Tampilkan postingan dengan label blokir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label blokir. Tampilkan semua postingan

Minggu, 23 Januari 2011

Filter Pornografi di BlackBerry Diterapkan Bertahap

JAKARTA, KOMPAS.com - Research In Motion (RIM) bekerja sama dengan operator mulai menyensor konten pornografi di layanan BlackBerry mulai Rabu (19/1/2011) hari ini. Upaya tersebut juga didukung komunitas internet sehat di Indonesia. Untuk sensor di BlackBerry, RIM menggunakan teknik filtering menggunakan DNS Nawala yang selama ini sudah diterapkan untuk warnet-warnet dan pribadi.


"Efektif mulai hari ini akses ke konten negatif dari Blackberry Browser telah difilter by default menggunakan Nawala Project secara bertahap," demikian tulis M Shalahuddien alias Pataka, Vice Chairman ID-SIRTII (Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure) dalam akun Twitter miliknya @patakaid, Rabu.

Pengamatan Kompas.com, sensor pornografi memang belum merata kepada semua layanan BlackBerry. Pengguna handset BlackBerry tipe terbaru OS 6 umumnya masih bebas mengakses situs-situs dewasa. Namun, untuk pengguna handset lama, seperti Bold dan seri sebelumnya telah terblokir. Menurut Dolly Surya Wisaka dari XL, dalam akun Twitter-nya @DollySW menyatakan proses penyensoran memang dilakukan bertahap dan untuk perangkat dengan BlackBerry OS 6 seperti Torch dan Bold 9780 baru akan diberlakukan malam ini.

Sebelumnya, RIM meminta waktu 100 hari untuk memblokir konten pornografi di layanan internet BlackBerry setelah berdialog dengan para pejabat Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Senin lalu. RIM juga meminta kerja sama dengan operator untuk mengimplementasikannya. Hasil negosiasi, RIM memilih untuk memblokir menggunakan DNS Nawala yang dikembangkan para penggiat internet Indonesia.

Hari Ini, Tenggat Terakhir RIM BLokir Pornografi

Liputan6.com, Jakarta: Hari ini (21/1) merupakan tenggat akhir bagi Research In Motion atau RIM, perusahaan yang mengeluarkan BlackBerry, untuk memblokir konten pornografi. Karena itu, Anda para pengguna BlackBerry mulai sekarang seharusnya tidak bisa lagi berselancar konten pornografi melalui BlackBerry. Tapi inilah kenyataannya, gambar-gambar porno masih bisa dilihat lewat BlackBerry.


Kementerian Komunikasi dan Informatika mengakui memang tidak semua situs porno bisa terblokir. Diperkirakan, hanya sekitar 80 persen puluh persen dari konten pornografi yang bisa diblokir. Termasuk jika Anda mengetik kata porno, secara otomatis server tak lagi meladeni permintaan Anda.

"Perkembangan antara pemblokiran dan situs-situs porno itu kayak deret ukur sama deret hitung. Kita blokir 100 (situs porno), munculnya bisa 10 ribu. Blokir satu juga, bisa lebih lagi," kata Gatot S. Dewa Broto, Kepala Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika di Jakarta.

Namun, tambah Gatot, pihaknya berharap apa yang dilakukan RIM bisa semaksimal mungkin memblokir situs porno. "Seandainya hari ini atau setelah 21 Januari masih ada (situs porno), kami maklum dan paham," ucap Gatot.

Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring mengancam akan menuntut RIM secara hukum dan menutup layanan BlackBerry di Indonesia bila permintaan pemblokiran pornografi itu tidak dipenuhi. RIM akhirnya setuju dengan permintaan itu. Hal ini dibuktikan dengan memblokir konten negatif, termasuk situs pornografi mulai Kamis silam dengan menggunakan DNS Nawala [baca: Tifatul: RIM Mulai Blokir Situs Porno].(BOG)

Kamis, 20 Januari 2011

Tifatul Kebingungan Ditanya RIM Itu Apa

JAKARTA — Di tengah-tengah Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi I, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Tifatul Sembiring tiba-tiba dicecar tentang jenis layanan yang diberikan oleh Research In Motion (RIM) melalui perangkat BlackBerry-nya, apakah termasuk operator atau content provider (penyedia konten).

Tifatul pun akhirnya kewalahan dan menyatakan bahwa masalah definisi tersebut akan kembali dibahas dengan Komisi I di kemudian hari. "RIM saat ini adalah makhluk asing. Ia berlaku sebagai operator penyedia jasa internet, tetapi juga content provider. Pemerintah saat ini belum yakin posisi RIM," ujar politisi Golkar, Tantowi Yahya, dalam Rapat Dengar Pendapat antara Kementerian Kominfo dan Komisi I, Senin (17/1/2011) di Jakarta.

Pernyataan Tantowi ini ditujukan kepada Tifatul beserta jajarannya yang hadir dalam RDP tersebut. Ia pun melihat perkembangan pesat BlackBerry di Indonesia adalah perkara serius dan mendesak untuk segera dirumuskan oleh pemerintah.

"Kalau misalnya dia operator, RIM harus punya server sendiri dan taat sama undang-undang telekomunikasi, pornografi, dan ITE," ucapnya. Apabila RIM dianggap sebagai operator, lanjut Tantowi, maka RIM tidak perlu membayar pajak ataupun memasang server di Indonesia.

"Kalau pemerintah saja enggak yakin, masa rakyatnya yakin juga. Gimana bisa yakin kan?" kata Tantowi.

Oleh karena itu, di dalam kesimpulan RDP hari ini, Tantowi bersikeras bahwa poin tentang perumusan definisi RIM harus segera dirampungkan oleh Kemkominfo.

Menanggapi hal tersebut, Menkominfo Tifatul Sembiring menjawab santai. "Nantilah itu kita bicarakan bersama Komisi I," ungkapnya.

Ia menjelaskan, pemerintah menganggap RIM sebagai penyedia konten, tetapi juga berperan sebagai importir handset BlackBerry. "Tapi, secara elektronik mereka melanggar undang-undang, termasuk soal akses pornografi. Itu saja dululah yang kami kejar," ujarnya.


Sumber
KOMPAS.com

Kesehatan Steve Jobs Kembali Melorot

NEW YORK - Chief Executive Officer Apple Inc Steve Jobs kembali menyatakan diri beristirahat dari tugasnya sebagai pemimpin. Menurut salah seorang sumber Bloomberg yang mengetahui pasti kondisi tersebut, kesehatan Jobs kembali melorot akibat penyakit kanker dan dampak transplantasi liver yang dilakukannya hampir dua tahun lalu.

Sang sumber yang tidak mau namanya disebut bilang, Jobs tidak mampu mempertahankan berat badannya selama masa perawatan. Sekadar mengingatkan, Jobs terhitung dua kali cuti sakit yakni pada 2004 untuk operasi kanker dan transplantasi liver di 2009.

Sebagai penggantinya, Chief Operating Officer Tim Cook akan bertanggung jawab atas kegiatan operasional harian, dan Jobs akan terus menjabat sebagai CEO.

"Saya sangat mencintai Apple dan berharap bisa kembali secepatnya," tulis Jobs dalam surat elektronik yang dikirimkan kepada karyawannya. Jobs juga menambahkan, dirinya masih akan terus terlibat dalam keputusan strategis perusahaan.

Menurut Gene Munstar, analis Piper Jaffray Co di Minneapolis, lamanya waktu absen Jobs tak sepenting seberapa besar keterlibatannya dalam perusahaan ke depan. "Jika Jobs tetap terlibat dalam keputusan strategis perusahaan, maka hal itu menjadi prioritas nomor satu bagi investor," urainya.(Kontan/Barratut Taqiyyah)


Sumber
KOMPAS.com

Facebook Tutup Aplikasi Informasi Pengguna

California: Situs jejaring sosial populer Facebook, kini kembali mengambil langkah terbaru dengan menutup aplikasi informasi pengguna khususnya. Misalnya, data pribadi seperti nomor telepon seluler atau ponsel dan alamat pengguna. Langkah ini diambil pengelola Facebook lantaran maraknya kejahatan di dunia maya.

Seperti dilansir situs Xinhua, Rabu (19/1), terhitung Jumat pekan silam Facebook sudah meniadakan aplikasi permintaan yang menanyakan informasi data pribadi seperti alamat dan nomor telepon. Terutama, saat pengguna selesai mengunduh aplikasi Facebook dan ingin memulai menggunakannya untuk sementara waktu.

Kendati demikian, langkah perubahan ini memicu protes banyak pengguna. Sebab, mereka tidak bisa melihat aplikasi tersebut akan memberitahukan informasi apa saja yang nantinya akan diakses selama proses instal aplikasi. Di lain pihak, pengelola Facebook gerah dengan maraknya kejahatan di dunia maya, terutama yang memanfaatkan informasi pengguna.

"Karena ini adalah informasi yang sensitif, kami mengizinkan akses informasi alamat rumah dan nomor telepon pengguna. Izin ini diberikan pada aplikasi yang akan digunakan dan melalui standar perizinan Facebook. Dan kami setuju untuk membuat perubahan ini. Kami juga akan segera mengumumkan secara resmi perubahan sementara ini." tulis pengelola Facebook, Douglas Purdy, dalam blog-nya.(JAY/ANS)



Sumber
Liputan6.com

Senin, 17 Januari 2011

Pemblokiran BlackBerry Ancam Bisnis Operator

JAKARTA - Kenikmatan mengakses internet unlimited melalui BlackBerry boleh jadi sirna jika Research In Motion (RIM) tak kunjung memasang filter konten pornografi. Pemerintah melalui Menkominfo mengultimatum penyedia layanan BlackBerry tersebut sampaio 21 Januari 2011.
Menanggapi rencana tersebut, para operator cemas. Telkomsel yang kini memiliki pelanggan BlackBerry terbanyak menyesalkan aturan ini muncul saat pertumbuhan BlackBerry sangat pesat. GM Komunikasi Perusahaan Telkomsel Ricardo Indra memandang, pemblokiran bisa mengancam pertumbuhan BlackBerry.

Hal yang sama diungkapkan Indosat. "Pemblokiran akan mempengaruhi bisnis kami," imbuh Benny Hutagalung, Kepala Divisi BlackBerry Indosat kepada Kontan.

Maklum, pelanggan BlackBerry cukup banyak dan terus tumbuh. Diperkirakan sudah ada sekitar 2,5 juta pelanggan BlackBerry Internet Services (BIS) di Indonesia saat ini dari lima operator telekomunikasi seluler yang menyediakan layanan tersebut.

Memang, tak semua menggunakan layanan BIS bulanan. Tapi, taruh kata rata-rata tarif BIS bulanan Rp 90.000, maka jika pemerintah memblokir RIM, operator kehilangan potensi pendapatan Rp 225 miliar per bulan.

"Agar tak merugikan, kami sedang negosiasi dengan pemerintah. Kami harap ada hasil terbaik yang menguntungkan semua pihak," kata Handono Warih, GM Pengembangan Mobile Data XL Axiata.

Sekjen Indonesia Telecommunications Users Group Muhammad Jumadi menilai, pemerintah tak akan berhasil memblokir akses pornografi. Namun dia setuju, RIM harus mengikuti aturan.

"Setiap bulan RIM mendapat 20 juta dollar, tanpa membayar pajak dan biaya internet service provider," kata Jumadi.

Pemerintah berang lantaran Research In Motion Ltd (RIM), produsen BlackBerry, tak kunjung memblokir akses ke situs-situs porno. RIM akhirnya berkomitmen akan segera melakukan hal tersebut segera.(Kontan/Yudo Widiyanto, Sofyan Nur Hidayat, Gloria Haraito)



Sumber
KOMPAS.com

RIM Buat BlackBerry Dual Core

Las Vegas - Research in Motion (RIM) tengah membuat smartphone BlackBerry yang menggunakan prosesor dual core.

Dalam ajang Consumer Electronics Show (CES) 2011 di Las Vegas minggu lalu, Co-CEO RIM Mike Lazaridis dalam sebuah wawancara mengatakan perusahaan sedang menyiapkan perangkat tersebut. "Tapi kami belum memastikan kapan akan diluncurkan," katanya.

Selain cip yang berbeda, Lazaridis menambahkan, BlackBerry ini juga akan berjalan dengan sistem operasi QNX yang juga digunakan pada tablet BlackBerry PlayBook.

"Kami akan bekerja pada smartphone multicore, dan QNX adalah platform untuk cip multicore itu," katanya. Nampaknya, BlackBerry dual core QNX ini bakal menjadi "pasangan" untuk BlackBerry PlayBook karena RIM tidak lagi mengembangkan sistem operasi BlackBerry 6 yang digunakan pada BlackBerry Torch.

Lazaridis mengatakan, semua perangkat yang berbasis OS QNX dapat mendukung untuk Java dan aplikasi BlackBerry serta memungkinkan transaisi dari OS satu ke OS lainnya dengan baik.

Softpedia|Rini K



Sumber
TEMPO Interaktif

9 Penjelasan Tifatul Soal BlackBerry

Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informasi Tifatul Sembiring kembali angkat bicara soal kontroversi pemblokiran layanan internet BlakcBerry. Dalam akun Twitter-nya, @tifsembiring, Tifatul menjelaskan sembilan hal terkait polemik tersebut.

Di antara sepuluh tersebut, Tifatul menyebut ada sekitar 3 juta pelanggan Research in Motion (RIM), produsen BlackBerry, di Indonesia. Dari jumlah tersebut, RIM menangguk untuk pemasukan bersih Rp 2,268 triliun per bulan.

"Salahkah kita meminta "JATAH" buat NKRI seperti tenaga kerja, konten lokal, hormati dan patuhi ketentuan Hukum dan UU di RI yg berdaulat ini," kata Tifatul lewat akun Twitter-nya, Selasa (11/1).

Berikut sembilan penjelasan Tifatul yang terbaru di akun Twitter-nya.

1. Tweeps yg budiman, berikut saya akan jelaskan beberapa hal terkait kontroversi peringatan kpd RIM yg mengoperasikan BlackBerry di INA

2. Data Pakar IT: ada 3 juta pelanggan RIM/BB di Indonesia. 2 jt resmi dan 1 jt black market.

3. Dg rata2 menagih $ 7 USD/org/bulan. RIM menangguk pemasukan bersih Rp 189 Milyar/bln atau RP 2,268 Trilyun/thn. Uang rakyat INA utk RIM

4. CATAT : RIM Tanpa bayar pajak sepeserpun kepada RI, tanpa bangun infrastruktur jaringan apapun di RI. Seluruh jaringan adalah milik 6 operator di INA.

5. Salahkah kita meminta "JATAH" buat NKRI spt. Tenaga Kerja, konten lokal, hormati dan patuhi ketentuan Hukum dan UU di RI yg berdaulat ini

6. Semua operator yg lain sudah menjalankan dan mematuhi UU dan peraturan RI, spt: bayar BHP frekw, pajak, rekrut naker, CSR, bantu korban2

7... Merapi, korban Mentawai, korban Wasior, bencana2 lainnya dan blokir pornografi.

8. Kelirukah kita jika minta RIM menjalankan UU dan aturan yg sama? Apakah RIM perlu diberi keistimewaan dan perkecualian?

9. Saya sdh baca komentar2, haruskah kita selalu me-runduk2 kpd asing? Arogankah kalau mengingatkan asing agr hormati hukum dan UU di INA.

10. Ini u/kepentingan yg lebih luas. Diberi sepotong "kue kecil" lantas mati2an bela asing. Minta hak yg besar u/ bangsa yg terhormat ini.

11. Mudah2an tweeps budiman maklum adanya. Sebelumnya, Tifatul mengultimatum RIM untuk mematuhi ketentuan menutup saluran pornografi. Jika dalam dua minggu tak dipenuhi, pemerintah akan menutup saluran jaringan RIM. "Tak ada jalan lain, pokoknya siapa saja yang melanggar, ya, harus diberi sanksi," ujarnya akhir pekan lalu.

Setelah mendapat ancaman pemblokiran, RIM, perusahaan Kanada yang mengeluarkan layanan Blackberry, menegaskan mematuhi keinginan pemerintah untuk melakukan penyaringan konten pornografi di servernya.

Dalam keterangan resminya RIM mengatakan akan tunduk terhadap aturan pemerintah. RIM menegaskan akan bekerja sama dengan para operator di Indonesia untuk menempatkan prom, penyaring solusi yang sesuai untuk para pelanggan Blackberry di Indonesia. "Sesegera mungkin," demikian tulis RIM dalam pernyataannya yang diterima Tempo, Senin (10/1).

PGR



Sumber
TEMPO Interaktif

Alasan Data Center Harus di Indonesia Agak Naif

JAKARTA - Pemerintah setidaknya punya dua alasan kenapa memaksa Research In Motion (RIM) memasang data center di Indonesia. Pertama, untuk memudahkan aparat berwenang menyadap informasi dalam rangka penegakan hukum. Kedua, menghemat bandwidth internet internasional.

Namun, pengamat teknologi informasi Onno W Purbo, punya pandangan berbeda. Alasan-alasan tersebut dinilainya tidak kuat. Menurutnya, lokasi server baru berpengaruh pada konsumsi bandwidth internet jika trafiknya bisa dialihkan ke dalam negeri.

"Mau server RIM di Indonesia yang diakses tetap aja Yahoo.com, Gmail.com, ya tetap aja traffic-nya ke Internasional. Kalau mau murah yang dipindah bukan server RIM. Yang dipindah ya server Yahoo.com, Gmail.com, Youtube.com, Facebook.com, Rapidshare.com, dll. Nah itu baru bisa bikin Internet murah. Kalau RIM aja yang dipindah sih gak ngefek banyak lah," kata Onno dalam wawancara virtual yang dilansir halaman Wiki Open Source Telkom Speedy.

Soal lokasi data center di Indonesia bisa mempermudah aparat berwenang melakukan penyadapan dan mencari informasi demi penegakan hukum, menurut Onno pun tidak berkorelasi langsung. Kecuali, pemerintah sudah punya kebijakan yang bisa memaksa RIM memberikan akses penuh ke data-data komunikasi yang diinginkan.

"Hehehe... Ini juga agak naif sebenernya. Bagi kita yang ada di dunia komputer/internet, lokasi server gak penting. Yang penting kita dikasih username & password buat akses ke server. Jadi kalau server ada di Indonesia tapi kita tidak dikasih username & password buat akses ya sama juga bohong. Tapi, walaupun server ada di Kanada tapi kita dikasih username & password buat akses ya bisa diakses," jelas Onno.

Jadi, menurutnya aneh jika pemerintah memaksa RIM memindahkan server ke Indonesia cuma gara-gara mau melakukan sniffing atau penyadapan. Kalau tujuannya kelak meminta akses penuh kepada RIM untuk mengakses data-data pengguna yang selama ini terlindungi enkripsi, pemerintah pun tidak boleh tebang pilih. Penyedia layanan komunikasi lain juga harus diminta seperti Facebook, Yahoo, Gmail, dan lainnya. Tapi mungkinkah?



Sumber
KOMPAS.com

Kepolisian Senang "Data Center" BlackBerry di Indonesia

JAKARTA — Kepolisian RI mendukung kebijakan pemerintah yang mendesak Research In Motion (RIM) untuk membangun data center BlackBerry di Indonesia. Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Kombes Boy Rafli Amar menyampaikan bahwa pembangunan data center BB di Indonesia tersebut akan mempermudah kepolisian dalam mengumpulkan bukti elektronik, terutama yang berupa percakapan melalui BB.

"Kalau untuk kebaikan masyarakat kita mendukung, apalagi terkait penegakan hukum, di mana kita membutuhkan alat bukti, terutama bukti elektronik, karena itu digunakan untuk informasi bukti kejahatan," katanya di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (11/1/2011).

Boy mengatakan, selama ini pihak kepolisian mengalami kesulitan mendapatkan bukti elektronik berupa percakapan melalui BB karena server BB berada di luar negeri. "Untuk mendapat akses di BB tidak mudah karena server-nya di luar negara kita," katanya.

Padahal, para pelaku kejahatan sangat mungkin menggunakan media komunikasi BB dalam berkomunikasi. "Makanya dengan pertimbangan seperti ini perlu dievaluasi," tambah Boy.

Setiap operator atau pemberi layanan komunikasi yang beroperasi di Indonesia, kata Boy, diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam penegakan hukum. "Seperti dalam kasus teroris, narkoba, korupsi, memberikan akses penyidik dalam mendapat bukti elektronik," katanya.

Sebelumnya, pemerintah melalui Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring menuntut RIM untuk membangun server dan data center di Indonesia, selain membentuk filter akses pornografi. Pemerintah meminta RIM untuk membuka server di Indonesia agar aparat hukum dapat dengan mudah melacak pelaku kejahatan, khususnya kejahatan korupsi.



Sumber
KOMPAS.com

"Data Center" di Indonesia biar Hemat "Bandwidth"?

JAKARTA — Pemerintah setidaknya mempunyai dua alasan mengapa mendesak Research In Motion (RIM) agar menempatkan data center BlackBerry di Indonesia. Selain untuk memudahkan aparat hukum melacak lalu lintas informasi yang dibutuhkan untuk mendukung penegakan hukum, data center di Indonesia juga bisa menghemat bandwidth internet internasional.

Dalam pernyataan persnya, Senin (10/1/2011) kemarin, Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo Gatot S Dewa Broto menyatakan bahwa desakan kepada RIM untuk menempatkan data center BlackBerry di Indonesia juga atas permintaan operator. Ia menyatakan, semua operator yang melayani BlackBerry telah mengirimkan surat kepada pemerintah mengenai hal itu.

Tak dimungkiri bahwa operator sendiri mendukung jika RIM menempatkan data center di Indonesia seperti keinginan pemerintah. "Memang pemerintah menanyakan pendapat operator dan operator telah menyampaikan pendapatnya. Jika BB menempatkan data center di Indonesia, seharusnya akan lebih efisien karena biaya sewa bandwidth diharapkan turun," ujar kata Febriati Nadira, Head of Communication PT XL Axiata Tbk, Selasa (11/1/2011).

Selama ini semua trafik data melalui BlackBerry memang ditangani oleh data center RIM di Kanada. Operator telekomunikasi menyediakan bandwidth khusus untuk layanan BlackBerry dan semua permintaan akses ke internet dilakukan oleh RIM. Dengan semakin bertambahnya jumlah pelanggan, operator dituntut terus menambah lebar bandwidth untuk menjamin kualitas layanan kepada setiap pelanggan.

Hal ini pula yang menjadi perhatian pemerintah. Menkominfo Tifatul Sembiring dalam akun Twitter miliknya hari ini menyatakan, RIM selama ini mengeruk keuntungan sangat besar dari pelanggan di Indonesia, tetapi tidak mengeluarkan investasi jaringan sedikit pun karena semua dibebankan kepada enam operator mitranya di Indonesia.



Sumber
KOMPAS.com

Pasar PC Tergencet Tablet

Jakarta - Perusahaan riset International Data Corporation (IDC) menyatakan pengiriman perangkat komputer pribadi (PC) pada kuartal keempat tahun lalu mulai tergerus komputer tablet.
Total jumlah pengiriman PC di seluruh dunia selama kuartal keempat tahun 2010 tercatat sebanyak 92,1 juta unit atau hanya tumbuh 2,7 persen dibandingkan periode yang sama pada 2009. "Jumlah pertumbuhan itu meleset jauh dari target semula yakni 5,5 persen," kata Research Director IDC, David Daoud seperti dikutip situs teknologi PC World, hari ini.

Satu-satunya penyebab turunnya pertumbuhan PC, menurut Daoud, karena semakin meningkatnya popularitas komputer tablet yang dipelopori Apple iPad. "Konsumen telah menggunakan uang mereka untuk membeli perangkat yang memiliki nilai lebih," ujarnya.

Untuk tahun 2011, IDC memperkirakan pasar tablet akan makin semarak dengan hadirnya sistem operasi baru Android 3.0 Honeycomb yang pertama kali diterapkan oleh Motorola lewat tablet Xoom. Persaingan di dunia perangkat komputer tablet juga semakin sengit karena Research in Motion (RIM) ikut "nimbrung" dengan meluncurkan PlayBook plus berbagai vendor komputer lainnya yang semula berkonsentrasi membuat notebook.

Sepanjang tahun ini, IDC memperkirakan pengiriman tablet akan mencapai 40 juta unit, sementara perusahaan riset Gartnet mengkalkulasi terdapat 54 juta unit tablet diproduksi pada 2011.

Acer dan Hewlett-Packard sebagai vendor komputer dunia misalnya, mengalami penuruan pengiriman PC masing-masing sebesar 15 persen dan 0,9 persen selama kuartal keempat 2010. Sementara Dell, Lenovo dan Toshiba mengalami peningkatan pengiriman PC sebesar 4,2 persen, 21,1 persen, dan 12,1 persen.

PC World|Rini K



Sumber
TEMPO Interaktif

Playbook Hadir di Indonesia Setelah Mei?

Nusa Dua - Teka-teki soal kapan komputer tablet keluaran BlackBerry hadir di Indonesia mulai terkuak. Senior Director Reseach In Motion Francois Mahieu mengatakan Playbook akan diluncurkan di Amerika Serikat pada kuartal pertama tahun ini.

"Untuk negara lain diperkirakan akan hadir pada kuartal kedua," kata Mahieu kepada wartawan di sela-sela acara BlackBerry Developer Conference Asia 2011, di Nusa Dua, Bali, 13 Januari 2011. Ini artinya Playbook akan keluar setelah Mei 2011.

Mahieu tak bisa memastikan peranti ini bakal dijual dengan harga berapa. RIM kini sedang bekerja keras membereskan persiapan peluncurannya.

Playbook adalah peranti yang disebut-sebut bisa menantang iPad. Berbeda dengan Android yang tampilan animasinya masih kalah dengan iPad, Playbook bisa memainkan animasi dengan baik. Bahkan, mereka bisa menampilkan animasi dalam bentuk Flash maupun Adobe Air.

"Ada tiga kunci keunggulan Playbook," kata Mahieu. Pertama, komputer ini hadir dalam bentuk yang enak ditenteng, layarnya 7 inci, resolusi layarnya bagus, beratnya kurang dari 400 gram. Keunggulan kedua, Playbook menggunakan dual prosesor sehingga pengguna bisa menjalankan multitasking (dalam satu waktu membuka lebih dari satu aplikasi) dengan baik. Keunggulan ketiga, ujar Mahieu, Playbook menawarkan kenikmatan multimedia yang komplet. Peranti ini enak dinikmati karena mendukung Flash daan Adobe.

Paul Burnett, Senior Worldwide Engaelist Creative Solutions dari Adobe sepakat dengan Mahieu. Dia mengaku sudah membeli iPad dan Samsung Galaxy Tab yang berbasis Android. "Peranti ini benar-benar menarik," katanya.

Yang membuat dia kesengsem tentu saja selain karena peranti ini mendukung Adobe Flash dan Adobe air adalah dual prosesornya. Kecepatan prosesor itu membuat, "Playbook bisa memainkan animasi tanpa ada penurunan performa," ujar Paul Burnett.

Dalam dunia komputer, ada adagium semakin cepat prosesor berarti biasanya akan berimplikasi pada semakin boros peranti tersebut. Apakah itu berlaku pada Playbook? Mahieu enggan menjawabnya. Dia juga tak menjawab berapa daya tahan baterai Playbook. "Kami secara resmi belum mengumumkan berapa lama daya tahan baterai," kata Mahieu menambahkan. Tapi, menurut dia, setiap pengguna memiliki kebiasaan yang berbeda-beda, ada yang suka multimedia, dan itu akan mempengaruhi daya tahan baterai.

Sebagai perbandingan, daya tahan baterai iPad bila digunakan dalam keadaan biasa bukan multimedia, bisa tahan sampai 10 jam. Adapun Samsung Galaxy Tab yang berbasis Android daya tahan baterainya mencapai 7 jam.

BURHAN SHOLIHIN



Sumber
TEMPO Interaktif

Soal Data Center, RIM Tunggu Senin

Nusa Dua - Tuntutan Menteri Komuniaksi dan Informatika Tifatul Sembiring kepada Research In Motion (RIM) soal penempatan pusat data (data center) BlackBerry di Indonesia ternyata belum diputuskan. RIM masih menunggu kepastian hukum dan pertemuan pekan depan.

"Kami memang selalu patuh dengan aturan hukum di negara mana pun layanan kami berada," kata Gregory Wade, Direktur Pelaksana RIM Asia Tenggara. "Tapi, apakah hukum mengharuskan seperti itu?".

Dia menambahkan, soal itu RIM masih akan menunggu hasil pertemuannya dengan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) dan enam operator. Pertemuan itu dijadwalkan berlangsung Senin, 17 Januari 2011.

Gregory menegaskan untuk mengelola data center butuh jaringan yang andal. Selama ini RIM telah melayani pelanggan jutaan BlackBerry dari berbagai negara. Jadi, soal data center ini, RIM lebih memfokuskan soal jaminan koneksi yang andal untuk para pelanggan.

Soal penempatan data center di Indonesia adalah satu dari tujuh poin permintaan pemerintah kepada RIM. Salah satu alasan mengapa Menteri Tifatul menganggap penting penempatan data center BlackBerry di Indonesia adalah agar pemerintah bisa mengawasi lalulintas komunikasi yang berkaitan dengan korupsi dan terorisme. Selama ini, komunikasi lewat jaringan BlackBerry Messenger memang tak terlacak.

Operator seluler sebenarnya juga lebih suka bila pusat data ditempatkan di Indonesia. Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo Gatot S Dewa Broto dalam siaran persnya menyatakan bahwa desakan kepada RIM itu adalah permintaan operator. Ia menyatakan, semua operator yang melayani BlackBerry telah mengirimkan surat kepada pemerintah mengenai hal itu.

Bagi operator, jika RIM menempatkan pusat data BB di Indonesia itu akan memangkas biaya sewa bandwidth internasional. Selama ini, setiap operator harus menyewa bandwidth khusus agar tersambung dengan server RIM di Kanada. Bila biaya ini dipangkas, itu bisa membuat, layanan BlackBerry di Indonesia menjadi lebih murah.

BURHAN SHOLIHIN



Sumber
TEMPO Interaktif

RIM: Kami Sudah Bayar Pajak

NUSA DUA - Produsen dan penyedia layanan BlackBerry Research In Motion (RIM) menyangkal pernyataan bahwa pihaknya tidak membayar pajak dalam menyediakan layanannya di Indonesia. Hal tersebut ditegaskan Gregory Wade, Managing Director South East Asia RIM di sela-sela BlackBerry Developer Conference (Devcon) Asia 2011 di Nusa Dua, Bali.

"Kami telah membayar pajak kami dan akan terus mematuhi peraturan yang berlaku di negara manapun layanan kami tersedia," ujar Gregory Wade, kepada sejumlah wartawan lokal maupun mancanegara, Kamis (13/1/2011). Ia juga kembali menegaskan bahwa RIM berkomitmen mematuhi aturan hukum yang berlaku di Indonesia.

Pernyataan tersebut mengklarifikasi berita hari ini bahwa Menteri Keuangan RI akan menagih pajak RIM. Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring juga mengungkap bahwa RIM tak membayar pajak sepeserpun dari keuntungannya selama ini yang mencapai lebih dari Rp 2 triliun per tahun dari layanan BlackBerry di Indonesia.

Dalam pernyataan resminya, RIM menyatakan telah membayar semua jenis pajak yang dikenakan sebagaimana perusahaan importir barang lainnya. Terkait layanan BlackBerry di Indonesia, RIM juga merasa telah memberikan kontribusi yang signifikan untuk mendorong ekonomi di Indonesia dan menyumbang keuntungan yang besar bagi operator yang menjadi mitranya.

Sebagai komitmennya, RIM telah mendirikan PT RIM Indonesia yang sudah diakui Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan sudah membuka kantor di Jakarta sejak November 2010 lalu. RIM juga berkomitmen terus berinvestasi, mislanya melalui BlackBerry Academic program dengan menggandeng universitas-universitas serta BlackBerry Partner Fund untuk mendorong developer lokal mengembangkan bisnisnya.


Sumber
KOMPAS.com

Soal "Data Center", RIM Tunggu Kepastian Hukum

NUSA DUA — Tuntutan pemerintah agar Research in Motion (RIM) menempatkan pusat data (data center) BlackBerry di Indonesia belum ada kepastian hingga kini. RIM pun belum menegaskan apakah permintaan pemerintah tersebut akan dikabulkan.

"Pada dasarnya kami patuh dengan aturan hukum di negara mana pun layanan kami berada. Jadi, menjawab pertanyaan tersebut, kami masih harus memastikan apakah kebijakan hukumnya mengharuskan begitu," kata Gregory Wade, Managing Director South East Asia RIM di sela-sela BlackBerry Developer Conference 2011 di Nusa Dua, Bali, Kamis (13/1/2011).

Ia mengatakan, pengelolaan data center terkait dengan kebutuhan jaringan untuk memastikan layanan BlackBerry memuaskan pelanggan. Jadi, pihaknya saat ini tetap fokus bagaimana jaringan efisien sehingga memberikan jaminan koneksi kepada semua pelanggan.

Mengenai permintaan pemerintah untuk menyensor konten pornografi di internet, RIM menjamin komiten tersebut sesuai dengan aturan yang berlaku di Indonesia. Namun, implementasinya dilakukan segera bekerja sama dengan operator agar tidak mengganggu layanan koneksi kepada pengguna.

Data center dan sensor pornografi adalah dua di antara tujuh poin permintaan pemerintah kepada RIM terkait dengan layanannya di Indonesia. Menteri Komunikasi dan Informatika sebelumnya mengultimatum RIM karena dianggap mengulur-ulur waktu untuk memenuhinya.



Sumber
KOMPAS.com

BBM Sudah Bisa Tersambung ke Aplikasi

NUSA DUA — Research In Motion memenuhi janjinya untuk membuka platform BlackBerry Messenger. Kelak, komunikasi interaktif tidak hanya dapat dilakukan lewat BBM saja, tetapi juga terhubung ke bermacam aplikasi di BlackBerry.

Hal tersebut dikatakan Gregory Wade, Managing Director SEA RIM, saat membuka keynote session BlackBerry Developer Conference Asia 2011 di Bali International Convention Center, Westin, Nusa Dua. Ia mengatakan, mulai saat ini para pengembang aplikasi dapat memanfaatkannya.

"Platform sosial BBM sudah diluncurkan di San Francisco untuk versi beta. Kami akan membukanya dalam beberapa bulan ke depan," kata Gregory Wade di hadapan ratusan para pengembang aplikasi dari berbagai negara yang hadir.

Dengan tersambungnya BBM dengan aplikasi, pengalaman berjejaring sosial melalui BlackBerry akan makin luas. Misalnya, jelas Gregory Wade, saat bermain game, pengguna dapat berkomunikasi atau berbagi informasi skor dan lainnya.

Menurut Wade, BBM merupakan platform jejaring social mobile terbesar di dunia. Saat ini ada lebih dari 55 juta pengguna BlackBerry di dunia dan 35 juta di antaranya telah menggunakan BBM.



Sumber
KOMPAS.com

Minggu, 16 Januari 2011

Demokrat Pastikan Pemerintah Tidak Blokir Layanan Blackberry

Jakarta - Fraksi Partai Demokrat melalui anggotanya di Komisi I DPR RI, Paula Sinjal memastikan, Pemerintah tidak akan memblokir layanan Blackbery.

"Namun memang kebijakan pemblokiran salah satu layanan alat komunikasi oleh Pemerintah yang didasarkan atas aturan yang berlaku adalah suatu keharusan yang musti diambi, jika itu harus dilakukan," katanya di Jakarta, Sabtu.

Ia menyatakan itu menyusul polemik yang muncul seputar kebijakan pemblokiran layanan alat komunikasi tersebut.

"Kita memang dikejutkan oleh kebijakan Pemerintah terkait Blackberry ini, yang menurut saya adalah lumrah yang harus dilakukan oleh Pemerintah, dalam rangka mengatur segala sesuatu untuk kepentingan masyarakat," katanya.

Namun Paula Sinjal menambahkan, rencana pemblokiran layanan kepada salah satu perusahaan alat komunikasi yang lagi `booming` yakni `Research In Motion` (RIM) dengan produknya Blackberry jelas menunjukkan sikap tegas Pemerintah melindungi kepentingan nasional.

"Karenanya, dengan memberikan prasyarat yang harus dipenuhi oleh RIM dalam batas waktu yang sudah ditentukan, maka diharapkan kebijakan ini tentunya akan menimbulkan sesuatu yang baik dari pemakai dalam hal ini masyarakat Indonesia," ujarnya.

Juga tentunya, menurutnya, memberi kepastian posisi bagi pihak RIM sendiri dalam kapasitasnya sebagai produsen.

Oleh karena itu agar supaya tidak bias dan cenderung menimbulkan tanggapan negatif dari masyarakat terhadap kebijakan ini, Paula Sinjal meminta Pemerintah seharusnya melakukan sosialisasi intensif bagi kelancaran pelaksanaan kebijakan tersebut.

"Yang perlu dipahamkan kepada masyarakat adalah delapan `pointers` yang harus dipenuhi pihak RIM, agar supaya pemahaman masyarakat tidak sepotong-potong, dan menimbulkan akses negatif dan prasangka buruk terhadap Pemerintah," katanya.

Ia menilai, jika mencermati opini yang beredar di masyarakat terkait kebijakan Pemerintah ini, ada kesan opininya dipahami sepotong-sepotong.

"Yakni hanya berkisar terhadap kewajiban RIM yang belum dipenuhi, yaitu seputar pemblokiran situs-situs porno," ujarnya.

Padahal, lanjutnya, masih ada "pointers" lainnya yang seakan-akan kurang direspon oleh masyarakat.

"Akibatnya, ini menimbulkan opini yang bias. Seharusnya, menurut saya, kebijakan ini harus didukung oleh seluruh masyarakat Indonesia, karena akan memiliki dampak positif bagi kemajuan masyarakat Indonesia ke depannya," tandasnya.

Dampak positifnya, lanjutnya, baik dalam kaitannya dengan kultur dan budaya maupun di bidang ekonomi.

Situs porno

"Namun sebagai catatan saya dalam kaitannya dengan salah satu prasarat yang diajukan Pemerintah kepada pihak RIM yakni, hal pertama yang berkaitan dengan pemblokiran situs-situs porno. Menurut hemat saya harus betul-betul dilakukan pengawasan secara periodik," tegasnya.

Karena kebijakan ini sudah lama diterapkan, namun di lapangan belum bisa berjalan secara efektif akibat masih banyaknya situs porno yang bisa akses oleh masyarakat.

"Kedua, berkaitan dengan pengadaan `server` atau `repeater` di Indonesia oleh pihak RIM. Ini harus betul-betul diwujudkan, sehingga arus informasi yang beredar pada layanan `Blackberry` dapat dipantau, guna kepentingan pemberantasan korupsi dan terorisme," tandasnya.

Lalu ketiga, demikian Paula Sinjal, dalam kaitannya dengan pemanfaatan "software" produk dalam negeri dan rekrutmen tenaga kerja lokal.

"Ini harus betul-betul diwujudkan guna mengurangi angka pengangguran dan pemanfaatan `softwhere` lokal. Itu merupakan salah satu `pointers` penting guna memperkuat posisi dan daya saing bangsa ini di mata dunia," tegasnya.

Berdasarkan beberapa catatan, ia selaku wakil rakyat mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk mendukung kebijakan tersebut.

"Karena Pemerintah tidak gegabah dan hanya cari sensasi saja, namun sebaliknya kebijakan ini serius dan demi kepentingan masyarakat Indonesia pada umumnya dan para pemakai atau konsumen `Blackberry`," kata Paula Sinjal.



Sumber
(ANTARA)

Di Balik Ancaman Blokir BlackBerry

Protes yang merabk, tidak menyurutkan niat Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring untuk memblokir layanan akses Blackberry di Indonesia. Ia tetap akan melakukan pemblokiran jika RIM tak segera mengindahkan tututannya.

"Niat larang layanan yang terindikasi tak patuhi hukum, walau tak populer, harus dilakukan agar ada kepastian dan dihormatinya hukum negeri ini," kata Tifatul di laman twitter-nya @tifsembiring, Minggu malam, 9 Januari 2011. "Diskriminatif jika biarkan Blackberry lolos."

Dari sejumlah tuntutan kepada RIM, ada sejumlah kesepakatan yang akan dijalankan. Namun, ada beberapa poin, yang menurutnya, tidak sesuai kesepakatan. "Betul RIM sudah buka kantor di Indonesia, tapi 'hari gini' PJ-nya masih di Kanada."

Berikut delapan tuntutan yang disodorkan kepada RIM:

1. Kita minta RIM agar hormati & patuhi Peraturan Perundangan yang berlaku di Indonesia, terkait UU 36/1999, UU 11/2008 dan UU 44/2008.

2. Kita minta RIM agar buka perwakilan di Indonesia, karena pelanggan RIM di Indonesia untuk Blackberry sudah lebih dari 2 juta.

3. Kita Minta RIM agar membuka service center di Indonesia untuk melayani & mudahkan pelanggan mereka yang WNI.

4. Kita minta RIM agar merekrut dan menyerap tenaga kerja Indonesia secara layak dan proporsional.

5. Kita minta RIM agar sebanyak mungkin menggunakan konten lokal Indonesia, khususnya mengenai software.

6. Kita minta RIM agar memasang software blocking terhadap situs-situs porno, sebagaimana operator lain sudah mematuhinya.

7. Kita minta RIM agar bangun server/ repeater di Indonesia, agar aparat hukum dapat lakukan penyelidikan terhadap pelaku kejahatan, termasuk koruptor.

8. Sejauh ini terkesan RIM mengulur-ulur waktu untuk menjalankan komitmen mereka. Apakah kita sebagai bangsa mau diperlakukan seperti itu?

“Rencana pemblokiran yang akan dilakukan pemerintah terhadap layanan BlackBerry itu akibat masih dimungkinkannya pengguna mengakses konten porno lewat BlackBerry,” kata Gatot S Dewa Broto, Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo, menambahkan.



Sumber
VIVAnews