Kamis, 04 Februari 2010

Seks Pranikah Halal kah Kalau saling Mencintai ?

Seks emang anugrah alam dan bersifat alamiah, sealamiah makan dam minum. Tapi ini bukan berarti orang yang berbudaya seenaknya ndewe makan di sembarang tempat dengan cara yang mereka inginkan.

Seks Juga Pake Etika dan Aturan. Ada etika atau aturan kapan, bagaimana dan dimana orang makan. Ini berlaku sama dengan bagaimana, dimana , kapan dan dengan siapa orag berhubungan seks. Tatakrama inilah yang membedakan manusia dengan mahkluk lainnya.

Cinta Nggak Harus Lewat Seks. Banyak kaum remaja yang tersesat dengan pendapat yang rapuh ini. Kalau kita saling suka maka seks akan halal. Padahal cinta itu enggak harus lewat seks. Bahayanya lagi Ada anggapan dikalangan remaja bahwa ketidakcocokan dalam berumah tangga semata-mata disebabkan persoalan seks. Maka seks perlu dicoba sebelum menikah. Lantas timbul pertanyaan kenapa percobaan ini tidak bisa di terima ? Anggapan tadi tidaklah benar. Justru kebalikannya ketidakcocokan seks bisanya justru disebabkan karena masalah yang timbul dari konflik-konflik di luar seks.

Seks Perlu Tanggung Jawab. Hubungan seks bukanlah sekedar soal kenikmatan tapi juga menyangkut seluruh hubungan dan mengingkatkan rasa tanggung jawab kedua belah pihak. Belum tentu pasangan kita akan bertanggung jawab seandainya persetubuhan itu menyebabkan kehamilan yang tidak diiginkan.

Seks dan Keprawanan. Faktor tekanan dari luar atau dari pacar sangat berpengaruh untuk melakukan seks pranikah. Anggapan dikalangan kelompok kalau jaman sekarang sudah enggak ada lagi perawan-perawan, atau semua cewek sekarang enggak ada yang masih perawan biasanya menyudutkan kaum cewek yang lemah prinsipnya yang akhirnya mereka terbawa dengan anggapan seperti itu.

Ancaman Pacar. Tekanan dari pacar juga sangat besar pengaruhnya. Pernah dengar kata-kata “Kalau kau benar-benar mencintaiku berikan ragamu kepadaku sebagai bukti cintamu padaku, kalau kau tidak bersedia berarti aku salah mencintai orang,” ancaman yang seperti itu membuat si cewek begitu tergantung kepada cowok ini secara emosional. Si cewek seperti enggak ada pilihan yang baik, yang ujungnya ia mau melakukan apa yang diinginkan pacarnya.

Seks bukan Action. Kurangnya pengertian tentang cinta juga sangat berpengaruh terhadap seks pranikah. Ada kesan kalau cinta itu adalah suatu wujud dari action, maka cinta terhadap pacarnya juga harus berwujud action. “Jika kamu mencintai aku, kamu akan memberikan seks”. Jadi konsep cinta dan seks jadi berbaur disini. Padahal cinta bukan suatu action, cinta adalah komitmen mental, terlepas dari adanya action atau tidak.

Meski begitu kebutuhan badaniah juga menjadi alasan dalam seks pranikah. Karena seks itu mengasyikan. Mereka penasaran akan rasa seks itu yang akhirnya ingin bereksperimen untuk mencurahkan keingintauan mereka tetang seks.
[http://www.kafegaul.com/girls/article.php?id=20297&cat=38]

Tidak ada komentar: