Tampilkan postingan dengan label tutup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tutup. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 Januari 2011

Pemblokiran BlackBerry Ancam Bisnis Operator

JAKARTA - Kenikmatan mengakses internet unlimited melalui BlackBerry boleh jadi sirna jika Research In Motion (RIM) tak kunjung memasang filter konten pornografi. Pemerintah melalui Menkominfo mengultimatum penyedia layanan BlackBerry tersebut sampaio 21 Januari 2011.
Menanggapi rencana tersebut, para operator cemas. Telkomsel yang kini memiliki pelanggan BlackBerry terbanyak menyesalkan aturan ini muncul saat pertumbuhan BlackBerry sangat pesat. GM Komunikasi Perusahaan Telkomsel Ricardo Indra memandang, pemblokiran bisa mengancam pertumbuhan BlackBerry.

Hal yang sama diungkapkan Indosat. "Pemblokiran akan mempengaruhi bisnis kami," imbuh Benny Hutagalung, Kepala Divisi BlackBerry Indosat kepada Kontan.

Maklum, pelanggan BlackBerry cukup banyak dan terus tumbuh. Diperkirakan sudah ada sekitar 2,5 juta pelanggan BlackBerry Internet Services (BIS) di Indonesia saat ini dari lima operator telekomunikasi seluler yang menyediakan layanan tersebut.

Memang, tak semua menggunakan layanan BIS bulanan. Tapi, taruh kata rata-rata tarif BIS bulanan Rp 90.000, maka jika pemerintah memblokir RIM, operator kehilangan potensi pendapatan Rp 225 miliar per bulan.

"Agar tak merugikan, kami sedang negosiasi dengan pemerintah. Kami harap ada hasil terbaik yang menguntungkan semua pihak," kata Handono Warih, GM Pengembangan Mobile Data XL Axiata.

Sekjen Indonesia Telecommunications Users Group Muhammad Jumadi menilai, pemerintah tak akan berhasil memblokir akses pornografi. Namun dia setuju, RIM harus mengikuti aturan.

"Setiap bulan RIM mendapat 20 juta dollar, tanpa membayar pajak dan biaya internet service provider," kata Jumadi.

Pemerintah berang lantaran Research In Motion Ltd (RIM), produsen BlackBerry, tak kunjung memblokir akses ke situs-situs porno. RIM akhirnya berkomitmen akan segera melakukan hal tersebut segera.(Kontan/Yudo Widiyanto, Sofyan Nur Hidayat, Gloria Haraito)



Sumber
KOMPAS.com

RIM Buat BlackBerry Dual Core

Las Vegas - Research in Motion (RIM) tengah membuat smartphone BlackBerry yang menggunakan prosesor dual core.

Dalam ajang Consumer Electronics Show (CES) 2011 di Las Vegas minggu lalu, Co-CEO RIM Mike Lazaridis dalam sebuah wawancara mengatakan perusahaan sedang menyiapkan perangkat tersebut. "Tapi kami belum memastikan kapan akan diluncurkan," katanya.

Selain cip yang berbeda, Lazaridis menambahkan, BlackBerry ini juga akan berjalan dengan sistem operasi QNX yang juga digunakan pada tablet BlackBerry PlayBook.

"Kami akan bekerja pada smartphone multicore, dan QNX adalah platform untuk cip multicore itu," katanya. Nampaknya, BlackBerry dual core QNX ini bakal menjadi "pasangan" untuk BlackBerry PlayBook karena RIM tidak lagi mengembangkan sistem operasi BlackBerry 6 yang digunakan pada BlackBerry Torch.

Lazaridis mengatakan, semua perangkat yang berbasis OS QNX dapat mendukung untuk Java dan aplikasi BlackBerry serta memungkinkan transaisi dari OS satu ke OS lainnya dengan baik.

Softpedia|Rini K



Sumber
TEMPO Interaktif

Facebook Buat Tampilan Profil Baru

Jakarta - Pada Desember tahun lalu, Facebook pernah memperkenalkan tampilan profil baru kepada pengguna. Ketika itu, lebih dari 500 juta pengguna Facebook di seluruh dunia dipersilakan mencoba dan menerapkannya di akun masing-masing.

Setiap orang diberikan waktu selama satu bulan untuk memilih apakah akan menggunakan tampilan profil yang baru aatu yang lama. Tapi mulai hari ini, setiap akun Facebook secara otomatis akan "dipaksa" menggunakan tampilan profil yang baru itu.

"Untuk bulan Desember, kami memberikan pilihan untuk memperbarui ke profil baru, dan ratusan juta pengguna sudah menerapkannya," kata seorang Facebook Engineer Philip Rha, di blog Facebook kemarin. "Dan mulai hari ini, kami akan membuat profil baru untuk semua orang."

Tampilan pada profil yang baru ini memang benar-benar berbeda. Pada salah satu contoh akun yang menggunakan profil baru, pengguna dapat memodifikasi seluruh wajahnya dari bagian-bagian foto yang terpisah.

Beberapa fitur di dalamnya juga diubah. Misalnya fitur antarmuka, akses ke foto, dan menampilkan rincian mengenai identitas pengguna, seperti pekerjaan, pendidikan. Untuk koneksi ke berbagai teman, profil baru ini menyediakan pengkategorian seperti teman kantor, teman sekolah atau sahabat.

Sayangnya, Facebook tak memberikan kompromi bagi pengguna yang masih menyukai tampilan profil yang lama. Seorang pengguna situs jejaring sosial itu, Bonnie Coomber, of the Cator Park School for Girls menyatakan tidak menyukai tampilan profil yang baru. "Kembalikan profil seperti dulu," katanya.

Pengguna lainnya, Tomasina McGinnity dan Filipe Monteiro juga mengatakan tidak menyukai profil yang baru tersebut. "Ini menyebalkan," keluh Monteiro. Adapula pengguna yang mempertanyakan kepana Facebook tidak memberikan pilihan bagi pengguna dan secara sukarela mengunakan tampilan profil yang baru. "Semua orang sudah mengeluhkan tampilan profil yang baru ini, tapi Facebook tak mau mendengarnya," kata Monica Baguchinsky Lunn. "Ketika Dewa Facebook sudah membuat keputusan, maka mereka tidak akan peduli dengan orang kecil."

Mashable|PC World|Rini K



Sumber
TEMPO Interaktif

9 Penjelasan Tifatul Soal BlackBerry

Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informasi Tifatul Sembiring kembali angkat bicara soal kontroversi pemblokiran layanan internet BlakcBerry. Dalam akun Twitter-nya, @tifsembiring, Tifatul menjelaskan sembilan hal terkait polemik tersebut.

Di antara sepuluh tersebut, Tifatul menyebut ada sekitar 3 juta pelanggan Research in Motion (RIM), produsen BlackBerry, di Indonesia. Dari jumlah tersebut, RIM menangguk untuk pemasukan bersih Rp 2,268 triliun per bulan.

"Salahkah kita meminta "JATAH" buat NKRI seperti tenaga kerja, konten lokal, hormati dan patuhi ketentuan Hukum dan UU di RI yg berdaulat ini," kata Tifatul lewat akun Twitter-nya, Selasa (11/1).

Berikut sembilan penjelasan Tifatul yang terbaru di akun Twitter-nya.

1. Tweeps yg budiman, berikut saya akan jelaskan beberapa hal terkait kontroversi peringatan kpd RIM yg mengoperasikan BlackBerry di INA

2. Data Pakar IT: ada 3 juta pelanggan RIM/BB di Indonesia. 2 jt resmi dan 1 jt black market.

3. Dg rata2 menagih $ 7 USD/org/bulan. RIM menangguk pemasukan bersih Rp 189 Milyar/bln atau RP 2,268 Trilyun/thn. Uang rakyat INA utk RIM

4. CATAT : RIM Tanpa bayar pajak sepeserpun kepada RI, tanpa bangun infrastruktur jaringan apapun di RI. Seluruh jaringan adalah milik 6 operator di INA.

5. Salahkah kita meminta "JATAH" buat NKRI spt. Tenaga Kerja, konten lokal, hormati dan patuhi ketentuan Hukum dan UU di RI yg berdaulat ini

6. Semua operator yg lain sudah menjalankan dan mematuhi UU dan peraturan RI, spt: bayar BHP frekw, pajak, rekrut naker, CSR, bantu korban2

7... Merapi, korban Mentawai, korban Wasior, bencana2 lainnya dan blokir pornografi.

8. Kelirukah kita jika minta RIM menjalankan UU dan aturan yg sama? Apakah RIM perlu diberi keistimewaan dan perkecualian?

9. Saya sdh baca komentar2, haruskah kita selalu me-runduk2 kpd asing? Arogankah kalau mengingatkan asing agr hormati hukum dan UU di INA.

10. Ini u/kepentingan yg lebih luas. Diberi sepotong "kue kecil" lantas mati2an bela asing. Minta hak yg besar u/ bangsa yg terhormat ini.

11. Mudah2an tweeps budiman maklum adanya. Sebelumnya, Tifatul mengultimatum RIM untuk mematuhi ketentuan menutup saluran pornografi. Jika dalam dua minggu tak dipenuhi, pemerintah akan menutup saluran jaringan RIM. "Tak ada jalan lain, pokoknya siapa saja yang melanggar, ya, harus diberi sanksi," ujarnya akhir pekan lalu.

Setelah mendapat ancaman pemblokiran, RIM, perusahaan Kanada yang mengeluarkan layanan Blackberry, menegaskan mematuhi keinginan pemerintah untuk melakukan penyaringan konten pornografi di servernya.

Dalam keterangan resminya RIM mengatakan akan tunduk terhadap aturan pemerintah. RIM menegaskan akan bekerja sama dengan para operator di Indonesia untuk menempatkan prom, penyaring solusi yang sesuai untuk para pelanggan Blackberry di Indonesia. "Sesegera mungkin," demikian tulis RIM dalam pernyataannya yang diterima Tempo, Senin (10/1).

PGR



Sumber
TEMPO Interaktif

Alasan Data Center Harus di Indonesia Agak Naif

JAKARTA - Pemerintah setidaknya punya dua alasan kenapa memaksa Research In Motion (RIM) memasang data center di Indonesia. Pertama, untuk memudahkan aparat berwenang menyadap informasi dalam rangka penegakan hukum. Kedua, menghemat bandwidth internet internasional.

Namun, pengamat teknologi informasi Onno W Purbo, punya pandangan berbeda. Alasan-alasan tersebut dinilainya tidak kuat. Menurutnya, lokasi server baru berpengaruh pada konsumsi bandwidth internet jika trafiknya bisa dialihkan ke dalam negeri.

"Mau server RIM di Indonesia yang diakses tetap aja Yahoo.com, Gmail.com, ya tetap aja traffic-nya ke Internasional. Kalau mau murah yang dipindah bukan server RIM. Yang dipindah ya server Yahoo.com, Gmail.com, Youtube.com, Facebook.com, Rapidshare.com, dll. Nah itu baru bisa bikin Internet murah. Kalau RIM aja yang dipindah sih gak ngefek banyak lah," kata Onno dalam wawancara virtual yang dilansir halaman Wiki Open Source Telkom Speedy.

Soal lokasi data center di Indonesia bisa mempermudah aparat berwenang melakukan penyadapan dan mencari informasi demi penegakan hukum, menurut Onno pun tidak berkorelasi langsung. Kecuali, pemerintah sudah punya kebijakan yang bisa memaksa RIM memberikan akses penuh ke data-data komunikasi yang diinginkan.

"Hehehe... Ini juga agak naif sebenernya. Bagi kita yang ada di dunia komputer/internet, lokasi server gak penting. Yang penting kita dikasih username & password buat akses ke server. Jadi kalau server ada di Indonesia tapi kita tidak dikasih username & password buat akses ya sama juga bohong. Tapi, walaupun server ada di Kanada tapi kita dikasih username & password buat akses ya bisa diakses," jelas Onno.

Jadi, menurutnya aneh jika pemerintah memaksa RIM memindahkan server ke Indonesia cuma gara-gara mau melakukan sniffing atau penyadapan. Kalau tujuannya kelak meminta akses penuh kepada RIM untuk mengakses data-data pengguna yang selama ini terlindungi enkripsi, pemerintah pun tidak boleh tebang pilih. Penyedia layanan komunikasi lain juga harus diminta seperti Facebook, Yahoo, Gmail, dan lainnya. Tapi mungkinkah?



Sumber
KOMPAS.com

"Data Center" di Indonesia biar Hemat "Bandwidth"?

JAKARTA — Pemerintah setidaknya mempunyai dua alasan mengapa mendesak Research In Motion (RIM) agar menempatkan data center BlackBerry di Indonesia. Selain untuk memudahkan aparat hukum melacak lalu lintas informasi yang dibutuhkan untuk mendukung penegakan hukum, data center di Indonesia juga bisa menghemat bandwidth internet internasional.

Dalam pernyataan persnya, Senin (10/1/2011) kemarin, Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo Gatot S Dewa Broto menyatakan bahwa desakan kepada RIM untuk menempatkan data center BlackBerry di Indonesia juga atas permintaan operator. Ia menyatakan, semua operator yang melayani BlackBerry telah mengirimkan surat kepada pemerintah mengenai hal itu.

Tak dimungkiri bahwa operator sendiri mendukung jika RIM menempatkan data center di Indonesia seperti keinginan pemerintah. "Memang pemerintah menanyakan pendapat operator dan operator telah menyampaikan pendapatnya. Jika BB menempatkan data center di Indonesia, seharusnya akan lebih efisien karena biaya sewa bandwidth diharapkan turun," ujar kata Febriati Nadira, Head of Communication PT XL Axiata Tbk, Selasa (11/1/2011).

Selama ini semua trafik data melalui BlackBerry memang ditangani oleh data center RIM di Kanada. Operator telekomunikasi menyediakan bandwidth khusus untuk layanan BlackBerry dan semua permintaan akses ke internet dilakukan oleh RIM. Dengan semakin bertambahnya jumlah pelanggan, operator dituntut terus menambah lebar bandwidth untuk menjamin kualitas layanan kepada setiap pelanggan.

Hal ini pula yang menjadi perhatian pemerintah. Menkominfo Tifatul Sembiring dalam akun Twitter miliknya hari ini menyatakan, RIM selama ini mengeruk keuntungan sangat besar dari pelanggan di Indonesia, tetapi tidak mengeluarkan investasi jaringan sedikit pun karena semua dibebankan kepada enam operator mitranya di Indonesia.



Sumber
KOMPAS.com

Pasar PC Tergencet Tablet

Jakarta - Perusahaan riset International Data Corporation (IDC) menyatakan pengiriman perangkat komputer pribadi (PC) pada kuartal keempat tahun lalu mulai tergerus komputer tablet.
Total jumlah pengiriman PC di seluruh dunia selama kuartal keempat tahun 2010 tercatat sebanyak 92,1 juta unit atau hanya tumbuh 2,7 persen dibandingkan periode yang sama pada 2009. "Jumlah pertumbuhan itu meleset jauh dari target semula yakni 5,5 persen," kata Research Director IDC, David Daoud seperti dikutip situs teknologi PC World, hari ini.

Satu-satunya penyebab turunnya pertumbuhan PC, menurut Daoud, karena semakin meningkatnya popularitas komputer tablet yang dipelopori Apple iPad. "Konsumen telah menggunakan uang mereka untuk membeli perangkat yang memiliki nilai lebih," ujarnya.

Untuk tahun 2011, IDC memperkirakan pasar tablet akan makin semarak dengan hadirnya sistem operasi baru Android 3.0 Honeycomb yang pertama kali diterapkan oleh Motorola lewat tablet Xoom. Persaingan di dunia perangkat komputer tablet juga semakin sengit karena Research in Motion (RIM) ikut "nimbrung" dengan meluncurkan PlayBook plus berbagai vendor komputer lainnya yang semula berkonsentrasi membuat notebook.

Sepanjang tahun ini, IDC memperkirakan pengiriman tablet akan mencapai 40 juta unit, sementara perusahaan riset Gartnet mengkalkulasi terdapat 54 juta unit tablet diproduksi pada 2011.

Acer dan Hewlett-Packard sebagai vendor komputer dunia misalnya, mengalami penuruan pengiriman PC masing-masing sebesar 15 persen dan 0,9 persen selama kuartal keempat 2010. Sementara Dell, Lenovo dan Toshiba mengalami peningkatan pengiriman PC sebesar 4,2 persen, 21,1 persen, dan 12,1 persen.

PC World|Rini K



Sumber
TEMPO Interaktif

Soal Data Center, RIM Tunggu Senin

Nusa Dua - Tuntutan Menteri Komuniaksi dan Informatika Tifatul Sembiring kepada Research In Motion (RIM) soal penempatan pusat data (data center) BlackBerry di Indonesia ternyata belum diputuskan. RIM masih menunggu kepastian hukum dan pertemuan pekan depan.

"Kami memang selalu patuh dengan aturan hukum di negara mana pun layanan kami berada," kata Gregory Wade, Direktur Pelaksana RIM Asia Tenggara. "Tapi, apakah hukum mengharuskan seperti itu?".

Dia menambahkan, soal itu RIM masih akan menunggu hasil pertemuannya dengan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) dan enam operator. Pertemuan itu dijadwalkan berlangsung Senin, 17 Januari 2011.

Gregory menegaskan untuk mengelola data center butuh jaringan yang andal. Selama ini RIM telah melayani pelanggan jutaan BlackBerry dari berbagai negara. Jadi, soal data center ini, RIM lebih memfokuskan soal jaminan koneksi yang andal untuk para pelanggan.

Soal penempatan data center di Indonesia adalah satu dari tujuh poin permintaan pemerintah kepada RIM. Salah satu alasan mengapa Menteri Tifatul menganggap penting penempatan data center BlackBerry di Indonesia adalah agar pemerintah bisa mengawasi lalulintas komunikasi yang berkaitan dengan korupsi dan terorisme. Selama ini, komunikasi lewat jaringan BlackBerry Messenger memang tak terlacak.

Operator seluler sebenarnya juga lebih suka bila pusat data ditempatkan di Indonesia. Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo Gatot S Dewa Broto dalam siaran persnya menyatakan bahwa desakan kepada RIM itu adalah permintaan operator. Ia menyatakan, semua operator yang melayani BlackBerry telah mengirimkan surat kepada pemerintah mengenai hal itu.

Bagi operator, jika RIM menempatkan pusat data BB di Indonesia itu akan memangkas biaya sewa bandwidth internasional. Selama ini, setiap operator harus menyewa bandwidth khusus agar tersambung dengan server RIM di Kanada. Bila biaya ini dipangkas, itu bisa membuat, layanan BlackBerry di Indonesia menjadi lebih murah.

BURHAN SHOLIHIN



Sumber
TEMPO Interaktif

RIM: Kami Sudah Bayar Pajak

NUSA DUA - Produsen dan penyedia layanan BlackBerry Research In Motion (RIM) menyangkal pernyataan bahwa pihaknya tidak membayar pajak dalam menyediakan layanannya di Indonesia. Hal tersebut ditegaskan Gregory Wade, Managing Director South East Asia RIM di sela-sela BlackBerry Developer Conference (Devcon) Asia 2011 di Nusa Dua, Bali.

"Kami telah membayar pajak kami dan akan terus mematuhi peraturan yang berlaku di negara manapun layanan kami tersedia," ujar Gregory Wade, kepada sejumlah wartawan lokal maupun mancanegara, Kamis (13/1/2011). Ia juga kembali menegaskan bahwa RIM berkomitmen mematuhi aturan hukum yang berlaku di Indonesia.

Pernyataan tersebut mengklarifikasi berita hari ini bahwa Menteri Keuangan RI akan menagih pajak RIM. Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring juga mengungkap bahwa RIM tak membayar pajak sepeserpun dari keuntungannya selama ini yang mencapai lebih dari Rp 2 triliun per tahun dari layanan BlackBerry di Indonesia.

Dalam pernyataan resminya, RIM menyatakan telah membayar semua jenis pajak yang dikenakan sebagaimana perusahaan importir barang lainnya. Terkait layanan BlackBerry di Indonesia, RIM juga merasa telah memberikan kontribusi yang signifikan untuk mendorong ekonomi di Indonesia dan menyumbang keuntungan yang besar bagi operator yang menjadi mitranya.

Sebagai komitmennya, RIM telah mendirikan PT RIM Indonesia yang sudah diakui Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan sudah membuka kantor di Jakarta sejak November 2010 lalu. RIM juga berkomitmen terus berinvestasi, mislanya melalui BlackBerry Academic program dengan menggandeng universitas-universitas serta BlackBerry Partner Fund untuk mendorong developer lokal mengembangkan bisnisnya.


Sumber
KOMPAS.com

Soal "Data Center", RIM Tunggu Kepastian Hukum

NUSA DUA — Tuntutan pemerintah agar Research in Motion (RIM) menempatkan pusat data (data center) BlackBerry di Indonesia belum ada kepastian hingga kini. RIM pun belum menegaskan apakah permintaan pemerintah tersebut akan dikabulkan.

"Pada dasarnya kami patuh dengan aturan hukum di negara mana pun layanan kami berada. Jadi, menjawab pertanyaan tersebut, kami masih harus memastikan apakah kebijakan hukumnya mengharuskan begitu," kata Gregory Wade, Managing Director South East Asia RIM di sela-sela BlackBerry Developer Conference 2011 di Nusa Dua, Bali, Kamis (13/1/2011).

Ia mengatakan, pengelolaan data center terkait dengan kebutuhan jaringan untuk memastikan layanan BlackBerry memuaskan pelanggan. Jadi, pihaknya saat ini tetap fokus bagaimana jaringan efisien sehingga memberikan jaminan koneksi kepada semua pelanggan.

Mengenai permintaan pemerintah untuk menyensor konten pornografi di internet, RIM menjamin komiten tersebut sesuai dengan aturan yang berlaku di Indonesia. Namun, implementasinya dilakukan segera bekerja sama dengan operator agar tidak mengganggu layanan koneksi kepada pengguna.

Data center dan sensor pornografi adalah dua di antara tujuh poin permintaan pemerintah kepada RIM terkait dengan layanannya di Indonesia. Menteri Komunikasi dan Informatika sebelumnya mengultimatum RIM karena dianggap mengulur-ulur waktu untuk memenuhinya.



Sumber
KOMPAS.com

Minggu, 16 Januari 2011

Beredar Isu Facebook Akan Ditutup

California: Isu mengenai rencana penutupan situs jejaring sosial Facebook marak diperbincangkan di dunia maya. Kabarnya situs mendunia itu akan ditutup oleh Mark Zuckerberg, pendiri sekaligus pemilik situs itu. Demikian disebutkan situs Weekly World News mengutip pernyataan Mark Zuckerberg di Palo Alto, California, Amerika Serikat, Sabtu (8/1).

Dalam konferensi pers, menurut situs itu, Zuckerberg mengaku stres mengelola Facebook yang telah di luar kendali sehingga mengganggu hidupnya. Atas dasar itulah, ia akan menutup situs yang memiliki ratusan juta anggota itu pada 15 Maret 2011. Meski demikian, Zuckerberg menilai keputusannya menutup Facebook sangatlah berat.

Namun, situs The Huffington Post tidak percaya rumor tersebut. Salah satu situs berita terbesar di Amerika Serikat itu menyebut isu itu adalah lelucon belakang. Hanya saja, pihaknya mengakui kabar burung itu menyebar begitu cepat lewat situs jejaring sosial Twitter hingga Google Trends tanpa mengetahui asal muasal sumbernya.(ADI/ANS)



Sumber
Liputan6.com