Rabu, 28 Juli 2010

Panji dan Hanuman di Candi Panataran – Perannya sebagai Perantara dan Simbol untuk Identitas Budaya

Oleh DR. Lydia Kieven, Jerman

Dalam thesis doktoral saya meniliti tentang relief Panji pada candi-candi di Jawa Timur, dan khususnya pada Candi Panataran. Saya sudah sempat mempresentasikan aspek hasil penelitian itu sebagai makalah pada beberapa acara dalam konteks ‘Budaya Panji’. Kemudian saya teruskan penelitian saya tentang Candi Panataran dengan fokus pada relief-relief Ramayana di candi induknya.

Kombinasi hasil dua penelitan itu sangat menarik dalam usaha mengerti arti dan fungsi relief-relief di Candi Panataran. Analisa itu bisa juga diterapkan pada pengertian candi-candi dari periode Jawa Timur secara umum. Dasar analisa saya adalah pengertian relief-relief sebagai simbol dan tidak hanya sebagai hiasan dinding candi. Tujuan penelitian saya adalah memberi interpretasi simbolisme itu.

Candi Panataran terdiri dari sejumlah bangungan, yang kebanyakan dibangun pada pertengahan abad ke14, yaitu pada periode kerajaan Hayam Wuruk, dan pada awal abad ke15. Komplex Candi Panataran dengan panjangnya 180 m dan lebarnya 60 m (Krom 1923, II:273) punya tiga halaman yang berderetan dari barat ke timur. Teras Pendopo dalam halaman pertama dan candi induk di halaman ketiga dihias dengan relief-relief naratif yang sangat indah: ada relief cerita Panji, Ramayana, dan Krishnayana.

Selengkapnya di:
http://www.wacananusantara.org/2/678/panji-dan-hanuman-di-candi-panataran-%E2%80%93-perannya-sebagai-perantara-dan-simbol-untuk-identitas-budaya-jawa



Mau dapat uang Gratis, dapat kan di http://roabaca.com/forum/index.php/topic,87.0.html

Tidak ada komentar: