Bahan soal untuk ujian Fisika tahun 2009, nih gue dapetin dari milis pendidikan yang mungkin dapat membantu temen-temen gue yang di SMA, moga bermanfaat selalu.
oh ya lupa ada dua soal yang satu buat SMA yang satu buat MA.
anda dapat mendownload nya disini.
http://www.ziddu. com/download/ 4198703/praun- usfisika2009sman 86jakarta8april2 009_paketA_ .pdf.html
http://www.ziddu. com/download/ 4198688/praun- usfisika2009sman 86jakarta8april2 009_paketB_ .pdf.html
Rabu, 08 April 2009
Minggu, 05 April 2009
" Pendidikan di Korea Selatan "
Nih cerita yang saya ambil dari Forum pendidikan yang menceritakan tentang pendidikan SMK di Korea Selatan yang ternyata sangat baik daripada pendidikan di Negara Indonesia ini.
Seperti ini cerita nya. Selama 5 hari kami berada di negara Korea Selatan, ada beberapa yang menjadi kenangan indah yang tidak kami lupakan :
1. Orang korea selalu sehat dan awet muda, sebeb meraka menghindari makanan yang mengadung kolesterol dan jarang sekali menggunakan gula sebagai pemanis
2. Cinta produksi dalam negeri, selama disana jarang sekali atau hampir tidak ada mobil buatan jepang berseliweran yang ada smuanya produk dalam negeri sendiri.
Sampai hal yang terkecil mereka bangga dengan produksi merekan sendiri
3. Untuk ICT (ini yang membanggakan) :
a. Setiap 1 km di jalan raya terpasang CCTV dan dikendalikan oleh perusahaan swasta yang bekerja sama dengan pemerintah. Tugas polisi sangat minim sekali, bila ada pelanggaran langsung terlihat karena setiap mobil ada identitas tersendiri dan didenda pada saat sampai dirumah
b. Tidak ada sim card seperti layaknya di Indonesia, teknologi yang mereka gunakan adalah CDMA
c. Identitas semua penduduk terdata dalam suatu server, sehingga penduduk tidak perlu ganti ktp atau apapun juga, karena data smua tentang mereka sudah ada
d. Pokoknya semua kehidupan berbasis IT
4. Sekolah (SMK) kami mengunjungi 4 sekolah yang berbasis SMK, dengan gambaran yang sama :
a. Porsi untuk kurikulum 50 % budi perkerti, 44% Materi Produktif, 6 % ekstra ko kurikuler
b. Peran swasta sangat menunjang, seperti contoh beberapa perusahaan mendirikan SMK sehingga mereka tidak ada program PKL, sebab guru yang mengajar di sekolah tersebut adalah manager perusahaan yang mempunyai kemampuan yang luar biasa. Sekolah dijadikan pusat reset produk oleh perusahaan tersebut, para manajer tersebut memilih jadi guru karena penghasilan mereka setahun 440.000.000 won
c. Setiap siswa disana tidak ada yang merokok sebab apabila merokok langsung "get out"
d. Tidak ada Ujian Nasional sebab kurikulum berpokus kepada kemampuan produktif/keahlian dan siap untuk kerja
e. bejar secara full day dan gratis makan
Itulah sekelumit cerita, kapan kita bisa seperti mereka...... .. padahal mereka bangkit pada tahun 1975an.
Seperti ini cerita nya. Selama 5 hari kami berada di negara Korea Selatan, ada beberapa yang menjadi kenangan indah yang tidak kami lupakan :
1. Orang korea selalu sehat dan awet muda, sebeb meraka menghindari makanan yang mengadung kolesterol dan jarang sekali menggunakan gula sebagai pemanis
2. Cinta produksi dalam negeri, selama disana jarang sekali atau hampir tidak ada mobil buatan jepang berseliweran yang ada smuanya produk dalam negeri sendiri.
Sampai hal yang terkecil mereka bangga dengan produksi merekan sendiri
3. Untuk ICT (ini yang membanggakan) :
a. Setiap 1 km di jalan raya terpasang CCTV dan dikendalikan oleh perusahaan swasta yang bekerja sama dengan pemerintah. Tugas polisi sangat minim sekali, bila ada pelanggaran langsung terlihat karena setiap mobil ada identitas tersendiri dan didenda pada saat sampai dirumah
b. Tidak ada sim card seperti layaknya di Indonesia, teknologi yang mereka gunakan adalah CDMA
c. Identitas semua penduduk terdata dalam suatu server, sehingga penduduk tidak perlu ganti ktp atau apapun juga, karena data smua tentang mereka sudah ada
d. Pokoknya semua kehidupan berbasis IT
4. Sekolah (SMK) kami mengunjungi 4 sekolah yang berbasis SMK, dengan gambaran yang sama :
a. Porsi untuk kurikulum 50 % budi perkerti, 44% Materi Produktif, 6 % ekstra ko kurikuler
b. Peran swasta sangat menunjang, seperti contoh beberapa perusahaan mendirikan SMK sehingga mereka tidak ada program PKL, sebab guru yang mengajar di sekolah tersebut adalah manager perusahaan yang mempunyai kemampuan yang luar biasa. Sekolah dijadikan pusat reset produk oleh perusahaan tersebut, para manajer tersebut memilih jadi guru karena penghasilan mereka setahun 440.000.000 won
c. Setiap siswa disana tidak ada yang merokok sebab apabila merokok langsung "get out"
d. Tidak ada Ujian Nasional sebab kurikulum berpokus kepada kemampuan produktif/keahlian dan siap untuk kerja
e. bejar secara full day dan gratis makan
Itulah sekelumit cerita, kapan kita bisa seperti mereka...... .. padahal mereka bangkit pada tahun 1975an.
Sabtu, 04 April 2009
" Tutorial Zend II "
hay,,,nyambung nih dari bagian pertama...di bagian pertama kita udah kenalan sama apa itu framework, terus zend framework, dan konsep MVC,,,nah sekarang saatnya mempraktekkan..kalo istilah kampungnya "learning by doing"....
alat dan bahan :
1. komputer (jelasss....)
2. XAMPP (apache,php,mysql)
3. Zend Library bisa donload di sini
oke setelah semua lengkap...langkah - langkah yang kita lakukan :
1. membuat struktur direktori
2. membuat file bootstrap (index.php)
3. membuat file .htaccess
yap pertama2 buat struktur direktori seperti ini :

nah...setelah buat struktur direktori seperti diatas, skrg kita buat IndexController.
Artikel ini dapat diambil di :
http://adihakim.blogspot.com/
alat dan bahan :
1. komputer (jelasss....)
2. XAMPP (apache,php,mysql)
3. Zend Library bisa donload di sini
oke setelah semua lengkap...langkah - langkah yang kita lakukan :
1. membuat struktur direktori
2. membuat file bootstrap (index.php)
3. membuat file .htaccess
yap pertama2 buat struktur direktori seperti ini :

nah...setelah buat struktur direktori seperti diatas, skrg kita buat IndexController.
Artikel ini dapat diambil di :
http://adihakim.blogspot.com/
" Tutorial Zend "
hallo semua,,,selamat datang di blog saya, pada tutorial kali ini saya akan membahas cara membuat web dengan framework...tapi sebelumnya saya akan memperkenalkan dulu konsep framework yang akan saya gunakan pada tutorial ini.
mengapa perlu framework ? yes, framework tentunya digunakan oleh developer2 untuk memudahkan pekerjaannya, dalam artian project yang sedang dikerjakan tersimpan secara terstruktur sehingga mudah diperbaiki jika ada kesalahan, dan tidak perlu membongkar semua data-data...karena tata cara framework telah terset sedemikian mengikuti kaidah2 yang telah ditetapkan.
oke framework yang akan saya gunakan adalah Zend Framework. sebagaimana diketahui ada banyak sekali framework2 yang beredar diantaranya code igniter, cakePHP, symfony, dll...tapi saya menggunakan Zend karena ada beberapa keunggulan diantaranya :
# Dibuat oleh Zend, pengembang engine PHP
# Dibangun diatas teknologi php 5
# Lisensi Open Source berbasis BSD yang fleksibel baik untuk pengembangan aplikasi open source maupun komersial
# Dokumentasi lengkap (lebih dari 500 halaman)
# Proses pengembangan Zend Framework menyertakan unit test yang lengkap, mencakup 84% kode yang ada
# Library yang menyediakan fungsi yang lengkap sehingga hampir semua kebutuhan pengembangan aplikasi web dapat terpenuhi
# Mendukung pengembangan aplikasi MVC
# URL yang bagus dan search engine friendly
Oke, dari keunggulan2 diatas terdapat konsep MVC, apa itu MVC ?
MVC adalah metode framework yang menerapkan konsep Model, View, dan Controller.
Model adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan aplikasi khusunya yang menyangkut i database, web service, feeds, dll
View adalah segala sesuatu dalam bentuk layout atau tampilan (HTML) yang nantinya akan ditampilkan ke user...
Controller adalah logic dari semua proses yang terjadi pada aplikasi anda, fungsinya adalah mengatur inputan dan output dari aplikasi anda...
masih bingung ? yap lalu apa hubungan model, view dan controller tersebut satu sama lain ?
controller - view = controller memproses inputan atau logic yang kemudian akan mengirimkan ke view, di view nantinya akan dipanggil dalam code PHP yang diselipkan di HTML.
controller - model = hubungan controller dengan model sangat diperlukan karena di Model lah yang akan memberikan data lalu di proses di controller, ataupun sebaliknya controller dapat mengirimkan parameter yang kemudian ditangkap di Model.
view - model = hubungan view dengan model, view dapat mengakses model untuk menerima data, tetapi tidak dapat mengirimkan ke model.
untuk lebih jelasnya dan download zend library bisa akses link ini
oke kita bersambung ke bagian 2...
mengapa perlu framework ? yes, framework tentunya digunakan oleh developer2 untuk memudahkan pekerjaannya, dalam artian project yang sedang dikerjakan tersimpan secara terstruktur sehingga mudah diperbaiki jika ada kesalahan, dan tidak perlu membongkar semua data-data...karena tata cara framework telah terset sedemikian mengikuti kaidah2 yang telah ditetapkan.
oke framework yang akan saya gunakan adalah Zend Framework. sebagaimana diketahui ada banyak sekali framework2 yang beredar diantaranya code igniter, cakePHP, symfony, dll...tapi saya menggunakan Zend karena ada beberapa keunggulan diantaranya :
# Dibuat oleh Zend, pengembang engine PHP
# Dibangun diatas teknologi php 5
# Lisensi Open Source berbasis BSD yang fleksibel baik untuk pengembangan aplikasi open source maupun komersial
# Dokumentasi lengkap (lebih dari 500 halaman)
# Proses pengembangan Zend Framework menyertakan unit test yang lengkap, mencakup 84% kode yang ada
# Library yang menyediakan fungsi yang lengkap sehingga hampir semua kebutuhan pengembangan aplikasi web dapat terpenuhi
# Mendukung pengembangan aplikasi MVC
# URL yang bagus dan search engine friendly
Oke, dari keunggulan2 diatas terdapat konsep MVC, apa itu MVC ?
MVC adalah metode framework yang menerapkan konsep Model, View, dan Controller.
Model adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan aplikasi khusunya yang menyangkut i database, web service, feeds, dll
View adalah segala sesuatu dalam bentuk layout atau tampilan (HTML) yang nantinya akan ditampilkan ke user...
Controller adalah logic dari semua proses yang terjadi pada aplikasi anda, fungsinya adalah mengatur inputan dan output dari aplikasi anda...
masih bingung ? yap lalu apa hubungan model, view dan controller tersebut satu sama lain ?
controller - view = controller memproses inputan atau logic yang kemudian akan mengirimkan ke view, di view nantinya akan dipanggil dalam code PHP yang diselipkan di HTML.
controller - model = hubungan controller dengan model sangat diperlukan karena di Model lah yang akan memberikan data lalu di proses di controller, ataupun sebaliknya controller dapat mengirimkan parameter yang kemudian ditangkap di Model.
view - model = hubungan view dengan model, view dapat mengakses model untuk menerima data, tetapi tidak dapat mengirimkan ke model.
untuk lebih jelasnya dan download zend library bisa akses link ini
oke kita bersambung ke bagian 2...
Minggu, 29 Maret 2009
" Command Prompt "
Ada Tugas dari pak Tomi, sewaktu mau ujian Mid Semester kemarin pak tomi memberikan tugas untuk anak- anak kelas malem untuk membuat tugas tentang Command Prompt NIh di bawah ini gue langsungkan aja di download ya.
Bilamana kamu ingin langsung mendownload, download aja langsung di bawah ini. Silahkan.
Download disini !!!!!
Bilamana kamu ingin langsung mendownload, download aja langsung di bawah ini. Silahkan.
Download disini !!!!!
" Virus Konficker "
Tugas dari pak Tomi, mencari apa itu virus konficker and bagaimana cara menghilangkan nya, so sekarang nih gue kasih untuk temen-temen STMIK tugas dari pak tomi
Nih bila langsung download disini aja !!
Temen-temen gue di STMIK Duta Bangsa Nih cuman buat referensi aja ya, Gunakan lah dengan sebaik-baik nya !!!! THANK
Nih bila langsung download disini aja !!
Temen-temen gue di STMIK Duta Bangsa Nih cuman buat referensi aja ya, Gunakan lah dengan sebaik-baik nya !!!! THANK
Sabtu, 28 Maret 2009
" Soal Mid Semester "
Hai bro Gue dari kelas malem nih, oh ya ujian dari STMIK DUTA BANGSA untuk D3 TKJ bisa di ambil disini, tapi inget nih buat referensi and latihan aja loe.
Senin, 23 Maret 2009
" Pelajaran Semester Satu "
Tuk temen-temen ku STMIK Duta Bangsa nih gue ada artikel tentang Pengantar teknologi Informasi . Silahkan bisa Download ada dibawah ini.
1. Pengantar Teknologi Informasi.
Pengantar Teknologi Informasi
Perbedaan NTFS, FAT32, EXT
Wireles, IPv6, Mobile, IP grid komputing
2. Pengantar Telecomunikasi
Telekomunikasi
3. Sistem Operasi I
BobolPasswordWindowsDenganEmergencyBootCD
TUGASKELOMPOKprosesdansinkronisasi
TugasShutdownRestart
SistemOperasi-4.0-Indonesia
UNDERSTANDINGCOMPUTERNETWORK
KonsepJaringanKomputer
5.KKPI
UAS_KKPI
TUGASkkpiexceluntuksmtrI
6. PPKN
PANCASILASEBAGAIETIKAPOLITIK
BABI.KontribusisiswaterhadapprestasiPKN-sejarah
SejarahIndonediaBAbII
7. Dasar Sistem Komputer
Artikel akhir
maaf bilamana kurang lenkap dan saya minta maaf atas kesalahan saya.
Oh ya sekalian mau kasih tahu, kalau mau bukak file nya download dulu winrar.
Nih dapat di download disini
Winrar
1. Pengantar Teknologi Informasi.
Pengantar Teknologi Informasi
Perbedaan NTFS, FAT32, EXT
Wireles, IPv6, Mobile, IP grid komputing
2. Pengantar Telecomunikasi
Telekomunikasi
3. Sistem Operasi I
BobolPasswordWindowsDenganEmergencyBootCD
TUGASKELOMPOKprosesdansinkronisasi
TugasShutdownRestart
SistemOperasi-4.0-Indonesia
UNDERSTANDINGCOMPUTERNETWORK
KonsepJaringanKomputer
5.KKPI
UAS_KKPI
TUGASkkpiexceluntuksmtrI
6. PPKN
PANCASILASEBAGAIETIKAPOLITIK
BABI.KontribusisiswaterhadapprestasiPKN-sejarah
SejarahIndonediaBAbII
7. Dasar Sistem Komputer
Artikel akhir
maaf bilamana kurang lenkap dan saya minta maaf atas kesalahan saya.
Oh ya sekalian mau kasih tahu, kalau mau bukak file nya download dulu winrar.
Nih dapat di download disini
Winrar
Kamis, 19 Maret 2009
" Dari Hutan, Anak Rimba Membuat Buku Dongeng "
Sabtu, 14 Maret 2009 | 03:06 WIB
Yurnaldi
Di tengah hutan lebat di Taman Nasional Bukit Duabelas di Makekal, wilayah Kabupaten Tebo, Jambi, sekelompok anak-anak tengah memegang buku dan pensil. Mereka siap sakola, belajar baca-tulis-hitung. Tidak ada yang memakai seragam, yang ada cuma anak-anak yang memakai celana pendek.
Bahkan, ada anak yang tidak berpakaian sama sekali. Tradisi keseharian mereka di hutan hanya pakai kain penutup kemaluan (cawot).
Tak jauh dari mereka berkumpul terdapat gubuk tempat belajar, genah pelajoron (rumah sekolah). Akan tetapi, siang itu mereka ingin belajar di alam terbuka, di bawah pohon. Inilah uniknya, sang guru/fasilitator mencari murid dan memberikan pelajaran baca-tulis-hitung (BTH) di mana murid suka.
Kelompok-kelompok orang rimba ini hidup tersebar di TNBD seluas sekitar 60.500 hektar.
Memberikan pendidikan alternatif kepada orang rimba, atau sering juga disebut Suku Anak Dalam atau orang Kubu, butuh perjuangan keras. Untuk mencapai lokasi dari Tebo, perlu waktu tiga jam perjalanan dengan kendaraan gardan ganda. Atau enam jam dari Kota Jambi. Setelah itu berjalan kaki 1-2 jam masuk hutan, kadang baru ditemui anak-anak rimba tersebut. Di mana bertemu dengan mereka, di situ belajar.
Terampil mendongeng
Sejak 10 tahun terakhir terlihat kemajuan luar biasa dari anak-anak rimba. Setelah diberikan pendidikan alternatif oleh Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi sejak 1998, anak-anak rimba, yang sebelumnya tak kenal BTH, tak hanya sekadar bisa BTH, tetapi kini juga sudah terampil mendongeng.
Sebagian dari dongeng-dongeng yang mereka tulis dibukukan dengan judul Kisah-kisah Anak Rimba (pengantar oleh Kak Seto, penerbit KKI Warsi, 2007). Ada sembilan dongeng orisinal yang dibukukan, yang selama ini turun-temurun ada dalam cerita-cerita kelompok orang rimba. Mereka menyebut dongeng itu sebagai ande-ande. Tradisi lisan lain yang hidup dalam tradisi orang rimba adalah sloko adat, bedeki (pantun), dan teka-teki.
”Dari nenek moyang mereka tidak ada tradisi tulis. Segala sesuatu diturunkan secara lisan. Mereka buta aksara. Setelah KKI Warsi memberikan pendidikan alternatif, baru mereka bisa BTH,” kata Sukmareni, staf Komunikasi, Informasi, dan Pembelajaran KKI Warsi.
Secara bertahap, anak-anak rimba mengenali huruf, melafalkannya, dan merangkainya menjadi kata-kata dan kalimat. Demikian juga dengan angka, dari mengenalkan angka hingga menjadi hitung-hitungan.
Menurut Sukmareni, sebagai anak orang rimba, kemampuan mereka boleh diacungi jempol. Dari pengenalan huruf hingga bisa merangkainya menjadi kata hanya dalam tempo dua bulan.
”Waktu belajar disesuaikan dengan waktu anak-anak. Terkadang pelajaran baru dimulai sekembalinya mereka dari berburu atau selesai membantu orangtua. Kadang mereka belajar sampai malam dengan penerangan lilin atau lampu teplok. Jika lelah belajar, mereka istirahat dulu, bermain, atau menangkap kodok atau ikan untuk makan malam,” papar Sukmareni.
Sudah 350 anak rimba
Keberadaan orang rimba tidak banyak. Dari pendataan KKI Warsi tahun 2008, populasi mereka ada 3.009 jiwa, yang tersebar dalam hutan di sepanjang jalan lintas Sumatera, mulai dari Singkut (batas Sumsel-Jambi) hingga Sungai Rumbai (batas Jambi-Sumbar).
Jumlah mereka di sepanjang lintas Sumatera ini ada 1.375 jiwa. Kemudian di dalam kawasan TNBD ada 1.300 jiwa yang tersebar di kawasan seluas 65.000 hektar. Dan, di kawasan Bukit Tigapuluh ada 434 jiwa yang tersebar di areal seluas 131.000 hektar.
Program Manager KKI Warsi Rudi Syaf mengatakan, berdasarkan pengalaman Warsi, anak-anak orang rimba sulit mengikuti pendidikan formal karena belum bisanya komunitas luar menerima mereka. Anak-anak rimba sering menerima ejekan yang sangat memengaruhi psikologis mereka. Selain itu, sekolah di luar rimba juga akan menyulitkan karena jauh dari permukiman mereka.
”Pendidikan yang efektif adalah seperti yang dilakukan Warsi sekarang dengan mendatangi anak-anak rimba tersebut ke kelompok-kelompok mereka. Fasilitator Warsi masing-masing akan berada di dalam hutan bersama anak-anak rimba selama 21 hari dalam sebulan,” ujarnya.
Menurut Rudi, saat ini ada sekitar 350 anak rimba yang terbebas dari buta aksara. Dari mereka, Warsi juga mendidik kader-kader guru dari anak-anak rimba yang dianggap berkemampuan lebih untuk mengajari BTH kepada anak lainnya. Hal ini penting dilakukan, mengingat banyaknya orang rimba yang harus diberi pendidikan.
Tahun 2009, KKI Warsi memprogramkan pendidikan untuk anak-anak rimba di kawasan hutan sepanjang jalan lintas Sumatera.
”Kalau ada tenaga guru yang diangkat pemerintah, khusus mengajar anak-anak rimba, itu sangat membantu. Sebab, tenaga pengajar dari Warsi terbatas,” ujar Rudi.
Tenaga pengajar dari Warsi saat ini ada dua orang, yaitu Fery Apriadi (sejak 2005) dan Galih Sekar Tyas Sandra (sejak 2006).
Rudi menjelaskan, penggunaan bahasa, alam pikiran, dan kebudayaan orang rimba akan mempercepat penerimaan pelajaran. Dan, pendidikan harus memberikan wawasan sebagai bekal untuk melihat perkembangan di dunia luar.
http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/03/14/0306020/dari.hutan.anak.rimba.membuat.buku.dongeng
Yurnaldi
Di tengah hutan lebat di Taman Nasional Bukit Duabelas di Makekal, wilayah Kabupaten Tebo, Jambi, sekelompok anak-anak tengah memegang buku dan pensil. Mereka siap sakola, belajar baca-tulis-hitung. Tidak ada yang memakai seragam, yang ada cuma anak-anak yang memakai celana pendek.
Bahkan, ada anak yang tidak berpakaian sama sekali. Tradisi keseharian mereka di hutan hanya pakai kain penutup kemaluan (cawot).
Tak jauh dari mereka berkumpul terdapat gubuk tempat belajar, genah pelajoron (rumah sekolah). Akan tetapi, siang itu mereka ingin belajar di alam terbuka, di bawah pohon. Inilah uniknya, sang guru/fasilitator mencari murid dan memberikan pelajaran baca-tulis-hitung (BTH) di mana murid suka.
Kelompok-kelompok orang rimba ini hidup tersebar di TNBD seluas sekitar 60.500 hektar.
Memberikan pendidikan alternatif kepada orang rimba, atau sering juga disebut Suku Anak Dalam atau orang Kubu, butuh perjuangan keras. Untuk mencapai lokasi dari Tebo, perlu waktu tiga jam perjalanan dengan kendaraan gardan ganda. Atau enam jam dari Kota Jambi. Setelah itu berjalan kaki 1-2 jam masuk hutan, kadang baru ditemui anak-anak rimba tersebut. Di mana bertemu dengan mereka, di situ belajar.
Terampil mendongeng
Sejak 10 tahun terakhir terlihat kemajuan luar biasa dari anak-anak rimba. Setelah diberikan pendidikan alternatif oleh Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi sejak 1998, anak-anak rimba, yang sebelumnya tak kenal BTH, tak hanya sekadar bisa BTH, tetapi kini juga sudah terampil mendongeng.
Sebagian dari dongeng-dongeng yang mereka tulis dibukukan dengan judul Kisah-kisah Anak Rimba (pengantar oleh Kak Seto, penerbit KKI Warsi, 2007). Ada sembilan dongeng orisinal yang dibukukan, yang selama ini turun-temurun ada dalam cerita-cerita kelompok orang rimba. Mereka menyebut dongeng itu sebagai ande-ande. Tradisi lisan lain yang hidup dalam tradisi orang rimba adalah sloko adat, bedeki (pantun), dan teka-teki.
”Dari nenek moyang mereka tidak ada tradisi tulis. Segala sesuatu diturunkan secara lisan. Mereka buta aksara. Setelah KKI Warsi memberikan pendidikan alternatif, baru mereka bisa BTH,” kata Sukmareni, staf Komunikasi, Informasi, dan Pembelajaran KKI Warsi.
Secara bertahap, anak-anak rimba mengenali huruf, melafalkannya, dan merangkainya menjadi kata-kata dan kalimat. Demikian juga dengan angka, dari mengenalkan angka hingga menjadi hitung-hitungan.
Menurut Sukmareni, sebagai anak orang rimba, kemampuan mereka boleh diacungi jempol. Dari pengenalan huruf hingga bisa merangkainya menjadi kata hanya dalam tempo dua bulan.
”Waktu belajar disesuaikan dengan waktu anak-anak. Terkadang pelajaran baru dimulai sekembalinya mereka dari berburu atau selesai membantu orangtua. Kadang mereka belajar sampai malam dengan penerangan lilin atau lampu teplok. Jika lelah belajar, mereka istirahat dulu, bermain, atau menangkap kodok atau ikan untuk makan malam,” papar Sukmareni.
Sudah 350 anak rimba
Keberadaan orang rimba tidak banyak. Dari pendataan KKI Warsi tahun 2008, populasi mereka ada 3.009 jiwa, yang tersebar dalam hutan di sepanjang jalan lintas Sumatera, mulai dari Singkut (batas Sumsel-Jambi) hingga Sungai Rumbai (batas Jambi-Sumbar).
Jumlah mereka di sepanjang lintas Sumatera ini ada 1.375 jiwa. Kemudian di dalam kawasan TNBD ada 1.300 jiwa yang tersebar di kawasan seluas 65.000 hektar. Dan, di kawasan Bukit Tigapuluh ada 434 jiwa yang tersebar di areal seluas 131.000 hektar.
Program Manager KKI Warsi Rudi Syaf mengatakan, berdasarkan pengalaman Warsi, anak-anak orang rimba sulit mengikuti pendidikan formal karena belum bisanya komunitas luar menerima mereka. Anak-anak rimba sering menerima ejekan yang sangat memengaruhi psikologis mereka. Selain itu, sekolah di luar rimba juga akan menyulitkan karena jauh dari permukiman mereka.
”Pendidikan yang efektif adalah seperti yang dilakukan Warsi sekarang dengan mendatangi anak-anak rimba tersebut ke kelompok-kelompok mereka. Fasilitator Warsi masing-masing akan berada di dalam hutan bersama anak-anak rimba selama 21 hari dalam sebulan,” ujarnya.
Menurut Rudi, saat ini ada sekitar 350 anak rimba yang terbebas dari buta aksara. Dari mereka, Warsi juga mendidik kader-kader guru dari anak-anak rimba yang dianggap berkemampuan lebih untuk mengajari BTH kepada anak lainnya. Hal ini penting dilakukan, mengingat banyaknya orang rimba yang harus diberi pendidikan.
Tahun 2009, KKI Warsi memprogramkan pendidikan untuk anak-anak rimba di kawasan hutan sepanjang jalan lintas Sumatera.
”Kalau ada tenaga guru yang diangkat pemerintah, khusus mengajar anak-anak rimba, itu sangat membantu. Sebab, tenaga pengajar dari Warsi terbatas,” ujar Rudi.
Tenaga pengajar dari Warsi saat ini ada dua orang, yaitu Fery Apriadi (sejak 2005) dan Galih Sekar Tyas Sandra (sejak 2006).
Rudi menjelaskan, penggunaan bahasa, alam pikiran, dan kebudayaan orang rimba akan mempercepat penerimaan pelajaran. Dan, pendidikan harus memberikan wawasan sebagai bekal untuk melihat perkembangan di dunia luar.
http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/03/14/0306020/dari.hutan.anak.rimba.membuat.buku.dongeng
" Voucher Pendidikan Beredar "
JAKARTA(SINDO) – Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) menengarai DPR terlibat pembagian voucher pendidikan madrasah dari Departemen Agama (Depag).
SekjenFITRA YunaFarhanmenilai pembagian voucher pada masakampanye ditengaraibisa dimanfaatkan anggota DPR untuk melakukan kampanye. ”Bantuan sosial ini bisa disalahgunakan oleh anggota DPR yang saat ini kembali bertarung untuk menuai simpati dari pemilihnya,”kata Yuna Farhan di Jakarta kemarin.
Yuna mengaku heran,mengapa anggaran-anggaran bantuan yang biasanya baru dicairkan pada bulan Mei justru pada tahun politik ini dicairkan lebih cepat sebelum pemilu legislatif dimulai. Beberapa tahun lalu,menurut Yuna, Ketua DPR Agung Laksono juga membagikan voucherpendidikan untuk bantuan sekolah-sekolah.
Menjelang kontes tasi politik 2009, modus serupa kembali mencuat. Dari data yang diterima FITRA,Voucher tersebut merupakan bantuan Dirjen Pendidikan Islam untuk bantuan madrasah melalui program Bantuan Peningkatan Mutu Madrasah (BPMM). Isi voucher untuk madrasah tersebut, untuk tingkat ibtidaiyah Rp50 Juta, tingkat tsanawiyah Rp60 Juta, dan tingkat aliyah Rp75 Juta.
Voucher bantuan sosial ini dibagikan melalui anggota Komisi VIII DPR sebagai mitra kerja Depag. Menurut dia, bantuan sosial dalam bentuk vouchertersebut jelas tidak akan tepat sasaran. Sebab hal itu tidak lagi berdasarkan kebutuhan madrasah yang benar-benar membutuhkan, tetapi semata- mata kepentingan pragmatis politik anggota DPR agar terpilih kembali.
”Pemberian voucher juga berpotensi terjadinya penyimpangan anggaran yang dapat menimbulkan calocalo anggaran dengan jalan memperjualbelikan voucher bantuan,”tandasnya. Sementara itu,Ketua Komisi VIII Hasrul Haswar membenarkan bahwa ada penitipan voucherdari Depag kepada DPR.
Namun, Hasrul membantah bahwa penitipan voucher pendidikan tersebut digunakan sebagai alat kampanye anggota DPR. ”Masak titip saja tidak boleh.. Yang kompeten menyalurkan bantuan pendidikan itu memang Depag.Hanya saja memang ada sebagian yang dititipkan penyalurannya ke anggota DPR untuk dibagikan ke daerah,” tandas Hasrul Azwar kepada SINDO semalam.
Hasrul mengatakan saat ini DPR memang sedang memasuki masa reses. Jika kemudian saat reses ini sedang dalam masa kampanye, hal tersebut hanya faktorkebetulanbela ka sehingga persoalan penitipan penyaluran bantuan tersebut tidak perlu dibesar-besarkan. ”DPR hanya dititipi penyalurannya. Jadi tidak untuk kampanye,” tandasnya.
DPR menurutnya hanya dititipi penyaluran untuk vouchersaja. Nantinya Depag yang akan mengurusi pembayarannya melalui rekening madrasah masing-masing secara langsung.”Jadi uangnya masih dipegang sama Depag. Kita hanya dititipi vouchernya saja,”ujarnya.
Sementara itu,Kepala Pusat Informasi Kehumasan Depag Masyhuri mengatakan mekanisme penyaluran bantuan pendidikan untuk madrasah memang bisa melalui penitipan kepada anggota DPR saat melakukan kunjungan kerja.
Namun penitipan tersebut tidak untuk modal kampanye bagi anggota DPR yang bersangkutan. ”Voucher tersebut dititipkan ke DPR untuk dibagikan di madrasah saat kunjungan kerja. Biasanya memang pada masa reses anggota DPR melakukan kunjungan ke daerah,”tandasnya. (sofian dwi)
http://www.seputar- indonesia. com/edisicetak/ content/view/ 221958/
SekjenFITRA YunaFarhanmenilai pembagian voucher pada masakampanye ditengaraibisa dimanfaatkan anggota DPR untuk melakukan kampanye. ”Bantuan sosial ini bisa disalahgunakan oleh anggota DPR yang saat ini kembali bertarung untuk menuai simpati dari pemilihnya,”kata Yuna Farhan di Jakarta kemarin.
Yuna mengaku heran,mengapa anggaran-anggaran bantuan yang biasanya baru dicairkan pada bulan Mei justru pada tahun politik ini dicairkan lebih cepat sebelum pemilu legislatif dimulai. Beberapa tahun lalu,menurut Yuna, Ketua DPR Agung Laksono juga membagikan voucherpendidikan untuk bantuan sekolah-sekolah.
Menjelang kontes tasi politik 2009, modus serupa kembali mencuat. Dari data yang diterima FITRA,Voucher tersebut merupakan bantuan Dirjen Pendidikan Islam untuk bantuan madrasah melalui program Bantuan Peningkatan Mutu Madrasah (BPMM). Isi voucher untuk madrasah tersebut, untuk tingkat ibtidaiyah Rp50 Juta, tingkat tsanawiyah Rp60 Juta, dan tingkat aliyah Rp75 Juta.
Voucher bantuan sosial ini dibagikan melalui anggota Komisi VIII DPR sebagai mitra kerja Depag. Menurut dia, bantuan sosial dalam bentuk vouchertersebut jelas tidak akan tepat sasaran. Sebab hal itu tidak lagi berdasarkan kebutuhan madrasah yang benar-benar membutuhkan, tetapi semata- mata kepentingan pragmatis politik anggota DPR agar terpilih kembali.
”Pemberian voucher juga berpotensi terjadinya penyimpangan anggaran yang dapat menimbulkan calocalo anggaran dengan jalan memperjualbelikan voucher bantuan,”tandasnya. Sementara itu,Ketua Komisi VIII Hasrul Haswar membenarkan bahwa ada penitipan voucherdari Depag kepada DPR.
Namun, Hasrul membantah bahwa penitipan voucher pendidikan tersebut digunakan sebagai alat kampanye anggota DPR. ”Masak titip saja tidak boleh.. Yang kompeten menyalurkan bantuan pendidikan itu memang Depag.Hanya saja memang ada sebagian yang dititipkan penyalurannya ke anggota DPR untuk dibagikan ke daerah,” tandas Hasrul Azwar kepada SINDO semalam.
Hasrul mengatakan saat ini DPR memang sedang memasuki masa reses. Jika kemudian saat reses ini sedang dalam masa kampanye, hal tersebut hanya faktorkebetulanbela ka sehingga persoalan penitipan penyaluran bantuan tersebut tidak perlu dibesar-besarkan. ”DPR hanya dititipi penyalurannya. Jadi tidak untuk kampanye,” tandasnya.
DPR menurutnya hanya dititipi penyaluran untuk vouchersaja. Nantinya Depag yang akan mengurusi pembayarannya melalui rekening madrasah masing-masing secara langsung.”Jadi uangnya masih dipegang sama Depag. Kita hanya dititipi vouchernya saja,”ujarnya.
Sementara itu,Kepala Pusat Informasi Kehumasan Depag Masyhuri mengatakan mekanisme penyaluran bantuan pendidikan untuk madrasah memang bisa melalui penitipan kepada anggota DPR saat melakukan kunjungan kerja.
Namun penitipan tersebut tidak untuk modal kampanye bagi anggota DPR yang bersangkutan. ”Voucher tersebut dititipkan ke DPR untuk dibagikan di madrasah saat kunjungan kerja. Biasanya memang pada masa reses anggota DPR melakukan kunjungan ke daerah,”tandasnya. (sofian dwi)
http://www.seputar- indonesia. com/edisicetak/ content/view/ 221958/
Sabtu, 28 Februari 2009
" RAHASIA KECERDASAN ORANG YAHUDI "
Artikel Dr Stephen Carr Leon patut
menjadi renungan bersama. Stephen menulis dari pengamatan langsung.
Setelah berada 3 tahun di Israel karena menjalani housemanship
dibeberapa rumah sakit di sana. Dirinya melihat ada beberapa hal yang
menarik yang dapat ditarik sebagai bahan tesisnya, yaitu, “Mengapa
Yahudi Pintar?”
Ketika tahun kedua, akhir bulan
Desember 1980, Stephen sedang menghitung hari untuk pulang ke
California, terlintas di benaknya, apa sebabnya Yahudi begitu pintar?
Kenapa tuhan memberi kelebihan kepada mereka? Apakah ini suatu
kebetulan? Atau hasil usaha sendiri?
Maka Stephen tergerak membuat tesis
untuk Phd-nya. Sekadar untuk Anda ketahui, tesis ini memakan waktu
hampir delapan tahun. Karena harus mengumpulkan data-data yang setepat
mungkin.
Marilah kita mulai dengan persiapan
awal melahirkan. Di Israel, setelah mengetahui sang ibu sedang
mengandung, sang ibu akan sering menyanyi dan bermain piano. Si ibu dan
bapak akan membeli buku matematika dan menyelesaikan soal bersama suami.
Stephen sungguh heran karena temannya
yang mengandung sering membawa buku matematika dan bertanya beberapa
soal yang tak dapat diselesaikan. Kebetulan Stephen suka matematika.
Stephen bertanya, “Apakah ini untuk anak kamu?”
Dia menjawab, “Iya, ini untuk anak saya yang masih di kandungan, saya sedang melatih otaknya, semoga ia menjadi jenius.”
Hal ini membuat Stephen tertarik untuk mengikut terus perkembangannya.
Kembali ke matematika tadi, tanpa merasa jenuh si calon ibu mengerjakan latihan matematika sampai genap melahirkan.
Hal lain yang Stephen perhatikan adalah
cara makan. Sejak awal mengandung dia suka sekali memakan kacang badam
dan korma bersama susu. Tengah hari makanan utamanya roti dan ikan
tanpa kepala bersama salad yang dicampur dengan badam dan berbagai
jenis kacang-kacangan.
Menurut wanita Yahudi itu, daging ikan
sungguh baik untuk perkembangan otak dan kepala ikan mengandungi kimia
yang tidak baik yang dapat merusak perkembangan dan penumbuhan otak
anak didalam kandungan. Ini adalah adat orang orang Yahudi ketika
mengandung. menjadi semacam kewajiban untuk ibu yang sedang mengandung
mengonsumsi pil minyak ikan.
Ketika diundang untuk makan malam
bersama orang orang Yahudi. Begitu Stephen menceritakan, “Perhatian
utama saya adalah menu mereka. Pada setiap undangan yang sama saya
perhatikan, mereka gemar sekali memakan ikan (hanya isi atau fillet),”
ungkapnya.
Biasanya kalau sudah ada ikan, tidak
ada daging. Ikan dan daging tidak ada bersama di satu meja. Menurut
keluarga Yahudi, campuran daging dan ikan tak bagus dimakan bersama.
Salad dan kacang, harus, terutama kacang badam.
Uniknya, mereka akan makan buah buahan
dahulu sebelum hidangan utama. Jangan terperanjat jika Anda diundang ke
rumah Yahudi Anda akan dihidangkan buah buahan dahulu. Menurut mereka,
dengan memakan hidangan kabohidrat (nasi atau roti) dahulu kemudian
buah buahan, ini akan menyebabkan kita merasa ngantuk.
Akibatnya lemah dan payah untuk memahami pelajaran di sekolah.
Di Israel, merokok adalah tabu, apabila
Anda diundang makan dirumah Yahudi, jangan sekali kali merokok. Tanpa
sungkan mereka akan menyuruh Anda keluar dari rumah mereka. Menyuruh
Anda merokok di luar rumah mereka.
Menurut ilmuwan di Universitas Israel,
penelitian menunjukkan nikotin dapat merusakkan sel utama pada otak
manusia dan akan melekat pada gen. Artinya, keturunan perokok bakal
membawa generasi yang cacat otak ( bodoh). Suatu penemuan yang dari
saintis gen dan DNA Israel.
Perhatian Stephen selanjutnya adalah
mengunjungi anak-anak Yahudi. Mereka sangat memperhatikan makanan,
makanan awal adalah buah buahan bersama kacang badam, diikuti dengan
menelan pil minyak ikan (code oil lever).
Dalam pengamatan Stephen, anak-anak
Yahudi sungguh cerdas. Rata rata mereka memahami tiga bahasa, Hebrew,
Arab dan Inggris. Sejak kecil mereka telah dilatih bermain piano dan
biola. Ini adalah suatu kewajiban.
Menurut mereka bermain musik dan memahami not dapat meningkatkan IQ. Sudah tentu bakal menjadikan anak pintar.
Ini menurut saintis Yahudi, hentakan musik dapat merangsang otak.
Tak heran banyak pakar musik dari kaum Yahudi.
Seterusnya di kelas 1 hingga 6, anak
anak Yahudi akan diajar matematika berbasis perniagaan. Pelajaran IPA
sangat diutamakan. Di dalam pengamatan Stephen, “Perbandingan dengan
anak anak di California, dalam tingkat IQ-nya bisa saya katakan 6 tahun
kebelakang!! !” katanya.
Segala pelajaran akan dengan mudah di
tangkap oleh anak Yahudi. Selain dari pelajaran tadi olahraga juga
menjadi kewajiban bagi mereka. Olahraga yang diutamakan adalah memanah,
menembak dan berlari.
Menurut teman Yahudi-nya Stephen, memanah dan menembak dapat melatih
otak fokus. Disamping itu menembak bagian dari persiapan untuk membela
negara.
Selanjutnya perhatian Stephen ke
sekolah tinggi (menengah). Di sini murid-murid digojlok dengan
pelajaran sains. Mereka didorong untuk menciptakan produk. Meski proyek
mereka kadangkala kelihatannya lucu dan memboroskan, tetap diteliti
dengan serius.
Apa lagi kalau yang diteliti itu berupa senjata, medis dan teknik. Ide itu akan dibawa ke jenjang lebih tinggi.
Satu lagi yg di beri keutamaan ialah
fakultas ekonomi. Saya sungguh terperanjat melihat mereka begitu
agresif dan seriusnya mereka belajar ekonomi. Diakhir tahun
diuniversitas, mahasiswa diharuskan mengerjakan proyek. Mereka harus
memperaktekkanya.
Anda hanya akan lulus jika team Anda (10 pelajar setiap kumpulan) dapat keuntungan sebanyak $US 1 juta!
Anda terperanjat?
Itulah kenyataannya.
Kesimpulan, pada teori Stephen adalah,
melahirkan anak dan keturunan yang cerdas adalah keharusan. Tentunya
bukan perkara yang bisa diselesaikan semalaman. Perlu proses, melewati
beberapa generasi mungkin?
Kabar lain tentang bagaimana pendidikan
anak adalah dari saudara kita di Palestina. Mengapa Israel mengincar
anak-anak Palestina. Terjawab sudah mengapa agresi militer Israel yang
biadab dari 27 Desember 2008 kemarin memfokuskan diri pada pembantaian
anak-anak Palestina di Jalur Gaza.
Seperti yang kita ketahui, setelah
lewat tiga minggu, jumlah korban tewas akibat holocaust itu sudah
mencapai lebih dari 1300 orang lebih. Hampir setengah darinya adalah
anak-anak.
Selain karena memang tabiat Yahudi yang
tidak punya nurani, target anak-anak bukanlah kebetulan belaka. Sebulan
lalu, sesuai Ramadhan 1429 Hijriah, Ismali Haniya, pemimpin Hamas,
melantik sekitar 3500 anak-anak Palestina yang sudah hafidz al-Quran.
Anak-anak yang sudah hafal 30 juz
Alquran ini menjadi sumber ketakutan Zionis Yahudi. “Jika dalam usia
semuda itu mereka sudah menguasai Alquran, bayangkan 20 tahun lagi
mereka akan jadi seperti apa?” demikian pemikiran yang berkembang di
pikiran orang-orang Yahudi.
Tidak heran jika-anak Palestina menjadi
para penghafal Alquran. Kondisi Gaza yang diblokade dari segala arah
oleh Israel menjadikan mereka terus intens berinteraksi dengan
al-Qur’an. Tak ada main Play Station atau game bagi mereka.
Namun kondisi itu memacu mereka untuk menjadi para penghafal yang masih
begitu belia. Kini, karena ketakutan sang penjajah, sekitar 500 bocah
penghafal Quran itu telah syahid.
Perang panjang dengan Yahudi akan
berlanjut entah sampai berapa generasi lagi. Ini cuma masalah giliran.
Sekarang Palestina dan besok bisa jadi Indonesia. Bagaimana
perbandingan perhatian pemerintah Indonesia dalam membina generasi
penerus dibanding dengan negara tetangganya.
Ambil contoh tetangga kita yang
terdekat adalah Singapura. Contoh yang penulis ambil sederhana saja,
Rokok. Singapura selain menerapkan aturan yang ketat tentang rokok,
juga harganya sangat mahal.
Benarkah merokok dapat melahirkan
generasi “Goblok!” kata Goblok bukan dari penulis, tapi kata itu
sendiri dari Stephen Carr Leon sendiri. Dia sudah menemui beberapa
bukti menyokong teori ini.
“Lihat saja Indonesia,” katanya seperti dalam tulisan itu.
Jika Anda ke Jakarta, di mana saja Anda
berada, dari restoran, teater, kebun bunga hingga ke musium, hidung
Anda akan segera mencium bau asak rokok! Berapa harga rokok? Cuma US$
0.7 /bungkus !!!
“Hasilnya? Dengan penduduknya berjumlah
jutaan orang berapa banyak universitas? Hasil apakah yang dapat
dibanggakan? Teknologi? Jauh sekali. Adakah mereka dapat berbahasa
selain dari bahasa mereka sendiri? Mengapa mereka begitu sukar sekali
menguasai bahasa Inggris? Ditangga berapakah kedudukan mereka di
pertandingan matematika sedunia?
Apakah ini bukan akibat merokok? Anda fikirlah sendiri?”
menjadi renungan bersama. Stephen menulis dari pengamatan langsung.
Setelah berada 3 tahun di Israel karena menjalani housemanship
dibeberapa rumah sakit di sana. Dirinya melihat ada beberapa hal yang
menarik yang dapat ditarik sebagai bahan tesisnya, yaitu, “Mengapa
Yahudi Pintar?”
Ketika tahun kedua, akhir bulan
Desember 1980, Stephen sedang menghitung hari untuk pulang ke
California, terlintas di benaknya, apa sebabnya Yahudi begitu pintar?
Kenapa tuhan memberi kelebihan kepada mereka? Apakah ini suatu
kebetulan? Atau hasil usaha sendiri?
Maka Stephen tergerak membuat tesis
untuk Phd-nya. Sekadar untuk Anda ketahui, tesis ini memakan waktu
hampir delapan tahun. Karena harus mengumpulkan data-data yang setepat
mungkin.
Marilah kita mulai dengan persiapan
awal melahirkan. Di Israel, setelah mengetahui sang ibu sedang
mengandung, sang ibu akan sering menyanyi dan bermain piano. Si ibu dan
bapak akan membeli buku matematika dan menyelesaikan soal bersama suami.
Stephen sungguh heran karena temannya
yang mengandung sering membawa buku matematika dan bertanya beberapa
soal yang tak dapat diselesaikan. Kebetulan Stephen suka matematika.
Stephen bertanya, “Apakah ini untuk anak kamu?”
Dia menjawab, “Iya, ini untuk anak saya yang masih di kandungan, saya sedang melatih otaknya, semoga ia menjadi jenius.”
Hal ini membuat Stephen tertarik untuk mengikut terus perkembangannya.
Kembali ke matematika tadi, tanpa merasa jenuh si calon ibu mengerjakan latihan matematika sampai genap melahirkan.
Hal lain yang Stephen perhatikan adalah
cara makan. Sejak awal mengandung dia suka sekali memakan kacang badam
dan korma bersama susu. Tengah hari makanan utamanya roti dan ikan
tanpa kepala bersama salad yang dicampur dengan badam dan berbagai
jenis kacang-kacangan.
Menurut wanita Yahudi itu, daging ikan
sungguh baik untuk perkembangan otak dan kepala ikan mengandungi kimia
yang tidak baik yang dapat merusak perkembangan dan penumbuhan otak
anak didalam kandungan. Ini adalah adat orang orang Yahudi ketika
mengandung. menjadi semacam kewajiban untuk ibu yang sedang mengandung
mengonsumsi pil minyak ikan.
Ketika diundang untuk makan malam
bersama orang orang Yahudi. Begitu Stephen menceritakan, “Perhatian
utama saya adalah menu mereka. Pada setiap undangan yang sama saya
perhatikan, mereka gemar sekali memakan ikan (hanya isi atau fillet),”
ungkapnya.
Biasanya kalau sudah ada ikan, tidak
ada daging. Ikan dan daging tidak ada bersama di satu meja. Menurut
keluarga Yahudi, campuran daging dan ikan tak bagus dimakan bersama.
Salad dan kacang, harus, terutama kacang badam.
Uniknya, mereka akan makan buah buahan
dahulu sebelum hidangan utama. Jangan terperanjat jika Anda diundang ke
rumah Yahudi Anda akan dihidangkan buah buahan dahulu. Menurut mereka,
dengan memakan hidangan kabohidrat (nasi atau roti) dahulu kemudian
buah buahan, ini akan menyebabkan kita merasa ngantuk.
Akibatnya lemah dan payah untuk memahami pelajaran di sekolah.
Di Israel, merokok adalah tabu, apabila
Anda diundang makan dirumah Yahudi, jangan sekali kali merokok. Tanpa
sungkan mereka akan menyuruh Anda keluar dari rumah mereka. Menyuruh
Anda merokok di luar rumah mereka.
Menurut ilmuwan di Universitas Israel,
penelitian menunjukkan nikotin dapat merusakkan sel utama pada otak
manusia dan akan melekat pada gen. Artinya, keturunan perokok bakal
membawa generasi yang cacat otak ( bodoh). Suatu penemuan yang dari
saintis gen dan DNA Israel.
Perhatian Stephen selanjutnya adalah
mengunjungi anak-anak Yahudi. Mereka sangat memperhatikan makanan,
makanan awal adalah buah buahan bersama kacang badam, diikuti dengan
menelan pil minyak ikan (code oil lever).
Dalam pengamatan Stephen, anak-anak
Yahudi sungguh cerdas. Rata rata mereka memahami tiga bahasa, Hebrew,
Arab dan Inggris. Sejak kecil mereka telah dilatih bermain piano dan
biola. Ini adalah suatu kewajiban.
Menurut mereka bermain musik dan memahami not dapat meningkatkan IQ. Sudah tentu bakal menjadikan anak pintar.
Ini menurut saintis Yahudi, hentakan musik dapat merangsang otak.
Tak heran banyak pakar musik dari kaum Yahudi.
Seterusnya di kelas 1 hingga 6, anak
anak Yahudi akan diajar matematika berbasis perniagaan. Pelajaran IPA
sangat diutamakan. Di dalam pengamatan Stephen, “Perbandingan dengan
anak anak di California, dalam tingkat IQ-nya bisa saya katakan 6 tahun
kebelakang!! !” katanya.
Segala pelajaran akan dengan mudah di
tangkap oleh anak Yahudi. Selain dari pelajaran tadi olahraga juga
menjadi kewajiban bagi mereka. Olahraga yang diutamakan adalah memanah,
menembak dan berlari.
Menurut teman Yahudi-nya Stephen, memanah dan menembak dapat melatih
otak fokus. Disamping itu menembak bagian dari persiapan untuk membela
negara.
Selanjutnya perhatian Stephen ke
sekolah tinggi (menengah). Di sini murid-murid digojlok dengan
pelajaran sains. Mereka didorong untuk menciptakan produk. Meski proyek
mereka kadangkala kelihatannya lucu dan memboroskan, tetap diteliti
dengan serius.
Apa lagi kalau yang diteliti itu berupa senjata, medis dan teknik. Ide itu akan dibawa ke jenjang lebih tinggi.
Satu lagi yg di beri keutamaan ialah
fakultas ekonomi. Saya sungguh terperanjat melihat mereka begitu
agresif dan seriusnya mereka belajar ekonomi. Diakhir tahun
diuniversitas, mahasiswa diharuskan mengerjakan proyek. Mereka harus
memperaktekkanya.
Anda hanya akan lulus jika team Anda (10 pelajar setiap kumpulan) dapat keuntungan sebanyak $US 1 juta!
Anda terperanjat?
Itulah kenyataannya.
Kesimpulan, pada teori Stephen adalah,
melahirkan anak dan keturunan yang cerdas adalah keharusan. Tentunya
bukan perkara yang bisa diselesaikan semalaman. Perlu proses, melewati
beberapa generasi mungkin?
Kabar lain tentang bagaimana pendidikan
anak adalah dari saudara kita di Palestina. Mengapa Israel mengincar
anak-anak Palestina. Terjawab sudah mengapa agresi militer Israel yang
biadab dari 27 Desember 2008 kemarin memfokuskan diri pada pembantaian
anak-anak Palestina di Jalur Gaza.
Seperti yang kita ketahui, setelah
lewat tiga minggu, jumlah korban tewas akibat holocaust itu sudah
mencapai lebih dari 1300 orang lebih. Hampir setengah darinya adalah
anak-anak.
Selain karena memang tabiat Yahudi yang
tidak punya nurani, target anak-anak bukanlah kebetulan belaka. Sebulan
lalu, sesuai Ramadhan 1429 Hijriah, Ismali Haniya, pemimpin Hamas,
melantik sekitar 3500 anak-anak Palestina yang sudah hafidz al-Quran.
Anak-anak yang sudah hafal 30 juz
Alquran ini menjadi sumber ketakutan Zionis Yahudi. “Jika dalam usia
semuda itu mereka sudah menguasai Alquran, bayangkan 20 tahun lagi
mereka akan jadi seperti apa?” demikian pemikiran yang berkembang di
pikiran orang-orang Yahudi.
Tidak heran jika-anak Palestina menjadi
para penghafal Alquran. Kondisi Gaza yang diblokade dari segala arah
oleh Israel menjadikan mereka terus intens berinteraksi dengan
al-Qur’an. Tak ada main Play Station atau game bagi mereka.
Namun kondisi itu memacu mereka untuk menjadi para penghafal yang masih
begitu belia. Kini, karena ketakutan sang penjajah, sekitar 500 bocah
penghafal Quran itu telah syahid.
Perang panjang dengan Yahudi akan
berlanjut entah sampai berapa generasi lagi. Ini cuma masalah giliran.
Sekarang Palestina dan besok bisa jadi Indonesia. Bagaimana
perbandingan perhatian pemerintah Indonesia dalam membina generasi
penerus dibanding dengan negara tetangganya.
Ambil contoh tetangga kita yang
terdekat adalah Singapura. Contoh yang penulis ambil sederhana saja,
Rokok. Singapura selain menerapkan aturan yang ketat tentang rokok,
juga harganya sangat mahal.
Benarkah merokok dapat melahirkan
generasi “Goblok!” kata Goblok bukan dari penulis, tapi kata itu
sendiri dari Stephen Carr Leon sendiri. Dia sudah menemui beberapa
bukti menyokong teori ini.
“Lihat saja Indonesia,” katanya seperti dalam tulisan itu.
Jika Anda ke Jakarta, di mana saja Anda
berada, dari restoran, teater, kebun bunga hingga ke musium, hidung
Anda akan segera mencium bau asak rokok! Berapa harga rokok? Cuma US$
0.7 /bungkus !!!
“Hasilnya? Dengan penduduknya berjumlah
jutaan orang berapa banyak universitas? Hasil apakah yang dapat
dibanggakan? Teknologi? Jauh sekali. Adakah mereka dapat berbahasa
selain dari bahasa mereka sendiri? Mengapa mereka begitu sukar sekali
menguasai bahasa Inggris? Ditangga berapakah kedudukan mereka di
pertandingan matematika sedunia?
Apakah ini bukan akibat merokok? Anda fikirlah sendiri?”
Selasa, 24 Februari 2009
" Bekerja yang bernilai Ibadah "
Rasulullah SAW bersabda," Barangsiapa yang pada pagi harinya menjadikan dunia sebagai konsentrasi utama.dan sama sekali tidak memperhatikan hak Allah,niscaya Allah akan menumbuhkan empat perkara kepadanya :
1. Keinginan yang tidak akan pernah habis-habisnya
2. Kesibukan yang tidak akan pernah terselesaikan olehnya.
3. Kebutuhan yang tidak pernah berujung.
4. Angan -angan yang tidak pernah tercapai( HR.Dailami )
Apakah yang dapat diharapkan lagi dari hidup ini jika keempat perkara tersebut telah membelit kita ??? Maka seyogyanya,kita memberikan hak Allah terhadap segala aktifitas keseharian kita.
Apakah yang dapat diharapkan lagi dari hidup ini jika keempat perkara tersebut telah membelit kita ??? Maka seyogyanya,kita memberikan hak Allah terhadap segala aktifitas keseharian kita.
Ketika makan,kita niatkan setiap suap makanan itu sebagai nutrisi untuk mengisi ulang energi tubuh kita,dalam rangka untuk beribadah kepada-Nya. Manakala hendak bekerja, niatkanlah dalam hati kita untuk melakukan perintah Allah dalam memberi nafkah terhadap keluarga kita. Dan tentu saja kesemuanya juga dijauhkan dari hal-hal yang diharamkan Allah.
Dengan demikian, mudah-mudahan segala aktifitas kita itu akan bernilai ibadah di sisi Allah SWT. Dan " Bekerjalah kamu,maka Allah dan Rosul-Nya serta orang mukmin akan melihat perkerjaanmu itu ............ ... ( QS. 9 :105 )
Sungguh setiap tetes keringat yang mengalir di tubuh kita dijalan mencari nafkah,nilainya adalah ibadah. Dan ada dosa-dosa yang hanya terampuni dengan kerja keras. Untuk itu saudaraku... mari penuhi niat kita hanya untuk kebaikan.Apapun bentuk amalan kita...
1. Keinginan yang tidak akan pernah habis-habisnya
2. Kesibukan yang tidak akan pernah terselesaikan olehnya.
3. Kebutuhan yang tidak pernah berujung.
4. Angan -angan yang tidak pernah tercapai( HR.Dailami )
Apakah yang dapat diharapkan lagi dari hidup ini jika keempat perkara tersebut telah membelit kita ??? Maka seyogyanya,kita memberikan hak Allah terhadap segala aktifitas keseharian kita.
Apakah yang dapat diharapkan lagi dari hidup ini jika keempat perkara tersebut telah membelit kita ??? Maka seyogyanya,kita memberikan hak Allah terhadap segala aktifitas keseharian kita.
Ketika makan,kita niatkan setiap suap makanan itu sebagai nutrisi untuk mengisi ulang energi tubuh kita,dalam rangka untuk beribadah kepada-Nya. Manakala hendak bekerja, niatkanlah dalam hati kita untuk melakukan perintah Allah dalam memberi nafkah terhadap keluarga kita. Dan tentu saja kesemuanya juga dijauhkan dari hal-hal yang diharamkan Allah.
Dengan demikian, mudah-mudahan segala aktifitas kita itu akan bernilai ibadah di sisi Allah SWT. Dan " Bekerjalah kamu,maka Allah dan Rosul-Nya serta orang mukmin akan melihat perkerjaanmu itu ............ ... ( QS. 9 :105 )
Sungguh setiap tetes keringat yang mengalir di tubuh kita dijalan mencari nafkah,nilainya adalah ibadah. Dan ada dosa-dosa yang hanya terampuni dengan kerja keras. Untuk itu saudaraku... mari penuhi niat kita hanya untuk kebaikan.Apapun bentuk amalan kita...
" model kelengahan yang sering kali dihinggapi oleh manusia "
Model kelengahan yang sering kali dihinggapi oleh manusia
manusia hidup dan bermasyarakat tak lepas dari sifat sosialnya dengan orang lain. bergaul, bercengkrama, bermusyawarah, dan lain-lain. tak terasan demi sebuah sosialisasi dalam menjalik keakraban, manusia sering kali terjebak dalan kelengahan-kelengah annya.
1. Kelengahan terjadi ketika orang banyak bicara
Tak ada yang salah dari orang yang banyak bicara. Selama yang
dibicarakan berisi nasihat, dakwah, pengajaran; bicara justru jadi ibadah. Tapi
ketika bicara tak lagi punya isi: canda, obrolan kosong, dan lain-lain; bicara
bisa memunculkan fitnah. Dan salah satu fitnah itu, terungkapnya rahasia. Bisa
rahasia pribadi, keluarga, bahkan organisasi.
Rasulullah saw. pernah memberi nasihat agar seorang mukmin senantiasa
bicara yang baik-baik. Atau, diam. Inilah sebuah pelajaran bahwa lidah bisa
memunculkan kesalahan fatal. Ketika orang tak lagi mampu mengendalikan syahwat
bicaranya, berbagai kesalahan termasuk terungkapnya rahasia bisa muncul begitu
saja. Ringan. Tanpa beban.
Ketika orang tak lagi sungkan bicara yang remeh temeh, gosip; maka aib
bisa terbaca pendengar dengan mudah. Bisa aib diri sendiri,
isteri, orang tua, tetangga, dan lain-lain.
Biasanya, orang yang terlalu banyak bicara rentan keceplosan.
Begitu rentan membeberkan sebuah rahasia dan aib yang tabu untuk diungkapkan. Dengan kata lain, banyak bicara nyaris bisa sama dengan kurang amanah.
Rasulullah saw. pernah memberi nasihat,
“Barangsiapa banyak bicara maka banyak pula salahnya dan barangsiapa banyak
salah maka banyak pula dosanya. Siapa yang banyak dosanya maka api neraka lebih
utama baginya.” (HR Athabrani)
2. Kelengahan terjadi ketika orang haus pujian
Pujian dalam takaran tertentu memang punya
pengaruh baik. Dalam manajemen, ada istilah punish and reward: hukuman
dan penghargaan. Sebuah kesalahan akan cepat terkikis jika ada hukuman. Dan
sebaliknya, sebuah prestasi akan terus meningkat jika ada penghargaan. Dan
penghargaan inilah sebagai bentuk lain dari pujian.
Masalah akan muncul jika pujian bukan lagi sebagai
sarana. Tapi, tujuan. Pujian jenis ini bisa dibilang sebagai penyakit. Apa pun
bisa dikorbankan asal bisa dapat pujian. Biasanya, orang yang rawan terhinggap
penyakit ini mereka yang tergolong orang ‘besar’, jenius, kaya, pejabat, dan
sebagainya. Rasulullah saw. mengatakan, “Berhati-hatilah dengan pujian.
Sesungguhnya itu adalah penyembelihan.” (HR. Al-Bukhari)
Orang yang cinta pujian selalu ingin terlihat
tampil lebih. Termasuk saat menyampaikan gagasan, usulan, dan sejenisnya.
Karena terdorong ingin terlihat lebih, tidak heran jika sesuatu yang sebenarnya
tergolong rahasia bisa keluar begitu saja. Tanpa beban.
Di satu sisi, orang memang akan menilainya lebih.
Dan pujian pun mengalir. Tapi, ada kelemahan yang mudah terbaca: “Berikan saja
pujian, dia akan memberikan apa pun yang Anda minta.”
Salah satu yang membuat takluk Abu Sufyan saat
pengepungan Mekah adalah isi pengumuman Rasul. “Siapa yang masuk Masjidil
Haram, ia aman. Dan siapa yang masuk rumah Abu Sufyan, ia juga aman.” Dan itu
salah satu bentuk pujian.
Sedemikian dahsyatnya pengaruh pujian, Rasulullah
saw. pernah mengatakan, “Taburkanlah pasir ke wajah orang-orang yang suka
memuji dan menyanjung-nyanjung .” (HR. Muslim)
3. Kelengahan terjadi ketika orang dangkal pemahaman
Semakin paham seseorang, kian sangat berhati-hati
dalam melangkah. Sebaliknya, kian dangkal pemahaman seseorang, semakin sembrono
mengambil pilihan. Inilah standar penilaian yang bisa diambil.
Karena itu, jangan pernah titipkan rahasia ke
orang yang dangkal pemahaman. Karena rahasia akan sangat gampang bocor dan
menyebar. Bahkan mungkin, karena dangkalnya pemahaman, si pembocor sendiri
tidak menyadari kalau ia sedang melakukan pembocoran.
Sebuah ucapan Rasulullah saw. tentang orang bodoh
yang mengumbar aib sendiri mungkin patut disimak. Beliau saw. mengatakan, “Semua
umatku diampuni kecuali yang berbuat (keji) terang-terangan. Yaitu yang
melakukannya pada malam hari lalu ditutup-tutupi oleh Allah, tetapi esok
paginya dia membeberkan sendiri dengan berkata, ‘Hai Fulan, tadi malam aku
berbuat begini…begini.’ Dia membuka tabir yang telah disekat oleh Allah Azza
wajalla.” (HR. Mutafaq ‘alaih)
4. Kelengahan terjadi ketika lingkungan kurang
menghargai nilai kebaikan
Ini mungkin agak lain. Karena terungkapnya sebuah
aib atau rahasia bukan sekadar dari dalam diri. Tapi, dari lingkungan. Orang
yang amanah dalam rahasia kadang bisa larut dengan lingkungan yang menganggap
sudah tidak punya rahasia. Mereka begitu mudah membuka rahasia orang lain.
Bahkan dalam dunia politik, membongkar rahasia
orang lain bisa dianggap prestasi. Karena di situlah lawan bisa terjungkal.
Padahal, orang lain pun sedang menunggu kesempatan. Suatu
saat, rahasia bisa dibuka secara bersama-sama. Kalau saya jatuh, dia pun harus
terjungkal.
Rasulullah saw. menasihati kita untuk tidak
seperti itu. Beliau saw. bersabda, “Hendaklah kamu bertakwa kepada Allah. Jika
seorang membongkar keburukan yang diketahuinya pada dirimu janganlah kamu
membongkar keburukan yang kamu ketahui ada pada dirinya.” (HR. Ahmad dan
Attirmidzi)
Semoga Bermanfaat.
dikutip dari dakwatuna.com
manusia hidup dan bermasyarakat tak lepas dari sifat sosialnya dengan orang lain. bergaul, bercengkrama, bermusyawarah, dan lain-lain. tak terasan demi sebuah sosialisasi dalam menjalik keakraban, manusia sering kali terjebak dalan kelengahan-kelengah annya.
1. Kelengahan terjadi ketika orang banyak bicara
Tak ada yang salah dari orang yang banyak bicara. Selama yang
dibicarakan berisi nasihat, dakwah, pengajaran; bicara justru jadi ibadah. Tapi
ketika bicara tak lagi punya isi: canda, obrolan kosong, dan lain-lain; bicara
bisa memunculkan fitnah. Dan salah satu fitnah itu, terungkapnya rahasia. Bisa
rahasia pribadi, keluarga, bahkan organisasi.
Rasulullah saw. pernah memberi nasihat agar seorang mukmin senantiasa
bicara yang baik-baik. Atau, diam. Inilah sebuah pelajaran bahwa lidah bisa
memunculkan kesalahan fatal. Ketika orang tak lagi mampu mengendalikan syahwat
bicaranya, berbagai kesalahan termasuk terungkapnya rahasia bisa muncul begitu
saja. Ringan. Tanpa beban.
Ketika orang tak lagi sungkan bicara yang remeh temeh, gosip; maka aib
bisa terbaca pendengar dengan mudah. Bisa aib diri sendiri,
isteri, orang tua, tetangga, dan lain-lain.
Biasanya, orang yang terlalu banyak bicara rentan keceplosan.
Begitu rentan membeberkan sebuah rahasia dan aib yang tabu untuk diungkapkan. Dengan kata lain, banyak bicara nyaris bisa sama dengan kurang amanah.
Rasulullah saw. pernah memberi nasihat,
“Barangsiapa banyak bicara maka banyak pula salahnya dan barangsiapa banyak
salah maka banyak pula dosanya. Siapa yang banyak dosanya maka api neraka lebih
utama baginya.” (HR Athabrani)
2. Kelengahan terjadi ketika orang haus pujian
Pujian dalam takaran tertentu memang punya
pengaruh baik. Dalam manajemen, ada istilah punish and reward: hukuman
dan penghargaan. Sebuah kesalahan akan cepat terkikis jika ada hukuman. Dan
sebaliknya, sebuah prestasi akan terus meningkat jika ada penghargaan. Dan
penghargaan inilah sebagai bentuk lain dari pujian.
Masalah akan muncul jika pujian bukan lagi sebagai
sarana. Tapi, tujuan. Pujian jenis ini bisa dibilang sebagai penyakit. Apa pun
bisa dikorbankan asal bisa dapat pujian. Biasanya, orang yang rawan terhinggap
penyakit ini mereka yang tergolong orang ‘besar’, jenius, kaya, pejabat, dan
sebagainya. Rasulullah saw. mengatakan, “Berhati-hatilah dengan pujian.
Sesungguhnya itu adalah penyembelihan.” (HR. Al-Bukhari)
Orang yang cinta pujian selalu ingin terlihat
tampil lebih. Termasuk saat menyampaikan gagasan, usulan, dan sejenisnya.
Karena terdorong ingin terlihat lebih, tidak heran jika sesuatu yang sebenarnya
tergolong rahasia bisa keluar begitu saja. Tanpa beban.
Di satu sisi, orang memang akan menilainya lebih.
Dan pujian pun mengalir. Tapi, ada kelemahan yang mudah terbaca: “Berikan saja
pujian, dia akan memberikan apa pun yang Anda minta.”
Salah satu yang membuat takluk Abu Sufyan saat
pengepungan Mekah adalah isi pengumuman Rasul. “Siapa yang masuk Masjidil
Haram, ia aman. Dan siapa yang masuk rumah Abu Sufyan, ia juga aman.” Dan itu
salah satu bentuk pujian.
Sedemikian dahsyatnya pengaruh pujian, Rasulullah
saw. pernah mengatakan, “Taburkanlah pasir ke wajah orang-orang yang suka
memuji dan menyanjung-nyanjung .” (HR. Muslim)
3. Kelengahan terjadi ketika orang dangkal pemahaman
Semakin paham seseorang, kian sangat berhati-hati
dalam melangkah. Sebaliknya, kian dangkal pemahaman seseorang, semakin sembrono
mengambil pilihan. Inilah standar penilaian yang bisa diambil.
Karena itu, jangan pernah titipkan rahasia ke
orang yang dangkal pemahaman. Karena rahasia akan sangat gampang bocor dan
menyebar. Bahkan mungkin, karena dangkalnya pemahaman, si pembocor sendiri
tidak menyadari kalau ia sedang melakukan pembocoran.
Sebuah ucapan Rasulullah saw. tentang orang bodoh
yang mengumbar aib sendiri mungkin patut disimak. Beliau saw. mengatakan, “Semua
umatku diampuni kecuali yang berbuat (keji) terang-terangan. Yaitu yang
melakukannya pada malam hari lalu ditutup-tutupi oleh Allah, tetapi esok
paginya dia membeberkan sendiri dengan berkata, ‘Hai Fulan, tadi malam aku
berbuat begini…begini.’ Dia membuka tabir yang telah disekat oleh Allah Azza
wajalla.” (HR. Mutafaq ‘alaih)
4. Kelengahan terjadi ketika lingkungan kurang
menghargai nilai kebaikan
Ini mungkin agak lain. Karena terungkapnya sebuah
aib atau rahasia bukan sekadar dari dalam diri. Tapi, dari lingkungan. Orang
yang amanah dalam rahasia kadang bisa larut dengan lingkungan yang menganggap
sudah tidak punya rahasia. Mereka begitu mudah membuka rahasia orang lain.
Bahkan dalam dunia politik, membongkar rahasia
orang lain bisa dianggap prestasi. Karena di situlah lawan bisa terjungkal.
Padahal, orang lain pun sedang menunggu kesempatan. Suatu
saat, rahasia bisa dibuka secara bersama-sama. Kalau saya jatuh, dia pun harus
terjungkal.
Rasulullah saw. menasihati kita untuk tidak
seperti itu. Beliau saw. bersabda, “Hendaklah kamu bertakwa kepada Allah. Jika
seorang membongkar keburukan yang diketahuinya pada dirimu janganlah kamu
membongkar keburukan yang kamu ketahui ada pada dirinya.” (HR. Ahmad dan
Attirmidzi)
Semoga Bermanfaat.
dikutip dari dakwatuna.com
" Keadaan Hati "
Ada 6 keadaan hati kita sebagai manusia :
1. Kehidupan
2. Kematian
3. Kesehatan
4. Sakit
5. Sadar
6. TidurKehidupan adalah petunjuk, kematiannya adalah kesesatan,kesehatan nya adalah kebersihan dan kejernihan. Sakitnya adalah kekeruhan dan ketergantungan, sadarnya adalah dzikir dan tidurnya adalah kelalaian.
Setiap keadaan mempunyai tanda,tanda kehidupan adalah beramal dengan penuh harap dan rasa takut, kematiannya adalah kebalikannya. Tanda kesehata adalah rasa lezat dan sakitnya adalah kebalikannya. Lalu tanda sadar adalah mendengar dan melihat sedang tidur adalah kebalikannya. .
Aku mencari tahu didalam hatiku ,,, dimanakah situasi hatiku sekarang...aku takut, aku tidak mau kondisi hatiku lara... Aku ingin hatiku selalu hidup sehat dan sadar... Ya Roob.. Ampunilah aku atas apa yang tidak mereka ketahui tentang aku, dan jadikanlah aku lebih baik dari apa yang mereka kira...Gengamlah. .. genggamlah hatiku ini agar selalu berada ditanganmu.. .Karena Engkaulah maha pembolak balik hati... Amiin.
1. Kehidupan
2. Kematian
3. Kesehatan
4. Sakit
5. Sadar
6. TidurKehidupan adalah petunjuk, kematiannya adalah kesesatan,kesehatan nya adalah kebersihan dan kejernihan. Sakitnya adalah kekeruhan dan ketergantungan, sadarnya adalah dzikir dan tidurnya adalah kelalaian.
Setiap keadaan mempunyai tanda,tanda kehidupan adalah beramal dengan penuh harap dan rasa takut, kematiannya adalah kebalikannya. Tanda kesehata adalah rasa lezat dan sakitnya adalah kebalikannya. Lalu tanda sadar adalah mendengar dan melihat sedang tidur adalah kebalikannya. .
Aku mencari tahu didalam hatiku ,,, dimanakah situasi hatiku sekarang...aku takut, aku tidak mau kondisi hatiku lara... Aku ingin hatiku selalu hidup sehat dan sadar... Ya Roob.. Ampunilah aku atas apa yang tidak mereka ketahui tentang aku, dan jadikanlah aku lebih baik dari apa yang mereka kira...Gengamlah. .. genggamlah hatiku ini agar selalu berada ditanganmu.. .Karena Engkaulah maha pembolak balik hati... Amiin.
Senin, 23 Februari 2009
" P yang penting dalam Presentasi "
P yang pertama Passion, passion (hasrat) merupakan hal penting dalam
presentasi. Jika anda tidak memiliki antusiasme akan materi presentasi yang
anda bawakan akan membuat presentasi anda menjadi tidak bernyawa dan
membosankan. Tanpa adanya kecintaan dan hasrat dari hati anda untuk
membawakan materi presentasi dengan baik maka kredibilitas anda sebagai
presentator otomatis akan lenyap seketika.
P yang kedua Preparation, persiapan disini dalam artian menyeluruh mulai
dari persiapan materi, mempelajari karakteristik audiens serta menyiapkan
secara detil pendukung presentasi.
P yang ketiga Partnership, sebagai presenter pemula ada baiknya kita
memiliki hubungan partnership dnegan presenter yang lebih berpengalaman.
Mana tahu ada pengalaman mereka bisa kita pelajari tanpa harus menjiplak
style mereka. Presenter pemula lebih banyak berfikir tentang diri mereka
sedangkan presenter yang telah berpengalaman lebih fokus kepada audiens.
P yang keempat Profesional, presenter yang efektif bertindak secara
profesional. Profesional artinya mereka datang lebih awal dan memastikan
semuanya berjalan pada tempat semestinya.
P yang kelima Property, presenter yang efektif memastikan semua properti
berjalan dengan baik mulai dari sound system, handout, power point slide,
musik dan hal yang penting dalam suksesnya presentasi. Properti diatas bukan
hanya membantu audiens untuk menyerap presentasi dengan baik tetapi lebih
dari itu yakni membantu audiens untuk dapat mengingat point penting dalam
presentasi. Patut dicermati untuk tidak bergantung pada properti, properti
hanya alat dan bukan inti dari presentasi.
P yang terakhir adalah Practice, selalu berlatih baik didepan kaca maupun
dengan simulasi dengan taping, yang pasti semakin banyak anda melatih diri
anda dan mengevaluasi semua umpan balik dari latihan anda akan membuat anda
semakin baik.
Selamat berpresentasi
IBSC TV Presenter
Jln. Pengadengan Timur Raya no 1 Jakarta
presentasi. Jika anda tidak memiliki antusiasme akan materi presentasi yang
anda bawakan akan membuat presentasi anda menjadi tidak bernyawa dan
membosankan. Tanpa adanya kecintaan dan hasrat dari hati anda untuk
membawakan materi presentasi dengan baik maka kredibilitas anda sebagai
presentator otomatis akan lenyap seketika.
P yang kedua Preparation, persiapan disini dalam artian menyeluruh mulai
dari persiapan materi, mempelajari karakteristik audiens serta menyiapkan
secara detil pendukung presentasi.
P yang ketiga Partnership, sebagai presenter pemula ada baiknya kita
memiliki hubungan partnership dnegan presenter yang lebih berpengalaman.
Mana tahu ada pengalaman mereka bisa kita pelajari tanpa harus menjiplak
style mereka. Presenter pemula lebih banyak berfikir tentang diri mereka
sedangkan presenter yang telah berpengalaman lebih fokus kepada audiens.
P yang keempat Profesional, presenter yang efektif bertindak secara
profesional. Profesional artinya mereka datang lebih awal dan memastikan
semuanya berjalan pada tempat semestinya.
P yang kelima Property, presenter yang efektif memastikan semua properti
berjalan dengan baik mulai dari sound system, handout, power point slide,
musik dan hal yang penting dalam suksesnya presentasi. Properti diatas bukan
hanya membantu audiens untuk menyerap presentasi dengan baik tetapi lebih
dari itu yakni membantu audiens untuk dapat mengingat point penting dalam
presentasi. Patut dicermati untuk tidak bergantung pada properti, properti
hanya alat dan bukan inti dari presentasi.
P yang terakhir adalah Practice, selalu berlatih baik didepan kaca maupun
dengan simulasi dengan taping, yang pasti semakin banyak anda melatih diri
anda dan mengevaluasi semua umpan balik dari latihan anda akan membuat anda
semakin baik.
Selamat berpresentasi
IBSC TV Presenter
Jln. Pengadengan Timur Raya no 1 Jakarta
Sabtu, 21 Februari 2009
" HP, IPOD dan TV Gratis , mau "
KEREN BANGET!!! LU SMUA MESTI COBA SEBELUM
TERLAMBAT^_^
Mau HP gratis? ato..newest IPOD nano gratis? IPHONE
gratis? psp...or nintendo
gratis??
pertama kali aku dpt email ini dr temen ga percaya
sama sekali. krn mang pd
dasarnya aku gak pernah percaya ma yang beginian..
hari gini, mana ada sih yg
gratis? theres no free lunch in this world right?
tp setelah aku liat sdr aku DAPET her own new IPOD
TOUCH !! huah aku langsung
ngiriii.... makanya aku langsung giat ngirim ke temen2
.
caranya gak ribet, tinggal;
1. Masuk ke sini http://www.xpango.com?ref=91645091
atau klik disini
2. trus klik barang free apa yg kmu mau ( ada hp,
ipod,ninetdon, psp,game
machine )
3. klik SIGN UP ( GRATIS )
Nanti akan ada email
konfirmasi ke email kmu yg jg ngasih
refferal kmu ajak bergabung makin byk
point yg kmu dpt dan ketika kamu
dapetin jumlah point yg sesuai dgn hadiah / hp
yg kamu minta, bakalan dikirim tuh Hp ke
alamat kmu.. sbg contoh, Sony Ericsson K800i Silver
nilainya 20 point, jd kalo kamu kmu
ajak
20 temen buat register aja, dapet deh tuh hp! asik
buanget kan!???
jadi 1 point = 1 email orang registered di itungnya!
Nih aku kasih contoh list jumlah point yg dibutuhin
utk tiap barang;
1. Microsoft gaming xbox 360 elite = 32 POINTS / 32
TEMEN yg registered
2. Playstation 3 = 42 points
3. PSP black, white, pink = 15-17 POINTS (beda2)
4. Nintendo wii = 19 points
5. Nintendo ds = 14 points
6. Apple Iphone = 27 points
7. ipod nano 8gb = 13 points
8. ipod touch 8 gb = 20 points
9. ipod touch 16gb = 27 points
10.Ipod classic 160 GB = 23 points
11.Ipod classic 80GB = 16 points
dll, masih buanyak lagi! rata jumlah point yg
dibutuhin point every item
DIBAWAH 50 POINTS semua.
Coba deh, ga ada ruginya
kan.. ga bayar sama sekali kok!
thanks ok;)
TERLAMBAT^_^
Mau HP gratis? ato..newest IPOD nano gratis? IPHONE
gratis? psp...or nintendo
gratis??
pertama kali aku dpt email ini dr temen ga percaya
sama sekali. krn mang pd
dasarnya aku gak pernah percaya ma yang beginian..
hari gini, mana ada sih yg
gratis? theres no free lunch in this world right?
tp setelah aku liat sdr aku DAPET her own new IPOD
TOUCH !! huah aku langsung
ngiriii.... makanya aku langsung giat ngirim ke temen2
.
caranya gak ribet, tinggal;
1. Masuk ke sini http://www.xpango.com?ref=91645091
atau klik disini
2. trus klik barang free apa yg kmu mau ( ada hp,
ipod,ninetdon, psp,game
machine )
3. klik SIGN UP ( GRATIS )
Nanti akan ada email
konfirmasi ke email kmu yg jg ngasih
refferal kmu ajak bergabung makin byk
point yg kmu dpt dan ketika kamu
dapetin jumlah point yg sesuai dgn hadiah / hp
yg kamu minta, bakalan dikirim tuh Hp ke
alamat kmu.. sbg contoh, Sony Ericsson K800i Silver
nilainya 20 point, jd kalo kamu kmu
ajak
20 temen buat register aja, dapet deh tuh hp! asik
buanget kan!???
jadi 1 point = 1 email orang registered di itungnya!
Nih aku kasih contoh list jumlah point yg dibutuhin
utk tiap barang;
1. Microsoft gaming xbox 360 elite = 32 POINTS / 32
TEMEN yg registered
2. Playstation 3 = 42 points
3. PSP black, white, pink = 15-17 POINTS (beda2)
4. Nintendo wii = 19 points
5. Nintendo ds = 14 points
6. Apple Iphone = 27 points
7. ipod nano 8gb = 13 points
8. ipod touch 8 gb = 20 points
9. ipod touch 16gb = 27 points
10.Ipod classic 160 GB = 23 points
11.Ipod classic 80GB = 16 points
dll, masih buanyak lagi! rata jumlah point yg
dibutuhin point every item
DIBAWAH 50 POINTS semua.
Coba deh, ga ada ruginya
kan.. ga bayar sama sekali kok!
thanks ok;)
" Program baru Buka Email dapat uang gratis (baru) "
nih dia program isabelmarco.com program ini adalah program yang buka email dapat duit, bener ngak salah, sebenernya sih gue ngak percaya pertamanya, tapi setelah setahun ehh temen gue yang berritahukan ini dapat duit lansung dari nih program, wah sampek dia beli web ampek hostingan nya juga, wahh semakin aku iri deh lihat tuh, terus aku juga ikut aja deh ma seperti dia, ihh pengen banget gtu.
Langsung saja kita buka situsnya http://isabelmarco.com habis itu klik register, tapi ingat hanya 1 ip publis aja yang bisa untuk mendaftar, karena ini memang program sungguhan. Setelah selesai, langsung deh kita login, terus deh pilih surf di pojok kiri atas deket nya home.

nih kalau ngak percaya, nih omongan nya yang punya situs nya :
Di Isabelmarco's mendatangkan banyak uang, Anda akan dibayar untuk mengklik iklan dan mengunjungi websites.Everybody di atas usia 18 tahun bisa bergabung. Prosesnya mudah! Anda cukup klik link dan melihat website selama 30 detik untuk mendapatkan uang. Anda dapat memperoleh penghasilan lebih dengan merujuk anggota atau Refs Menyewa atau membeli IMshares (dengan IMshares Anda dapat memiliki kepentingan tertentu / hari, tergantung dari rencana yang Anda pilih). Anda akan dibayar $ 0.01 ($ 0.015 untuk premium) untuk setiap situs web anda secara pribadi melihat dan $ 0,007 ($ 0.01 untuk premium) untuk setiap situs web Anda melihat arahan.
Bebas anggota mereka dapat dikonversi menjadi pendapatan iklan, Upgrade ke Premium dan anggota lotterie tiket dimana anda dapat memenangkan refs, atau Premium hadiah uang tunai.
Premi anggota penghasilan mereka dapat dikonversi menjadi pembayaran tunai, iklan atau lotterie tiket dimana anda dapat memenangkan refs, atau Premium hadiah uang tunai.
NEW: Gratis Premium dan anggota dapat membeli IMshares dan peroleh dari 1,10% menjadi 1,50% per hari pada investasi mereka.
masih ngak percaya langsung gabung aja deh
klik disini
atau http://isabelmarco.com/?r=sigmasuryanegar
Langsung saja kita buka situsnya http://isabelmarco.com habis itu klik register, tapi ingat hanya 1 ip publis aja yang bisa untuk mendaftar, karena ini memang program sungguhan. Setelah selesai, langsung deh kita login, terus deh pilih surf di pojok kiri atas deket nya home.

nih kalau ngak percaya, nih omongan nya yang punya situs nya :
Di Isabelmarco's mendatangkan banyak uang, Anda akan dibayar untuk mengklik iklan dan mengunjungi websites.Everybody di atas usia 18 tahun bisa bergabung. Prosesnya mudah! Anda cukup klik link dan melihat website selama 30 detik untuk mendapatkan uang. Anda dapat memperoleh penghasilan lebih dengan merujuk anggota atau Refs Menyewa atau membeli IMshares (dengan IMshares Anda dapat memiliki kepentingan tertentu / hari, tergantung dari rencana yang Anda pilih). Anda akan dibayar $ 0.01 ($ 0.015 untuk premium) untuk setiap situs web anda secara pribadi melihat dan $ 0,007 ($ 0.01 untuk premium) untuk setiap situs web Anda melihat arahan.
Bebas anggota mereka dapat dikonversi menjadi pendapatan iklan, Upgrade ke Premium dan anggota lotterie tiket dimana anda dapat memenangkan refs, atau Premium hadiah uang tunai.
Premi anggota penghasilan mereka dapat dikonversi menjadi pembayaran tunai, iklan atau lotterie tiket dimana anda dapat memenangkan refs, atau Premium hadiah uang tunai.
NEW: Gratis Premium dan anggota dapat membeli IMshares dan peroleh dari 1,10% menjadi 1,50% per hari pada investasi mereka.
masih ngak percaya langsung gabung aja deh
klik disini
atau http://isabelmarco.com/?r=sigmasuryanegar
" Homoseksual dihalalkan oleh Profesor UIN Jakarta "
Harian The Jakarta Post, edisi Jumat (28/3/2008) pada halaman mukanya menerbitkan sebuah berita berjudul Islam ‘recognizes homosexuality’ (Islam mengakui homoseksualitas). Mengutip pendapat dari Prof. Dr. Siti
Musdah Mulia, guru besar di UIN Jakarta, koran berbahasa Inggris itu
menulis bahwa homoseksual dan homoseksualitas adalah alami dan
diciptakan oleh Tuhan, karena itu dihalalkan dalam Islam. (Homosexuals and homosexuality are natural and created by God, thus permissible within Islam). Menurut
Musdah, para sarjana Muslim moderat berpendapat, bahwa tidak ada alasan
untuk menolak homoseksual. Dan bahwasanya pengecaman terhadap
homoseksual atau homoseksualitas oleh kalangan ulama aurus utama dan
kalangan Muslim lainnya hanyalah didasarkan pada penafsiran sempit
terhadap ajaran Islam. Tepatnya, ditulis oleh Koran ini: “Moderate
Muslim scholars said there were no reasons to reject homosexuals under
Islam, and that the condemnation of homosexuals and homosexuality by
mainstream ulema and many other Muslims was based on narrow-minded
interpretations of Islamic teachings.”
Mengutip QS 49 ayat 3, Musdah menyatakan, salah satu berkah Tuhan
adalah bahwasanya semua manusia, baik laki-laki atau wanita, adalah
sederajat, tanpa memandang etnis, kekayaan, posisi social atau pun
orientasi seksual. Karena itu, aktivis liberal dan kebebasan beragama
dari ICRP (Indonesia Conference of Religions and Peace) ini,
“Tidak ada perbedaan antara lesbian dengan non-lesbian.
Dalam pandangan
Tuhan, manusia dihargai hanya berdasarkan ketaatannya.” (There is no difference between lesbians and nonlesbians. In the eyes of God, people are valued based on their piety). Demikian pendapat guru besar UIN Jakarta ini dalam diskusi yang diselenggarakan suatu organisasi bernama “Arus Pelangi”,
di Jakarta, Kamis (27/3/2008). Menurut Musdah Mulia, intisari ajaran
Islam adalah memanusiakan manusia dan menghormati kedaulatannya. Lebih
jauh ia katakan, bahwa homoseksualitas adalah berasal dari Tuhan, dan
karena itu harus diakui sebagai hal yang alamiah.
The Jakarta Post juga mengutip pendapat seorang pembicara
bernama Nurofiah, yang menyatakan, bahwa pandangan dominan dalam
masyarakat Islam tentang heterogenitas adalah sebuah “konstruksi
sosial”, sehingga berakibat pada pelarangan homoseksualitas oleh kaum
mayoritas. Ini sama dengan kasus ”bias gender” akibat dominasi budaya
patriarki. Karena itu, katanya, akan berbeda jika yang berkuasa adalah
kaum homoseks. Lebih tepatnya, dikutip ucapan aktivis gender ini: “Like
gender bias or patriarchy, heterogeneity bias is socially constructed.
It would be totally different if the ruling group was homosexuals.”
Diskusi tentang homoseksual itu pun menghadirkan pembicara dari
Majelis Ulama Indonesia dan Hizbut Tahrir Indonesia. Kedua organisasi
ini, oleh The Jakarta Post, sudah dicap sebagai “kelompok Muslim konservatif”. Ditulis oleh Koran ini: “Condemnation
of homosexuality was voiced by two conservative Muslim groups, the
Indonesian Ulema Council (MUI) and Hizbut Thahir Indonesia (HTI).” Amir Syarifuddin, pengurus MUI, menyatakan bahwa praktik homoseksual
adalah dosa. “Kami tidak akan menganggap homoseksualitas sebagai musuh,
tetapi kami akan membuat mereka sadar bahwa apa yang mereka lakukan
adalah salah,” kata Amir Syarifudin.
Demikianlah berita tentang penghalalan homoseksual oleh sejumlah aktivis liberal, sebagaimana dikutip oleh The Jakarta Post.
Jika kita rajin menyimak perkembangan pemikiran liberal, baik di
kalangan Yahudi, Kristen, maupun Islam, maka kita tidak akan heran
dengan berita yang dimuat di Harian The Jakarta Post ini.
Kaum Yahudi Liberal, juga Kristen Liberal, sudah lama menghalalkan
perkawinan sesama jenis. Bahkan, banyak cendekiawan dan tokoh agama
mereka yang sudah secara terbuka mendeklarasikan sebagai orang-orang
homoseks dan lesbian. Banyak di antara mereka yang bahkan sudah
menyelenggarakan perkawinan sesama jenis di dalam tempat ibadah mereka
masing-masing. Bagi kaum Yahudi dan Kristen liberal, hal seperti itu
sudah dianggap biasa. Mereka juga menyatakan, bahwa apa yang mereka
lakukan adalah sejalan dengan ajaran Bibel. Mereka pun menuduh kaum
Yahudi dan Kristen lain sebagai “ortodoks”, “konservatif” dan
sejenisnya, karena tidak mau mengakui dan mengesahkan praktik
homoseksual.
Gereja Katolik, misalnya, tetap mempertahankan doktrinnya yang
menolak praktik homoseksual. Tahun 1975, Vatikan mengeluarkan keputusan
bertajuk “The Vatican Declaration on Sexual Ethics.” Isinya, antara lain menegaskan: “It (Scripture) does attest to the fact that homosexual acts are intrinsically disordered and can in no case be approved of.” Dalam Pidatonya pada malam Tahun Baru 2006, Paus Benediktus XVI juga
menegaskan kembali tentang terkutuknya perilaku homoseksual. Dalam
Islam, soal homoseksual ini sudah jelas hukumnya. Meskipun sudah sejak
dulu ada orang-orang yang orientasi seksualnya homoseks, ajaran Islam
tetap tidak berubah, dan tidak mengikuti hawa nafsu kaum homo atau
pendukungnya.
Tidak ada ulama atau dosen agama yang berani menghalalkan tindakan
homoseksual, seperti yang dilakukan oleh Prof. Siti Musdah Mulia dari
UIN Jakarta tersebut. Nabi Muhammad saw bersabda, “Siapa saja yang menemukan pria pelaku homoseks, maka bunuhlah pelakunya tersebut.” (HR Abu Dawud, at-Tirmizi, an-Nasai, Ibnu Majah, al-Hakim, dan
al-Baihaki). Imam Syafii berpendapat, bahwa pelaku homoseksual harus
dirajam (dilempari batu sampai mati) tanpa membedakan apakah pelakunya
masih bujangan atau sudah menikah.
Sejak terbitnya Jurnal Justisia dari Fakultas Syariah IAIN
Semarang (edisi 25, Th XI, 2004), yang menghalalkan homoseksual, kita
sudah mengingatkan para pimpinan kampus Islam agar lebih serius dalam
menangani penyebaran paham liberal di kampus mereka. Sebab, virus
liberal ini semakin menampakkan daya rusaknya terhadap aqidah dan
pemikiran Islam. Ironisnya, fenomena ini justru digerakkan dari
sejumlah akademisi di kampus-kampus berlabel Islam. Kita ingat kembali,
bahwa dalam Jurnal Justisia tersebut, dilakukan kampanye besar-besaran untuk mengesahkan perkawinan homoseksual.
Jurnal itu kemudian diterbitkan menjadi sebuah buku berjudul Indahnya Kawin Sesama Jenis: Demokratisasi dan Perlindungan Hak-hak Kaum Homoseksual,
(Semarang: Lembaga Studi Sosial dan Agama/eLSA, 2005). Dalam buku
tersebut dijelaskan strategi gerakan yang harus dilakukan untuk
melegalkan perkawinan homoseksual di Indonesia, yaitu (1) mengorganisir
kaum homoseksual untuk bersatu dan berjuang merebut hak-haknya yang
telah dirampas oleh negara, (2) memberi pemahaman kepada masyarakat
bahwa apa yang terjadi pada diri kaum homoseksual adalah sesuatu yang
normal dan fithrah, sehingga masyarakat tidak mengucilkannya bahkan
sebaliknya, masyarakat ikut terlibat mendukung setiap gerakan kaum
homoseksual dalam menuntut hak-haknya, (3) melakukan kritik dan
reaktualisasi tafsir keagamaan (tafsir kisah Luth dan konsep
pernikahan) yang tidak memihak kaum homoseksual, (4) menyuarakan
perubahan UU Perkawinan No 1/1974 yang mendefinisikan perkawinan harus
antara laki-laki dan wanita. (hal. 15) Sebagaimana Prof. Musdah Mulia,
para penulis dalam buku itu pun mengecam keras pihak-pihak yang masih
mengharamkan homoseksual. Seorang penulis dalam buku ini, misalnya,
menyatakan, bahwa pengharaman nikah sejenis adalah bentuk kebodohan
umat Islam generasi sekarang karena ia hanya memahami doktrin agamanya
secara given, taken for granted, tanpa ada pembacaan ulang secara
kritis atas doktrin tersebut. Si penulis kemudian mengaku bersikap
kritis dan curiga terhadap motif Nabi Luth dalam mengharamkan
homoseksual, sebagaimana diceritakan dalam Al-Quran (Surat al-A’raf:
80-84 dan Hud: 77-82). Semua itu, katanya, tidak lepas dari faktor
kepentingan Luth itu sendiri, yang gagal menikahkan anaknya dengan dua
laki-laki, yang kebetulan homoseks. Ditulis dalam buku ini sebagai
berikut:
“Karena keinginan untuk menikahkan putrinya
tidak kesampaian, tentu Luth amat kecewa. Luth kemudian menganggap
kedua laki-laki tadi tidak normal. Istri Luth bisa memahami keadaan
laki-laki tersebut dan berusaha menyadarkan Luth. Tapi, oleh Luth,
malah dianggap istri yang melawan suami dan dianggap mendukung kedua
laki-laki yang dinilai Luth tidak normal. Kenapa Luth menilai buruk
terhadap kedua laki-laki yang kebetulan homo tersebut? Sejauh yang saya
tahu, Al-Quran tidak memberi jawaban yang jelas. Tetapi kebencian Luth
terhadap kaum homo di samping karena faktor kecewa karena tidak
berhasil menikahkan kedua putrinya juga karena anggapan Luth yang salah
terhadap kaum homo.” (hal. 39)
Padahal, tentang Kisah Nabi Luth a.s. Al-Quran sudah memberikan
gambaran jelas bagaimana terkutuknya kaum Nabi Luth yang merupakan
pelaku homoseksual ini: “Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada
kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada kaumnya: “Mengapa
kalian mengerjakan perbuatan fahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan
oleh seorang pun sebelum kalian. Sesungguhnya kalian mendatangi
laki-laki untuk melepaskan syahwat, bukan kepada wanita; malah kalian
ini kaum yang melampaui batas. Jawab kaumnya tidak lain hanya
mengatakan: “Usirlah mereka dari kotamu ini, sesungguhnya mereka
adalah orang-orang yang berpura-pura mensucikan diri. Kemudian Kami
selamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali istrinya; dia termasuk
orang-orang yang tertinggal (dibinasakan). Dan Kami turunkan kepada
mereka hujan (batu); maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang
yang berdosa itu.” (QS Al-A’raf:80-84).
Karena itu, para mufassir Al-Quran selama ratusan tahun tidak ada
yang berpendapat seperti anak-anak syariah dari IAIN Semarang itu atau
seperti Prof. Musdah Mulia yang berani menghalalkan homoseksual.
Gerakan legalisasi homoseksual yang dilakukan oleh kaum liberal di
Indonesia sebenarnya sudah melampaui batas. Bagi umat Islam, hal
seperti ini merupakan sesuatu yang tidak terpikirkan (“unthought”).
Bagaimana mungkin, dari kampus berlabel Islam justru muncul dosen dan
mahasiswa yang berani menghalalkan homoseksual, suatu tindakan bejat
yang selama ribuan tahun dikutuk oleh agama. Gerakan legalisasi
homoseksual dari lingkungan kampus Islam tidak bisa dipandang sebelah
mata. Tindakan ini merupakan kemungkaran yang jauh lebih bahaya dari
gerakan legalisasi homoseks yang selama ini sudah gencar dilakukan kaum
homoseksual sendiri.
Dalam catatan penutup buku karya anak-anak Fakultas Syariah IAIN Semarang tersebut, dimuat tulisan berjudul “ Homoseksualitas dan Pernikahan Gay: Suara dari IAIN”.
Penulisnya, mengaku bernama Mumu, mencatat, “Ya, kita tentu menyambut
gembira upaya yang dilakukan oleh Fakultas Syariah IAIN Walisongo
tersebut.” Juga dikatakan dalam buku tersebut: “Hanya orang primitif
saja yang melihat perkawinan sejenis sebagai sesuatu yang abnormal dan
berbahaya. Bagi kami, tiada alasan kuat bagi siapapun dengan dalih
apapun, untuk melarang perkawinan sejenis. Sebab, Tuhan pun sudah
maklum, bahwa proyeknya menciptakan manusia sudah berhasil bahkan
kebablasan.”
Logika ini sejalan dengan jalan pemikiran Musdah Mulia yang
menyatakan bahwa pelarangan homoseksual hanyalah didasarkan pada
penafsiran sempit terhadap ajaran Islam. Barangkali, seperti dikatakan
Nurofiah, jika suatu ketika nanti kaum homoseksual sudah menjadi
dominan, maka mereka akan memandang bahwa kaum heteroseksual adalah
suatu kelainan. Inilah pandangan yang ‘keblinger’, yang lahir dari
kekeliruan berpikir. Sebagaimana kasus perkawinan antara muslimah dan
laki-laki non-Muslim yang didukung dan dipenghului oleh sejumlah dosen
UIN Jakarta, kita patut khawatir, bahwa para akademisi liberal itu
semakin menjadi-jadi tindakannya, dengan menjadi penghulu bagi
perkawinan sesama jenis. Kita berharap hal itu tidak terjadi, meskipun
Prof. Dr. Musdah Mulia sudah melontarkan pendapatnya tentang
homoseksual secara terbuka di mediamassa.
Memang, jika orang sudah hilang rasa malunya, maka dia akan berbuat
semaunya sendiri. Mungkin dia merasa sudah hebat, sudah jadi guru besar
pemikiran Islam di suatu kampus Islam terkenal. Selama ini pun,
orang-orang terdekatnya pun tidak mampu menghentikan kegiatannya.
Namun, jika kita ikuti kisah perjalanan intelektual Prof. Musdah Mulia,
kita sebenarnya tidak terlalu heran. Sejak awal, cara berpikirnya sudah
kacau. Dia seenaknya sendiri mengubah-ubah hukum Islam, untuk
disesuaikan dengan cara pandang dan cara hidup Barat. Tidak aneh, jika
karena sepak terjangnya yang seperti itu, tahun lalu, pada Hari
Perempuan Dunia tanggal 8 Maret 2007, Musdah Mulia menerima penghargaan International Women of Courage dari Menteri Luar Negeri
Condoleezza Rice di kantor kementerian luar negeri Amerika Serikat
(AS), Washington. Ia dianggap sukses menyuarakan, membela dan
mengembalikan hak perempuan di mata agama dengan cara melakukan
‘pembaruan hukum Islam’ – termasuk – undang-undang perkawinan. Mungkin,
setelah mendukung praktik homoseksual ini, dia akan mendapatkan pujian
dan penghargaan jauh lebih tinggi lagi dari “kalangan tertentu.” Kita
tunggu saja! [Depok, 30 Maret 2008/www.hidayatullah.com] Catatan Akhir Pekan Adian Husaini
Musdah Mulia, guru besar di UIN Jakarta, koran berbahasa Inggris itu
menulis bahwa homoseksual dan homoseksualitas adalah alami dan
diciptakan oleh Tuhan, karena itu dihalalkan dalam Islam. (Homosexuals and homosexuality are natural and created by God, thus permissible within Islam). Menurut
Musdah, para sarjana Muslim moderat berpendapat, bahwa tidak ada alasan
untuk menolak homoseksual. Dan bahwasanya pengecaman terhadap
homoseksual atau homoseksualitas oleh kalangan ulama aurus utama dan
kalangan Muslim lainnya hanyalah didasarkan pada penafsiran sempit
terhadap ajaran Islam. Tepatnya, ditulis oleh Koran ini: “Moderate
Muslim scholars said there were no reasons to reject homosexuals under
Islam, and that the condemnation of homosexuals and homosexuality by
mainstream ulema and many other Muslims was based on narrow-minded
interpretations of Islamic teachings.”
Mengutip QS 49 ayat 3, Musdah menyatakan, salah satu berkah Tuhan
adalah bahwasanya semua manusia, baik laki-laki atau wanita, adalah
sederajat, tanpa memandang etnis, kekayaan, posisi social atau pun
orientasi seksual. Karena itu, aktivis liberal dan kebebasan beragama
dari ICRP (Indonesia Conference of Religions and Peace) ini,
“Tidak ada perbedaan antara lesbian dengan non-lesbian.
Dalam pandangan
Tuhan, manusia dihargai hanya berdasarkan ketaatannya.” (There is no difference between lesbians and nonlesbians. In the eyes of God, people are valued based on their piety). Demikian pendapat guru besar UIN Jakarta ini dalam diskusi yang diselenggarakan suatu organisasi bernama “Arus Pelangi”,
di Jakarta, Kamis (27/3/2008). Menurut Musdah Mulia, intisari ajaran
Islam adalah memanusiakan manusia dan menghormati kedaulatannya. Lebih
jauh ia katakan, bahwa homoseksualitas adalah berasal dari Tuhan, dan
karena itu harus diakui sebagai hal yang alamiah.
The Jakarta Post juga mengutip pendapat seorang pembicara
bernama Nurofiah, yang menyatakan, bahwa pandangan dominan dalam
masyarakat Islam tentang heterogenitas adalah sebuah “konstruksi
sosial”, sehingga berakibat pada pelarangan homoseksualitas oleh kaum
mayoritas. Ini sama dengan kasus ”bias gender” akibat dominasi budaya
patriarki. Karena itu, katanya, akan berbeda jika yang berkuasa adalah
kaum homoseks. Lebih tepatnya, dikutip ucapan aktivis gender ini: “Like
gender bias or patriarchy, heterogeneity bias is socially constructed.
It would be totally different if the ruling group was homosexuals.”
Diskusi tentang homoseksual itu pun menghadirkan pembicara dari
Majelis Ulama Indonesia dan Hizbut Tahrir Indonesia. Kedua organisasi
ini, oleh The Jakarta Post, sudah dicap sebagai “kelompok Muslim konservatif”. Ditulis oleh Koran ini: “Condemnation
of homosexuality was voiced by two conservative Muslim groups, the
Indonesian Ulema Council (MUI) and Hizbut Thahir Indonesia (HTI).” Amir Syarifuddin, pengurus MUI, menyatakan bahwa praktik homoseksual
adalah dosa. “Kami tidak akan menganggap homoseksualitas sebagai musuh,
tetapi kami akan membuat mereka sadar bahwa apa yang mereka lakukan
adalah salah,” kata Amir Syarifudin.
Demikianlah berita tentang penghalalan homoseksual oleh sejumlah aktivis liberal, sebagaimana dikutip oleh The Jakarta Post.
Jika kita rajin menyimak perkembangan pemikiran liberal, baik di
kalangan Yahudi, Kristen, maupun Islam, maka kita tidak akan heran
dengan berita yang dimuat di Harian The Jakarta Post ini.
Kaum Yahudi Liberal, juga Kristen Liberal, sudah lama menghalalkan
perkawinan sesama jenis. Bahkan, banyak cendekiawan dan tokoh agama
mereka yang sudah secara terbuka mendeklarasikan sebagai orang-orang
homoseks dan lesbian. Banyak di antara mereka yang bahkan sudah
menyelenggarakan perkawinan sesama jenis di dalam tempat ibadah mereka
masing-masing. Bagi kaum Yahudi dan Kristen liberal, hal seperti itu
sudah dianggap biasa. Mereka juga menyatakan, bahwa apa yang mereka
lakukan adalah sejalan dengan ajaran Bibel. Mereka pun menuduh kaum
Yahudi dan Kristen lain sebagai “ortodoks”, “konservatif” dan
sejenisnya, karena tidak mau mengakui dan mengesahkan praktik
homoseksual.
Gereja Katolik, misalnya, tetap mempertahankan doktrinnya yang
menolak praktik homoseksual. Tahun 1975, Vatikan mengeluarkan keputusan
bertajuk “The Vatican Declaration on Sexual Ethics.” Isinya, antara lain menegaskan: “It (Scripture) does attest to the fact that homosexual acts are intrinsically disordered and can in no case be approved of.” Dalam Pidatonya pada malam Tahun Baru 2006, Paus Benediktus XVI juga
menegaskan kembali tentang terkutuknya perilaku homoseksual. Dalam
Islam, soal homoseksual ini sudah jelas hukumnya. Meskipun sudah sejak
dulu ada orang-orang yang orientasi seksualnya homoseks, ajaran Islam
tetap tidak berubah, dan tidak mengikuti hawa nafsu kaum homo atau
pendukungnya.
Tidak ada ulama atau dosen agama yang berani menghalalkan tindakan
homoseksual, seperti yang dilakukan oleh Prof. Siti Musdah Mulia dari
UIN Jakarta tersebut. Nabi Muhammad saw bersabda, “Siapa saja yang menemukan pria pelaku homoseks, maka bunuhlah pelakunya tersebut.” (HR Abu Dawud, at-Tirmizi, an-Nasai, Ibnu Majah, al-Hakim, dan
al-Baihaki). Imam Syafii berpendapat, bahwa pelaku homoseksual harus
dirajam (dilempari batu sampai mati) tanpa membedakan apakah pelakunya
masih bujangan atau sudah menikah.
Sejak terbitnya Jurnal Justisia dari Fakultas Syariah IAIN
Semarang (edisi 25, Th XI, 2004), yang menghalalkan homoseksual, kita
sudah mengingatkan para pimpinan kampus Islam agar lebih serius dalam
menangani penyebaran paham liberal di kampus mereka. Sebab, virus
liberal ini semakin menampakkan daya rusaknya terhadap aqidah dan
pemikiran Islam. Ironisnya, fenomena ini justru digerakkan dari
sejumlah akademisi di kampus-kampus berlabel Islam. Kita ingat kembali,
bahwa dalam Jurnal Justisia tersebut, dilakukan kampanye besar-besaran untuk mengesahkan perkawinan homoseksual.
Jurnal itu kemudian diterbitkan menjadi sebuah buku berjudul Indahnya Kawin Sesama Jenis: Demokratisasi dan Perlindungan Hak-hak Kaum Homoseksual,
(Semarang: Lembaga Studi Sosial dan Agama/eLSA, 2005). Dalam buku
tersebut dijelaskan strategi gerakan yang harus dilakukan untuk
melegalkan perkawinan homoseksual di Indonesia, yaitu (1) mengorganisir
kaum homoseksual untuk bersatu dan berjuang merebut hak-haknya yang
telah dirampas oleh negara, (2) memberi pemahaman kepada masyarakat
bahwa apa yang terjadi pada diri kaum homoseksual adalah sesuatu yang
normal dan fithrah, sehingga masyarakat tidak mengucilkannya bahkan
sebaliknya, masyarakat ikut terlibat mendukung setiap gerakan kaum
homoseksual dalam menuntut hak-haknya, (3) melakukan kritik dan
reaktualisasi tafsir keagamaan (tafsir kisah Luth dan konsep
pernikahan) yang tidak memihak kaum homoseksual, (4) menyuarakan
perubahan UU Perkawinan No 1/1974 yang mendefinisikan perkawinan harus
antara laki-laki dan wanita. (hal. 15) Sebagaimana Prof. Musdah Mulia,
para penulis dalam buku itu pun mengecam keras pihak-pihak yang masih
mengharamkan homoseksual. Seorang penulis dalam buku ini, misalnya,
menyatakan, bahwa pengharaman nikah sejenis adalah bentuk kebodohan
umat Islam generasi sekarang karena ia hanya memahami doktrin agamanya
secara given, taken for granted, tanpa ada pembacaan ulang secara
kritis atas doktrin tersebut. Si penulis kemudian mengaku bersikap
kritis dan curiga terhadap motif Nabi Luth dalam mengharamkan
homoseksual, sebagaimana diceritakan dalam Al-Quran (Surat al-A’raf:
80-84 dan Hud: 77-82). Semua itu, katanya, tidak lepas dari faktor
kepentingan Luth itu sendiri, yang gagal menikahkan anaknya dengan dua
laki-laki, yang kebetulan homoseks. Ditulis dalam buku ini sebagai
berikut:
“Karena keinginan untuk menikahkan putrinya
tidak kesampaian, tentu Luth amat kecewa. Luth kemudian menganggap
kedua laki-laki tadi tidak normal. Istri Luth bisa memahami keadaan
laki-laki tersebut dan berusaha menyadarkan Luth. Tapi, oleh Luth,
malah dianggap istri yang melawan suami dan dianggap mendukung kedua
laki-laki yang dinilai Luth tidak normal. Kenapa Luth menilai buruk
terhadap kedua laki-laki yang kebetulan homo tersebut? Sejauh yang saya
tahu, Al-Quran tidak memberi jawaban yang jelas. Tetapi kebencian Luth
terhadap kaum homo di samping karena faktor kecewa karena tidak
berhasil menikahkan kedua putrinya juga karena anggapan Luth yang salah
terhadap kaum homo.” (hal. 39)
Padahal, tentang Kisah Nabi Luth a.s. Al-Quran sudah memberikan
gambaran jelas bagaimana terkutuknya kaum Nabi Luth yang merupakan
pelaku homoseksual ini: “Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada
kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada kaumnya: “Mengapa
kalian mengerjakan perbuatan fahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan
oleh seorang pun sebelum kalian. Sesungguhnya kalian mendatangi
laki-laki untuk melepaskan syahwat, bukan kepada wanita; malah kalian
ini kaum yang melampaui batas. Jawab kaumnya tidak lain hanya
mengatakan: “Usirlah mereka dari kotamu ini, sesungguhnya mereka
adalah orang-orang yang berpura-pura mensucikan diri. Kemudian Kami
selamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali istrinya; dia termasuk
orang-orang yang tertinggal (dibinasakan). Dan Kami turunkan kepada
mereka hujan (batu); maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang
yang berdosa itu.” (QS Al-A’raf:80-84).
Karena itu, para mufassir Al-Quran selama ratusan tahun tidak ada
yang berpendapat seperti anak-anak syariah dari IAIN Semarang itu atau
seperti Prof. Musdah Mulia yang berani menghalalkan homoseksual.
Gerakan legalisasi homoseksual yang dilakukan oleh kaum liberal di
Indonesia sebenarnya sudah melampaui batas. Bagi umat Islam, hal
seperti ini merupakan sesuatu yang tidak terpikirkan (“unthought”).
Bagaimana mungkin, dari kampus berlabel Islam justru muncul dosen dan
mahasiswa yang berani menghalalkan homoseksual, suatu tindakan bejat
yang selama ribuan tahun dikutuk oleh agama. Gerakan legalisasi
homoseksual dari lingkungan kampus Islam tidak bisa dipandang sebelah
mata. Tindakan ini merupakan kemungkaran yang jauh lebih bahaya dari
gerakan legalisasi homoseks yang selama ini sudah gencar dilakukan kaum
homoseksual sendiri.
Dalam catatan penutup buku karya anak-anak Fakultas Syariah IAIN Semarang tersebut, dimuat tulisan berjudul “ Homoseksualitas dan Pernikahan Gay: Suara dari IAIN”.
Penulisnya, mengaku bernama Mumu, mencatat, “Ya, kita tentu menyambut
gembira upaya yang dilakukan oleh Fakultas Syariah IAIN Walisongo
tersebut.” Juga dikatakan dalam buku tersebut: “Hanya orang primitif
saja yang melihat perkawinan sejenis sebagai sesuatu yang abnormal dan
berbahaya. Bagi kami, tiada alasan kuat bagi siapapun dengan dalih
apapun, untuk melarang perkawinan sejenis. Sebab, Tuhan pun sudah
maklum, bahwa proyeknya menciptakan manusia sudah berhasil bahkan
kebablasan.”
Logika ini sejalan dengan jalan pemikiran Musdah Mulia yang
menyatakan bahwa pelarangan homoseksual hanyalah didasarkan pada
penafsiran sempit terhadap ajaran Islam. Barangkali, seperti dikatakan
Nurofiah, jika suatu ketika nanti kaum homoseksual sudah menjadi
dominan, maka mereka akan memandang bahwa kaum heteroseksual adalah
suatu kelainan. Inilah pandangan yang ‘keblinger’, yang lahir dari
kekeliruan berpikir. Sebagaimana kasus perkawinan antara muslimah dan
laki-laki non-Muslim yang didukung dan dipenghului oleh sejumlah dosen
UIN Jakarta, kita patut khawatir, bahwa para akademisi liberal itu
semakin menjadi-jadi tindakannya, dengan menjadi penghulu bagi
perkawinan sesama jenis. Kita berharap hal itu tidak terjadi, meskipun
Prof. Dr. Musdah Mulia sudah melontarkan pendapatnya tentang
homoseksual secara terbuka di mediamassa.
Memang, jika orang sudah hilang rasa malunya, maka dia akan berbuat
semaunya sendiri. Mungkin dia merasa sudah hebat, sudah jadi guru besar
pemikiran Islam di suatu kampus Islam terkenal. Selama ini pun,
orang-orang terdekatnya pun tidak mampu menghentikan kegiatannya.
Namun, jika kita ikuti kisah perjalanan intelektual Prof. Musdah Mulia,
kita sebenarnya tidak terlalu heran. Sejak awal, cara berpikirnya sudah
kacau. Dia seenaknya sendiri mengubah-ubah hukum Islam, untuk
disesuaikan dengan cara pandang dan cara hidup Barat. Tidak aneh, jika
karena sepak terjangnya yang seperti itu, tahun lalu, pada Hari
Perempuan Dunia tanggal 8 Maret 2007, Musdah Mulia menerima penghargaan International Women of Courage dari Menteri Luar Negeri
Condoleezza Rice di kantor kementerian luar negeri Amerika Serikat
(AS), Washington. Ia dianggap sukses menyuarakan, membela dan
mengembalikan hak perempuan di mata agama dengan cara melakukan
‘pembaruan hukum Islam’ – termasuk – undang-undang perkawinan. Mungkin,
setelah mendukung praktik homoseksual ini, dia akan mendapatkan pujian
dan penghargaan jauh lebih tinggi lagi dari “kalangan tertentu.” Kita
tunggu saja! [Depok, 30 Maret 2008/www.hidayatullah.com] Catatan Akhir Pekan Adian Husaini
" Mengapresiasi PTS Berkelas Dunia "
Publikasi Centro de Informacin Documentacion (CINDOC) yang dijadikan referensi kualitas lembaga pendidikan tinggi dunia, The World Universities 'Ranking on the Web, baru saja dikomunikasikan kepada masyarakat luas. Bagi kelompok masyarakat pendidikan, publikasi itu memang telah ditunggu-tunggu.
Dalam publikasi tersebut, 5 ribu perguruan tinggi berkelas dunia sengaja disusun berurutan berdasarkan pada aksesabilitas dan visibilitas pendidikan melalui internet. Semakin tinggi aksesabilitas dan visibilitas pendidikan sebuah perguruan tinggi semakin tinggi pula peringkat yang diperoleh. Sebaliknya, semakin rendah aksesabilitas dan visibilitas pendidikan sebuah perguruan tinggi semakin rendah pula peringkat yang diperoleh.
Sebagaimana diduga, peringkat papan atas didominasi perguruan tinggi yang berkiprah di Amerika Serikat (AS). Sebanyak 104 atau 52 persen dari 200 perguruan tinggi papan atas adalah perguruan tinggi yang berkiprah di AS.
PTS Indonesia
Apakah yang menarik dari publikasi CINDOC tersebut? Salah satu yang menarik perhatian adalah banyaknya perguruan tinggi swasta (PTS) Indonesia yang bertengger di dalamnya.
Kalau dicermati, di antara 5 ribu perguruan tinggi berkelas dunia, 33 adalah perguruan tinggi Indonesia, seperti UGM Jogjakarta di ranking ke-623, ITB Bandung ke-676, dst, s/d Universitas Jember ke-4.780 dan Unnes Semarang ke-4.800.
Keberhasilan kita memasukkan 33 lembaga dalam daftar 5 ribu perguruan tinggi berkelas dunia pantas diapresiasi. Mengapa? Sebab, angka 33 adalah di atas rata-rata. Kalau dunia ini terdiri atas sekitar 175 negara, maka setiap negara ''kebagian" 29 perguruan tinggi; dan Indonesia berhasil mendongkrak angka tersebut menjadi 33.
Jika dicermati, setidaknya, 11 di antara 33 perguruan tinggi Indonesia tersebut ialah PTS, yaitu Universitas Gunadarma ke-1604, Petra Surabaya ke-2013, Bina Nusantara ke-3026, Budi Luhur ke-3338, Sanata Darma ke-3467, Duta Wacana ke-3669, UII ke-3821, Maranatha ke-3983, Parahyangan ke-4394, Mercubuana ke-4430, dan Atma Jaya Jakarta ke-4623.
Keberhasilan PTS masuk dalam daftar 5 ribu perguruan tinggi berkelas dunia tersebut tidak hanya membuktikan bahwa kualitas pendidikan PTS tidak selalu kalah dibandingkan PTN, tetapi sekaligus membuktikan kerja keras masyarakat penyelenggara pendidikan tinggi mampu mengantarkan lembaganya sampai ''puncak takhta" yang kualitasnya diperhitungkan oleh masyarakat dunia.
Universitas Petra Surabaya, misalnya, meskipun lokasi kiprahnya ada di Surabaya, tetapi menjadi dikenal dan diakui masyarakat AS, Eropa, Jepang, dan negara-negara lain pada umumnya. Keadaan ini berlaku sama bagi Universitas Gunadarma Jakarta, Universitas Parahyangan Bandung, serta PTS lain yang terpampang dalam daftar 5 tibu perguruan tinggi dunia.
Perhatian Pemerintah
Diakui atau tidak, masuknya beberapa PTS ke dalam daftar perguruan tinggi terbaik dunia itu sedikit banyak telah membawa nama baik Indonesia di mata masyarakat dunia. Dengan kenyataan seperti ini, wajar jika pemerintah memberikan penghargaan terhadap PTS tersebut; apalagi menteri pendidikan telah berharap agar PTS mampu meningkatkan mutu sehingga diakui masyarakat dunia.
Pak Bambang Sudibyo selaku menteri pendidikan pernah menyatakan harapannya agar PTS Indonesia masuk dalam jajaran perguruan tinggi kelas dunia. Lebih lanjut beliau menyatakan, pemerintah Indonesia mendorong sebanyak mungkin adanya perguruan tinggi Indonesia, baik PTN maupun PTS, menjadi berkelas dunia.
Pernyataan tersebut pada mulanya sempat memotivasi para pengelola PTS untuk mengantarkan lembaganya menjadi berkelas dunia; tetapi motivasi tersebut sempat menjadi kendur manakala dalam realitasnya hanya PTN berkelas dunia yang mendapat penghargaan.
Tahun lalu, Mendiknas memberikan penghargaan berupa Anugerah Anindyaguna kepada tujuh perguruan tinggi yang berprestasi, yaitu UGM Jogjakarta, ITB Bandung, UI Jakarta, Undip Semarang, Unair Surabaya, IPB Bogor, dan UT. Mereka itu berprestasi karena berhasil menembus daftar universitas kelas dunia, khusus UT dianggap berprestasi atas keberhasilannya meraih pengakuan internasional dalam bentuk sertifikat akreditasi dari International Council for Open and Distance Education (ICDE).
Pemberian anugerah tersebut sangat bagus karena memberi motivasi bagi pengelola perguruan tinggi untuk lebih meningkatkan prestasinya. Permasalahannya menjadi lain ketika seluruh perguruan tinggi yang diberi penghargaan adalah PTN dan tidak satu pun ada PTS-nya.
Agar terjadi prinsip keadilan, maka pemberian penghargaan atau pun anugerah seperti itu perlu ''diratakan" ke PTS yang berprestasi; apalagi secara faktual banyak PTS yang peringkatnya di atas PTN. Ilustrasi riilnya, peringkat Universitas Petra Surabaya di atas IPB Bogor dan Unibraw Malang, peringkat Universitas Bina Nusantara Jakarta di atas Undip Semarang dan Unhas Makassar, dan sebagainya.
Bagi para pengelola PTS, pencapaian peringkat perguruan tinggi berkelas dunia memang tidak dimaksudkan untuk mendapatkan penghargaan dari pemerintah; tetapi lebih dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas agar dapat memberikan pelayanan pendidikan yang lebih akuntabel kepada masyarakat luas. Meskipun demikian, seandainya pemerintah mau memberikan penghargaan, itu akan lebih meningkatkan motivasi usaha peningkatan kualitas tersebut.
*. Prof Dr Ki Supriyoko, mantan rektor Universitas Tamansiswa Jogjakarta, wakil presiden Pan-Pacific Association of Private Education (PAPE) di Tokyo, Jepang
Rabu, 18 Februari 2009 ]
Mengapresiasi PTS Berkelas Dunia
Publikasi Centro de Informacin Documentacion (CINDOC) yang dijadikan referensi kualitas lembaga pendidikan tinggi dunia, The World Universities 'Ranking on the Web, baru saja dikomunikasikan kepada masyarakat luas. Bagi kelompok masyarakat pendidikan, publikasi itu memang telah ditunggu-tunggu.
Dalam publikasi tersebut, 5 ribu perguruan tinggi berkelas dunia sengaja disusun berurutan berdasarkan pada aksesabilitas dan visibilitas pendidikan melalui internet. Semakin tinggi aksesabilitas dan visibilitas pendidikan sebuah perguruan tinggi semakin tinggi pula peringkat yang diperoleh. Sebaliknya, semakin rendah aksesabilitas dan visibilitas pendidikan sebuah perguruan tinggi semakin rendah pula peringkat yang diperoleh.
Sebagaimana diduga, peringkat papan atas didominasi perguruan tinggi yang berkiprah di Amerika Serikat (AS). Sebanyak 104 atau 52 persen dari 200 perguruan tinggi papan atas adalah perguruan tinggi yang berkiprah di AS.
PTS Indonesia
Apakah yang menarik dari publikasi CINDOC tersebut? Salah satu yang menarik perhatian adalah banyaknya perguruan tinggi swasta (PTS) Indonesia yang bertengger di dalamnya.
Kalau dicermati, di antara 5 ribu perguruan tinggi berkelas dunia, 33 adalah perguruan tinggi Indonesia, seperti UGM Jogjakarta di ranking ke-623, ITB Bandung ke-676, dst, s/d Universitas Jember ke-4.780 dan Unnes Semarang ke-4.800.
Keberhasilan kita memasukkan 33 lembaga dalam daftar 5 ribu perguruan tinggi berkelas dunia pantas diapresiasi. Mengapa? Sebab, angka 33 adalah di atas rata-rata. Kalau dunia ini terdiri atas sekitar 175 negara, maka setiap negara ''kebagian" 29 perguruan tinggi; dan Indonesia berhasil mendongkrak angka tersebut menjadi 33.
Jika dicermati, setidaknya, 11 di antara 33 perguruan tinggi Indonesia tersebut ialah PTS, yaitu Universitas Gunadarma ke-1604, Petra Surabaya ke-2013, Bina Nusantara ke-3026, Budi Luhur ke-3338, Sanata Darma ke-3467, Duta Wacana ke-3669, UII ke-3821, Maranatha ke-3983, Parahyangan ke-4394, Mercubuana ke-4430, dan Atma Jaya Jakarta ke-4623.
Keberhasilan PTS masuk dalam daftar 5 ribu perguruan tinggi berkelas dunia tersebut tidak hanya membuktikan bahwa kualitas pendidikan PTS tidak selalu kalah dibandingkan PTN, tetapi sekaligus membuktikan kerja keras masyarakat penyelenggara pendidikan tinggi mampu mengantarkan lembaganya sampai ''puncak takhta" yang kualitasnya diperhitungkan oleh masyarakat dunia.
Universitas Petra Surabaya, misalnya, meskipun lokasi kiprahnya ada di Surabaya, tetapi menjadi dikenal dan diakui masyarakat AS, Eropa, Jepang, dan negara-negara lain pada umumnya. Keadaan ini berlaku sama bagi Universitas Gunadarma Jakarta, Universitas Parahyangan Bandung, serta PTS lain yang terpampang dalam daftar 5 tibu perguruan tinggi dunia.
Perhatian Pemerintah
Diakui atau tidak, masuknya beberapa PTS ke dalam daftar perguruan tinggi terbaik dunia itu sedikit banyak telah membawa nama baik Indonesia di mata masyarakat dunia. Dengan kenyataan seperti ini, wajar jika pemerintah memberikan penghargaan terhadap PTS tersebut; apalagi menteri pendidikan telah berharap agar PTS mampu meningkatkan mutu sehingga diakui masyarakat dunia.
Pak Bambang Sudibyo selaku menteri pendidikan pernah menyatakan harapannya agar PTS Indonesia masuk dalam jajaran perguruan tinggi kelas dunia. Lebih lanjut beliau menyatakan, pemerintah Indonesia mendorong sebanyak mungkin adanya perguruan tinggi Indonesia, baik PTN maupun PTS, menjadi berkelas dunia.
Pernyataan tersebut pada mulanya sempat memotivasi para pengelola PTS untuk mengantarkan lembaganya menjadi berkelas dunia; tetapi motivasi tersebut sempat menjadi kendur manakala dalam realitasnya hanya PTN berkelas dunia yang mendapat penghargaan.
Tahun lalu, Mendiknas memberikan penghargaan berupa Anugerah Anindyaguna kepada tujuh perguruan tinggi yang berprestasi, yaitu UGM Jogjakarta, ITB Bandung, UI Jakarta, Undip Semarang, Unair Surabaya, IPB Bogor, dan UT. Mereka itu berprestasi karena berhasil menembus daftar universitas kelas dunia, khusus UT dianggap berprestasi atas keberhasilannya meraih pengakuan internasional dalam bentuk sertifikat akreditasi dari International Council for Open and Distance Education (ICDE).
Pemberian anugerah tersebut sangat bagus karena memberi motivasi bagi pengelola perguruan tinggi untuk lebih meningkatkan prestasinya. Permasalahannya menjadi lain ketika seluruh perguruan tinggi yang diberi penghargaan adalah PTN dan tidak satu pun ada PTS-nya.
Agar terjadi prinsip keadilan, maka pemberian penghargaan atau pun anugerah seperti itu perlu ''diratakan" ke PTS yang berprestasi; apalagi secara faktual banyak PTS yang peringkatnya di atas PTN. Ilustrasi riilnya, peringkat Universitas Petra Surabaya di atas IPB Bogor dan Unibraw Malang, peringkat Universitas Bina Nusantara Jakarta di atas Undip Semarang dan Unhas Makassar, dan sebagainya.
Bagi para pengelola PTS, pencapaian peringkat perguruan tinggi berkelas dunia memang tidak dimaksudkan untuk mendapatkan penghargaan dari pemerintah; tetapi lebih dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas agar dapat memberikan pelayanan pendidikan yang lebih akuntabel kepada masyarakat luas. Meskipun demikian, seandainya pemerintah mau memberikan penghargaan, itu akan lebih meningkatkan motivasi usaha peningkatan kualitas tersebut.
*. Prof Dr Ki Supriyoko, mantan rektor Universitas Tamansiswa Jogjakarta, wakil presiden Pan-Pacific Association of Private Education (PAPE) di Tokyo, Jepang
Rabu, 18 Februari 2009 ]
Mengapresiasi PTS Berkelas Dunia
Publikasi Centro de Informacin Documentacion (CINDOC) yang dijadikan referensi kualitas lembaga pendidikan tinggi dunia, The World Universities 'Ranking on the Web, baru saja dikomunikasikan kepada masyarakat luas. Bagi kelompok masyarakat pendidikan, publikasi itu memang telah ditunggu-tunggu.
Dalam publikasi tersebut, 5 ribu perguruan tinggi berkelas dunia sengaja disusun berurutan berdasarkan pada aksesabilitas dan visibilitas pendidikan melalui internet. Semakin tinggi aksesabilitas dan visibilitas pendidikan sebuah perguruan tinggi semakin tinggi pula peringkat yang diperoleh. Sebaliknya, semakin rendah aksesabilitas dan visibilitas pendidikan sebuah perguruan tinggi semakin rendah pula peringkat yang diperoleh.
Sebagaimana diduga, peringkat papan atas didominasi perguruan tinggi yang berkiprah di Amerika Serikat (AS). Sebanyak 104 atau 52 persen dari 200 perguruan tinggi papan atas adalah perguruan tinggi yang berkiprah di AS.
PTS Indonesia
Apakah yang menarik dari publikasi CINDOC tersebut? Salah satu yang menarik perhatian adalah banyaknya perguruan tinggi swasta (PTS) Indonesia yang bertengger di dalamnya.
Kalau dicermati, di antara 5 ribu perguruan tinggi berkelas dunia, 33 adalah perguruan tinggi Indonesia, seperti UGM Jogjakarta di ranking ke-623, ITB Bandung ke-676, dst, s/d Universitas Jember ke-4.780 dan Unnes Semarang ke-4.800.
Keberhasilan kita memasukkan 33 lembaga dalam daftar 5 ribu perguruan tinggi berkelas dunia pantas diapresiasi. Mengapa? Sebab, angka 33 adalah di atas rata-rata. Kalau dunia ini terdiri atas sekitar 175 negara, maka setiap negara ''kebagian" 29 perguruan tinggi; dan Indonesia berhasil mendongkrak angka tersebut menjadi 33.
Jika dicermati, setidaknya, 11 di antara 33 perguruan tinggi Indonesia tersebut ialah PTS, yaitu Universitas Gunadarma ke-1604, Petra Surabaya ke-2013, Bina Nusantara ke-3026, Budi Luhur ke-3338, Sanata Darma ke-3467, Duta Wacana ke-3669, UII ke-3821, Maranatha ke-3983, Parahyangan ke-4394, Mercubuana ke-4430, dan Atma Jaya Jakarta ke-4623.
Keberhasilan PTS masuk dalam daftar 5 ribu perguruan tinggi berkelas dunia tersebut tidak hanya membuktikan bahwa kualitas pendidikan PTS tidak selalu kalah dibandingkan PTN, tetapi sekaligus membuktikan kerja keras masyarakat penyelenggara pendidikan tinggi mampu mengantarkan lembaganya sampai ''puncak takhta" yang kualitasnya diperhitungkan oleh masyarakat dunia.
Universitas Petra Surabaya, misalnya, meskipun lokasi kiprahnya ada di Surabaya, tetapi menjadi dikenal dan diakui masyarakat AS, Eropa, Jepang, dan negara-negara lain pada umumnya. Keadaan ini berlaku sama bagi Universitas Gunadarma Jakarta, Universitas Parahyangan Bandung, serta PTS lain yang terpampang dalam daftar 5 tibu perguruan tinggi dunia.
Perhatian Pemerintah
Diakui atau tidak, masuknya beberapa PTS ke dalam daftar perguruan tinggi terbaik dunia itu sedikit banyak telah membawa nama baik Indonesia di mata masyarakat dunia. Dengan kenyataan seperti ini, wajar jika pemerintah memberikan penghargaan terhadap PTS tersebut; apalagi menteri pendidikan telah berharap agar PTS mampu meningkatkan mutu sehingga diakui masyarakat dunia.
Pak Bambang Sudibyo selaku menteri pendidikan pernah menyatakan harapannya agar PTS Indonesia masuk dalam jajaran perguruan tinggi kelas dunia. Lebih lanjut beliau menyatakan, pemerintah Indonesia mendorong sebanyak mungkin adanya perguruan tinggi Indonesia, baik PTN maupun PTS, menjadi berkelas dunia.
Pernyataan tersebut pada mulanya sempat memotivasi para pengelola PTS untuk mengantarkan lembaganya menjadi berkelas dunia; tetapi motivasi tersebut sempat menjadi kendur manakala dalam realitasnya hanya PTN berkelas dunia yang mendapat penghargaan.
Tahun lalu, Mendiknas memberikan penghargaan berupa Anugerah Anindyaguna kepada tujuh perguruan tinggi yang berprestasi, yaitu UGM Jogjakarta, ITB Bandung, UI Jakarta, Undip Semarang, Unair Surabaya, IPB Bogor, dan UT. Mereka itu berprestasi karena berhasil menembus daftar universitas kelas dunia, khusus UT dianggap berprestasi atas keberhasilannya meraih pengakuan internasional dalam bentuk sertifikat akreditasi dari International Council for Open and Distance Education (ICDE).
Pemberian anugerah tersebut sangat bagus karena memberi motivasi bagi pengelola perguruan tinggi untuk lebih meningkatkan prestasinya. Permasalahannya menjadi lain ketika seluruh perguruan tinggi yang diberi penghargaan adalah PTN dan tidak satu pun ada PTS-nya.
Agar terjadi prinsip keadilan, maka pemberian penghargaan atau pun anugerah seperti itu perlu ''diratakan" ke PTS yang berprestasi; apalagi secara faktual banyak PTS yang peringkatnya di atas PTN. Ilustrasi riilnya, peringkat Universitas Petra Surabaya di atas IPB Bogor dan Unibraw Malang, peringkat Universitas Bina Nusantara Jakarta di atas Undip Semarang dan Unhas Makassar, dan sebagainya.
Bagi para pengelola PTS, pencapaian peringkat perguruan tinggi berkelas dunia memang tidak dimaksudkan untuk mendapatkan penghargaan dari pemerintah; tetapi lebih dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas agar dapat memberikan pelayanan pendidikan yang lebih akuntabel kepada masyarakat luas. Meskipun demikian, seandainya pemerintah mau memberikan penghargaan, itu akan lebih meningkatkan motivasi usaha peningkatan kualitas tersebut.
*. Prof Dr Ki Supriyoko, mantan rektor Universitas Tamansiswa Jogjakarta, wakil presiden Pan-Pacific Association of Private Education (PAPE) di Tokyo, Jepang
http://jawapos. com/
Dalam publikasi tersebut, 5 ribu perguruan tinggi berkelas dunia sengaja disusun berurutan berdasarkan pada aksesabilitas dan visibilitas pendidikan melalui internet. Semakin tinggi aksesabilitas dan visibilitas pendidikan sebuah perguruan tinggi semakin tinggi pula peringkat yang diperoleh. Sebaliknya, semakin rendah aksesabilitas dan visibilitas pendidikan sebuah perguruan tinggi semakin rendah pula peringkat yang diperoleh.
Sebagaimana diduga, peringkat papan atas didominasi perguruan tinggi yang berkiprah di Amerika Serikat (AS). Sebanyak 104 atau 52 persen dari 200 perguruan tinggi papan atas adalah perguruan tinggi yang berkiprah di AS.
PTS Indonesia
Apakah yang menarik dari publikasi CINDOC tersebut? Salah satu yang menarik perhatian adalah banyaknya perguruan tinggi swasta (PTS) Indonesia yang bertengger di dalamnya.
Kalau dicermati, di antara 5 ribu perguruan tinggi berkelas dunia, 33 adalah perguruan tinggi Indonesia, seperti UGM Jogjakarta di ranking ke-623, ITB Bandung ke-676, dst, s/d Universitas Jember ke-4.780 dan Unnes Semarang ke-4.800.
Keberhasilan kita memasukkan 33 lembaga dalam daftar 5 ribu perguruan tinggi berkelas dunia pantas diapresiasi. Mengapa? Sebab, angka 33 adalah di atas rata-rata. Kalau dunia ini terdiri atas sekitar 175 negara, maka setiap negara ''kebagian" 29 perguruan tinggi; dan Indonesia berhasil mendongkrak angka tersebut menjadi 33.
Jika dicermati, setidaknya, 11 di antara 33 perguruan tinggi Indonesia tersebut ialah PTS, yaitu Universitas Gunadarma ke-1604, Petra Surabaya ke-2013, Bina Nusantara ke-3026, Budi Luhur ke-3338, Sanata Darma ke-3467, Duta Wacana ke-3669, UII ke-3821, Maranatha ke-3983, Parahyangan ke-4394, Mercubuana ke-4430, dan Atma Jaya Jakarta ke-4623.
Keberhasilan PTS masuk dalam daftar 5 ribu perguruan tinggi berkelas dunia tersebut tidak hanya membuktikan bahwa kualitas pendidikan PTS tidak selalu kalah dibandingkan PTN, tetapi sekaligus membuktikan kerja keras masyarakat penyelenggara pendidikan tinggi mampu mengantarkan lembaganya sampai ''puncak takhta" yang kualitasnya diperhitungkan oleh masyarakat dunia.
Universitas Petra Surabaya, misalnya, meskipun lokasi kiprahnya ada di Surabaya, tetapi menjadi dikenal dan diakui masyarakat AS, Eropa, Jepang, dan negara-negara lain pada umumnya. Keadaan ini berlaku sama bagi Universitas Gunadarma Jakarta, Universitas Parahyangan Bandung, serta PTS lain yang terpampang dalam daftar 5 tibu perguruan tinggi dunia.
Perhatian Pemerintah
Diakui atau tidak, masuknya beberapa PTS ke dalam daftar perguruan tinggi terbaik dunia itu sedikit banyak telah membawa nama baik Indonesia di mata masyarakat dunia. Dengan kenyataan seperti ini, wajar jika pemerintah memberikan penghargaan terhadap PTS tersebut; apalagi menteri pendidikan telah berharap agar PTS mampu meningkatkan mutu sehingga diakui masyarakat dunia.
Pak Bambang Sudibyo selaku menteri pendidikan pernah menyatakan harapannya agar PTS Indonesia masuk dalam jajaran perguruan tinggi kelas dunia. Lebih lanjut beliau menyatakan, pemerintah Indonesia mendorong sebanyak mungkin adanya perguruan tinggi Indonesia, baik PTN maupun PTS, menjadi berkelas dunia.
Pernyataan tersebut pada mulanya sempat memotivasi para pengelola PTS untuk mengantarkan lembaganya menjadi berkelas dunia; tetapi motivasi tersebut sempat menjadi kendur manakala dalam realitasnya hanya PTN berkelas dunia yang mendapat penghargaan.
Tahun lalu, Mendiknas memberikan penghargaan berupa Anugerah Anindyaguna kepada tujuh perguruan tinggi yang berprestasi, yaitu UGM Jogjakarta, ITB Bandung, UI Jakarta, Undip Semarang, Unair Surabaya, IPB Bogor, dan UT. Mereka itu berprestasi karena berhasil menembus daftar universitas kelas dunia, khusus UT dianggap berprestasi atas keberhasilannya meraih pengakuan internasional dalam bentuk sertifikat akreditasi dari International Council for Open and Distance Education (ICDE).
Pemberian anugerah tersebut sangat bagus karena memberi motivasi bagi pengelola perguruan tinggi untuk lebih meningkatkan prestasinya. Permasalahannya menjadi lain ketika seluruh perguruan tinggi yang diberi penghargaan adalah PTN dan tidak satu pun ada PTS-nya.
Agar terjadi prinsip keadilan, maka pemberian penghargaan atau pun anugerah seperti itu perlu ''diratakan" ke PTS yang berprestasi; apalagi secara faktual banyak PTS yang peringkatnya di atas PTN. Ilustrasi riilnya, peringkat Universitas Petra Surabaya di atas IPB Bogor dan Unibraw Malang, peringkat Universitas Bina Nusantara Jakarta di atas Undip Semarang dan Unhas Makassar, dan sebagainya.
Bagi para pengelola PTS, pencapaian peringkat perguruan tinggi berkelas dunia memang tidak dimaksudkan untuk mendapatkan penghargaan dari pemerintah; tetapi lebih dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas agar dapat memberikan pelayanan pendidikan yang lebih akuntabel kepada masyarakat luas. Meskipun demikian, seandainya pemerintah mau memberikan penghargaan, itu akan lebih meningkatkan motivasi usaha peningkatan kualitas tersebut.
*. Prof Dr Ki Supriyoko, mantan rektor Universitas Tamansiswa Jogjakarta, wakil presiden Pan-Pacific Association of Private Education (PAPE) di Tokyo, Jepang
Rabu, 18 Februari 2009 ]
Mengapresiasi PTS Berkelas Dunia
Publikasi Centro de Informacin Documentacion (CINDOC) yang dijadikan referensi kualitas lembaga pendidikan tinggi dunia, The World Universities 'Ranking on the Web, baru saja dikomunikasikan kepada masyarakat luas. Bagi kelompok masyarakat pendidikan, publikasi itu memang telah ditunggu-tunggu.
Dalam publikasi tersebut, 5 ribu perguruan tinggi berkelas dunia sengaja disusun berurutan berdasarkan pada aksesabilitas dan visibilitas pendidikan melalui internet. Semakin tinggi aksesabilitas dan visibilitas pendidikan sebuah perguruan tinggi semakin tinggi pula peringkat yang diperoleh. Sebaliknya, semakin rendah aksesabilitas dan visibilitas pendidikan sebuah perguruan tinggi semakin rendah pula peringkat yang diperoleh.
Sebagaimana diduga, peringkat papan atas didominasi perguruan tinggi yang berkiprah di Amerika Serikat (AS). Sebanyak 104 atau 52 persen dari 200 perguruan tinggi papan atas adalah perguruan tinggi yang berkiprah di AS.
PTS Indonesia
Apakah yang menarik dari publikasi CINDOC tersebut? Salah satu yang menarik perhatian adalah banyaknya perguruan tinggi swasta (PTS) Indonesia yang bertengger di dalamnya.
Kalau dicermati, di antara 5 ribu perguruan tinggi berkelas dunia, 33 adalah perguruan tinggi Indonesia, seperti UGM Jogjakarta di ranking ke-623, ITB Bandung ke-676, dst, s/d Universitas Jember ke-4.780 dan Unnes Semarang ke-4.800.
Keberhasilan kita memasukkan 33 lembaga dalam daftar 5 ribu perguruan tinggi berkelas dunia pantas diapresiasi. Mengapa? Sebab, angka 33 adalah di atas rata-rata. Kalau dunia ini terdiri atas sekitar 175 negara, maka setiap negara ''kebagian" 29 perguruan tinggi; dan Indonesia berhasil mendongkrak angka tersebut menjadi 33.
Jika dicermati, setidaknya, 11 di antara 33 perguruan tinggi Indonesia tersebut ialah PTS, yaitu Universitas Gunadarma ke-1604, Petra Surabaya ke-2013, Bina Nusantara ke-3026, Budi Luhur ke-3338, Sanata Darma ke-3467, Duta Wacana ke-3669, UII ke-3821, Maranatha ke-3983, Parahyangan ke-4394, Mercubuana ke-4430, dan Atma Jaya Jakarta ke-4623.
Keberhasilan PTS masuk dalam daftar 5 ribu perguruan tinggi berkelas dunia tersebut tidak hanya membuktikan bahwa kualitas pendidikan PTS tidak selalu kalah dibandingkan PTN, tetapi sekaligus membuktikan kerja keras masyarakat penyelenggara pendidikan tinggi mampu mengantarkan lembaganya sampai ''puncak takhta" yang kualitasnya diperhitungkan oleh masyarakat dunia.
Universitas Petra Surabaya, misalnya, meskipun lokasi kiprahnya ada di Surabaya, tetapi menjadi dikenal dan diakui masyarakat AS, Eropa, Jepang, dan negara-negara lain pada umumnya. Keadaan ini berlaku sama bagi Universitas Gunadarma Jakarta, Universitas Parahyangan Bandung, serta PTS lain yang terpampang dalam daftar 5 tibu perguruan tinggi dunia.
Perhatian Pemerintah
Diakui atau tidak, masuknya beberapa PTS ke dalam daftar perguruan tinggi terbaik dunia itu sedikit banyak telah membawa nama baik Indonesia di mata masyarakat dunia. Dengan kenyataan seperti ini, wajar jika pemerintah memberikan penghargaan terhadap PTS tersebut; apalagi menteri pendidikan telah berharap agar PTS mampu meningkatkan mutu sehingga diakui masyarakat dunia.
Pak Bambang Sudibyo selaku menteri pendidikan pernah menyatakan harapannya agar PTS Indonesia masuk dalam jajaran perguruan tinggi kelas dunia. Lebih lanjut beliau menyatakan, pemerintah Indonesia mendorong sebanyak mungkin adanya perguruan tinggi Indonesia, baik PTN maupun PTS, menjadi berkelas dunia.
Pernyataan tersebut pada mulanya sempat memotivasi para pengelola PTS untuk mengantarkan lembaganya menjadi berkelas dunia; tetapi motivasi tersebut sempat menjadi kendur manakala dalam realitasnya hanya PTN berkelas dunia yang mendapat penghargaan.
Tahun lalu, Mendiknas memberikan penghargaan berupa Anugerah Anindyaguna kepada tujuh perguruan tinggi yang berprestasi, yaitu UGM Jogjakarta, ITB Bandung, UI Jakarta, Undip Semarang, Unair Surabaya, IPB Bogor, dan UT. Mereka itu berprestasi karena berhasil menembus daftar universitas kelas dunia, khusus UT dianggap berprestasi atas keberhasilannya meraih pengakuan internasional dalam bentuk sertifikat akreditasi dari International Council for Open and Distance Education (ICDE).
Pemberian anugerah tersebut sangat bagus karena memberi motivasi bagi pengelola perguruan tinggi untuk lebih meningkatkan prestasinya. Permasalahannya menjadi lain ketika seluruh perguruan tinggi yang diberi penghargaan adalah PTN dan tidak satu pun ada PTS-nya.
Agar terjadi prinsip keadilan, maka pemberian penghargaan atau pun anugerah seperti itu perlu ''diratakan" ke PTS yang berprestasi; apalagi secara faktual banyak PTS yang peringkatnya di atas PTN. Ilustrasi riilnya, peringkat Universitas Petra Surabaya di atas IPB Bogor dan Unibraw Malang, peringkat Universitas Bina Nusantara Jakarta di atas Undip Semarang dan Unhas Makassar, dan sebagainya.
Bagi para pengelola PTS, pencapaian peringkat perguruan tinggi berkelas dunia memang tidak dimaksudkan untuk mendapatkan penghargaan dari pemerintah; tetapi lebih dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas agar dapat memberikan pelayanan pendidikan yang lebih akuntabel kepada masyarakat luas. Meskipun demikian, seandainya pemerintah mau memberikan penghargaan, itu akan lebih meningkatkan motivasi usaha peningkatan kualitas tersebut.
*. Prof Dr Ki Supriyoko, mantan rektor Universitas Tamansiswa Jogjakarta, wakil presiden Pan-Pacific Association of Private Education (PAPE) di Tokyo, Jepang
Rabu, 18 Februari 2009 ]
Mengapresiasi PTS Berkelas Dunia
Publikasi Centro de Informacin Documentacion (CINDOC) yang dijadikan referensi kualitas lembaga pendidikan tinggi dunia, The World Universities 'Ranking on the Web, baru saja dikomunikasikan kepada masyarakat luas. Bagi kelompok masyarakat pendidikan, publikasi itu memang telah ditunggu-tunggu.
Dalam publikasi tersebut, 5 ribu perguruan tinggi berkelas dunia sengaja disusun berurutan berdasarkan pada aksesabilitas dan visibilitas pendidikan melalui internet. Semakin tinggi aksesabilitas dan visibilitas pendidikan sebuah perguruan tinggi semakin tinggi pula peringkat yang diperoleh. Sebaliknya, semakin rendah aksesabilitas dan visibilitas pendidikan sebuah perguruan tinggi semakin rendah pula peringkat yang diperoleh.
Sebagaimana diduga, peringkat papan atas didominasi perguruan tinggi yang berkiprah di Amerika Serikat (AS). Sebanyak 104 atau 52 persen dari 200 perguruan tinggi papan atas adalah perguruan tinggi yang berkiprah di AS.
PTS Indonesia
Apakah yang menarik dari publikasi CINDOC tersebut? Salah satu yang menarik perhatian adalah banyaknya perguruan tinggi swasta (PTS) Indonesia yang bertengger di dalamnya.
Kalau dicermati, di antara 5 ribu perguruan tinggi berkelas dunia, 33 adalah perguruan tinggi Indonesia, seperti UGM Jogjakarta di ranking ke-623, ITB Bandung ke-676, dst, s/d Universitas Jember ke-4.780 dan Unnes Semarang ke-4.800.
Keberhasilan kita memasukkan 33 lembaga dalam daftar 5 ribu perguruan tinggi berkelas dunia pantas diapresiasi. Mengapa? Sebab, angka 33 adalah di atas rata-rata. Kalau dunia ini terdiri atas sekitar 175 negara, maka setiap negara ''kebagian" 29 perguruan tinggi; dan Indonesia berhasil mendongkrak angka tersebut menjadi 33.
Jika dicermati, setidaknya, 11 di antara 33 perguruan tinggi Indonesia tersebut ialah PTS, yaitu Universitas Gunadarma ke-1604, Petra Surabaya ke-2013, Bina Nusantara ke-3026, Budi Luhur ke-3338, Sanata Darma ke-3467, Duta Wacana ke-3669, UII ke-3821, Maranatha ke-3983, Parahyangan ke-4394, Mercubuana ke-4430, dan Atma Jaya Jakarta ke-4623.
Keberhasilan PTS masuk dalam daftar 5 ribu perguruan tinggi berkelas dunia tersebut tidak hanya membuktikan bahwa kualitas pendidikan PTS tidak selalu kalah dibandingkan PTN, tetapi sekaligus membuktikan kerja keras masyarakat penyelenggara pendidikan tinggi mampu mengantarkan lembaganya sampai ''puncak takhta" yang kualitasnya diperhitungkan oleh masyarakat dunia.
Universitas Petra Surabaya, misalnya, meskipun lokasi kiprahnya ada di Surabaya, tetapi menjadi dikenal dan diakui masyarakat AS, Eropa, Jepang, dan negara-negara lain pada umumnya. Keadaan ini berlaku sama bagi Universitas Gunadarma Jakarta, Universitas Parahyangan Bandung, serta PTS lain yang terpampang dalam daftar 5 tibu perguruan tinggi dunia.
Perhatian Pemerintah
Diakui atau tidak, masuknya beberapa PTS ke dalam daftar perguruan tinggi terbaik dunia itu sedikit banyak telah membawa nama baik Indonesia di mata masyarakat dunia. Dengan kenyataan seperti ini, wajar jika pemerintah memberikan penghargaan terhadap PTS tersebut; apalagi menteri pendidikan telah berharap agar PTS mampu meningkatkan mutu sehingga diakui masyarakat dunia.
Pak Bambang Sudibyo selaku menteri pendidikan pernah menyatakan harapannya agar PTS Indonesia masuk dalam jajaran perguruan tinggi kelas dunia. Lebih lanjut beliau menyatakan, pemerintah Indonesia mendorong sebanyak mungkin adanya perguruan tinggi Indonesia, baik PTN maupun PTS, menjadi berkelas dunia.
Pernyataan tersebut pada mulanya sempat memotivasi para pengelola PTS untuk mengantarkan lembaganya menjadi berkelas dunia; tetapi motivasi tersebut sempat menjadi kendur manakala dalam realitasnya hanya PTN berkelas dunia yang mendapat penghargaan.
Tahun lalu, Mendiknas memberikan penghargaan berupa Anugerah Anindyaguna kepada tujuh perguruan tinggi yang berprestasi, yaitu UGM Jogjakarta, ITB Bandung, UI Jakarta, Undip Semarang, Unair Surabaya, IPB Bogor, dan UT. Mereka itu berprestasi karena berhasil menembus daftar universitas kelas dunia, khusus UT dianggap berprestasi atas keberhasilannya meraih pengakuan internasional dalam bentuk sertifikat akreditasi dari International Council for Open and Distance Education (ICDE).
Pemberian anugerah tersebut sangat bagus karena memberi motivasi bagi pengelola perguruan tinggi untuk lebih meningkatkan prestasinya. Permasalahannya menjadi lain ketika seluruh perguruan tinggi yang diberi penghargaan adalah PTN dan tidak satu pun ada PTS-nya.
Agar terjadi prinsip keadilan, maka pemberian penghargaan atau pun anugerah seperti itu perlu ''diratakan" ke PTS yang berprestasi; apalagi secara faktual banyak PTS yang peringkatnya di atas PTN. Ilustrasi riilnya, peringkat Universitas Petra Surabaya di atas IPB Bogor dan Unibraw Malang, peringkat Universitas Bina Nusantara Jakarta di atas Undip Semarang dan Unhas Makassar, dan sebagainya.
Bagi para pengelola PTS, pencapaian peringkat perguruan tinggi berkelas dunia memang tidak dimaksudkan untuk mendapatkan penghargaan dari pemerintah; tetapi lebih dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas agar dapat memberikan pelayanan pendidikan yang lebih akuntabel kepada masyarakat luas. Meskipun demikian, seandainya pemerintah mau memberikan penghargaan, itu akan lebih meningkatkan motivasi usaha peningkatan kualitas tersebut.
*. Prof Dr Ki Supriyoko, mantan rektor Universitas Tamansiswa Jogjakarta, wakil presiden Pan-Pacific Association of Private Education (PAPE) di Tokyo, Jepang
http://jawapos. com/
Rabu, 18 Februari 2009
" JUAL HUTAN SEHARGA PISANG GORENG "
Pelaku pertambangan kembali mendapat keistimewaan. Mereka boleh mengubah
hutan lindung dan hutan produksi menjadi kawasan tambang terbuka hanya
dengan menyewa Rp 300 per meter. Fungsi lindung dan penyangga kehidupan
kawasan hutan harganya lebih murah dari sepotong pisang goreng.
Di tengah keprihatinan bencana banjir dan longsor di musim hujan, 4
Februari lalu, Presiden SBY mengeluarkan PP No 2 Tahun 2008. PP ini
mengatur jenis dan tarif penerimaan negara bukan pajak yang berasal dari
penggunaan kawasan hutan untuk kepentingan pembangunan di luar kegiatan
kehutanan yang berlaku pada Departemen Kehutanan.
Seharga pisang goreng
PP ini memungkinkan perusahaan tambang mengubah kawasan hutan lindung
dan hutan produksi menjadi kawasan tambang skala besar hanya dengan
membayar Rp 1,8 juta-Rp 3 juta per hektar. Lebih murah lagi untuk
tambang minyak dan gas , panas bumi, jaringan telekomunikasi, repeater
telekomunikasi, stasiun pemancar radio, stasiun relai televisi, tenaga
listrik, instalasi teknologi energi terbarukan, instalasi air, dan jalan
tol. Tarif untuk semua itu menjadi Rp 1,2 juta hingga Rp 1,5 juta.
Itulah harga hutan lindung termurah—kalaupun fungsinya bisa
diuangkan—yang resmi dikeluarkan negeri ini. Hanya Rp 120-Rp 300 per
meter, lebih murah dari sepotong pisang goreng . Inilah cara amat buruk
menghargai fungsi lindung hutan.
Padahal, banjir dan longsor akibat perusakan sumber daya alam ,
khususnya hutan, telah melahirkan bencana dan kerugian triliunan rupiah.
Sepanjang 2000 hingga 2006, sedikitnya ada 392 bencana banjir dan
longsor di pelosok negeri. Ada ribuan orang meninggal, sementara ratusan
ribu lainnya menjadi pengungsi.
Empati pengurus negeri ini dipertanyakan. Benarkah mereka masih menaruh
perhatian terhadap nasib anak negeri? Kedatangan pejabat ke
daerah-daerah korban banjir dan longsor terkesan basa-basi, apalagi saat
kebijakan yang dikeluarkan ke depan justru akan memperbesar timbulnya
korban.
PP ini keluar di tengah laju kerusakan hutan rata-rata 2,76 juta hektar,
sepanjang 2005 dan 2006. Kerusakan hutan terbesar terjadi di Pulau
Kalimantan dan Sumatera. Dua pulau ini memiliki konsesi tambang yang
jumlah dan luasnya amat besar. Di Kalimantan Selatan saja, sedikitnya
ada 400 perizinan tambang batu bara, sebagian besar keluar
pascareformasi.
Banyak peraturan dikeluarkan pemerintah bukannya membuat keselamatan dan
produktivitas rakyat terjamin, tetapi justru sebaliknya. Peneliti Cifor
menyebutkan, selama tujuh tahun terakhir telah disahkan 500 lebih
peraturan Menteri Kehutanan untuk mengurus hutan Indonesia. Dalam jangka
yang sama, luas hutan menyusut 11,2 juta hektar.
Yang paling bersorak tentu pelaku pertambangan. Sejak delapan tahun
lalu, berbagai perusahaan tambang asing melakukan lobby hingga ancaman
membawa Indonesia ke arbitrase internasional. Kontrak karya mereka
terganjal status hutan lindung.
Akhirnya, UU Kehutanan Tahun 1999, yang melarang tambang terbuka di
hutan lindung, berhasil diamandemen dua tahun lalu. Ada 13 perusahaan
yang mendapat pengecualian meneruskan tambangnya di hutan lindung.
Sebagian besar adalah perusahaan tambang asing raksasa, sekelas Freeport
dari AS, Rio Tinto dari Inggris, Inco dari Kanada, dan Newcrest dari
Australia.
Sejak itu, jika mau membuka tambang di hutan lindung, mereka harus
mencari hutan kompensasi. Tetapi, itu tak cukup. Mereka mengeluhkan
lahan kompensasi sulit didapat. Mereka mau cara lebih mudah dan murah,
dan dijawab pemerintah dengan munculnya PP ini.
Daya rusak tambang
Berlawanan dengan kemanjaan yang diberikan kepada pelaku pertambangan,
protes penduduk korban yang jatuh bangun menghadapi daya rusak
pertambangan tak didengar pimpinan negeri ini. Padahal, pertambangan
berdaya rusak tak terpulihkan. Untuk mendapat satu gram emas saja,
sedikitnya 2,1 ton limbah batuan dan lumpur dibuang ke lingkungan.
Dengan ciri itu, lahan hutan yang digali tak bisa dipulihkan fungsinya
seperti semula.
Di Kalimantan Timur, korban tambang Kelian milik Rio Tinto tak jelas
nasibnya dan berkonflik satu sama lain, hingga perusahaan tutup. Warga
Dayak Paser terpaksa pindah kampung, tergusur tambang batu bara Kideco
Jaya Agung. Juga Dayak Siang Murung Bakumpai di Kalimantan Tengah,
lahannya dirampas Aurora Gold. Kasus-kasus ini tak menjadi rujukan
memperbaiki pengurusan tambang yang lebih adil ke depan.
Warisan lain adalah lubang tambang puluhan hektar dan kedalaman ratusan
meter yang dibiarkan menganga tak diurus. Lahan rusak itu di antaranya
lubang Etzberg milik Freeport, Toguraci milik Newcrest di Maluku Utara,
Serujan milik Aurora Gold, hingga ratusan lubang tambang batu bara di
Kalimantan Selatan dan seribu lebih lubang tambang timah di Bangka
Belitung.
Jika tak dicabut, PP ini akan memperparah kerusakan hutan dan kembali
meletakkan nasib rakyat dan lingkungan pada kerentanan tak
tertanggungkan.
Siti Maemunah, Jaringan Advokasi Tambang (Jatam)
hutan lindung dan hutan produksi menjadi kawasan tambang terbuka hanya
dengan menyewa Rp 300 per meter. Fungsi lindung dan penyangga kehidupan
kawasan hutan harganya lebih murah dari sepotong pisang goreng.
Di tengah keprihatinan bencana banjir dan longsor di musim hujan, 4
Februari lalu, Presiden SBY mengeluarkan PP No 2 Tahun 2008. PP ini
mengatur jenis dan tarif penerimaan negara bukan pajak yang berasal dari
penggunaan kawasan hutan untuk kepentingan pembangunan di luar kegiatan
kehutanan yang berlaku pada Departemen Kehutanan.
Seharga pisang goreng
PP ini memungkinkan perusahaan tambang mengubah kawasan hutan lindung
dan hutan produksi menjadi kawasan tambang skala besar hanya dengan
membayar Rp 1,8 juta-Rp 3 juta per hektar. Lebih murah lagi untuk
tambang minyak dan gas , panas bumi, jaringan telekomunikasi, repeater
telekomunikasi, stasiun pemancar radio, stasiun relai televisi, tenaga
listrik, instalasi teknologi energi terbarukan, instalasi air, dan jalan
tol. Tarif untuk semua itu menjadi Rp 1,2 juta hingga Rp 1,5 juta.
Itulah harga hutan lindung termurah—kalaupun fungsinya bisa
diuangkan—yang resmi dikeluarkan negeri ini. Hanya Rp 120-Rp 300 per
meter, lebih murah dari sepotong pisang goreng . Inilah cara amat buruk
menghargai fungsi lindung hutan.
Padahal, banjir dan longsor akibat perusakan sumber daya alam ,
khususnya hutan, telah melahirkan bencana dan kerugian triliunan rupiah.
Sepanjang 2000 hingga 2006, sedikitnya ada 392 bencana banjir dan
longsor di pelosok negeri. Ada ribuan orang meninggal, sementara ratusan
ribu lainnya menjadi pengungsi.
Empati pengurus negeri ini dipertanyakan. Benarkah mereka masih menaruh
perhatian terhadap nasib anak negeri? Kedatangan pejabat ke
daerah-daerah korban banjir dan longsor terkesan basa-basi, apalagi saat
kebijakan yang dikeluarkan ke depan justru akan memperbesar timbulnya
korban.
PP ini keluar di tengah laju kerusakan hutan rata-rata 2,76 juta hektar,
sepanjang 2005 dan 2006. Kerusakan hutan terbesar terjadi di Pulau
Kalimantan dan Sumatera. Dua pulau ini memiliki konsesi tambang yang
jumlah dan luasnya amat besar. Di Kalimantan Selatan saja, sedikitnya
ada 400 perizinan tambang batu bara, sebagian besar keluar
pascareformasi.
Banyak peraturan dikeluarkan pemerintah bukannya membuat keselamatan dan
produktivitas rakyat terjamin, tetapi justru sebaliknya. Peneliti Cifor
menyebutkan, selama tujuh tahun terakhir telah disahkan 500 lebih
peraturan Menteri Kehutanan untuk mengurus hutan Indonesia. Dalam jangka
yang sama, luas hutan menyusut 11,2 juta hektar.
Yang paling bersorak tentu pelaku pertambangan. Sejak delapan tahun
lalu, berbagai perusahaan tambang asing melakukan lobby hingga ancaman
membawa Indonesia ke arbitrase internasional. Kontrak karya mereka
terganjal status hutan lindung.
Akhirnya, UU Kehutanan Tahun 1999, yang melarang tambang terbuka di
hutan lindung, berhasil diamandemen dua tahun lalu. Ada 13 perusahaan
yang mendapat pengecualian meneruskan tambangnya di hutan lindung.
Sebagian besar adalah perusahaan tambang asing raksasa, sekelas Freeport
dari AS, Rio Tinto dari Inggris, Inco dari Kanada, dan Newcrest dari
Australia.
Sejak itu, jika mau membuka tambang di hutan lindung, mereka harus
mencari hutan kompensasi. Tetapi, itu tak cukup. Mereka mengeluhkan
lahan kompensasi sulit didapat. Mereka mau cara lebih mudah dan murah,
dan dijawab pemerintah dengan munculnya PP ini.
Daya rusak tambang
Berlawanan dengan kemanjaan yang diberikan kepada pelaku pertambangan,
protes penduduk korban yang jatuh bangun menghadapi daya rusak
pertambangan tak didengar pimpinan negeri ini. Padahal, pertambangan
berdaya rusak tak terpulihkan. Untuk mendapat satu gram emas saja,
sedikitnya 2,1 ton limbah batuan dan lumpur dibuang ke lingkungan.
Dengan ciri itu, lahan hutan yang digali tak bisa dipulihkan fungsinya
seperti semula.
Di Kalimantan Timur, korban tambang Kelian milik Rio Tinto tak jelas
nasibnya dan berkonflik satu sama lain, hingga perusahaan tutup. Warga
Dayak Paser terpaksa pindah kampung, tergusur tambang batu bara Kideco
Jaya Agung. Juga Dayak Siang Murung Bakumpai di Kalimantan Tengah,
lahannya dirampas Aurora Gold. Kasus-kasus ini tak menjadi rujukan
memperbaiki pengurusan tambang yang lebih adil ke depan.
Warisan lain adalah lubang tambang puluhan hektar dan kedalaman ratusan
meter yang dibiarkan menganga tak diurus. Lahan rusak itu di antaranya
lubang Etzberg milik Freeport, Toguraci milik Newcrest di Maluku Utara,
Serujan milik Aurora Gold, hingga ratusan lubang tambang batu bara di
Kalimantan Selatan dan seribu lebih lubang tambang timah di Bangka
Belitung.
Jika tak dicabut, PP ini akan memperparah kerusakan hutan dan kembali
meletakkan nasib rakyat dan lingkungan pada kerentanan tak
tertanggungkan.
Siti Maemunah, Jaringan Advokasi Tambang (Jatam)
Langganan:
Postingan (Atom)










