KOMPAS.com - Ingin makan enak dengan harga murah? Jangan khawatir. Kini Anda tak perlu repot lagi mencarinya. Coba saja Lapar.com, situs daily deal yang fokus memanjakan lidah konsumen dengan memberikan diskon hebat untuk makanan-makanan pilihan.
Dengan tagline "Makanan Top, Harga Edan", Lapar.com memang manawarkan diskon harga yang lumayan besar. Diskon yang ditawarkan hingga 90 persen untuk makanan dan resto.
Skema bisnisnya mirip Groupon yang lagi kesohor di Negeri Paman Sam, namun mengkhususkan diri pada produk produk restoran dan makanan. Konsepnya adalah pembelian secara berkelompok. Lapar.com akan menawarkan kupon diskon kepada anggotanya dan begitu tercapai jumlah minimal, penawaran ditutup dan semua yang telah membeli baru akan mendapatkan kuponnya.
Jadi, jangan sampai telat. Penawaran selalu terbatas dan siapa cepat dia yang dapat. Pengunjung web tersebut harus membeli kupon makanan yang ditawarkan. Untuk pembayaran, Lapar.com menerapkan sistem top-up, di mana pengunjung harus menempatkan uang deposit di akun mereka setelah mendaftarkan diri.
Saat membeli kupon, deposit pengunjung akan terpotong secara otomatis. Tentu saja, cara ini praktis dikarenakan pengunjung tidak perlu repot-repot ke bank untuk mentransfer uang setiap kali akan melakukan transaksi. Uang deposit di akun bisa dilakukan dengan cara transfer ke rekening Lapar.com yang akan diverifikasi oleh admin Lapar.com atau dengan pengisian voucher mirip dengan pulsa telepon.
Namun, saat ini memang untuk penjualan voucher hanya dijual di beberapa titik lokasi saja. Lapar.com juga hanya memfokuskan bidang makanan yang berkaitan dengan lifestyle dan biasanya mempunyai tempat yang relatif nyaman, bagus, dan memiliki citarasa tinggi.
Lapar.com saat ini sedang melakukan kerja sama dengan KlikBCA untuk meningkatkan kemudahan deposit. Kelak, pengunjung yang sudah terdaftar tidak perlu lagi menunggu persetujuan dari admin tetapi langsung nilai depositnya bertambah setelah melakukan pembayaran di KlikBCA
Untuk fitur security, Lapar.com sudah dilengkapi dengan SSL Certificate 256bit dari Verisign sehingga memberikan keamanan terhadap konsumennya. Layanan daily deal yang didirikan M Firman Nurimansyah dan Alvin Arief ini baru tersedia untuk kota Jakarta dan Bandung.
Tampilkan postingan dengan label gratis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gratis. Tampilkan semua postingan
Minggu, 23 Januari 2011
Kamis, 20 Januari 2011
Nokia Hentikan Paket Musik Gratis di 27 Negara
HELSINKI - Sudah lebih dari dua tahun Nokia mencoba menembus industri musik dengan menjual ponsel yang dipaket dengan akses men-download jutaan lagu resmi tanpa batas. Layanan yang menggandeng sejumlah label terkemuka itu telah mengalami perkembangan dari "Comes With Music" menjadi "OVI Music Unlimited" atau "OVI Musik Sesukamu" di Indonesia.
Namun, produsen ponsel terbesar dunia tersebut akhirnya memutuskan untuk menghentikan paket bundling layanan tersebut. Padahal, sebelumnya, model bisnis yang dilancarakan Nokia dan mitranya seperti Universal Music, EMI, Warner Group, dan Sony itu digadang-gadang akan menjadi pesaing berat iTunes dari Apple.
Rupanya, layanan tersebut tak mendapat sambutan pasar sesuai harapan. Layanan download cuma-cuma dihentikan di 27 negara. Tinggal di beberapa negara saja yang dipertahankan, yakni di China, India, dan Indonesia untuk paket layanan download cuma-cuma selama 12 bulan dan di Brazil, Turki, dan Afrika Selatan untuk paket 6 bulan.
"Pasar jelas ingin layanan musik yang bebas DRM (digital right management)," ujar juru bicara Nokia, seperti dilansir Reuters, Senin (17/1/2011). Pada layanan donwload tanpa batas itu, pengguna memang hanya dapat mendengarkannya di ponsel yang masuk dalam oaket pembelian serta satu buah komputer menggunakan OVI Player.
Meski layanan download tanpa batas telah ditutup, Nokia tetap melanjutkan bisnis download lagu secara online tersebut. Nokia memutuskan untuk hanya menyediakan lagu tanpa DRM di 38 negara. Bagi pengguna yang masih berlanggan layanan download musik tanpa batas tetap dapat menggunakannya sampai batas langganan berakhir.
Sumber
KOMPAS.com
Namun, produsen ponsel terbesar dunia tersebut akhirnya memutuskan untuk menghentikan paket bundling layanan tersebut. Padahal, sebelumnya, model bisnis yang dilancarakan Nokia dan mitranya seperti Universal Music, EMI, Warner Group, dan Sony itu digadang-gadang akan menjadi pesaing berat iTunes dari Apple.
Rupanya, layanan tersebut tak mendapat sambutan pasar sesuai harapan. Layanan download cuma-cuma dihentikan di 27 negara. Tinggal di beberapa negara saja yang dipertahankan, yakni di China, India, dan Indonesia untuk paket layanan download cuma-cuma selama 12 bulan dan di Brazil, Turki, dan Afrika Selatan untuk paket 6 bulan.
"Pasar jelas ingin layanan musik yang bebas DRM (digital right management)," ujar juru bicara Nokia, seperti dilansir Reuters, Senin (17/1/2011). Pada layanan donwload tanpa batas itu, pengguna memang hanya dapat mendengarkannya di ponsel yang masuk dalam oaket pembelian serta satu buah komputer menggunakan OVI Player.
Meski layanan download tanpa batas telah ditutup, Nokia tetap melanjutkan bisnis download lagu secara online tersebut. Nokia memutuskan untuk hanya menyediakan lagu tanpa DRM di 38 negara. Bagi pengguna yang masih berlanggan layanan download musik tanpa batas tetap dapat menggunakannya sampai batas langganan berakhir.
Sumber
KOMPAS.com
Langganan:
Postingan (Atom)