Rabu, 04 Februari 2009

" Pouse "

Kita hidup di tengah jaman
yang rentan terhadap stres. The National Center for Health Statistic melaporkan
bahwa hampir satu juta orang setahun meninggal akibat penyakit yang disebabkan
oleh stres yang tidak tertangani. Dari sebuah hasil polling disimpulkan bahwa
86% orang Amerika mengaku mengalami stres kronis. Jika di negara yang sudah
maju seperti Amerika saja mengalami tingkat stres yang sedemikian tinggi,
bagaimana di negara kita yang kondisi ekonominya tengah terpuruk dan yang tak
henti-hentinya di rundung bencana? Atau jangan-jangan kita malah sudah kebal
terhadap stres karena sudah terbiasa dengan tekanan hidup?
Tingkat stres makin tinggi. Kebutuhan hidup semakin banyak.
Tagihan-tagihan menuntut dilunasi. Belum lagi melihat kenyataan bahwa kita
hidup di dunia yang serba cepat dan tampaknya kita tidak menemukan tombol stop
atau bahkan pause dalam remote control hidup kita. Kesibukan yang luar biasa di
dalam pekerjaan kita turut andil dalam menciptakan ruang stres bagi hidup kita.
Wayne Muller berkata dengan nada menyindir, “Tidak punya waktu untuk
teman-teman dan keluarga, tidak punya waktu untuk menikmati matahari terbenam,
memenuhi kewajiban-kewajiban kita tanpa punya waktu sedetikpun untuk menarik
napas, ini telah menjadi model dari kehidupan yang sukses.”
Menurut penelitian, balita rata-rata tertawa sekitar 200 kali per hari.
Tetapi begitu si bayi menjadi dewasa, tawanya merosot drastis menjadi hanya 6
kali per hari. Barangkali untuk menghindari dari kehidupan yang penuh dengan
stres kita perlu belajar dari anak kecil. Anak kecil tidak pernah tergesa-gesa
di dalam hidup dan selalu punya waktu untuk menikmati kehidupan yang
sebenarnya. Apakah Anda sedang stres hari ini? Saya sarankan untuk memperlambat
hidup Anda, kalau perlu milikilah waktu untuk memencet tombol pause dalam
remote control hidup Anda, hingga Anda bisa beristirahat barang sejenak dan
mulai menikmati kembali hal-hal yang sudah lama tidak Anda lakukan.
Bersantailah! Hidup ini terlalu indah untuk dilewatkan begitu saja.Kita tidak perlu
stres seandainya memiliki tombol stop atau pause dalam remote control hidup
kita.

From:
"Hendra kasep Tea"

1 komentar:

Daniel DPK mengatakan...

sudah mjd konsekuensi dlm sebuah modernitas saat ini dimana kompetisi mjd sanhgat ketat shg setiap orang dikondisikan utk super sibuk jika ingin memenangkan persaingan...bagaimanapun no pain no gain..namun saat ini kita perlu utk bekerja smart bukan hanya bekerja keras..krn org yg berhasil saat ini adalah mrk yg bisa bekerja smart melihat peluang yg ada...

"pause" dlm beraktivitas sangat kita perlukan..tapi yg lebih penting adalah bagaimana kita bisa menikmati setiap berkah dari Tuhan sekecil apapaun krn itu yg membuat kita bahagia...he..he..percuma kalo kita kaya tapi tdk bahagia,kan..ujung2nya pasti juga stress...

KONSPIRASI SEKITAR FLU BURUNG ?