Kamis, 20 Januari 2011

Mantelapp.com, Social Media Plus Aplikasi Kantor

Tak bisa dipungkiri, perubahan zaman menuntut karyawan untuk bekerja lebih mobile. Bersamaan dengannya, aplikasi komputer yang mendukung kerja-kerja mobile pun dibutuhkan. Aplikasi tersebut bisa mempermudah karyawan dan atasan saling berkomunikasi tentang tugas, prestasi, dan masalah.

Umumnya, aplikasi pendukung kerja mobile yang dikembangkan saat ini masih terlalu kaku. Aplikasi tersebut hanya memungkinkan karyawan untuk melihat tugas, memasukkan dokumen hasil kerja. Akibatnya, di beberapa perusahaan, aplikasi tersebut jarang digunakan dan komunikasi berbalik ke cara semula.

Melihat hal tersebut, Adithya Mulya mengembangkan Mantelapp, aplikasi yang mendukung kerja-kerja mobile yang sebenarnya juga merupakan situs jejaring sosial. Aplikasi ini tak berwujud software yang tersimpan dalam CD, tetapi berwujud layanan di situs web. Adithya menyebutnya software as a service.

Konsekuensi dari wujud yang unik itu, Mantelapp.com punya beberapa kelebihan. "Selain sebagai aplikasi, situs ini juga memenuhi kebutuhan karyawan untuk bersosialisasi. Aplikasi serupa yang ada biasanya sangat kaku, tidak memanusiakan. Dengan Mantelapp, karyawan juga bisa posting status, mengomentari status orang dan lainnya dengan fitur stream," kata Adithya saat berbagi pengalaman dalam SparxUp Seminar di Jakarta pekan lalu.

Sementara untuk mendukung kepentingan bisnis, Mantelapp punya fitur task dan document. "Fitur task memungkinkan kita untuk melihat tugas-tugas yang harus dikerjakan. Kalau sudah selesai kita juga tinggal klik done. Kalau fitur document bisa digunakan untuk menyimpan segala format dokumen yang diperlukan," jelasnya.

Menurut Adithya, situs ini selain akan membuat karyawan senang dengan aplikasinya, perusahaan juga akan mendapat benefit. Perusahaan bisa memantau apa yang dilakukan karyawan lewat situs tersebut sehingga memudahkan proses kontrol. Pengawasan bisa dilakukan dengan situs jejaring sosial ini.

"Perusahaan juga tidak perlu membayar pemakaian software yang sangat mahal. Jika fasilitas situs ini di upgrade, perusahaan juga tidak perlu membayar lagi. Beda dengan software yang jika di-upgrade kita harus membayar lagi. Jadi ya lebih menguntungkan lah," jelas Adithya.

Satu kelebihan lain Mantelapp adalah kemungkinan situs untuk menyesuaikan dengan program perusahaan. "Misal, jika ada proyek bersama, maka satu perusahaan dengan yang lain bisa berbagi dokumen," kata Adithya. Situs sudah diprogram sehingga perusahaan lain hanya bisa mengakses data terbatas pada dokumen kerjasama.

Adithya menuturkan, pengembangan Mantelapp sebenarnya dimulai sejak Juni 2009. Saat itu, Adithya berniat mengembangkan aplikasi mobile yang diminta beberapa perusahaan. Namun, karena banyak yang membatalkan akibat krisis ekonomi, niat itu pun diurungkan. September 2009, ia mulai benar-benar fokus dengan Mantelapp.

Setahun setelah berdiri, Mantelapps mendapatkan penghargaan kategori Best Social Networking di ajang SparxUp 2010. Pengguna Mantelapp kini memang baru 200, namun tersebar di beberapa wilayah Indonesia. Bidang industri yang menggunakan di antaranya adalah Event Organizer, Public Relation dan industri kreatif.

Saat ini, Adithya tengah fokus mengembangkan fitur tambahan Mantelapp. "Nanti kita akan buat fitur groups. Jadi, antarkaryawan dan posisi bisa membatasi akses bagi karyawan lain. Misal kalo bosnya berkomunikasi, ini ya hanya antar bos saja. Bisa juga untuk mengkomunikasikan sanksi terhadap karyawan agar yang lain tidak tahu," katanya.

Penggunaan situs ini hingga kini masih gratis tetapi beberapa bulan ke depan direncanakan akan berbayar. "Ada tiga paket nanti rencananya, Gold, Premium, dan Plus. Layanannya sama tetapi yang membedakan jumlah user atau karyawannya, jumlah proyek dan kapasitas penyimpanan dokumennya," jelas Adithya.

Paket terkecil adalah Plus, senilai Rp 500.000 untuk 10 pengguna. Sementara paket tertinggi senilai sekitar 1,4 juta untuk 50 pengguna. Untuk menarik pengguna, akan diberikan full version secara gratis selama sebulan. Biaya dibayar setiap bulan, jadi jika sedang tak membutuhkan, pengguna bisa break tanpa kehilangan data yang tersimpan.

Adithya menjelaskan, Mantelapp merupakan pemenuhan kebutuhan alat kolaborasi kerja atau yang disebut Collaboration Tool. Mantelapp mengubah bentuk perintah dan kontrol yang ada di perusahaan, dari formal ke yang lebih informal. Mantelapp akan menyesuaikan pada gaya bekerja dan kebutuhan yang berbeda. Dan yang terpenting, Mantelapp mudah digunakan.


Sumber
KOMPAS.com

Tidak ada komentar: