Jumat, 04 Juni 2010

Era Digital Tak Akan Geser Media Konvensional

Perkembangan industri informasi yang semakin pesat, membuat berbagai perusahaan media perlu melakukan perubahan agar tidak ditinggalkan kosumennya.

Untuk keempat kalinya Bali dipilih menjadi tuan rumah Asia Pasifik Media Forum (APMF) yang dibuka hari ini Kamis 3 Juni 2010. Selama dua hari tersebut, APMF akan membahas, memecahkan solusi, melakukan eksplorasi dalam berinovasi dan mengubah strategi kemasan media agar tetap menarik konsumen. Sedikitnya 27 pakar media, komunikasi, teknologi dan para pengusaha periklanan, dan 400 peserta se-Asia Pasifik menghadiri acara ini.

Justionto Direktur Program APMF 2010 mengatakan salah satu perubahan yang terjadi pada media saat ini adalah pada kontennya (isi). "Saat ini eranya bukan tergantung pada si pembuat isi, tapi pada konten atau isi media tersebut," ungkapnya dalam konferensi pers.

Di ungkapkan pula, di Indonesia ada sembilan dari sepuluh website terlaris yang tidak bergantung dari konten yang dibuat pemilik website, melainkan informasi atau pesan yang diberikan para pengakses. Seperti jejaring sosial Facebook, Kaskus, dan Yahoo.

"Perubahan lain misalnya kebiasaan pendengar radio dalam me-request lagu. Dulu, pendengar merequest lagu menggunakan postcard. Dari postcard berganti dengan sms dan sekarang menggunakan twitter” ungkasnya.

Chairman APMF, Andi Sadha, menambahkan, media digital saat ini tidak akan mematikan media-media konvensional seperti media cetak misalnya. Jenis media ini pun mempunyai kesempatan berkembang dan meraup untung, dengan format yang sesuai dan menarik.

"Para pemilik merk pun akan menggunakan kedua media ini untuk mensosialisasikan produk mereka, dan tetap memiliki benang merah, walaupun sedikit berbeda dari tampilannya" jelasnya.

Ditambahkannya, "Yang ingin kita peroleh dalam forum ini, bagaimana mengubah budaya konsumen kita saat ini" katanya.



Sumber
VIVAnews

Mau dapat uang Gratis, dapat kan di http://roabaca.com/forum/index.php/topic,87.0.html

Tidak ada komentar: