Kamis, 03 Juni 2010

Pasar WAN di Asia Pasifik Capai 13,3 Miliar Dollar AS


JAKARTA, Pasar layanan Wide Area Network (WAN) di Asia Pasifik diperkirakan mencapai angka 13,3 miliar dollar AS pada tahun 2010, meningkat 10 persen dibandingkan tahun 2009 yang mencapai 2 miliar dollar AS.

Tahun lalu, pertumbuhan pasar WAN tahun lalu tidak terlalu baik, hanya 6, 2 persen karena pengaruh resesi global. Eugene van de Weerd, Country Director Frost & Sullivan Indonesia menganalisa, pertumbuhan itu disebabkan perluasan cabang suatu perusahaan di kawasan lain dan konsolidasi dari layanan data center itu sendiri.

Dia memperkirakan pertumbuhan per tahun dari layanan WAN akan berkisar 10 persen hingga tahun 2013, sebelum akhirnya menurun. Sementara itu, layanan Ethernet dan IP VPN (Internet Protocol Virtual Private Network) diharapkan juga meningkat.

"Konvergensi dari suara, video dan data meningkatkan permintaan untuk layanan MPLS IP VPN (Multi-protocol Label Switching IP VPN), TCO (Total Cost of Ownership) yang rendah dan koneksi beragam situs yang mudah," kata Eugene van de Weerd, Rabu (2/6) di Jakarta.

Analisa baru dari Frost & Sullivan menyebutkan, Asia-Pacific WAN Services Marketmeliputi 13 negara Asia Pasifik (kecuali Jepang)memperkirakan pasar akan meningk at pada angka Compound Annual Growth Rate sebesar 9.4 persen (2009-2016), menghasilkan pendapatan sebesar 22,6 miliar pada akhir tahun 2016.

Menurutnya, perpindahan dari legacy services ke layanan IP dan Ethernet berlanjut dengan cepat dalam 12 bulan terakhir ini yang salah satunya dikarenakan melemahnya iklim perekonomian.

"Perusahaan banyak dihadapkan pada penurunan OPEX (operational expenditure) ke MPLS dan Ethernet untuk mengurangi biaya dan mempermudah pengaturan," ujarnya.

Trafik lokal meningkat kira-kira 71 persen senilai 8,57 miliar dollar AS dari total pendapatan WAN di kawasan pada tahun lalu. Leased-circuits (LLC), masih merupakan teknologi yang dominan untuk rute domestik, terhitung sebanyak 56 persen dari trafik WAN domestik di tahun 2009.

Penurunan permintaan LLC telah diperkirakan terjadi pada tahun 2016, LLC akan mengisi hanya 32 persen dari keperluan domestic WAN, yang akan secara bertahap digantikan oleh MPLS IP VPN dimana diharapkan akan dapat memenuhi keperluan koneksi WAN domestic sebesar 46 persen (naik dari 26 persen di tahun 2009)

MPLS IP VPN telah memimpin segmen WAN international sebesar 47 persen dari kebutuhan internasional tahun lalu dan diharapkan akan meningkat sebesar 64 persen dari kebutuhan international pada tahun 2016.



Sumber
KOMPAS.com

Mau dapat uang Gratis, dapat kan di http://roabaca.com/forum/index.php/topic,87.0.html

Tidak ada komentar: