan Bank 1/DPwB1 (SAT) kepada Deputi Gubernur/ DpG (AP) dan Deputi Gubernur Senior/DGS (AN) pada tanggal 22 Juli 2004. Bentuk kemudahan tersebut adalah (1) SSB pada Bank CIC yang semula dinilai macet oleh BI, dinilai lancar sehingga kewajiban pemenuhan setoran keuangan modal oleh pemegang saham pengendali (PSP) menjadi lebih kecil dan akhirnya CAR seolah-olah memenuhi persyaratan merger dan (2) Hasil Fit and Proper Test "sementara" atas pemegang saham (RAR) yang dinyatakan tidak lulus, ditunda penilaiannya dan tidak diproses lebih lanjut.

Pemberian kelonggaran tersebut tidak pernah dibahas dalam forum RDG akan tetapi hanya dilaporkan dalam Catatan Direktur DPwB1 (SAT) tanggal 22 Juli 2004 tersebut di atas. Dalam proses pemberian ijin merger terjadi manipulasi oleh Direktur DPwB1 (SAT) atas Disposisi Gubernur BI (BA) yang menyatakan seolah-olah Gubernur BI (BA) membenkan disposisi bahwa merger ketiga bank tersebut mutlak diperlukan. Dalam keterangan dan Surat BA kepada Pjs. Gubernur BI tanggal 2 November 2009, BA menyatakan bahwa BA tidak pernah memberikan disposisi yang menyatakan bahwa merger mutlak diperlukan dan BA juga menyatakan bahwa telah terjadi manipulasi oleh Direktur DPwBi (SAT) dalam Catatan yang disampaikan kepada DGS (AN) dan DpG (AP) tersebut.

BI tidak menerapkan aturan dan persyaratan dalam pelaksanaan akuisisi dan merger sebagaimana yang diatur dalam (1) Surat Keputusan (SK) Direksi BI No 3251 KEP/DIR tanggal 14 Mei 1999 tentang Persyaratan dan Tata Cara Merger, Konsolidasi, dan Akuisisi Bank Umum;(2) SK Direksi BI No.31/147/ KEP/DIR tanggal 12 November 1998 tentang Kualitas Aktiva Produktif; dan 3) Peraturan BI (PBI) No.2/1 PBl/2000 tanggal 14 Januari 2000 tentang Penilaian Kemampuan dan Kepatutan (Fit and Proper Test) sebagaimana terakhir diubah dengan PBI No.5/25/PBI/ 2003 tanggal 10 November 2003.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa dalam proses akuisisi dan merger Bank Danpac, Bank Pikko, dan Bank CIC menjadi Bank Century, BI bersikap tidak tegas dan tidak prudent dalam menerapkan aturan dan persyaratan yang ditetapkannya sendiri.

2. BI tidak bertindak tegas terhadap pelanggaran- pelanggaran yang dilakukan oleh BC selama tahun 2005 s.d. 2008.

a. Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaaan BI atas BC yang diterbitkan pada tanggal 31 Oktober 2005, diketahui bahwa posisi CAR BC per 28 Februari 2005 (dua bulan setelah merger) adalah negatif 132.5%. Sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) No.3/21/PBI/ 2001 tentang Kewajiban Penyediaan Modal Bank Minimum Bank Umum dan PBI Np.6/9/PBI/2004 tentang Tindak Lanjut Pengawasan dan Penetapan Status Bank sebagaimana diubah dengan PBI No.7/38/PBl/ 2005, seharusnya BC ditetapkan sebagai bank "dalam pengawasan khusus" sejak Laporan Hasil Pemeriksaaan BI atas BC diterbitkan pada tanggal 31 Oktober 2005.

Atas usul Direktur DPw81 (RS), dan disetujui oleh DpG Bidang 6 (SCF), BC hanya ditetapkan sebagai bank "dalam pengawasan intensif". Bank yang ditempatkan "dalam pengawasan khusus" adalah bank yang mengalami kesulitan yang membahayakan kelangsungan usahanya sehingga BI mengharuskan bank dan PSP untuk menyelesaikan permasalahan tersebut dalam waktu enam bulan (bisa diperpanjang selama tiga bulan), Apabila dalam periode tersebut temyata permasalahan bank tidak terselesaikan, maka BI akan menyatakan sebagai bank gagal. Sedangkan bank "dalam pengawasan intensif" adalah bank yang mengalami kesulitan yang dapat membahayakan kelangsungan usahanya sehingga BI mengharuskan bank dan PSP untuk menyelesaikan permasalahan bank tanpa ada batasan waktu yang jelas.

Nilai CAR BC per 28 Februan 2005 menjadi sebesar negatif 132,5% terutama disebabkan adanya aset berupa SSB sebesar USD203 juta yang berkualitas rendah, diantaranya sebesar USD116 juta masih dikuasai oleh pemegang saham. BI menyetujui untuk tidak melakukan penyisihan 100% atau pengakuan kerugian (PPAP) terhadap SSB tersebut, walaupun menurut PBI No.7/2/PBI/2005 tentang Penilaian Kualitas Aktiva Bank Umum, seharusnya atas SSB tersebut dilakukan PPAP atau penyisihan sebesar 100%. Hal tersebut merupakan rekayasa akuntansi yang dilakukan BC agar laporan keuangan bank tetap menunjukkan kecukupan modal dan hal ini disetujui oleh BI sebagai pengawas bank. Bt menyetujui kondisi tersebut dengan atasan karena pemegang saham telah berkomitmen untuk menjualkan SSB bermasalah serta membuat skema penyelesaian melalui skema Assefs Management Agreement (AMA) dan skema Assef Sales and Purchase Agreement (ASPAJ. Akan tetapi komitmen dan skema penyelesaian tersebut tidak
pernah dilaksanakan oleh PSP. Sementara itu, pengawas BI tidak memerintahkan manajemen BC untuk melakukan penyisihan dan tidak mengakui adanya kerugian atas SBB tersebut.

Jika BI bertindak tegas terhadap BC terutama mengenai penerapan ketentuan mengenai penyisihan SSB, maka nilai CAR BC menjadi negatif dan sesuai dengan ketentuan BI tentang tindak lanjut pengawasan dan penetapan status bank, BC seharusnya ditempatkan "dalam pengawasan khusus" sejak tanggal 31 Oktober 2005. Penempatan BC hanya "dalam pengawasan intensif" mengakibatkan tidak adanya kekuatan bagi BI untuk memaksa pemegang saham untuk menyelesaikan permasalahan dalam jangka waktu yang jelas, serta tidak memberikan kepastian hukum bagi BI untuk mengambil tindakan jika pemegang saham tidak dapat menyelesaikan permasalahan tersebut.

Hal tersebut di atas melanggar ketentuan:

1) PBI No.7/2/PBI/2005 tentang Penilaian Kualitas Aktiva Bank Umum yang mengatur bahwa SBB yang tidak diperdagangkan di bursa efek, tidak terdapat informasi nilai pasar secara transparan, dan tidak memiliki peringkat investasi, maka SSB tersebut dinilai macet dan harus dibentuk Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif (PPAP) 100%.

2) PBI No.3/21/PBI/ 2001 tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank Umum yang mengatur bahwa bank yang tidak dapat memenuhi modal minimum (CAR) 8% akan ditempatkan dalam pengawasan khusus sebagaimana yang diatur dalam ketentuan yang berlaku. PBI No.6/9/PBI/2004 tentang Tindak Lanjut Pengawasan dan Penetapan Status Bank sebagaimana diubah dengan PBI NO.7/38/PBI/ 2005 yang mengatur bahwa bank ditempatkan dalam pengawasan khusus bila memenuhi satu atau lebih kriteria yakni CAR di bawah 8% atau rasio Giro Wajib Minimum (GWM) dalam Rupiah kurang dari rasio yang ditetapkan untuk GWM, dengan perkembangan yang memburuk dalam waktu singkat atau berdasarkan penilaian BI mengalami kesulitan likuiditas yang mendasar.

b. Sejak tahun 2005 s.d. 2007. Hasil Pemeriksaan BI menemukan adanya pelanggaran Batas Maksimum Pembenan Kredit (BMPK) dalam kegiatan BC. namun BI tidak mengambil tindakan yang tegas. Pelanggaran BPMK tersebut antara lain melalui pembelian SSB valas yang berkualitas rendah, penetapan antar bank yang menurut Bankers Almanak Tahun 2003 tidak termasuk dalam Top 200. dan pemberian fasilitas Letter of Credit{UC) yang hanya dijamin dengan Bankers Acceptance.

Hal tersebut melanggar ketentuan PBI No.7/3/PBI/2005 tentang BMPK Bank Umum yang menyatakan bank yang tidak menyelesaikan pelanggaran BMPK selam dikenakan sanksi administrasi, terhadap Dewan Komisaris, Direksi, pegawai bank, pemegang saham, maupun pihak terafiliasi lainnya dapat dikenakan sanksi pidana sebagaimana diatur dakan Pasal 49 Ayat (2) huruf b, Pasal 50, dan Pasal 50 A Undang-Undang (UU) No.7 Tahun 1992 tentang Perbankan sebagaimana telah diubah dengan UU No.10 Tahun 1998.

c. Sejak tahun 2004, BC melakukan pelanggaran terhadap ketentuan PDN sehingga sesuai ketentuan, BC seharusnya diberikan sanksi denda sebesar Rp22 miliar. Dalam pelaksanaannya, BI membenkan keringanan denda sebesar 50% sehingga BC hanya membayar sanksi denda sebesar Rp 11 miliar.

Pemberian keringanan denda tersebut bertentangan dengan ketentuan dalam PBI No.7/37/PBI/ 2005 tentang PDN Bank Umum yang mengatur bahwa bank wajib memelihara PDN secara keseluruhan setinggi-tingginya 20% dari modal dan untuk necara setinggi-tingginya 20% dari modal tengah hari kerja dan akhir hari kerja. Terhadap bank yang tidak memenuhi ketentuan tersebut selain dikenakan sanksi administrasi juga dikenakan sanksi berupa kewajiban membayar sebesar Rp250 juta setiap hari pelanggaran.

d. Pengawas BI juga tidak mengungkapkan berbagai pelanggaran lainnya yang dilakukan oleh pemegang saham, pengurus bank, dan pihak-pihak terkait dengan BC yang mengakibatkan kerugian BC. seperti pembenan kredit dan fasilitas L/C yang melanggar ketentuan dan pengeluaran biaya-biaya fiktif. Pelanggaran- pelanggaran tersebut baru diungkapkan oleh Tim Investigasi BI pada saat BC telah ditangani oleh LPS (tahun 2008 s.d. 2009).

Hal tersebut menunjukkan bahwa BI tidak bertindak tegas dalam penerapan ketentuan BI terhadap pelanggaran- pelanggaran yang dilakukan oleh BC. Bi membiarkan BC melakukan rekayasa akuntansi sehingga seolah-olah BC masih memenuhi kecukupan modal (CAR) dengan cara membiarkan BC melanggar ketentuan PBI No.7/2/PBI/2005 tentang Penilaian Kualitas Aktiva Produktif Bank Umum. BI baru bersikap tegas menerapkan ketentuan BI mengenai PPAP pada saat BC telah ditangani oleh LPS.

Pemberian FPJP
3. Sehubungan dengan kesulitan likuiditas yang dihadapinya, BC mengajukan permohonan repo aset kredit kepada BI pada tanggal 30 Oktober 2008 sebesar Rp1 triliun. BI kemudian memproses permohonan tersebut sebagai permohonan FPJP. Pada saat mengajukan permohonan FPJP, posisi CAR BC menurut perhitungan BI adalah positif 2,35% (posisi 30 September 2008). Sementara itu, PBI No.10/26/ P8I/2008 tanggal 30 Oktober 2008 mensyaratkan bahwa untuk memperoleh FPJP, bank harus memiliki CAR minimal 8%. Dengan demikian, BC tidak memenuhi syarat untuk memperoleh FPJP.

Pada tanggal 14 November 2008, BI mengubah PBI mengenai persyaratan pembenan FPJP dari semula CAR minimal 8% menjadi CAR positif, padahal menurut data BI posisi CAR bank umum per 30 September 2008 berada di atas 8% yaitu berkisar antara 10,39 % s.d. 476,34% dimana satu-satunya yang CAR-nya di bawah 8% adalah BC.

Dengan demikian, perubahan persyaratan CAR dalam PBI tersebut patut diduga dilakukan untuk merekayasa agar BC dapat memperoleh FPJP.

Dengan perubahan ketentuan tersebut dan dengan menggunakan posisi CAR per 30 September 2008 sebesar positif 2,35%, BI menyetujui pemberian FPJP kepada BC sebesar Rp502,07 miliar pada tanggal 14 November 2008 yang dicairkan pada hari yang sama pukul 20.43 WIB sebesar Rp356,81 miliar dan tanggal 17 November 2008 sebesar Rp145,26 miliar. Kemudian, pada tanggal 18 November 2008, BC mengajukan tambahan FPJP sebesar Rp319,26 miliar. Permohonan tersebut disetujui sebesar Rp187,32 miliar dan kemudian dicairkan oleh BI pada hari yang sama. Dengan demikian, total pemberian FPJP adalah sebesar Rp689 miliar. Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa posisi CAR BC pada tanggal 31 Oktober 2008 (sebelum persetujuan FPJP) sudah negatif 3,53%.

Hal ini melanggar ketentuan PBI No.10/30/PBI/ 2008 yang menyatakan bahwa bank yang dapat mengajukan FPJP adalah bank dengan CAR positif.

Selain itu, sebagian jaminan FPJP yang diperjanjikan sebesar Rp467,99 miliar ternyata tidak secure menurut penilaian Direktorat Kredit, BPR dan UMKM (DKBU) BI, sehingga nilai jaminan hanya sebesar 83% dari plafon FPJP.

Hal ini melanggar ketentuan PBI No 10.26/PBI/2OO8 juncto PBI No 10/30/ PBI/2008 yang menyatakan bahwa jaminan dalam bentuk aset kredit minimal 150% dari plafon FPJP.

Penetapan BC sebagai Bank Gagal Berdampak Sistemik dan Penanganannya oleh LPS

4. Sejak tanggal 6 November 2008, BC ditetapkan sebagai bank "dalam pengawasan khusus", untuk itu BI menempatkan pengawas bank di BC, sehingga BI mempunyai akses yang cukup untuk memperoleh data BC yang mutakhir. Sesuai dengan ketentuan dalam FBI No.6/9/PBI/2004 tentang Tindak Lanjut Pengawasan dan Penetapan Status Bank sebagaimana diubah dengan PBI No.7/38/PBI/ 2005, bank yang berstatus "dalam pengawasan khusus" dilarang melakukan transaksi dengan pihak terkait dan atau pihak-pihak lain yang ditetapkan BI, kecuali telah memperoleh persetujuan BI.

Sesuai dengan PBI No.6/9/PBI/2004 tentang Tindak Lanjut Pengawasan dan Penetapan Status Bank sebagaimana diubah dengan PBI No.7/38/PBI/ 2005, pemegang saham bank yang ditetapkan sebagai bank dalam pengawasan khusus diberikan waktu selama enam bulan (diperpanjang selama tiga bulan) untuk menyelesaikan permasalahan bank. Apabila dalam periode tersebut permasalahan bank tidak terselesaikan maka bank tersebut akan ditetapkan oleh BI sebagai bank gagal. Meskipun BC baru pada tanggal 6 November 2008 ditetapkan sebagai bank "dalam pengawasan khusus", namun dalam RDG BI tanggal 20 November 2008 pukul 19.44 WIB, BI menetapkan BC sebagai "Bank Gagal." Penetapan tersebut didasarkan pada pertimbangan sebagai berikut:

a). CAR BC posisi 31 Oktober 2008 adalah negatif 3,53% dan dinilai tidak dapat ditingkatkan menjadi 8% sehingga bank dinilai insolvent. Hal ini disebabkan sampai dengan saat ini pemegang saham tidak dapat melaksanakan komitmennya untuk melakukan penambahan modal dan usaha untuk mengundang masuknya investor baru tidak membawa hasil;

b). Kondisi likuiditas yakni Giro Wajib Minimum (GWM) dalam Rupiah tanggal 19 November 2008 masih positif sebesar Rp134 miliar (1,85%), namun terdapat kewajiban Real Time Gross Settlement (RTGS) dan kliring yang belum diselesaikan oleh BC sebesar Rp401 miliar, sehingga GWM Rupiah kurang dan 0%. Di samping itu, kewajiban yang akan jatuh tempo pada tanggal 20 November 2008 adalah sebesar Rp458 miliar.

Selanjutnya, RDG membahas analisis dampak sistemik dan penetapan BC sebagai "Bank Gagal". Hasil analisis BI atas dampak kegagalan BC menggunakan lima aspek yakni dampak kepada institusi keuangan, dampak kepada pasar keuangan, dampak kepada sistem pembayaran, dampak kepada sektor riil, dan dampak kepada psikologi pasar. Hasil analisis tersebut menunjukkan adanya ketidakpastian yang tinggi terutama terhadap psikologi pasar/masyarakat yang selanjutnya dapat memicu ketidakpastian/ gangguan di pasar keuangan dan sistem pembayaran.

Berdasarkan analisis tersebut, RDG BI menetapkan bahwa BC adalah "Bank Gagal yang Ditengarai Berdampak Sistemik". Keputusan RDG tersebut kemudian disampaikan kepada Menteri Keuangan selaku Ketua KSSK dengan Surat No.10/232/GBI/ Rahasia tanggal 20 November 2008 tentang Penetapan Status Bank Gagal PT Bank Century Tbk dan Penetapan Tindak Lanjutnya.

Sebelum BI mengirimkan Surat No.10/232/GBI/ Rahasia tanggal 20 November 2008, KKSK telah beberapa kali melakukan rapat konsultasi untuk membahas kondisi BC. Rapat konsultasi tersebut dihadiri oleh unsur-unsur BI, Departemen Keuangan, dan LPS pada tanggal 14, 17,18, dan 19 November 2008. Setelah menerima Surat Gubernur BI No.10/232/GBI/ Rahasia tanggal 20 November 2008, KSSK melakukan rapat KSSK yang diawali dengan Rapat Konsultasi KSSK tanggal 21 November 2008 pukul 00.11 s.d. 05.00 WIB. Rapat Konsultasi tersebut didahului dengan presentasi BI yang menguraikan BC sebagai bank gagal dan analisis dampak sistemiknya.

Berdasarkan notulen Rapat Konsultasi KSSK tersebut, diketahui bahwa selain BI, peserta rapat lainnya (LPS, Departemen Keuangan, dan Bank Mandiri) pada umumnya mempertanyakan dan tidak setuju dengan argumentasi dan analisis BI yang menyatakan bahwa BC ditengarai berdampak sistemik. Menanggapi pernyataan dari peserta rapat lainnya, BI menyatakan bahwa sulit untuk mengukur apakah dapat menimbulkan resiko sistemik atau tidak, karena merupakan dampak berantai yang sulit diukur dari awal secara pasti. Yang dapat diukur hanyalah perkiraan cost/ biaya yang timbul apabila dilakukan penyelamatan. Mengingat situasi yang tidak menentu, maka lebih baik mengambil pendekatan kehati-hatian dengan melakukan penyelamatan namun dengan meminimalisir cost. Keputusan harus diambil segera dan tidak dapat ditunda sampai Jumat sore seperti saran LPS karena Bank Century tidak mempunyai cukup dana untuk pre-fund kliring dan memenuhi kliring sepanjang hari itu.

Setelah Rapat Konsultasi KSSK tersebut di atas, selanjutnya diadakan Rapat Tertutup KSSK pada tanggal 21 November 2008 pukul 04.25 WIB s.d. 06.00 WIB, yang dihadiri oleh Menteri Keuangan (SMI) selaku Ketua KSSK, Gubemusr BI (BO) selaku Anggota KSSK, dan Sekretaris KSSK (RP). Rapat tersebut memutuskan BC sebagai Bank Gagal yang Berdampak Sistemik sesuai dengan Surat Gubernur BI No.10/232/GBI/ Rahasia tanggal 20 November 2008 dan menetapkan penanganan BC kepada LPS sesuai dengan (JU No.24 Tahun 2004 tentang LPS.

Keputusan KSSK tersebut ditindaklanjuti dengan Rapat Komite Koordinasi (KK) pada tanggal 21 November 2008 pukul 05.30 WIB s.d. selesai yang dihadiri oleh Menteri Keuangan selaku Ketua KK, Gubernur BI, dan Ketua Dewan Komisioner (DK) LPS masing-masing sebagai anggota KK. Rapat tersebut memutuskan (1) Menyerahkan penanganan BC yang merupakan bank gagal yang berdampak sistemik kepada LPS; (2) Penanganan bank gagal tersebut dilakukan dengan UU No.24 Tahun 2004 tentang LPS. Keputusan Rapat KK tersebut selanjutnya dituangkan dalam Keputusan KK No.01 /KK.01 /2008 tanggal 21 November 2008.

Penetapan BC sebagai bank gagal berdampak sistemik oleh KSSK dilakukan berdasarkan Perppu No.4 Tahun 2004 tentang JPSK dan penyerahan penanganan BC oleh KK kepada LPS dilakukan berdasarkan UU No.24 Tahun 2004 tentang LPS.

Terhadap proses penetapan BC sebagai bank gagal berdampak sistemik dapat dikemukakan beberapa hal sebagai berikut:
a. BI tidak memberikan informasi yang sesungguhnya, lengkap dan mutakhir mengenai kondisi BC kepada KSSK.

Surat Gubernur BI No.10/232/GBI/ Rahasia tanggal 20 November 2008 tentang Penetapan Status Bank Gagal PT Bank Century Tbk dan Penanganan Tindak Lanjutnya, antara lain menyatakan bahwa untuk menaikkan CAR BC posisi 31 Oktober 2008 dari negatif 3,53% menjadi 8%, dibutuhkan tambahan modal sebesar Rp632 miliar, namun jumlah tersebut akan terus bertambah seiring dengan pemburukan kondisi BC selama bulan November 2008. Selain itu, BI juga menginformasikan bahwa kebutuhan likuiditas sampai dengan tiga bulan ke depan adalah sebesar Rp4.792 miliar.

Keputusan KSSK yang menetapkan BC sebagai bank gagal yang berdampak sistemik dilakukan pada hari Jumat pagi tanggal 21 November 2008. Pada hari Minggu tanggal 23 November 2008, Dewan Komisioner LPS mengadakan rapat untuk menetapkan biaya penanganan BC. Sebelum rapat dimulai dilakukan pertemuan informal antara LPS dan pengawas bank dari BI. Dari hasil pertemuan tersebut, LPS memperoleh informasi bahwa biaya yang diperlukan untuk setoran modal agar mencapai CAR 8% adalah sebesar Rp2,6 triliun. Peningkatan biaya penanganan dari semula Rp632 miliar pada hari Jumat tanggal 21 November 2008 menjadi Rp2,6 triliun (nilai ini disesuaikan oleh LPS menjadi Rp2,77 triliun) pada hari Minggu tanggal 23 November 2008 terjadi bukan karena adanya transaksi baru pada hari Sabtu dan Minggu, melainkan karena adanya perubahan asumsi terutama mengenai penilaian SSB valas yang semula dinilai lancar, kemudian setelah bank ini ditangani oleh LPS, BI menilai SSB tersebut sebagai
aset macet sehingga harus disisihkan 100%.

Berdasarkan informasi pengawas bank dari BI tersebut, Dewan Komisioner LPS memutuskan bahwa biaya penanganan BC dan penyetoran pendahuluan Penyertaan Modal Sementara (PMS) LPS kepada BC adalah sebesar Rp2.776 miliar. Keputusan Dewan Komisioner (KDK) LPS tersebut dituangkan dalam KDK LPS No.KEP-18/DK/ XI/2008 tanggal 23 November 2008.

Peningkatan biaya penanganan ini, kemudian dibahas dalam Rapat KSSK tanggal 24 November 2008. Terkait hal ini, Menteri Keuangan selaku Ketua KSSK dalam rapat tanggal 24 November 2008 mempertanyakan kemampuan BI untuk melakukan assessment mengenai profil pemegang saham dikaitkan dengan risiko bank, karena apabilayudgemenf BI atas BC diragukan kredibilitasnya, maka hasil assessment atas potensi klaim potensi risiko sistemik yang diputuskan KSSK dapat dipertanyakan kredibilitasnya, sehingga secara fundamental akan berpengaruh terhadap penilaian kemampuan KSSK untuk melakukan assessment risiko sistemik.

Selain itu, Menteri Keuangan dan Anggota Dewan Komisioner LPS juga mempertanyakan judgement BI yang tidak memacetkan (mengakui kerugian) atas surat berharga yang dijamin AMA sebelum digelarnya Rapat KSSK pada tanggal 20 November 2008.

Tanggapan Gubernur BI atas hal tersebut adalah bahwa Pemerintah telah memutuskan pengambilalihan BC dan diharapkan tidak mengambil policy lain yang dapat menjadi blunder dan berdampak lebih buruk. Dan saat pengambilan keputusan KSSK sampai dengan ke belakang, BI sesuai dengan proporsinya akan bertanggung jawab penuh atas segala kebijakan dalam rangka pengawasan BC.

Koreksi atas PPAP yang dilakukan BI merupakan permasalahan yang sebelumnya telah diketahui BI berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan Tahunan BI terhadap BC dari tahun 2005 s.d. Desember 2008. BI baru menerapkan secara tegas ketentuan PPAP atas SSB dan aktiva-aktiva produktif lainnya setelah BC diambil alih oleh LPS. Kebutuhan biaya penanganan tersebut terus meningkat seiring dengan adanya perhitungan baru yang dilakukan BI, masing-masing tanggal 27 Januari 2009 dan 21 Juli 2009, sehingga pada akhirnya biaya penanganan menjadi Rp6,7 triliun.

Peningkatan kebutuhan dana tersebut adalah untuk memenuhi kebutuhan CAR berdasarkan assessment yang dilakukan oleh BI. Rincian assessment yang dilakukan BI adalah sebagai berikut:

No

Posisi

Tanggal
Assessment
Oleh BI

CAR

Kebutuhan
PMS
Kumulatif (Rp.miliar)

1

31 Oktober 2008

20 November 2008

Negatif 3,53%

632

2

20 November 2008

23 November 2008

Negatif 35,92%

2.776

3

31 Desember 2008

27 Januari 2009

Negatif 19,21%

6.132

4

30 Juni 2009

24 Juli 2009

Positif 8%

6.762
Menurut perhitungan BPK, jika PPAP atas aktiva produktif diterapkan sesuai ketentuan, maka CAR BC per tanggal 20 November 2008 adalah sebesar negatif 257,90%, dengan kebutuhan tambahan modal yang diperlukan untuk mencapai CAR 8% sebesar Rp4.233.40 miliar. Dengan demikian, seharusnya BI sudah dapat menginformasikan kepada KSSK mengenai kondisi BC tersebut pada Rapat KSSK tanggal 21 November 2008, sehingga KSSK dapat mengambil kesimpulan berdasarkan data yang lebih lengkap dan mutakhir.

BPK berkesimpulan bahwa BI tidak memberikan informasi yang sesungguhnya, lengkap, dan mutakhir mengenai kondisi BC pada saat menyampaikan BC sebagai bank gagal yang ditengarai berdampak sistemik kepada KSSK melalui Surat Gubernur BI No 10/232/GBI/Rahasia tanggal 20 November 2008. Informasi yang tidak diberikan seutuhnya adalah terkait PPAP (pengakuan kerugian) atas SSB valas yang mengakibatkan penurunan ekuitas. BI baru menerapkan secara tegas ketentuan PPAP atas aktiva-aktiva produktif tersebut setelah BC diserahkan penanganannya kepada LPS sehingga terjadi peningkatan biaya penanganan BC dari yang semula diperkirakan sebesar Rp632 miliar menjadi Rp6.7 triliun.

b. BI dan KSSK tidak memiliki kriteria yang terukur dalam menetapkan dampak sistemik BC.

Analisis dampak sistemik dalam penetapan BC sebagai "Bank Gagal" menggunakan kriteria yang dimuat dalam Memorandum of Understanding (MoU) on Cooperation Between The Financial Supervisory Authorities, Central Banks and Finance Ministries of The European Union On Cross Border Financial Stability tanggal 1 Juni 2008 (selanjutnya disebut MoU). Dalam MoU tersebut disepakati empat aspek sebagai dasar penentuan dampak sistemik yaitu aspek institusi keuangan, pasar keuangan, sistem pembayaran, dan sektor riil, yang diukur dengan indikator kuantitatif. Dari keempat aspek tersebut, BI hanya menggunakan indikator kuantitatif untuk aspek institusi keuangan, sedangkan untuk aspek lainnya lebih mendasarkan pada pertimbangan kualitatif. Selain keempat aspek tersebut, BI juga mempertimbangkan aspek lain yaitu aspek psikologi pasar. Hasil analisis kuantitatif terhadap aspek institusi keuangan oleh BI adalah sebagai berikut:



Kriteria

Pertanyaan

PT Bank Century Tbk

Fungsi

Apakah fungsi bank sangat penting dalam industri perbankan?

Tidak.
· DPK Bank / DPK Industri : 0,68%
· Kredit Bank / Kredit Industri : 0,42%

Hubungan dengan nasabah

Apakah peranan bank dalam melayani nasabah?

Dari sisi kredit, mayoritas diberikan untuk modal kerja (76,58%), serta untuk membiayai sector industri pengolahan (21,79%), perdagangan, restoran dan hotel (22,93%), dan jasa-jasa dunia usaha(28,47% ). Namun dilihat dari pangsa kreditnya terhadap industri (0,42%), maka perannya relatif kecil.
Dari segi penghimpunan dana, sebagian besar dihimpun dalam bentuk deposito 84,82%.

Size / ukuran bank

Bagaimana ukuran (size) bank dibandingkan terhadap industry?

Kecil (tidak signifikan)
· Aset bank/aset industri : 0,72%
· DPK bank/DPK industri : 0,68%
· Kredit bank/kredit industri : 0,42%

Substitu-lability

Apakah fungsi bank dapat digantikan oleh bank lain?

Ya. Terdapat banyak bank sejenis dalam industry perbankan.

Keterkaitan

Bagaimana kaitan antara bank dengan bank lain dalam industri perbankan?

Relatif signifikan .
· Transaksi antar bank aktiva/total aset : 24,28%
· Transaksi antar bank pasiva/total kewajiban: 19,34%

Dari penilaian terhadap kelima aspek tersebut BI menyimpulkan bahwa dari aspek institusi keuangan dan sektor riil menunjukkan aspek pengaruh BC adalah
low to medium impact, namun dengan mempertimbangkan aspek psikologi pasar. BI berpendapat bahwa BC ditengarai berdampak sistemik yang dapat memicu ketidakpastian; gangguan di pasar keuangan dan sistem pembayaran.

Hasil analisis BPK terhadap proses assesment terhadap dampak sistemik oleh BI menunjukkan bahwa;

1) Terdapat inkonsistensi dalam penerapan MoU Uni Eropa yaitu dengan penambahan satu aspek berupa aspek psikologi pasar dalam pembuatan analisis dampak sistemik BC yang dilakukan oleh BI. Selain itu, BI juga tidak menggunakan indikator kuantitatif dalam melakukan penilaian terhadap dampak selain dampak pada institusi keuangan. Assessmenf pada masing-masing aspek lebih banyak didasarkan pada judgement dan mengandung sejumlah kelemahan dalam penentuan indikatornya.

2) Proses pembuatan analisis dampak sistemik BC terkesan tergesa-gesa karena hanya dibuat dalam waktu dua hari dengan menggunakan suatu metode yang baru pertama kali digunakan dan belum pernah diujicobakan sebelumnya.

3) Data yang digunakan adalah data yang tidak mutakhir karena menggunakan data per 31 Oktober 2008 bukan data yang paling dekat dengan tanggal penetapan BC sebagai Bank Gagal yang ditengarai berdampak sistemik (tanggal 20 November 2008). Sementara, posisi CAR yang digunakan untuk menetapkan BC sebagai bank gagal berdampak sistemik adalah posisi tanggal 31 Oktober 2008.

KSSK juga tidak mempunyai suatu kriteria yang terukur untuk menetapkan dampak sistemik BC. tetapi penetapannya lebih didasarkan kepada judgement. Dari aspek institusi kuangan terlihat bahwa size BC tidak signifikan dibandingkan dengan industri perbankan secara nasional, namu KSSK lebih memperhatikan aspek psikoloc pasar yang dapat menurunkan kepercayaa masyarakat terhadap perbankan secara keseli ruhan yang pada akhirnya dapat mempengarul stabilitas ekonomi dan keuangan, maka KSSI menetapkan BC sebagai bank gagal yang bei dampak sistemik.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahw KSSK menetapkan BC sebagai bank gag; berdampak sistemik serta menetapkan penan ganannya kepada LPS mengacu pada Perpp No 4 Tahun 2008. Tetapi proses pengambila keputusan tersebut tidak dilakukan berdasai kan data kondisi bank yang lengkap dan mi takhir, serta tidak berdasarkan kriteria yan terukur.

5. Berdasarkan Keputusan KSSK No 04 KKSK.03/2008 tanggal 21 November 2008, KSSI menetapkan BC sebagai bank gagal berdampa sistemik dan menetapkanpenangana nnya kepad LPS s esuai dengan UU No 24 Tahun 2004 tentan LPS. Mengacu kepada Keputusan KSSK tersebu KK kemudian menerbitkan Keputusan KK No 01 KK.01/2008 tanggal 21 November 2008 yan isinya (1) Menyerahkan penanganan BC yan merupakan bank gagal yang berdampak sistemi kepada LPS; (2) Penanganan bank gagal sebe gaimana dimaksud pada diktum pertama dilakuka sesuai dengan UU No 24 Tahun 2004 tentan LPS. Walaupun Keputusan KK mendasarkan pad Keputusan KSSK, namun tidak ditemukan adany penyerahandan/ atau korespondensi mengenai p nyerahan BC dari KSSK kepada KK.

UU No 24 Tahun 2004 tentang LPS telah mengatur beberapa ketentuan mengenai keberadaan dan tugas Komite Koordinasi sebagai berikut Dalam Jutaan Rupiah:

a. Pasal 1 angka 3 "Lembaga Pengawas Perbankan yang selanjutmya disebut LPP, adalah Bank Indonesia atau lembaga pengawasan sektor jasa keuangan sebagaimana dimaksud dalam undang-undang tentang Bank Indonesia."

b. Pasal 1 angka 9 "Komite Koordinasi adalah komite yang beranggotakan Menteri Keuangan, LPP, Bank Indonesia, dan Lembaga Penjamin Simpanan, yang memutuskan kebijakan penyelesaian dan penanganan suatu Bank Gagal yang ditengarai berdampak sistemik.

c. Pasal 21

1. LPS meminta pemberitahuan dari LPP mengenai bank bermasalah yang sedang dalam upaya penyehatan sebagaimana dimaksud dalam peraturan perundang-undangan di bidang perbankan.

2. LPS melakukan penyelesaian Bank Gagal yang tidak berdampak sistemik setelah LPP atau Komite Koordinasi menyerahkan penyelesaiannya kepada LPS.

3. LPS melakukan penanganan Bank Gagal yang berdampak sistemik setelah Komite Koordinasi menyerahkan penanganannya kepada LPS.

d. Penjelasan Pasal 21 ayat (2) "Komite Koordinasi adalah komite yang akan diben tuk berdasarkan undang-undang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (5) Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia.

Dalam kenyataannya kelembagaan KK yang beranggotakan Menteri Keuangan, LPP, BI dan LPS sebagaimana diatur dalam Pasal 21 ayat (2) UU LPS belum pernah dibentuk berdasarkan UU. Sementara Perppu No.4 tahun 2008 tentang JPSK tidak mengatur pembentukan KK namun mengatur pembentukan dan tugas KSSK. Perppu
No.4 tahun 2008 juga tidak mengatur hubungan kerja antara KK dan KSSK.

BPK berkesimpulan bahwa dari semua ketentuan yang ada, menunjukkan pada saat penyerahan BC dari KK kepada LPS tanggal 21 November 2008, kelembagaan KK yang beranggotakan Menteri Keuangan (sebagai Ketua), Gubernur BI (sebagai Anggota), dan Ketua Dewan Komisioner LPS (sebagai Anggota) belum pernah dibentuk berdasarkan undang-undang sebagaimana dimaksud dalam Penjelasan Pasal 21 ayat (2) UU No.24 tahun 2004 tentang LPS, sehingga dapat mempengaruhi status hukum atas keberadaan lembaga KK dan penanganan BC oleh LPS.

6. Berdasarkan Keputusan KK No.01/KK.01/ 2008 tanggal 21 November 2008, KK menyerahkan penanganan BC yang merupakan Bank Gagal yang berdampak sistemik kepada LPS. Penanganan BC dilakukan sesuai dengan UU No. 24 Tahun 2004 tentang LPS. Dalam melakukan penanganan terhadap BC. LPS telah melakukan langkah-langkah sebagai berikut:

a.Mengambil alih RUPS BC dan mengganti pengurus bank (Komisaris dan Direksi BC) pada tanggal 21 November 2008.

b.Menyalurkan penyertaan modal sementara sebesar Rp6,7 triliun dengan tahapan penyaluran sebagai berikut:



Tahap

Nilai

Setoran PMS LPS ke BC

Tahap I

Rp. 2.776.140,00

No Tanggal Nilai Keterangan

Dasar penetapan : Keputusan Dewan Komisioner (KDK) LPS No.KEP.18/DK/ XI/2008 tanggal 23 November 2008 tentang Penetapan Biaya Penanganan PT Bank Century, Tbk.
Tujuan PMS : Untuk memenuhi KPMM/CAR 10%

Penyetoran dilakukan 6 kali

1

24-Nov-08

Rp1.000.000, 00

Tunai

2

25-Nov-08

Rp. 588.314,00

Tunai

3

26-Nov-08

RP. 475.000,00

Tunai

4

27-Nov-08

Rp. 100.000,00

Tunai

5

28-Nov-08

Rp. 250.000,00

Tunai

6

1-Des-08

RP. 362.826,00

Tunai

Tahap II

Rp. 2.201.000,00

Dasar Penetapan: KDK LPS No.KEP.021/DK/ XII/2008 tanggal 5 Desember 2008 tentang Penetapan Tambahan Biaya Penanganan PT Bank Century, Tbk
Tujuan PMS : Untuk memenuhi kebutuhan likuiditas dari tanggal 9 s.d 31 Desember 2008

Penyetorandilakukan 13 kali

1

9-Des-08

RP. 250.000,00

Tunai

2

10-Des-08

RP. 200.000,00

Tunai

3

11-Des-08

Rp. 200.000,00

Tunai

4

15-Des-08

Rp. 175.000,00

Tunai

5

16-Des-08

Rp. 100.000,00

Tunai

6

17-Des-08

Rp. 100.000,00

Tunai

7

18-Des-08

Rp. 75.000,00

Tunai

8

19-Des-08

Rp. 125.000,00

Tunai

9

22-Des-08

RP. 150.000,00

Tunai

10

23-Des-08

Rp. 30.000,00

Tunai

11

23-Des-08

Rp. 445.250,40

Tunai

12

24-Des-08

Rp. 80.000,00

Tunai

13

30-Des-08

Rp. 270.749,60

Tunai

Tahap III

Rp. 1.155.000,00

Dasar Penetapan : KDK LPS No.KEP.001/DK/ II/2009 tanggal 3 Februari 2009 tentang Penetapan Tambahan Kedua Biaya Penanganan PT Bank Century, Tbk.
Tujuan PMS : Untuk memenuhi KPMM/CAR 8%

Penyetoran dilakukan 3 kali

1

4-Feb-09

Rp. 820.000,00

SUN

2

24-Feb-09

Rp. 150.000,00

Tunai

3

24-Feb-09

Rp. 185.000,00

SUN

Tahap IV

Rp. 630.221,00

Dasar Penetapan : KDK LPS No.KEP.019/KDK/ DK/VII/2009 tanggal 21 Juli 2009 tentang Penetapan Tambahan Ketiga Biaya Penanganan PT Bank Century, Tbk.
Tujuan PMS : Untuk memenuhi KPMM/CAR 8%

Penyetoran dilakukan 1 kali

1

24-Jul-09

Rp. 630.221,00

Tunai

Total

Rp. 6.762.361,00




Atas penyaluran PMS tersebut dapat dikemukakan bahwa:
a. Keputusan KSSK tentang penetapan BC sebagai bank gagal berdampak sistemik tanpa menyebutkan biaya penanganan yang harus dikeluarkan oleh LPS Hal tersebut karena penanganan bank gagal berdampak sistemik dilakukan oleh LPS berdasarkan UU LPS dan peraturan pelaksanaannya. Dengan demikian, yang berwenang melakukan perhitungan biaya penanganan bank gagal berdampak sistemik adalah LPS. Namun demikian, pada kenyataannya LPS tidak terlebih dahulu melakukan perhitungan dan penetapan perkiraan biaya penanganan BC. sebelum melakukan penyaluran dana PMS. Perhitungan kebutuhan dana PMS dilakukan oleh LPS secara bertahap berdasarkan assessment dan BI dan permintaan manajemen BC. Sampai saat ini, LPS belum secara resmi menetapkan perhitungan perkiraan biaya penanganan BC secara keseluruhan.

Hal tersebut melanggar ketentuan Peraturan LPS (PLPS) No.5/PLPS/2006 pasal 6 ayat (1) yang menyatakan bahwa "LPS menghitung dan menetapkan perkiraan biaya penanganan bank gagal sistemik".
b. Penyaluran PMS sebesar Rp6.762 triliun dilakukan melalui empat tahap. Tahap pertama sebesar Rp2.776 miliar, tahap kedua Rp2.201 miliar, tahap ketiga sebesar Rp1.155 miliar, dan tahap keempat sebesar Rp630 miliar. Dan keempat tahap tersebut tambahan PMS tahap kedua yang tidak dibahas dengan KK.

Hal ini bertentangan dengan Pasal 33 PLPS No.5 PLPS.2006 sebagaimana diubah dengan PLPS No.3 PLPS 2O0S yang menyatakan bahwa "selama bank gagal sistemik dalam penanganan LPS. jika berdasarkan penilaian LPP kondisi bank menurun sehingga menyebabkan diperlukan tambahan modal disetor untuk memenuhi tingkat kesehatan bank, maka LPS Meminta Komite Koordinasi untuk membahas per isabhan bank serta langkah-langkah yang akan diambil untuk penanganan bank tersebut".

PMS tahap kedua sebesar Rp2.201 miliar disalurkan untuk memenuhi kebutuhan likuiditas sesuai dengan permintaan dari manajemen BC. Sesuai dengan ketentuan Pasal 6 ayat (2) PLPS No.5/PLPS/2006 menetapkan bahwa "perkiraan biaya penanganan bank gagal sistemik adalah jumlah perkiraan biaya untuk menambah modal disetor bank yang bersangkutan sampai bank tersebut memenuhi ketentuan yang berlaku mengenai tingkat kesehatan bank". Berdasarkan ketentuan tersebut seharusnya LPS tidak dapat memenuhi permintaan manajemen BC untuk menambah PMS dalam rangka memenuhi kebutuhan likuiditas. Untuk memenuhi permintaan manajemen BC tersebut LPS merubah ketentuan Pasal 6 PLPS No.5/PLPS/2006 dengan PLPS No.3/PLPS/2008 pada tanggal 5 Desember 2008. Dalam ketentuan baru tersebut. LPS menambah ketentuan bahwa biaya penanganan bank gagal sistemik tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan KPPM atau CAR tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan likuiditas, sekurang-kurangnya memenuhi ketentuan
tingkat kesehatan bank yang ditetapkan oleh BI. Dengan perubahan LPS tersebut, pada tangga) yang sama yaitu 5 Desember 2008, Dewan Komisioner LPS memutuskan untuk menambah biaya penanganan BC untuk memenuhi likuiditas sebesar Rp2.201 miliar.

Dengan demikian patut diduga bahwa perubahan PLPS merupakan rekayasa yang dilakukan agar BC dapat memperoleh tambahan PMS tidak hanya untuk memenuhi CAR tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan likuiditas.

c. Berdasarkan dokumen Notulen Rapat Panpuma DPR tanggal 18 Desember 2008. penjelasan Ketua DPR RI Periode 2004-2009, surat Ketua DPR RI kepada Ketua BPK No.PW/5487/DPR RI/1X/2009 tanggal 1 September 2009 perihal Permintaan Audit Investigasi/ Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu terhadap Bank Century, serta berdasarkan Laporan Komisi Xl DPR RI mengenai pembahasan Laporan Kemajuan Pemeriksaan Investigasi Kasus Bank Century dalam Rapat Panpuma DPR RI tanggal 3 September 2009, DPR menyatakan bahwa Perppu No.4 Tahun 2008 tentang JPSK ditolak oleh DPR RI.

PMS kepada BC sebesar Rp6,762,36 miliar, dari jumlah tersebut diantaranya sebesar Rp2.886,22 miliar disalurkan setelah tanggal 18 Desember 2008, yaitu sebagian PMS tahap kedua sebesar Rp1.101,00 miliar, PMS tahap ketiga sebesar Rp1.155,00 miliar, dan PMS tahap keempat sebesar Rp630,22 miliar.

BPK berpendapat bahwa penyaluran dana PMS kepada BC setelah tanggal 18 Desember 2008 tidak memiliki dasar hukum.

Penggunaan Dana FPJP dan PMS

7. Setelah ditempatkan sebagai bank dalam pengawasan khusus pada tanggal 6 November 2008 dan pada tanggal 14 November 2008 BI memberikan FPJP sebesar Rp689 miliar kepada BC, dalam hubungan dengan status SSU ini, BI meminta BC untuk tidak mengijinkan penarikan dana dari rekening simpanan milik pihak yang terkait dengan bank dan atau pihak lain yang ditetapkan BI. Namun demikian. BPK menemukan adanya penarikan dana oleh pihak terkait dalam periode BC ditempatkan dalam pengawasan khusus tanggal 6 November 2008 s.d. 11 Agustus 2009 sebesar ekuivalen Rp939.67 miliar. Dari jumlah tersebut diantaranya sebesar Rp39i ,91 miliar ditarik oleh pihak terkait selama periode setelah BC memperoleh FPJP dari BI dan PMS dari LPS.

Sebagaimana diuraikan sebelumnya, dana PMS yang disalurkan oleh LPS kepada BC sebesar Rp6.762 miliar pada dasarnya digunakan untuk menutupi kerugian bank agar bank dapat mencapai tingkat CAR sesuai ketentuan BI. Setelah diterima oleh BC, dana tersebut kemudian digunakan untuk hal-hal sebagai berikut:

a. PMS dalam bentuk tunai sebesar Rp5.312 miliar, digunakan untuk (1) Mengisi kas (Rupiah dan valas) sebesar Rp74 miliar (2) Memenuhi GWM sebesar Rp208 miliar. (3) Penempatan pada Fasilitas Bank Indonesia (FASBI) sebesar Rp649 miliar; (4) Pelunasan FPJP Rp690 miliar (5) Pelunasan deposito jatuh tempo sebesar Rp3.276 miliar; dan (6) Pelunasan deposito bank lain sebesar Rp415 miliar.

b. PMS dalam bentuk Surat Perbendaharaan Negara (SPNVSurat Utang Negara (SUN) sebesar Rp1.450 miliar, diantaranya sebesar Rp1 350 miliar tetap dalam bentuk SUN dan sebesar Rp100 miliar dijual dan ditempatkan pada Sertifikat Bank Indonesia (SBI).
BPK berpendapat bahwa penarikan dana oleh pihak terkait dalam periode BC ditempatkan dalam pengawasan khusus tanggal 6 November 2008 s.d. 11 Agustus 2009 sebesar ekuivalen Rp939,67 miliar melanggar ketentuan PBI NO.6/9/PBI/2004 tentang Tindak Lanjut pengawasan dan Penetapan Status Bank sebagaimana diubah dengan PBI No.7/38/PBI/ 2005 yang menyatakan bahwa bank dilarang melakukan transaksi dengan pihak terkait dan atau pihak-pihak lain yang ditetapkan Bank Indonesia, kecuali telah memperoleh persetujuan Bank Indonesia.

8. Pada tanggal 14 November 2008, BS salah satu nasabah BC meminta kepada BC agar memindahkan depositonya senilai USD96 juta dari Kantor Cabang Surabaya-Kertaiaya ke Kantor Pusat Operasional (KPO) Senayan. Jakarta. Setelah deposan berpindah ke KPO Jakarta, DT dan RT mencairkan deposito milik BS sebesar USD18 juta pada tanggal 15 November 2008. Pencairan deposito tersebut kemudian digunakan oleh DT untuk menutupi kekurangan ban notes yang selama ri telah digunakan untuk keperluan pribadi DT.

Sebagai Kepala Divisi Bank Notes, selama ini DT telah menjual uang kertas asing {bank notes) ke luar negeri, dengan jumlah melebihi dan jumlah yang tercatat, sehingga secara akumulatif terjadi selisih kurang antara fisik bank notes dengan catatan akuntansi.

Deposito milik BS tersebut kemudian diganti oleh BC pada tanggal 29 Mei 2009 dengan dana yang berasal dan PMS LPS dan untuk itu BC mengakui kerugian sebesar USS18 juta. Sebelumnya karena ada pengadaan dari Pengacara BS mengenai penggelapan deposito BC, pada tanggal 7 April 2009 dan 17 April 2009 Kabareskrim Polri menginm surat kepada manajemen BC yang menyatakan bahwa deposito milik BS tersebut tidak ada permasalahan lagi.

Dalam wawancara, RT menyatakan bahwa tidak terjadi penggelapan deposito sebesar USS 18 juta akan tetapi RT meminjam deposito tersebut dari BS dan untuk itu RT dan DT telah membuat surat pernyataan utang kepada BS sebesar US$18 juta tertanggal 14 November 2008. Sementara itu. dalam pernyataannya BS mengemukakan bahwa yang bersangkutan tidak pernah meminjamkan depositonya kepada RT dan DT.

Selain itu, atas perintah RT. BC memecah deposito milik BS sebesar US$42.80 iuta menjadi 247 Negotiable Certificate Deposit (NCD) dengan nilai nominal masing-masmg sebesar Rp2 miliar dengan menggunakan nominee atas nama Kartu Tanda Penduduk (KTP) para pelamar karyawan BC. NCD tersebut disampaikan kepada BS pada tanggal 16 November 2008. Pada tanggal 17 Desember 2008. BS mengembalikan NCD kepada BC dan menyatakan tidak pernah menyetujui penempatan depositonya dalam 247 NCD. BC kemudian merubah NCD tersebut menjadi 40 bilyet Certificate Deposit (CD) nominal US$1 iuta pada tanggal 15 Jum 2009.

Dengan demikian, BC telah mengalami kerugian karena mengganti deposito milik BS yang dipinjamkan/ digelapkan oleh RT dan DT sebesar US$18 juta dengan dana yang berasal dari PMS.
Selain itu, pemecahan deposito BS menjadi 247 NCD dilakukan untuk mengantisipasi jika BC ditutup maka deposito BS termasuk deposito yang dijamin oleh LPS.

Praktik-praktik tidak sehat dan pelanggaran oleh pengurus bank, pemegang saham, dan pihak-pihak terkait dengan bank yang merugikan BC.

9. Dalam rangka penanganan BC. LPS telah mengeluarkan biaya penanganan untuk PMS sebesar Rp6.762 miliar, baik untuk mencapai CAR sesuai ketentuan BI maupun untuk membantu likuiditas BC. Biaya penanganan yang mencapai sebesar Rp6.762 miliar tersebut digunakan untuk menutupi kerugian-kerugian BC akibat adanya praktik-praktik tidak sehat dan pelanggaran- pelanggaran ketentuan yang dilakukan oleh pengurus bank, pemegang saham, maupun pihak-pihak terkait dengan BC. Karena BC ditetapkan sebagai bank gagal dan penanganannya dilakukan oleh LPS. maka kerugian tersebut pada akhirnya harus ditutup melalui PMS oleh LPS yang merupakan bagian dan keuangan negara. Dan jumlah PMS sebesar Rp6.762 miliar tersebut, diantaranya kurang lebih sebesar Rp6.322.57 triliun digunakan untuk menutupi penurunan CAR yang diakibatkan adanya kerugian yang terjadi karena adanya praktik-praktik tidak sehat dan pelanggaran ketentuan perbankan oleh pengurus, pemegang saham, dan pihak-pihak
terkait dengan BC.

Dan jumlah kerugian sebesar Rp6.184.74 miliar tersebut, sebesar Rp3.115,89 miliar merupakan kerugian yang melibatkan RAR dan HAW (First Gulf Asia Holding/ FGAH) serta pihak-pihak terkait dengan RAR dan HAW dan sebesar Rp3.068,89 miliar merupakan kerugian yang melibatkan RT dan pihak-pihak yang terkait dengan RT.

Adapun permasalahan- permasalahan tersebut adalah sebagai berikut:

a. Permasalahan surat-surat berharga yang melibatkan RAR dan HAW
1) BC memiliki SSB sebesar US$112.486 juta yang terdin dan Loans Republic of Indonesia (ROD sebesar US$42,49 juta dan US Treasury Stnps (UTS) sebesar US$7C%rta. SSB tersebut digunakan BC sebagai jaminan untuk memperoleh fasilitas Letter of Credit (L/C) dari The Saudi National Commercial Bank (SNCB) dengan plafon sebesar US$100 iuta. Akan tetapi, dan jumlah tersebut hanya ROI sebesar USS34.998 juta yang digunakan untuk membayar jaminan L/C kepada SNCB. sedangkan sisanya sebesar US$7.48 juta dikonversi menjadi UTS yang masih dikuasai oleh FGAH sampai dengan saat ini.

Adapun terhadap UTS sebesar US$70 juta, diantaranya sebesar USS12 iuta telah dijual dan diterima tunai oleh BC pada tanggal 3 Apnl 2007 sebesar US$13 juta dikuasai oleh FGAH sampai dengan saat ini; dan sebesar US$45 juta dijual dalam dua tahap yaitu tahap pertama untuk SSB senilai US$4 juta dan tahap kedua untuk SSB sebesar US$41 juta, namun hasil penjualan SSB tahap kedua sebesar US$37,284 juta tersebut tidak diterima oleh BC.

SSB sebesar US$41 juta yang telah dijual BC. dicatat pada pos "Aset Lain-lain". Sedangkan SSB sebesar USS13 iuta dicatat pada pos "Efek-efek". Keseluruhan SSB tersebut telah dilakukan penyisihan dengan pengakuan kerugian 100% atau sebesar US$54 juta ekuivalen Rp581.32 miliar teteh diakui sebagai kerugian.

2)Berdasarkan Perjanjian Pertukaran Aset [Asset Exchange Agreement) tanggal 4 November 2004 antara BC dan Landesbank Baden-Wurttemberg (LBBW), BC memperoleh UTS sebesar US$115 juta dan MTN Rabobank sebesar US$20 juta.

UTS sebesar US$115 juta beserta call money BC di SNCB sebesar US$2,906,824 dijadikan jaminan kepada SNCB atas pembukaan L/C impor sebesar USS48.999.644 untuk menjamin fasilitas L/C kepada dua nasabah BC yang diduga merupakan pihak-pihak terkait BC. Pada tanggal 17 November 2008, UTS sebesar US$115 juta dijual oleh SNCB dengan harga hanya sebesar USS56.63 juta (49.24%), sehingga BC mengalami kerugian sebesar USS58.37 juta atau ekuivalen Rp703,36 miliar.

MTN Rabobank senilai US$20 juta beserta jaminan lainnya berupa UTS US$4 juta dan Deposito Murabaha sebesar US$3.73 juta dijaminkan BC kepada SNCB untuk memperoleh fasilitas L/C dan SNCB untuk nasabah BC. yaitu PT Energy Quantum Eastern, sebesar USS19.99 juta yang diduga merupakan pihak terkait BC. Untuk melunasi kewajiban L/C kepada SNCB. jaminan MTN Rabobank senilai USD20 juta dijual dengan harga US$13,20 juta dan UTS senilai US$4 juta dijual dengan harga US$3.73 juta

Jumlah kerugian atas transaksi sebesar US$58.37 juta ekuivalen Rp636.24 miliar, UTS sebesar US$4 iuta ekuivalen Rp43.60 miliar dan penurunan nilai MTN Rabobank sebesar US$6,80 juta ekuivalen Rp74,i2 miliar per 31 Desember 2008 atau keseluruhannya mencapai Rp753,96 miliar telah diakui sebagai kerugian BC.

3)Untuk mengatasi permasalahan SSB milik BC yang berkualitas rendah karena tidak mempunyai rating, tidak marketable, dan bersifat private placement, pada tanggal 17 Februari 2006. BC melakukan Perjanjian AMA dengan Telltop Holdings Limited (TTH) dimana TTH akan mengelola dan menjual SSB sebesar US$203,48 juta paling lambat 17 Februan 2009. Dari jumlah tersebut, diantaranya sebesar US$25 juta milik FGAH digunakan sebagai jaminan kredit debitur BC dan tidak dicatat dalam Laporan Keuangan BC.

Pelaksanaan AMA tidak berjalan efektif karena dari US$203.48 juta tersebut, hanya sebesar US$32 juta yang dapat ditenma oleh BC. sedangkan sisanya sebesar USS171.48 juta tidak dapat dieksekusi pada awalnya oleh BC. Dari SSB yang tersisa US$171,48 juta tersebut, di antaranya sebesar USS23 juta telah jatuh tempo dan dibayar tunai. Pada tahun 2007, BC/nenerima pembayaran bunga dari FGAH dalam bentuk SSB sebesar US$40 juta, sheingga sisa SSB per 31 Desember 2008 sebesar US$163,48 juta.

Dalam transaksi tersebut, BC menderita kerugia sebesar USS163.48 juta ekuivalen Rp1.683.16 miliar.

b. Transaksi-transaksi pada BC yang melibatkan RT dan /atau pihak yang terkait dengannya yang mengakibatkan kerugian BC

1) Salah satu pemegang saham BC, yaitu PT Antaboga Delta Sekuritas (PT ADS) adalah merupakan agen penjual reksadana dari empat manajer investasi. Berdasar pemeriksaan BI pada periode tahun 2002 s.d. 2005 ditemukan adanya penyimpangan dalam operasi dari PT ADS, yaitu penjualan produk reksadana yang berkarakteristik deposito, PT ADS bertindak selaku manajer investasi, serta PT ADS dan BC belum memperoleh izin dari Bapepam untuk menjadi wakil agen penjual efek reksadana. Berdasarkan hasil pemeriksaan ini, BI mengirimkan Surat No 7/112/DPmB1/ )DM1 /Rahasia tanggal 20 April 2005 kepada Bapepam untuk meminta bantuan Bapepam memeriksa investasi. Laporan hasil pemeriksaan Bapepam sesuai permintaan BI tersebut, sampai dengan saat ini belum diterbitkan oleh Bapepam.

BI juga telah menegur BC dan BC telah mengeluarkan memo internal yang menegaskan BC tidak lagi menjadi sub agen penjual dari PT ADS. Sejak tahun 2007 s.d. 2008, PT ADS memasarkan produk Discretionary Funds (DF). Walaupun tidak ada perjanjian antara BC dan PT ADS. temyata produk DF tersebut dijual oleh kantor-kantor cabang BC. BPK tidak dapat memperoleh data yang lengkap mengenai transaksi PT ADS, karena seluruh data berkaitan dengan kegiatan PT ADS disita oleh Bareskrim POLRI. Namun berdasarkan data yang ada di BC, diketahui bahwa terdapat hasil penarikan kredit oleh pihak-pihak terkait yang digunakan untuk membayar nasabah PT ADS mengingat produk PT ADS dijual di seluruh cabang BC.

2) Terdapat kredit kepada sebelas debitur BC dengan nilai outstanding per 31 Desember 2008 senilai Rp592,24 miliar yang diduga diberikan kepada pihak-pihak yang terkait dengan BC dan RT. Pemberian kredit tersebut diduga dilakukan dengan melanggar prosedur pemberian kredit di BC. Kredit tersebut saat ini berstatus macet dan BC telah mengakui kerugian sebesar Rp453,91 miliar setelah BC diambil alih oleh LPS.

3) BC memberikan fasilitas L/C impor kepada sepuluh debitur senilai US$172,13 juta yang diduga diberikan kepada pihak terkait dengan BC dan RT. Untuk itu, BC telah menempatkan jaminan kepada bank koresponden berupa penempatan dana dalam bentuk call money. SSB valas, dan Callable Range Accrual Notes. Pemberian fasilitas L/C tersebut dilakukan dengan melanggar ketentuan BC mengenai pemberian fasilitas L/C. Para debitur BC tidak dapat melunasi tagihan L/C tersebut pada saat jatuh tempo, sehingga BC membentuk penyisihan (mengakui kerugian) sebesar 100% atau sebesar US$172,13 juta ekuivalen Rp1.876,31 juta setelah BC diambil alih oleh LPS.

4) Terdapat penggelapan bank notes yang dilakukan oleh DT senilai US$18 juta ekuivalen Rp196, 20 miliar sebagaimana dijelaskan dalam butir 8 di atas.

5) BC melakukan pengeluaran biaya-biaya operasional yang diduga fiktif senilai Rp211,01 miliar dan USS3,75 juta ekuivalen Rp16,15 miliar. Dana dari hasil pengeluaran biaya fiktif tersebut digunakan untuk kepentingan pemegang saham (RT) dan/ atau pihak-pihak yang terkait dengan BC dan RT, misalnya, untuk melunasi dana nasabah PT ADS. salah satu pemegang saham BC.

6) Biaya-niaya pra merger dan biaya-biaya lainnya sebesar Rp325, 50 miliar yang dibebankan sebagai biaya pada tahun 2008.

Praktik-praktik yang tidak sehat yang dilakukan oleh pemegang saham dan pihak terkait lainnya diduga melanggar ketentuan Pasal 8 ayat (1), Pasal 49 ayat (1), Pasal 49 ayat (2), Pasal 50, dan Pasal 50 A UU No 10 Tahun 1998 tentang Perubahan atas UU No 7 Tahun 1992 tentang Perbankan teleh merugikan BC sekurang-kurangnya sebesar Rp6.322.57 miliar yang pada akhirnya kerugian tersebut ditutup dengan dana PMS dari LPS.

Uraian lebih rinci mengenai permasalahan tersebut dapat dilihat dalam Laporan Hasil Pemeriksaan lengkap yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari laporan ini.

Jakarta, 20 November 2009
BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

http://www.sssg- indonesia. org/index. php?option= com_content& task=view& id=225&Itemid= 2