Jumat, 05 November 2010

Menanti Printer yang Ramah Lingkungan

Hari Rabu (3/11), pameran teknologi informasi (TI) yang diklaim terbesar di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara, dibuka. Berbagai produsen bidang TI pun menawarkan berbagai produk terbaik dan unggulannya. Fuji Xerox Printer Channel pun, melalui dua distributornya, PT Astragraphia dan PT Harrisma, tak ketinggalan mengikuti pameran tersebut.

Namun, Country Sales Manager Fuji Xerox Indonesia, Teddy Susanto di Jakarta, Rabu, memastikan, printer produk unggulan perusahaannya belum bisa tampil pada pameran itu. Padahal, bukan berarti Fuji Xerox Printer Channel tak memiliki produk baru yang bisa diunggulkan.

Namun, seperti disampaikan General Manager Fuji Xerox Printer Channel Asean, Vincent Sim di Yokohama, Jepang, pekan lalu, produk unggulan mereka, berupa printer dan toner (tinta) baru akan diluncurkan akhir tahun ini.

Walaupun demikian, pekan lalu di depan wartawan dari kawasan Asia dan Pasifik, termasuk dari Indonesia, Presiden Fuji Xerox Tadahito Yamamoto dan Presiden Fuji Xerox Printer Channel James Henderson telah memperkenalkan, produk unggulan baru mereka, yaitu printer yang berbasiskan teknologi Selfscanning Light Emitting Device (SLED) dan EA-Eco Toner. Printer berbasis SLED adalah pengembangan dari printer berbasis LED yang sudah dikembangkan untuk produk high end sejak akhir 2007.

James mengakui, Fuji Xerox memang bukan yang pertama mengembangkan printer dengan basis LED. Namun, untuk printer dengan berbasiskan teknologi SLED, mereka adalah yang pertama. Bahkan, pada akhir tahun ini, printer berbasis SLED itu akan diproduksi pula untuk low end, sehingga pasarnya bisa lebih luas, termasuk untuk kepentingan keluarga dan usaha kecil. Tak terbatas pada industri, yang selama ini adalah pasar untuk produk printer high end.

Printer berbasis SLED diunggulkan, bukan hanya karena bentuknya lebih ringkas dibandingkan pendahulunya yang berbasis LED, melainkan juga karena lebih hemat dalam pemakaian energi listrik dan tidak berisik. Suaranya lebih halus. Komponen dari printer ini juga menggunakan bahan-bahan yang bisa didaur ulang, sehingga amat ramah lingkungan.

Printer yang ramah lingkungan inipun dipadukan dengan toner baru, yang juga ramah lingkungan. Fuji Xerox di Yokohama juga memperkenalkan toner baru ini, yang diklaim lebih rendah emisi karbonnya dibandingkan toner konvensional, pulverized toner.

Dari kajian perusahaan patungan Jepang dan Amerika Serikat itu, untuk penggunaan di bidang manufaktur, emisi karbon dari EA-Eco Toner lebih rendah 35 persen dibandingkan toner konvensional. Tingkat pemakaiannya pun lebih rendah 24 persen dibandingkan pulverized toner. Jika EA-Eco Toner dipakai di bidang percetakan, emisi karbon yang dikeluarkannya lebih rendah sekitar 25 persen dibandingkan toner konvensional.

EA-Eco Toner memang akan menjadi pasangan yang tepat bagi printer berbasis SLED, terutama jika konsumen memang peduli dengan lingkungan. Namun, menurut James, bukan berarti Fuji Xerox akan meninggalkan printer berteknologi lama, seperti laser printer yang selama ini dikembangkannya. Printer lama itu tetap diproduksi, sebab wajib hukumnya memberikan pilihan bagi konsumen. Biarlah konsumen yang memilih sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya.

Namun, jika diluncurkan pada akhir tahun ini, printer berbasis SLED diupayakan tak terlalu mahal harganya. Fuji Xerox mematok harga tak lebih dari 400 dollar Amerika Serikat (AS), sehingga bisa bersaing dengan produk lainnya. Indonesia, jelas Vincent, akan menjadi salah satu negara pertama tempat peluncuran printer ramah lingkungan itu. Karena, pasar printer di Indonesia masih menjanjikan. Jadi, kita tunggu saja... (Tri Agung Kristanto)

Sumber
KOMPAS.com


Website yang berhubungan :
Tentang Aku
Sentuhan Rohani
Trik and Tips
Info Pendidikan
Info Kesehatan
Forum Di Web
Puisi-Puisi Ku

Tidak ada komentar: