Kamis, 20 Januari 2011

Telekomunikasi Indonesia Internasional Ganti "Brand"

JAKARTA - PT Telekomunikasi Indonesia Internasional menandai transformasi perusahaan dengan memperkenalkan identitas merek yang baru. Anak perusahaan PT Telelekomunikasi Indonesia (Telkom) itu mengganti logo dan sebutan dari TII menjadi Telin.

"Melalui transformasi yang ditandai dengan identitas baru brand korporasi ini, kami bertekad untuk menjadi salah satu pemimpin di industri telekomunikasi global seiring dengan amanat yang kami emban sebagai operator Telkom Group dalam bisnis internasional," kata Septika N. Widyasrini, Chief Executive Officer (CEO) PT Telekomunikasi Indonesia Internasional dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (18/1/2011).

Perkenalan lebih luas dilakukan di hadapan para mitra bisnis dan pelaku industri telekomunikasi dunia dilakukan di sela-sela forum Pacific Telecommunications Council (PTC) Annual Conference yang berlangsung di Hawaii, 16-19 Januari 2011.

Telin adalah anak perusahaan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (Telkom), yang telah berdiri untuk menangani bisnis internasional Telkom dengan tujuan memberikan nilai bisnis bagi para pemangku kepentingan dalam situasi persaingan industri global yang kompetitif. Di bawah portofolio bisnis yang meliputi Jalur dan Layanan Telekomunikasi Internasional serta Investasi Strategis, Telin bertekad untuk menyediakan solusi dan layanan terbaik dalam situasi kompetisi bisnis.

Saat ini cakupan layanan Telin telah hadir di seluruh wilayah Asia Pasifik seperti Indonesia, Singapura, Brunei, Malaysia, Thailand, Filipina dan Australia; Regional Asia Timur seperti Hong Kong, Vietnam, Korea, China dan Jepang; Regional Timur Tengah seperti India dan negara-negara Uni Emirat Arab; Regional Amerika Utara mencakup wilayah Amerika Serikat dan Regional Eropa termasuk Inggris, Belanda, Perancis dan lain-lain.

Telin yang kini juga telah hadir di Singapura dan dalam waktu dekat juga beroperasi di Hong Kong, bermitra dengan lebih dari 60 perusahaan yang tersebar di 19 negara dan menghubungkan lebih dari 400 titik destinasi dan berencana untuk terus melebarkan sayap keberadaannya serta bertumbuh baik secara organik maupun melalui merger dan akuisisi.



Sumber
KOMPAS.com

Tidak ada komentar: